cover
Contact Name
Ullya Vidriza
Contact Email
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Phone
+628116611491
Journal Mail Official
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta MH Thamrin Building 1st Floor Jl. RS Fatmawati No. 1, Pondok Labu, South Jakarta, Indonesia 12450 Email : jded@upnvj.ac.id
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Development Economic and Digitalization
ISSN : 29636221     EISSN : 29628520     DOI : https://doi.org/10.59664/jded
Core Subject : Economy, Social,
The Journal of Development Economic and Digitalization (JDED) is a peer-reviewed research journal published twice a year, in February and August, by the Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veterans Jakarta. JDED accepts scientific articles on research results and theoretical and conceptual papers in Indonesian and English using qualitative and quantitative methods. JDED focuses on Development Economics and economic digitalization, including Development Economics, economic and Digitalization, Monetary and Fiscal Policy, economic and Public Policy, Environment, Natural resources, Industrial Organization, Regional and urban economics, and Big Data Economy. E-ISSN 2962-8520
Articles 49 Documents
ANALISIS INDUSTRI MANUFAKTUR, INVESTASI, DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Julian Ichwanul Eka Pratama; Nucke Widowati Kusumo Projo
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7668

Abstract

Abstrak Kawasan Timur Indonesia merupakan kawasan yang memiliki permasalahan kemiskinan yang perlu untuk diperhatikan meskipun strategi-strategi pembangunan yang diterapkan sudah memperhatikan isu kemiskinan, namun kemiskinan di kawasan tersebut masih tinggi. Adanya kemiskinan cenderung memperburuk kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, yang dikarenakan kurangnya investasi dan ketidaksempurnaan pasar. Hal inilah yang membuat masyarakat miskin apabila tidak mendapatkan intervensi eksternal, akan tetap terjebak di dalam lingkaran kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh industri manufaktur, investasi, dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih sampel provinsi di Kawasan Timur Indonesia periode 2010-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dengan total 117 observasi. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi data panel, dan model terbaik yang diperoleh adalah fixed effect model yang diperluas menggunakan feasible generalized least square. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: industri manufaktur memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia. Investasi memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kemiskinan di kawasan tersebut. Pengangguran memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia. Kata Kunci: Industri Manufaktur, Investasi, Kemiskinan, Pengangguran Abstract The Eastern Region of Indonesia is a region that is still very concerned about poverty, even though it has become a major strategic factor in national development, poverty in this region is still high. Nurske's (1953) theory of poverty tends to worsen the economic and social conditions of society, this is due to lack of investment and market imperfections. This is what makes poor people, if they do not receive external intervention, they will remain trapped in the cycle of poverty. This research is a quantitative study which aims to determine the influence of the manufacturing industry, investment and unemployment on poverty in the Eastern Region of Indonesia. The purposive sampling method was used to select samples in the Eastern Region of Indonesia for the 2010-2022 period. Secondary data obtained from the Central Statistics Agency with a total of 117 observations. The analysis technique applied is panel data regression, and the best model adopted is the fixed effect model which is extended using feasible generalized least squares. The research results concluded that: The manufacturing industry has a significant negative influence on poverty levels in the Eastern Region of Indonesia. Investment has a significant negative impact on poverty in the region. Unemployment has a significant positive influence on poverty levels in the Eastern Region of Indonesia. Keywords: Manufacturing Industry, Investment, Poverty, Unemployment                                                                              
ANALISIS FLUKTUASI EKONOMI DI INDONESIA TERHADAP OUTPUT GAP POTENSIAL TAHUN 1993 - 2022 Mariatul Qibtiyah; Purwanto Widodo
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7671

Abstract

Abstrak Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kondisi ekonomi yang kondusif. Fluktuasi ekonomi dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti faktor politik, sosial, ekonomi, dan lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang positif tidak selalu menunjukkan peningkatan output riil yang sebenarnya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan optimal jika masih terdapat gap antara output riil dan output potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi output gap potensial di Indonesia menggunaka data time series periode tahun 1989 – 2021 secara kuaral dan metode analisis Hodrick Prescott Filter dan Autoregresssive Distibuted Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model jangka pendek variabel pertumbuhan belanja pemerintah dan tingkat suku bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap output gap potensial, dan variabel inflasi dan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap output gap potensial. Dalam model jangka panjang, variabel pertumbuhan belanja pemerintah, tingkat suku bunga, dan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap output gap potensial. Sedangkan variabel inflasi dalam jangka panjang berpengaruh negatif signifikan terhadap output gap potensial. Kata Kunci: Output Gap Potensial, Pertumbuhan Belanja Pemerintah, Inflasi, Tingkat Suku Bunga, dan Pertumbuhan Penduduk. Abstract Sustainable development requires conducive economic conditions. Economic fluctuations can occur due to various factors, such as political, social, economic and other factors. Positive economic growth does not always indicate an actual increase in real output. High economic growth will not be optimal if there is still a gap between real output and potential output. This research aims to analyze the influencing factors output gap potential in Indonesia using time series data for the period 1989 – 2021 in a quarterly manner and analytical methods Hodrick Prescott Filter and Autoregressive Distributed Lag (ARDL). The research results show that in the short-term model the variables of government spending growth and interest rates have a significant negative effect on output gap potential, and the inflation and population growth variables have a significant positive effect on output gap potential. In the long-term model, the variables growth in government spending, interest rates and population growth have a significant positive effect on output gap potential. Meanwhile, the inflation variable in the long term has a significant negative effect on output gap potential. Keywords: Output Gap Potential, Government Spending Growth, Inflation, Interest Rates, and Population Growth.  
ANALISIS PDRB, TINGKAT PENGANGGURAN, DAN PENDIDIKAN TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Nunung Suharti; Anugerah Karta Monika
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7672

Abstract

Abstrak Kemiskinan adalah masalah yang sulit untuk diatasi dan telah menjadi tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kesulitan ekonomi, ketimpangan sosial, dan peningkatan angka kematian. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB, tingkat pengangguran terbuka dan rata-rata lama sekolah terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statitik (BPS) untuk 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur tahun 2012-2022. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PDRB dan tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Namun, rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan positif terhadap kemiskinan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata lama sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan. Selain itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan. Kata Kunci : Kemiskinan; PDRB, Tingkat Pengangguran Terbuka; Rata-rata Lama Sekolah Abstract Poverty is a difficult problem to overcome and has become a challenge for many countries, including Indonesia. Poverty can cause various problems, such as economic hardship, social inequality, and increased mortality rates. Therefore, efforts are needed to reduce poverty and improve people's welfare. This study aims to analyze the effect of GRDP, open unemployment rate and average years of schooling on poverty in East Kalimantan Province. This study uses secondary data from the Central Bureau of Statistics (BPS) for 10 districts/cities in East Kalimantan from 2012-2022. Data analysis was conducted using panel data regression. The results showed that partially GRDP and the open unemployment rate had no significant effect on poverty. However, the average years of schooling has a significant positive effect on poverty. Simultaneously, the three variables have a significant effect on poverty. These findings suggest that increasing the average years of schooling can be one way to reduce poverty. In addition, efforts are needed to improve the quality of education so that it can be more effective in reducing poverty. Keyword : Poverty; GRDP, Open Unemployment Rate; Average Years of School
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA PERDAGANGAN INDONESIA TAHUN 2018-2022 Riana Widyasari; Raden Parianom
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7673

Abstract

Abstrak Dalam perdagangan internasional, laporan keuangan tentang kegiatan ekspor dan impor komoditas di negara dicatat dalam neraca perdagangan selama periode atau tahun tertentu. Teori David Hume menekankan bahwa perdagangan salah satu cara yang paling signifikan untuk memberikan kesempatan untuk menaikkan standar hidup orang-orang dan untuk membawa kemajuan dan perbaikan budaya ke mayoritas besar populasi suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspor, impor, jumlah uang beredar, dan nilai tukar terhadap neraca perdagangan Indonesia tahun 2018-2022. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan Error Correction Model (ECM) guna menganalisis perkiraan jangka panjang atau jangka pendek dengan program Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ekspor berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang dan pendek, variabel impor berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang dan pendek, variabel jumlah uang beredar berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang dan berpengaruh negatif dalam jangka pendek, variabel nilai tukar berpengaruh negatif tidak signifikan dalam jangka panjang dan berpengaruh positif tidak signifikan dalam jangka pendek. Kata Kunci: ekspor, impor, jumlah uang beredar, nilai tukar, neraca perdagangan Abstract In international trade, financial reports about commodity export and import activities in a country are recorded in the trade balance during a certain period or year. David Hume's theory emphasizes that trade is one of the most significant means of providing opportunities to raise people's standards of living and to bring progress and cultural improvement to the vast majority of a country's population. This research aims to determine exports, imports, money supply and exchange rates on Indonesia's trade balance in 2018-2022. Hypothesis testing in this research uses Error Correction Model (ECM) to analyze long-term or short-term estimates with the Eviews 12 program. The results of the research show that the export variable has a significant positive effect in the long and short term, the import variable has a significant negative effect in the long and short term, the money supply variable has a significant positive effect in long term and negative effect in the short term, the exchange rate variable has an insignificant negative effect in the long term and an insignificant positive effect in the short term. Keywords: exports, imports, money supply,exchange rate, trade balance  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA TAHUN 2017 – 2022 Luthfiah Syahrazad; Ullya Vidriza
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7674

Abstract

Abstrak Provinsi Papua memiliki beragam potensi yang dapat menunjang perekonomian. Akan tetapi, Provinsi Papua masih belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki ditandai oleh sangat tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi Papua sehingga dikenal sebagai provinsi termiskin pertama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik tahun 2017 – 2022 digunakan sebagai data pada penelitian ini. Penelitian menggunakan analisis regresi data panel dengan random effect model (REM) dan pengujian asumsi klasik serta hipotesis dengan STATA 17. Hasil penelitian menjelaskan bahwa jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Secara individu, jumlah penduduk berpengaruh signifikan positif terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka dan indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan negatif terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi pemerintah Provinsi Papua untuk mengiringi peningkatan jumlah penduduk dengan kualitas sumber daya manusia, peningkatan indeks pembangunan manusia dengan kualitas manusia yang riil, dan menekan angka pengangguran dengan memperluas dan menyamaratakan persebaran sektor lapangan kerja. Kata Kunci: Indeks Kedalaman Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Provinsi Papua   Abstract Papua Province has various potentials that can support the economy. However, Papua Province is still unable to optimize its potential marked by the very high level of poverty in Papua Province so that it is known as the first poorest province in Indonesia. This study aims to analyze and determine the effect of population, open unemployment rate, and human development index (HDI) on the poverty depth index in Papua Province. The data used in this study is secondary data from Badan Pusat Statistik in 2017 – 2022. The study used panel data regression analysis with random effect model and testing classical assumptions and hypotheses with STATA 17. The result is the population, open unemployment rate, and HDI together have a significant effect on the poverty depth index in Papua Province. Individually, population has a significant positive effect on the poverty depth index. Meanwhile, the open unemployment rate and HDI have a significant negative effect on the poverty depth index in Papua Province. The Papua Provincial government is expected to accompany the increase in population with the quality of human resources, increase the HDI with real human quality, and reduce unemployment by expanding and generalizing the distribution of the employment. Keywords : Poverty Depth Index, Population, Open Unemployment Rate, Human Development Index, Papua Province
ANALISIS DETERMINAN VOLUME EKSPOR TEH INDONESIA PADA TAHUN 1991-2021 Emayanti; Aswin Rivai
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 2 (2024): JDED, August 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i2.8600

Abstract

Abstrak Ekspor ialah satu di antara beberapa kegiatan dalam perdagangan internasional, suatu negara saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhannya dan memasarkan produk unggulannya. Sub sektor pertanian yang menyumbang devisa terbesar bagi Indonesia salah satunya ialah perkebunan, salah satu komoditas perkebunan ialah teh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh produksi, harga teh internasional, harga kopi internasional, dan nilai tukar terhadap volume ekspor teh Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data deret waktu periode tahun 1991-2021 yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan, World Bank, Indexmundi dan Internasional Coffee Organization. Hasil pengujian Error Correction Model menyatakan bahwa (1) produksi dalam jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh positif signifikan terhadap volume ekspor teh, (2) harga teh internasional dalam jangka panjang pengaruh positif signifikan dan dalam jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor teh, (3) harga kopi internasional dalam jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh negatif signifikan terhadap volume ekspor teh, (4) nilai tukar dalam jangka panjang berpengaruh negatif signifikan dan dalam jangka pendek berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap volume ekspor teh. Kata Kunci: Volume Ekspor Teh; Produksi; Harga Teh Internasional; Harga Kopi Internasional; dan Nilai Tukar. Abstract Exports are one of several activities in international trade, where countries depend on each other to meet their needs and market their superior products. One of the agricultural sub-sectors that contributes the largest foreign exchange to Indonesia is plantations, one of the plantation commodities is tea. This research aims to look at the influence of production, international tea prices, international coffee prices, and exchange rates on the volume of Indonesian tea exports. This research uses secondary data in the form of time series data for the period 1991-2021 obtained from the Directorate General of Plantations, World Bank, Indexmundi and the International Coffee Organization. The results of the Error Correction Model test stated that (1) production in the long term and short term had a significant positive effect on the volume of tea exports, (2) international tea prices in the long term had a significant positive effect and in the short term had no significant effect on the volume of tea exports, ( 3) international coffee prices in the long term and short term have a significant negative effect on the volume of tea exports, (4) the exchange rate in the long term has a significant negative effect and in the short term has an insignificant negative effect on the volume of tea exports. Keywords: Tea Export Volume; Production; International Tea Prices; International Coffee Prices; and Exchange Rates.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI 4 NEGARA ASEAN Shella, Haya Marshella Lifnatin Nada; Desmintari
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 2 (2024): JDED, August 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i2.8623

Abstract

Perekonomian ASEAN saat ini telah menjadi fokus perhatian global dalam beberapa dekade terakhir, yang tidak lepas dari dampak krisis ekonomi di pasar internasional. Analisis dan pengukuran pertumbuhan ekonomi yang diupayakan oleh pemerintah dan sektor swasta melalui pendekatan makroekonomi bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam perekonomian suatu negara. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh Modal, Tenaga Kerja, Ekspor, dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di 4 Negara ASEAN. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh di 4 Negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina pada periode waktu 2012-2022 yang bersumber dari WorldBank. Untuk tujuan tersebut, diterapkan pendekatan kuantitatif dengan merancang model ekonometrika yang didasarkan pada teori fungsi produksi Cobb-Douglas. Pembangunan model ini melibatkan data panel dengan bantuan software STATA 17 dan memiliki model terbaik Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Modal tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, variabel Tenaga Kerja memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel Ekspor juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara variabel Inflasi tidak memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan secara simultan Modal, Tenaga Kerja, Ekspor, Inflasi berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kata Kunci: Modal, Tenaga Kerja, Ekspor, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Abstract The current ASEAN economy has become the focus of global attention in recent decades, which cannot be separated from the impact of the economic crisis on the international market. Analysis and measurement of economic growth pursued by the government and private sector through a macroeconomic approach aims to overcome problems that arise in a country's economy. This study aims to analyze the effect of Capital, Labor, Exports, and Inflation on Economic Growth in 4 ASEAN Countries. Sampling using saturated sampling techniques in 4 ASEAN countries, namely Indonesia, Malaysia, Thailand, and the Philippines in the 2012-2022 time period sourced from WorldBank. For this purpose, a quantitative approach is applied by designing an econometric model based on the Cobb-Douglas theory of the production function. The construction of this model involves panel data with STATA 17 software and has the best Fixed Effect Model model. The results showed that partially, the Capital variable did not contribute significantly to economic growth. Export variables also have a positive and significant influence on economic growth, while inflation variables do not have a significant positive impact on economic growth partially. However, when viewed together, the variables Capital, Labor, Exports, and Inflation simultaneously show a significant positive influence on economic growth. Keywords: Capital, Labor, Exports, Inflation, and Economic Growth
POLA SPASIAL GLOBAL KEMISKINAN DESA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Artino, Adi; Zakiah, Rizka
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 2 (2024): JDED, August 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i2.8628

Abstract

Kemiskinan desa merujuk pada kondisi dimana penduduk di daerah pedesaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan setiap desa dilihat dari aspek spasial desa yang merujuk pada bagaimana karakteristik dan kondisi satu desa dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh desa-desa sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola dan hubungan spasial kemiskinan desa di kabupaten Lombok Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Metode analisis data menggunakan statistik spasial yang diterapkan dengan metode Indeks Moran. Berdasarkan analisis, hasil uji Indeks Moran menunjukkan bahwa nilai Indeks Moran adalah I = 0,206292. Nilai ini berada dalam rentang 0 < I < 1, yang mengindikasikan adanya autokorelasi spasial positif yang sangat kuat, sehingga kemiskinan di setiap desa di kabupaten Lombok Utara saling berkorelasi. Uji signifikansi Indeks Moran juga menunjukkan bahwa pola kemiskinan di setiap desa di kabupaten Lombok Utara cenderung berkelompok (clustered). Dengan tingkat signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa setiap desa memiliki kemiripan tingkat kemiskinan dengan desa-desa di sekitarnya, yang menunjukkan adanya korelasi antar desa dalam hal kemiskinan. Kata Kunci: Kemiskinan desa , spasial, indeks moran Abstract Rural poverty is a condition where people in rural areas have difficulty meeting basic needs. The poverty of each village is seen from the spatial aspect of the village which refers to how the characteristics and conditions of one village can affect or be affected by the surrounding villages. This study explores the patterns and spatial relationships of village poverty in the North Lombok district. The data used in this study came from the National Team for the Acceleration of Poverty Reduction (TNP2K). The data analysis method uses spatial statistics applied with the Moran Index method. Based on the analysis, the results of the Moran Index test show that the Moran Index value is I = 0.206292. This value is in the range 0 < I < 1, indicating a very strong positive spatial autocorrelation so that poverty in each village in the North Lombok district is correlated. The Moran Index significance test also shows that the poverty pattern in each village in the North Lombok district tends to be clustered. With a significance level of 5%, it can be concluded that each village has a similar level of poverty to the surrounding villages, which indicates a correlation between villages in terms of poverty. Keywords: : Rural poverty, spatial, moran index
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA DI INDONESIA Atinna, Meivianti Putri; Juliannisa, Indri Arrafi
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 2 (2024): JDED, August 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i2.8740

Abstract

  Pemberdayaan perempuan merupakan hal yang menjadi tantangan dalam mengoptimalkan sumber daya manusia khususnya perempuan dalam kegiatan produktif yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, yakni dengan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kehidupan ekonomi, politik dan ketenagakerjaan. Hal ini karena pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangatlah terbatas di sebagian besar provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor pemberdayaan perempuan terhadap pendapatan perkapita di Indonesia, yakni sebagai proksi pertumbuhan ekonomi. Pendapatan perkapita merupakan ukuran kesejahteraan Masyarakat yang sering digunakan oleh pemerintah. Penelitian dilakukan terhadap 34 Provinsi di Indonesia tahun 2017-2021, dengan metode analisis regresi data panel pada software E-views13. Hasil analisis regresi pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Indeks Pembangunan Gender dan Upah Perempuan berpengaruh positif signfikan terhadap Pendapatan Perkapita, namun variabel Indeks Pemberdayaan Gender dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Perkapita. Kata kunci : pemberdayaan perempuan, pendapatan perkapita, ekonomi, perempuan Abstract Women's empowerment is a challenge in optimizing human resources, especially women, in productive activities that can increase income and welfare, namely by increasing women's involvement in economic, political and labor life. This is because women's empowerment in Indonesia is still very limited in most provinces in Indonesia. This study aims to determine the effect of women's empowerment factors on per capita income in Indonesia, as a proxy for economic growth. Per capita income is a measure of community welfare that is often used by the government. The research was conducted on 34 provinces in Indonesia in 2017-2021, using the panel data regression analysis method on E-views13 software. The results of the regression analysis in this study indicate that the variables of the Gender Development Index and Women's Wages have a significant positive effect on Per Capita Income, but the variables of the Gender Empowerment Index and the Female Labor Force Participation Rate do not have a significant effect on Per Capita Income. Keyword : women empowerment, per capita income, economy, women  
Analisis Pendapatan, Pendidikan, Kesehatan Program Keluarga Harapan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Miskin di Jawa Barat Permata, Andrea Kartika Dinda; Parianom, Raden
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.8974

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) ditujukan untuk membantu individu yang mengalami kemiskinan di Indonesia, termasuk Jawa Barat, mengatasi kebutuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Meskipun bantuan per kepala rumah tangga cukup besar setiap tahunnya, angka kemiskinan di Jawa Barat terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh PKH dan tingkat inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Jawa Barat. Penelitian ini mencakup 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat dengan sampel 135 keluarga penerima manfaat PKH dari tahun 2018-2022, menggunakan teknik probability sampling dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan PKH dan kesehatan PKH memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan masyarakat miskin, sedangkan pendidikan PKH  tidak berpengaruh signifikan. Sebaliknya, tingkat inflasi memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kesejahteraan masyarakat miskin. Ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan dan kesehatan dapat meningkatkan kesejahteraan, sementara inflasi yang tinggi dapat menurunkannya. Variabel-variabel ini secara simultan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Jawa Barat, menekankan pentingnya kebijakan yang holistik dalam mengatasi kemiskinan. Kata Kunci: Pendapatan PKH, Pendidikan PKH, Kesehatan PKH, Tingkat Inflasi, Kesejahteraan Masyarakat Miskin Abstract Family Hope Program is designed to alleviate poverty in Indonesia, including West Java, meet their economic, educational and health needs. Despite the large amount of assistance per household head each year, the poverty rate in West Java continues to increase. The.objective of this study is to analyze the impact of PKH and the inflation rate on welfare for those impoverished in West Java. This study covers 18 districts and 9 cities in West Java with a sample of 135 PKH beneficiary families from 2018-2022, using probability sampling techniques and multiple regression analysis. The result show that PKH income and PKH health have a positive significant effect on the welfare of the poor, while PKH education has no significant effect. In contrast, the inflation rate has a negative significant effect on the welfare of the poor. This indicates a rise in income and health can improve welfare, while high inflation can reduce it. These variables simultaneously affect the welfare of the poor in West Java, emphasizing the importance of holistic policies in addressing poverty. Keywords: PKH Income, PKH Education, PKH Health, Inflation Rate, Welfare of Poor Communities