Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
129 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2014)"
:
129 Documents
clear
Kajian Teknis Sistem Konversi Pneumatis Energi Gelombang Laut Menggunakan Tanki Bertekanan Dan OWC (Oscillating Water Column)
Achmad Achmad Kurniawan;
Sutopo Purwono Fitri;
Hari Hari Prastowo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (571.483 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6034
Semakin tahun populasi penduduk di Indonesia selalu meningkat sehingga kebutuhan konsumsi energi listrik begitu tinggi. Di Indonesia, pembangkit listrik banyak menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar utama, padahal potensi energi alternatif dan ramah lingkungan di Indonesia dapat dimaksimalkan, misalnya energi gelombang laut. Pada penelitian ini difokuskan pada evaluasi kinerja sistem pembangkit listrik tenaga gelombang laut menggunakan tanki bertekanan dan multiple OWC (Oscillating Water Column). Pada percobaan yang telah dilakukan, dengan tekanan 4.5 bar pada tanki bertekanan dengan volume 0.5 m3, putaran yang dihasilkan generator adalah 1876 rpm dan daya luaran generator yang dihasilkan adalah 168 watt. Waktu pengisian tanki bertekanan lebih efektif jika menggunakan multiple OWC (Oscillating Water Column)
Modifikasi Kinerja Cold Storage 10 Ton Menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic)
Merdiagung Merdiagung Merdiagung;
Hari Hari Prastowo;
Taufik Fajar Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (796.29 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6037
Perikanan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk Negara kita mengingat sumberdaya alam dalam bidang perikanan melimpah. Sangat disayangkan apabila faktor penting ini tidak diolah dengan baik. Hal ini dibutuhkan modifikasi-modifikasi yang bertujuan agar faktor penting ini dapat berkembang. Peningkatan kualitas ikan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan faktor produksi ini. Sehingga nilai jual ikan dapat meningkat. Oleh karena itu penanganan dan pengolahan seperti proses pendinginan ikan haruslah tepat. Kesalahan dalam proses ini dapat menurunkan kualitas ikan yang menyebabkan turunya nilai jual ikan. Dengan melakukan modifikasi Cold Storage menggunakan CFD diharapkan kualitas ikan tetap terjaga. Diharapkan faktor produksi pendinginan ikan ini dapat dipercepat dan distribusi pendinginan merata sehingga ikan jauh akan terjadi kebusukan. Dengan menggunakan CFD diharapkan analisa menjadi lebih mudah dan dapat meningkatkan kinerja Cold Storage yang telah ada.
Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Air Memanfaatkan Teknologi Sistem Pipa Kapiler
Yogo Pratisto;
Hari Prastowo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.998 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6040
Skripsi yang berjudul “Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Air Memanfaatkan Teknologi Sistem Pipa Kapiler” membahas tentang analisa dan percobaan tentang proses naiknya fluida dari bawah menuju ke atas dan pembuatan prototipe pembangkit listrik tenaga air. Proses naiknya fluida ini merujuk pada proses transportasi pada tumbuhan yang terjadi pada akar, batang dan daun. Pada percobaan yang telah dilakukan dengan memvariasikan ketinggian (75 cm, 90 cm, 105 cm, 120 cm, 135 cm, 150, 165 cm dan 180 cm) dan diameter pipa (Ф 2 mm, Ф 6 mm, Ф 8 mm) maka didapatkan hasil percobaan berupa debit, kecepatan fluida didalam pipa dan laju aliran massa fluida kemudian dilakukan perhitungan daya listrik pada alternator. Setelah percobaan dan analisa data telah dilakukan maka dilakukan perancangan prototype pembangkit listrik tenaga air.
Analisa Aliran Hub Cap Propeller Terhadap Pengaruh Nozzle Ring
Wicaksono Wicaksono;
Irfan Syarif Arief;
Edi Jadmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.53 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6041
Propeller mempunyai peranan yang penting,dimana alat tersebut yang sering digunakan untuk mengerakan kapal,propeller sendiri dapat mengubah gaya gerak (putar) menjadi gaya dorong,berdasarkan studi lebih lanjut dalam penelitian ini,banyak ditemukan tipe propeller yang sudah dimodifikasi untuk memdapatkan performa yang lebih baik,untuk meningkatan efisiensi.tujuan dari tugas akhir ini adalah menghybrid nozzle ring dengan hub cap propeller yang mana dapat mempengaruhi besar dari thrust,torque,dan juga efisiensi yang maksimal dengan pendekatan CFD (Computational,Fluid,Dynamic),variabel yang divariasikan adlah sudu ducted dengan hub cap propeller.
Modifikasi Coolbox Dengan Insulasi Pendinginan Freon Pada Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional
Indraswara Dinda Putra;
Alam Baheramsyah
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.081 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6042
Mutu ikan merupakan faktor yang sangat penting agar harga jualnya tetap tinggi. Untuk itu perlu proses pendinginan yang tepat. Pada penelitian sebelumnya telah dimodifikasi bentuk coolbox dengan insulasi pada dindingnya. Pada penelitian ini memodifikasi coolbox dengan insulasi pendinginan freon demi mendapatkan kualitas ikan yang semakin baik dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insulasi pendinginan freon terhadap waktu dan temperatur pendinginan. Untuk itu perlu dilakukan percobaan yang kombinasinya disesuaikan dengan penelitian sebelumnya. Hasil percobaan yang telah dilakukan, didapatkan bahwa total waktu pendinginan yaitu 7221 menit (120 jam 21 menit) dengan suhu terendah hingga mencapai -3oC pada kombinasi 95 kg ikan : 60 kg es basah : 35 kg es kering dengan insulasi freon. Untuk waktu pendinginan terbaik -2oC sampai 5oC sebesar 4445menit (74 jam 5 menit) berlangsung lebih lama dibanding penelitian sebelumnya. 95 kg ikan : 60 kg es basah : 35 kg es kering dengan insulasi pendinginan freon. Sehingga dapat disimpulkan bahwa insulasi freon berpengaruh besar terhadap waktu dan suhu pendinginan
Desain Sistem Spray RSW (Refrigerated Sea Water) Untuk Ruang Palka Kapal Purse Seine 40 GT
Mochammad Andhik Kurniawan;
Alam Baheramsyah
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.932 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6044
Pendinginan dengan menggunakan es basah merupakan metode pendinginan yang banyak digunakan pada nelayan dewasa ini. Tetapi sifat es basah yang mudah mencair merupakan kendala bagi nelayan. Perlu adanya teknologi pendinginan ikan yang mampu digunakan dengan jangka waktu yang lama. Sistem pendingin RSW (refrigerated Sea Water) merupakan perkembangan teknologi pendinginan dari es basah. Bisa dibilang RSW merupakan sistem pendinginan yang terus akan bisa mendinginkan selama persediaan bahan bakar sumber listrik bisa tersuplai. Tapi Sistem RSW bukan tanpa kelemahan, sering kali rasa asin pada ikan yang timbul terasa berlebihan untuk ikan yang berdimensi kecil. Sistem RSW yang metode pendinginannya dengan mencelupkan ikan ke palka berisi air laut dingin menyebabkan konsentrasi garam masuk dalam pori-pori ikan cukup banyak. Solusi yang bisa dibuat untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan inovasi dan perkembangan teknologi dengan menggunakan sistem spray RSW. Jika menggunakan es basah, maka membutuhkan perbandingan ikan : air laut : es basah sekitar 4 : 1 : 1,5. Sehingga didapatkan payload sekitar 5,95 ton. Sedangkan pada sistem pendinginan spray RSW, didapatkan payload sebesar 9,68 ton lebih unggul sekitar 39%. Pada sistem spray RSW yang didesain memiliki daya kompresor sebesar 2,2 kW.
Analisa Thermal Stress Pada Dinding Silinder Linier Engine Bersilinder Tunggal
Syaiful Wijayantara;
Tjoek Soeprajitno
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.827 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6046
Pada penelitian ini akan dilakukan analisa thermal stress pada body cylinder liner dan cylinder head dari linier engine dua tak otto 30,55 CC dengan variasi jumlah kecepatan rata-rata piston engine 1.02 m/s , 4.07 m/s , 4.58 m/s beban penuh. Hal ini dilakukan karena proses scavenging tidak terjadi secara baik sehingga performa engine tidak pada kondisi optimalnya. Pada penelitian ini menggunakan software yang berbasis finite element untuk menganalisa distribusi panas dan thermal stress. Tahapan penelitian meliputi pemasukan gambar geometry sylinder liner dan cylinder head ke dalam software dan proses analisa distribusi panas dan thermal stress analisis .Luaran dari penelitian ini berupa gambar persebaran thermal expansion, gambar dari persebaran thermal stress analysis, dan grafik perbandingan antar distribusi panas yang terjadi ketika engine berada pada kecepatan rata-rata piston engine 1.02 m/s , 4.07 m/s , 4.58 m/s. Selain grafik perbandingan antar distribusi panas pada tiap percepatan, luaran dari penelitian ini juga menyangkut grafik temperature terendah pada masing-masing percepatan
Analisa Pengaruh Water Hammer Terhadap Nilai Strees Pipa Pada Sistem Loading-Offloading PT.DABN
Tri Adi Siswanto;
Hari Prastowo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.62 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6051
Jalur pipa (pipeline) merupakan media yang digunakan sebagai alat transportasi fluida (cair atau gas), mixed of liquid, solid dan fluid-solid mixture. Ada beberapa tahap penting dalam siklus suatu jalur perpipaan yang digunakan sebagai alat transportasi minyak atau gas: desain, konstruksi, operasional dan pemeliharaan, dan terakhir perbaikan. Operasional merupakn proses kemungkinan terbesar terjadinya kegagalan pada suatu jalur perpipaan. Salah satu kegagalan yang mungkin terjadi adalah fenomena water hammaer. Water hammer adalah sebuah fenomena terjadinhya kenaiakan tekanan yang disebabkan oleh terhenti atau dihentikannya aliran di dalam pipa secara mendadak. Hal ini bisa disebabkan oleh operasional penutupan katup yang dilakukan secara tiba-tiba. Pada paper ini akan dijelaskan kajian mengenai pengaruh kenaikan tekanan yang terjadi karena adanya fenomena water hammer terhadap nilai tegangan jalur perpipaan di sisi discharge. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa kenaikan tekanan akibat fenomena water hammer sangat mempengaruhi naiknya nilai tegangan pada pipa. Hasil analisa menunjukan bahwa tegangan yang terjadi ketika fenomena water hammer masih dapat diterima, tetapi kenaikan tekanan ketika terjadi fenomena water hammer melebihi dari batas yang diizinkan sehingga perlu dilakukan prosedur penutupan katup yang sesuai untuk menjaga agar pada saat dioperasionalkan pipa dalam kondisi aman.
Perencanaan Disain Deep Dig Arm pada Kapal Water Witch Untuk Pengerukan Sampah di Kali Mas Surabaya
Tony Bambang Musriyadi;
Erno Setyawan;
Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.18 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6054
Kali Mas merupaka salah satu Sungai di Surabaya yang bermanfaat bagi hajat hidup penduduk Surabaya,Namun seiring berjalan waktu Kali Mas mengalami pendangkalan dan polusi sampah padat akibat pembuangan sampah sembarangan.Oleh karena itu penting untuk melakuakan pengerukan sendimen dan sampah yang efektif dan tepat agar tidak menggangu fungsi utama dari Kali Mas,maka perlu suatu alat untuk pengerukan,Backhoe dreger merupak alat yang tepat untuk pengerukan, akan tetapi harus disesuaikan lengan penerukannya agar efektif dalam beroperasi.Dalam pembuatan Tugas Akhir ini akan di disain Boom dan Arm dari Backhoe dreger untuk pengerukan di Kali mas di Surabaya.Sesuai dengan Kebutuhan dan aspek pertimbangan ukuran kapal telah ditentukan disain Boom dengan panjang 4.6m dan arm 2.1m dengan kapasitas Bucket 0.56 m3 .Dengan pemilihan matrial Carbon Stell Sheet (SS) 1023 dan ketebalan plat 10 mm,metode yang digunakan untuk analisa pembebanan adalah stress analisis pada Program Solid work,dan sebagai pertimbangan kelayakan
Analisis Struktur Overhead Crane Kapasitas 35 Ton
Zainul Imam;
Amiadji Amiadji Amiadji;
Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.024 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.6058
PT Badak Natural Gas Liquefaction atau lebih dikenal dengan PT Badak NGL adalah perusahaan penghasil gas alam cair / LNG (Liquid Natural Gas) terbesar di indonesia dan salah satu kilang LNG yang terbesar di dunia. Perusahaan ini berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, dan memiliki 8 proses train (A – H) yang mampu menghasilkan 22,5 Mtpa LNG (juta metrik ton LNG per tahun). PT Badak NGL merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi kota Bontang maupun Indonesia. Selain dilengkapi dengan train, PT Badak NGL juga dilengkapi dengan pompa yang digunakan untuk proses bongkar muat muatan. Sehingga, diusahakan pompa – pompa selalu dalam kondisi yang baik agar tidak mengganggu proses bongkar muat. Train dan pompa berada pada satu lokasi di daratan. Train digunakan untuk mengangkat beban pompa – pompa yang mengalami kerusakan untuk diperbaiki. Train harus dapat mengangkat beban pompa – pompa sebesar 35 ton. Sehingga kapasitas beban train harus dapat menahan beban pompa. Berdasarkan hasil simulasi dan analisa kekuatan train, train yang mengalami kondisi kritis tidak dapat menahan beban pompa pada bagian train I – J. Hasil simulasi dan analisa menunjukkan nilai rata - rata axial stress +34 Mpa dan -61 Mpa; displacement maksimal 128 dan minimal 0; strain maksimal 0,00074 dan minimal 0; sedangkan factor of safety sebesar 0,55.