cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2024)" : 71 Documents clear
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Integrasi Pariwisata pada Kawasan Pantai Kenjeran, Kota Surabaya Oktaviola, Vinka Sisriyani; Idajati, Hertiari
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.133132

Abstract

Kawasan Wisata Pantai Kenjeran terdiri dari tiga destinasi wisata meliputi Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Sentra Ikan Bulak (SIB), dan Taman Suroboyo terletak berdekatan yaitu sekitar 2 km di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Ketiga destinasi wisata ini memiliki jenis daya tarik wisata yang beragam. Dimana THP Kenjeran berjenis daya tarik wisata alam pantai, SIB wisata belanja, dan Taman Suroboyo wisata taman tematik. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan yaitu adanya ketimpangan kunjungan wisatawan dan promosi wisata, belum tersedianya transportasi khusus yang menghubungkan antar destinasi wisata, dan belum terdapat pusat informasi wisata terpadu. Sehingga, dibutuhkan penyelesaian secara terintegrasi dan menyeluruh di Kawasan Pantai Kenjeran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan integrasi pariwisata di Kawasan Pantai Kenjeran. Data diperoleh dengan melakukan in-depth interview kepada stakeholder yang terpilih, dan dianalisa dengan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 12 faktor yang berpengaruh dalam pengembangan integrasi pariwisata di Kawasan Pantai Kenjeran diantaranya kedekatan daya tarik wisata, diferensiasi jenis daya tarik wisata, keterpaduan moda transportasi, ketersediaan jalan atau rute yang terpadu, pusat informasi wisata terpadu, koordinasi dan kolaborasi pemerintah, serta promosi wisata terpadu.
Faktor Pengembangan Edu-Agrowisata Berdasarkan Sumber Daya Pariwisata di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Saputra, Fandhi Al Idrus Dwi; Idajati, Hertiari
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.133229

Abstract

Salah satu kawasan pertanian yang berpotensi dikembangkan  sebagai kegiatan wisata adalah kawasan pertanian Desa Ngadisari di Kecamatan Sukapura. Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Probolinggo Tahun 2010 – 2029 Desa Ngadisari merupakan kawasan strategis ekonomi berupa kawasan agropolitan yang didukung oleh aktivitas pariwisata. Desa Ngadisari memiliki sumber daya pariwisata yang beragam mulai dari daya tarik alam berupa hamparan lahan pertanian, daya tarik budaya berupa budaya dan tradisi masyarakat lokal suku Tengger, potensi pengembangan daya tarik minat khusus, serta sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang baik dalam hal pertanian. Meskipun diarahkan menjadi kawasan agrowisata, namun upaya pengembangan agrowisata yang didasarkan sumber daya pariwisatanya belum dilakukan secara optimal. Sehingga perlu adanya konsep pengembangan edu-agrowisata yang memadukan antara wisata edukasi dan wisata pertanian sebagai alternatif baru untuk kegiatan wisata. Diharapkan dengan edu-agrowisata, wisatawan tidak hanya menikmati wisata alam saja namun bisa mendapatkan pembelajaran dan pengetahuan baru. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan edu-agrowisata berdasarkan sumber daya pariwisata di Desa Ngadisari. Metode penelitian menggunakan content analysis dengan unit analisis yang didapatkan dari wawancara in-depth interview kepada stakeholder terpilih. Hasil dari penelitian ini yaitu teridentifikasinya 14 faktor pengembangan edu-agrowisata.
Identifikasi Kriteria yang Berpengaruh dalam Penyelenggaraan Wisata Walking Tour di Perkampungan Peneleh Prathama, Dimas Wahyu Aji; Idajati, Hertiari
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.133363

Abstract

Perkampungan Peneleh sebagai kawasan cagar budaya memiliki aktivitas walking tour yang dikelola oleh komunitas lokal, Begandring Soerabaia sejak tahun 2018. Aktivitas ini bertujuan untuk memperkenalkan identitas kawasan melalui nilai-nilai sejarah dan budaya kampung lama. Namun, dengan beragamnya tantangan yang berasal dari dimensi fisik, aktivitas, dan makna membuat perlu adanya kajian untuk mengidentifikasi kriteria yang berpengaruh dalam penyelenggaraan walking tour di Perkampungan Peneleh. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan stakeholder, yakni tokoh masyarakat, pokdarwis, dan komunitas penyelenggara kegiatan, dan dilakukan analisis menggunakan metode delphi. Hasil menunjukkan bahwa kriteria yang berpengaruh dalam penyelenggaraan walking tour di Perkampungan Peneleh terdiri atas 6 aspek, 14 variabel, dan 30 sub-variabel. Apabila diamati berdasarkan tanggapan responden, diketahui terdapat beberapa kondisi eksisting yang belum optimal diantaranya seperti narasi tentang kehidupan sehari-hari, jumlah wisatawan, bentuk komunikasi, sarana dan prasarana, kenyamanan infrastruktur pedestrian, indra pengecap, dan indra penciuman.  Temuan ini perlu dilakukan perumusan strategi penanganan yang konstruktif untuk mendukung penyelenggaraan wisata walking tour di Perkampungan Peneleh.
Evaluasi Tingkat Liveability Rusunawa Urip Sumoharjo, Kota Surabaya Diani, Denisha Marta; Ariastita, Putu Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.133486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat liveability atau suatu kelayakhunian pada Rusunawa Urip Sumoharjo. Rusunawa Urip Sumoharjo merupakan rumah susun pertama di Kota Surabaya yang dibangun pada tahun 1982. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Delphi pada empat expert guna menentukan dan validasi kriteria yang sesuai untuk mengevaluasi tingkat liveability rusunawa. Kriteria yang diperoleh, digunakan sebagai input analisis service quality pada penghuni rusunawa untuk mendapatkan nilai gap antara tingkat kepentingan dan kenyataan pada masing-masing kriteria. Hal ini bertujuan untuk merepresentasikan tingkat kepuasan penghuni terhadap kelayakan tempat tinggalnya dan akan dieksplanasikan dalam bentuk kuadran prioritas. Hasil penelitian menghasilkan 39 kriteria liveability dalam 8 indikator. Kriteria liveability selanjutnya diuji kepada penghuni menggunakan perhitungan gap analysis menghasilkan nilai -1,10 yang merepresentasikan bahwa Rusunawa Urip Sumoharjo memiliki nilai liveability yang termasuk ke dalam kategori sedang. Untuk meningkatkan liveability pada rusunawa, diidentifikasi terdapat sebanyak tujuh variabel dianggap sebagai faktor yang dianggap prioritas namun belum mampu dirasakan oleh penghuni akan keadaannya. Tujuh kriteria yang dimaksud adalah kecukupan ruang, kebersihan lingkungan, kualitas jaringan persampahan, ketersediaan kamar mandi, ketersediaan ruang bermain anak, adanya pelatihan hospitality dan usaha, dan keamanan dari tindak kriminalitas pada lingkungan permukiman sekitar.
Penilaian Tingkat Defensible Space Kawasan Sekitar Kampus ITS yang Terdampak Studentifikasi Billah, Tiara Hikmata; Ariastita, Putu Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.133930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat  defensible space kawasan sekitar Kampus ITS yang terdampak studentifikasi. Pada kawasan sekitar Kampus ITS terdapat lima tipe permukiman yang mengalami studentifikasi yang diklasifikasikan berdasarkan kondisi batas administrasi, persebaran mahasiswa, karakteristik okupansi, dan tingkat kriminalitas. Kelima tipe permukiman tersebut yakni: tipe 1 Permukiman Gebang Putih, tipe 2 Permukiman Tegal Mulyorejo Baru, tipe 3 Perkampungan Kalisari dan Kejawan Putih Tambak, tipe 4 Permukiman Keputih dan Kejawan Gebang, serta tipe 5 Permukiman Keputih Bagian Selatan. Untuk mencapai tujuan penelitian, terlebih dahulu dilakukan perumusan kriteria defensible space sekitar Kampus ITS dengan analisis delphi. Tahap selanjutnya dilakukan penilaian tingkat defensible space sekitar Kampus ITS berdasarkan persepsi masyarakat dengan analisis service quality. Metode pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, studi literatur, serta survei instansi. Hasilnya, analisis delphi menetapkan 15 kriteria defensible space sekitar Kampus ITS yang diklasifikasikan ke dalam empat indikator yaitu territoriality, natural surveillance, image, dan milieu. Adapun penilaian tingkat defensible space kawasan sekitar Kampus ITS berdasarkan persepsi masyarakat berada pada kategori sedang untuk seluruh tipe permukiman. Diikuti dengan tujuh kriteria yang perlu diprioritaskan peningkatannya (ruang publik, paguyuban, kerapatan dan ketinggian tanaman, alat keamanan elektronik, pengawasan penduduk, fasilitas keamanan, dan alur khusus pendatang).
Penyediaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berdasarkan Perkembangan Permukiman di Kabupaten Tapanuli Utara Simanjuntak, Indri Gratia; Ariastita, Putu Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.133996

Abstract

Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah alokasi kebutuhan TPST yang harus disediakan berdasarkan perkembangan permukiman mendatang di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Melakukan identifikasi dan pembobotan variabel yang berpengaruh terhadap perkembangan permukiman dengan menggunakan analisis AHP. Penelitian ini juga menggunakan metode Cellular Automata yaitu dengan Landuse Sim dalam memodelkan perkembangan penduduk mendatang, dan menggunakan standar 3242-2008 dalam merumuskan jumlah kebutuhan TPST yang harus disediakan di Kabupaten Tapanuli Utara mendatang. Temuan dari penelitian ini adalah pada tahun 2042, luas permukiman di Kabupaten Tapanuli Utara adalah 16.195 ha. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 2.617 ha dibanding tahun 2022. Dengan pola perkembangan permukiman yaitu mengelompok. Dan hasil akhir dari penelitian ini bahwa pada tahun 2042, Kabupaten Tapanuli Utara membutuhkan sebanyak 4 TPST yang melayani 10 Kecamatan. Dengan tahapan penyediaan yaitu (1) Tahun 2027: penyediaan TPST di Kecamatan Siborongborong; (2) Tahun 2032: penyediaan TPST di Kecamatan Tarutung, Adiankoting, Sipoholon, dan Siatas Barita; (3) Tahun 2037: penyediaan TPST di Kecamatan Garoga, Pangaribuan, dan Sipahutar; dan (4) Tahun 2042: penyediaan TPST di Kecamatan Parmonangan dan Pagaran.
Analisis Lahan dengan Metode Skoring Berbasis GIS Sebagai Upaya Penanganan Banjir Pada Sub DAS Gunting Gumelar, Boga Aris; Sa'ud, Ismail; Alam, Rizki Robbi Rahman
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.143878

Abstract

Sub DAS Gunting, dengan luas mencapai 363 km2, memiliki peran krusial sebagai wilayah resapan air di dalam DAS Brantas. Namun, dampak perubahan tata guna lahan yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat telah mengurangi luas resapan air, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir. Untuk mengatasi tantangan ini, kami melakukan analisis spasial menggunakan metode skoring guna menilai tingkat kekritisan daerah resapan air di Sub DAS Gunting. Analisis kekritisan lahan ini dilakukan dengan membandingkan potensi infiltrasi alami dan tingkat infiltrasi aktual di wilayah Sub DAS Gunting. Potensi infiltrasi alami dihitung melalui overlay dan skoring peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, serta peta hujan infiltrasi. Sementara itu, tingkat infiltrasi aktual dievaluasi berdasarkan peta tutupan lahan Sub DAS Gunting. Berdasarkan analisis spasial dengan metode skoring, hasil menunjukkan bahwa kondisi potensi infiltrasi alami sebagian besar berada dalam kategori sedang dengan luas 182,3 km2 (50,11% dari luas Sub DAS Gunting), sementara kondisi kekritisan lahan mayoritas masuk dalam kategori baik dengan luas 157,7 km2 (43,35% dari luas Sub DAS Gunting). Temuan ini memberikan panduan penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga dan mengoptimalkan fungsi daerah resapan air serta mengurangi risiko banjir di Sub DAS Gunting.
10.000 DWT Coal Vessel/Barge Open Pier Jetty Planning at Molotabu, Gorontalo Zain, Farel Aimar; Fuddoly, Fuddoly; Buana, Cahya
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.146588

Abstract

Coal exports and imports are common in Indonesia, especially Gorontalo, North Sulawesi, which is always involved in coal export and import activities. Coal is one of the important energy sources in this country. These activities always involve ships. A ship certainly needs a station like any other form of transportation. Open pier construction has various regulations so that vessel can dock safely. Various things can affect the dimension and even the strength of the port structure. From the planning of the pier, implementation methods are also carried out to calculate the planned cost budget The results of planning an open pier jetty for a 10,000 DWT barge include a minimum depth recommendation of -6.5 mLWS. Recommended jetty dimensions are 108 m long and 20 m wide at an elevation of +2.5 mLWS. From the results of the upper structure calculations, a plate with a thickness of 35 cm was obtained. Then for the beam requirements for the jetty structure (500 x 750 mm) and fender beams (2600 x 2500 x 1200 mm). For single pile cap required (2000 x 2000 x 1000 mm) and batter pile cap (3000 x 2000 x 1000 mm). From the results of the substructure calculations, it was found that D609 mm steel piles with a thickness of 12 mm were needed for the jetty structure. Dredged volume requirement is 20,300 m3. Breast wall dimensions (400 x 2000 mm), cantilever dimensions (150 x 250 mm), foot dimensions (2500 x 400 mm), and stiffener thickness of 30 cm. From the overall calculation results, the implementation method can be planned as follows. Preparatory work, dredging work, retaining wall work, jetty structure work, and fender and bollard installation work. From this work, the total cost required is Rp. 51.324.256.809.k, the total cost required is Rp. 51.324.256.809
Implementasi Sistem Pemantauan Curah Hujan Berbasis IoT untuk Analisis HSS pada Sub Sistem Medokan Ayu Kota Surabaya Ragasatti, Aditya Ramadhana; Saud, Ismail; Imaaduddiin, Muhammad Hafiizh
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.129646

Abstract

Hidrograf satuan adalah grafik yang menunjukkan hubungan antara curah hujan dan limpasan untuk daerah tangkapan air tertentu. Ada beberapa metode untuk membuat grafik ini, tetapi semua harus dikalibrasi dengan data observasi dan mempertimbangkan karakteristik daerah tangkapan air. Pengukuran curah hujan yang akurat sangat penting untuk pemodelan hidrologi dan biasanya dilakukan dengan ombro-meter. Namun, alat ini memiliki kelemahan yaitu membutuh-kan pengamat dan hanya merekam nilai curah hujan per hari. Untuk mengatasi keterbatasan ini, diperlukan sistem yang mengukur curah hujan dengan resolusi waktu yang tinggi. Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk membangun sistem pemantauan curah hujan menggunakan teknologi IoT dan menerapkannya di wilayah tertentu di Surabaya. Sistem akan menggunakan sensor untuk secara otomatis mengukur curah hujan dan mengirimkan data ke cloud kemudian ditampilkan pada aplikasi. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah pencacatan data dan mendapatkan informasi curah hujan secara real-time di berbagai lokasi serta memberikan contoh penggunaan model hidrologi untuk penelitian dan aplikasi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peman-tau curah hujan memiliki kinerja yang sangat baik jika dibandingkan pos hujan Wonorejo dengan nilai NSE = 0,831. Kemudian, data curah hujan yang telah dicatat, digunakan untuk menganalisis debit limpasan dengan metode hidrograf satuan sintetis SCS dan Nakayasu. Dengan metode HSS SCS, untuk setiap 1 mm hujan efektif dari CN=72,79 akan menghasil-kan debit limpasan sebesar 0,890 m3/dt dengan waktu puncak 1,327 jam, sedangkan metode HSS Nakayasu menghasilkan debit limpasan sebesar 1,078 m3/dt dengan waktu puncak 0,823 jam. Selama periode pengamatan dari tanggal 17 Maret-20 April 2023 didapatkan debit limpasan terbesar pada tanggal 8 April 2023 pukul 17:28 sebesar 16,543 m3/dt.
Analisa Reduksi Respon Getaran Kabel Konduktor terhadap Variasi Massa Counterweight pada Stockbridge Damper Pradiptya, Resnanda; Guntur, Harus Laksana
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128398

Abstract

Berdasarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kapasitas pembangkit listrik di Indonesia kapasitas pembangkit listrik terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kenaikan ini mengakibatkan peningkatan pendistribusian energi listrik ke daerah-daerah. Pendistribusian dapat diting-katkan dengan penambahan jumlah saluran listrik udara ke daerah-daerah. Salah satu kendala pembangunan saluran listrik udara adalah adanya getaran aeolian. Stockbridge Dam-per adalah Tuned Mass Damper yang digunakan untuk menghi-langkan atau mengurangi getaran aeolian dengan cara menye-rap energi dari getaran kabel konduktor pada saluran listrik udara. Stockbridge Damper asimetris adalah Stockbridge Dam-per yang memiliki kinerja yang paling baik. Di pasaran perse-baran variasi berat total pada Stockbridge Damper asimetris semakin banyak. Variasi berat total menjadi acuan penjualan dipasaran. Akan tetapi, perbedaan berat antara kedua counterweight tidak terlalu diperhatikan. Sehingga diperlukan penelitian tentang pengaruh variasi massa counterweight untuk mempermudah pemilihan Stockbridge Damper Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, penelitian ini akan menyimulasikan kabel konduktor dengan sebuah peredam Stockbridge Damper pada software ANSYS Workbench 2022 R1 dengan analisis Static Structural, Modal dan Harmonic Response. Hasil dari penelitian ini adalah hasil respon rasio getaran menunjukkan bahwa frekuensi natural pada kabel konduktor dengan stockbridge damper lebih kecil dibandingkan frekuensi natural pada kabel konduktor tanpa stockbridge damper, Persentase reduksi amplitudo getaran tertinggi terjadi pada variasi stockbridge damper dengan massa counterweight 2 kg dan 3,5 kg sebesar 99,21% pada frekuensi 33,8 Hz. Sedangkan persentase reduksi amplitudo getaran terendah terjadi pada variasi stockbridge damper dengan massa counterweight 1,5 kg dan 4 kg sebesar 77,83% pada frekuensi 30,8 Hz dan Hasil simulasi menunjukkan bahwa stockbridge damper dengan selisih massa counterweight yang lebih kecil mampu mereduksi lebih besar dibandingkan dengan stockbridge damper dengan selisih massa counterweight yang lebih besar.