cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 149 Documents clear
Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR) untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar Ayu Syarifa Darwinastwantya; Agus Slamet; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.444 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6932

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan urea sebagai co-substrat terhadap kinerja High Rate Algae Reactor (HRAR) dalam menurunkan kandungan minyak dalam air limbah minyak bumi. Variabel penelitian adalah konsentrasi minyak solar dalam air limbah dan konsentrasi urea yang digunakan. Konsentrasi minyak solar yang dipakai berasal penelitian pendahuluan sebesar 346 ppm dan 692 ppm untuk 18 L alga. Penelitian utama dilakukan dengan menambahkan 3 konsentrasi urea yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 14 hari setiap dua hari sekali untuk semua parameter. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah kandungan Oil and Grease, Chemical Oxygen Demand (COD), klorofil a, Dissolved Oxygen (DO), pH, nitrogen-amonia, temperatur, dan Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS). Dalam penelitian utama, menunjukkan bahwa sistem HRAR dapat mengolah air limbah mengandung minyak solar. Efisiensi penyisihan minyak solar paling optimal oleh sistem HRAR untuk variasi penambahan minyak solar 346 ppm adalah dengan penambahan urea 0,1 gr/L sebesar 83,33% sedangkan untuk variasi penambahan minyak solar 692 ppm menggunakan penambahan urea sebesar 0,3 gr/L sebesar 85,05%.
Pengaruh Penambahan Glukosa Sebagai Co-substrate dalam Pengolahan Air Limbah Minyak Solar Menggunakan Sistem High Rate Alga Reactor (HRAR) Laksmisari Rakhma Putri; Agus Slamet; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.71 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6935

Abstract

Kandungan minyak dalam air limbah umumnya relatif sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pada pengolahan air limbah secara biologis. Sistem alga dalam High Rate Alga Reactor (HRAR) telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengolah air limbah domestik dan industri. Aplikasi sistem alga dalam HRAR ini dicoba untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah mengandung minyak solar. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar dengan penambahan glukosa sebagai co-substrate. Penambahan co-substrate diperkirakan dapat mendorong bakteri untuk memberikan suplai karbondioksida pada mikroalga. Penelitian ini dilakukan dengan dua variabel penelitian yaitu konsentrasi minyak solar sebesar 381 ppm dan 830 ppm dalam air limbah dan konsentrasi co-substrate berupa gula sebesar 5 gram, 7 gram, dan 10 gram ke dalam 18 Liter air pada reaktor. Setiap dua hari sekali selama 14 hari akan diambil sampel untuk kemudian dilakukan analisis masing-masing parameter. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi kinerja HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar adalah sebesar 84,27%. Efisiensi tertinggi ini didapatkan pada reaktor dengan variasi penambahan minyak solar 830 ppm dan co-substrate sebesar 10 gram ke dalam 18 Liter yang memiliki nilai COD 586,67 mg/L. Pada konsentrasi minyak solar sebesar 830 ppm, penambahan co-substrate memberikan pengaruh pada efisiensi penurunan kandungan minyak solar. Semakin besar penambahan co-substrate, semakin besar efisiensi penurunan kandungan minyak solar.
Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Laju Pertumbuhan Alga dan Bakteri Heterotropik pada Sistem HRAR Wahyu Dian Septiani; Agus Slamet; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.27 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6936

Abstract

Air limbah domestik Kota Surabaya yang dibuang langsung ke badan air tanpa dilakukan pengolahan akan mengakibatkan pencemaran karena memiliki kandungan nutrien dan bahan organik yang tinggi. High Rate Algae Reactor (HRAR) merupakan sistem pengolahan limbah dengan memanfaatkan alga dan sesuai untuk pengolahan limbah domestik. Perencanaan sistem HRAR dapat dilakukan dengan pendekatan berdasarkan parameter koefisien biokinetik alga maupun bakteri heterotropik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat terhadap laju pertumbuhan alga dan bakteri heterotropik pada air limbah domestik berdasarkan koefisien biokinetiknya (µ, Y, dan Ks). Penelitian dilakukan dengan menggunakan variabel konsentrasi substrat dan lama durasi pencahayaan. Sampel yang digunakan merupakan air Boezem Kalidami dengan glukosa sebagai substrat tambahan. Pengambilan sampel dilakukan satu kali dalam sehari dan dilakukan setiap hari selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi substrat bepengaruh terhadap laju pertumbuhan alga dan bakteri heterotropik. Semakin tinggi konsentrasi substrat maka laju pertumbuhan semakin tinggi. Reaktor dengan kondisi awal substrat sebesar 800 mg/L dan durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki laju pertumbuhan spesifik terbaik. Nilai koefisien biokinetik tertinggi untuk alga adalah µ sebesar 0,624/hari, Ks sebesar 311,2 mg/L, dan Y sebesar 0,533 mg biomassa/mg substrat. Sedangkan nilai koefisien biokinetik tertinggi untuk bakteri adalah µ sebesar 0,395/hari, Ks sebesar 384 mg/L, dan Y sebesar 0,857 mg biomassa/mg substrat.
Analisa Pembiayaan Investasi Apartemen Puri Park View Tower E Kebon Jeruk – Jakarta Barat Made Dwiyanti Purnama Ningsih; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.301 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6938

Abstract

Salah satu ciri sebuah proyek konstruksi dan properti adalah selalu memerlukan biaya yang cukup besar untuk pendanaan investasinya. Pendanaan proyek dapat berasal dari modal sendiri dan pinjaman jangka panjang dengan komposisi tertentu. Diperlukan pendanaan yang menghasilkan Cost of capital paling ringan. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh sumber pembeayaan pengembangan proyek dengan 4 alternatif yaitu keseluruhannya modal sendiri, kedua dengan 70% pinjaman, ketiga dengan 50% pinjaman dan dengan 30% pinjaman. Analisa struktur dan beaya modal dilakukan dengan kriteria penganggaran modal yaitu NPV dan IRR. Nilai ROR dan ROE kemudian digunakan untuk memperoleh peluang keuangan (Leverage) dari besarnya komposisi hutang yang masih meringankan pengembalian modal. Dari hasil perhitungan didapatkan kombinasi yang memiliki biaya modal paling ringan sebesar 10,98% dengan NPV sebesar Rp.30.725.617.101 dan IRR sebesar 12% dan tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan yaitu dengan 30% modal sendiri dan 70% pinjaman dalam keadaan bunga untuk modal sendiri lebih besar dari pada pinjaman, sedangkan jika bunga pinjaman lebih besar daripada modal sendiri maka kombinasi yang memiliki biaya modal paling ringan sebesar 8,85% dengan NPV sebesar Rp.142.025.205.396 dan IRR 38% yaitu dengan 100% modal sendiri. Tetapi pada 100% modal sendiri tidak memberikan tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan.
Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah Dian Puspitasari; Agus Slamet; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.087 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6939

Abstract

Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.
Optimasi Tata Letak Fasilitas Menggunakan Metode Multi Objective Function Pada Pembangunan Proyek Apartemen Nine Residence Jakarta Rian Okki Gunawan; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6941

Abstract

Optimasi tata letak (site layout) fasilitas merupakan suatu tahap dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem area yang efisien dan efektif sehingga dapat tercapainya suatu proses yang paling optimum. Pada kenyataannya banyak perusahaan konstruksi yang kurang memperhatikan beberapa faktor yang sebenarnya memiliki potensi untuk dioptimasikan seperti tata letak fasilitas, padahal hal tersebut sangat berpengaruh pada kinerja pekerja untuk dapat lebih menaikkan produktivitas dan efisiensi dalam aktivitas konstruksi. Pada proyek Apartemen Nine Residence Jakarta ini dilakukan pengoptimasian tata letak fasilitas karena terdapat beberapa masalah layout seperti jarak tempuh yang cukup jauh serta tingkat keselamatan dan keamanan yang perlu ditingkatkan. Semua pengoptimasian tata letak ini mengacu pada metode optimasi Multi Objective Function dengan memakai analisis traveling distance dan analisis safety index. Perhitungan traveling distance yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai TD paling minimum adalah pada skenario 7 dengan nilai sebesar 48635,08 meter atau mengalami penurunan TD sebesar 61,93% dibandingkan nilai TD pada kondisi eksisting. Perhitungan safety index yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai SI paling minimum adalah pada skenario 7 dengan nilai 1529,34 atau mengalami penurunan SI sebesar 34,10% dari kondisi eksisting. Bentuk tata letak fasilitas yang paling optimum adalah pada site layout skenario 7.
Penggunaan Unit Slow Sand Filter, Ozon Generator dan Rapid Sand Filter Skala Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Dangkal Menjadi Air Layak Minum (Parameter Zat Organik dan Deterjen) Anindya Prawita Sari; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.058 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6947

Abstract

Air sumur merupakan air tanah yang sering kali digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Air sumur dengan kadar organik dan deterjen tinggi tidak layak dikonsumsi masyarakat karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Selain itu, adanya zat organik dan deterjen mempengaruhi warna dan bau air sumur sehingga tidak layak konsumsi. Slow sand filter merupakan unit pengolahan yang mampu meremoval zat organik pada air. Slow sand filter dan rapid sand filter tidak menggunakan bahan kimia dalam proses pengolahan sehingga lebih ekonomis dan efektif. Sedangkan ozon, efektif digunakan untuk meremoval zat organik yang ada dalam air dengan mengubah rantai zat organik menjadi lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan slow sand filter, ozon generator dan rapid sand filter dalam menyisihkan beban deterjen dan zat organik pada air sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi removal pada unit slow sand filter untuk beban organik dan deterjen sebesar 57,6% dan 60,5 %, pada unit ozonasi sebesar 47,4% dan 17,5%, dan pada unit rapid sand filter sebesar 50,0% dan 50,9 %.
Kajian Aspek Teknis Dan Aspek Ekonomis Proyek Packing Plant PT. Semen Indonesia Di Banjarmasin Diyah Tri Sulistyorini; Yusroniya Eka Putri; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6969

Abstract

Pembangunan Packing Plant PT. Semen Indonesia di wilayah Banjarmasinmemunculkan serangkaian pertanyaan penting diantaranya dimana lokasi yang akan dibangun, berapa kapasitas silo semen yang akan dibangun, kapan akan dibangun, sumber pendanaan dari mana yang akan digunakan dan apakah pembangunan Packing Plant akan menguntungkan. Semua pertanyaan itu perlu dikaji terlebih dahulu.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dibangunnya Packing Plant Banjarmasin baik dari segi teknik maupun ekonomis. Kajian aspek teknis memaparkan kelayakan proyek dari segi peraturan daerah setempat yaitu persyaratan wilayah darat dan wilayah perairan. Persyaratan wilayah darat meliputi kondisi tanah, bangunan, daerah hijau dan persyaratan lainnya. Persyaratan wilayah perairan meliputi kondisi sedimentasi, pasang surut sungai, alur pelayaran, karakteristik kapal dan persyaratan lainnya. Kajian aspek ekonomis memaparkan kelayakan proyek dari segi efisiensi biaya transportasi dibandingkan dengan biaya investasi proyek. Dari segi teknis, perencanaan pembangunan proyek ini memenuhi syarat zoning yang ditetapkan.Dari segi ekonomis, harapan mendapatkan efisiensi biaya transportasi terpenuhi.Berdasarkan hasil perhitungan efisiensi biaya transportasi antara kondisi existing dan rencana didapatkan efisiensi biaya transportasi sebesar Rp. 17.990.676.595. Namun apabila dibandingkan dengan biaya investasi sebesar Rp. 148.733.861,14 efisiensi biaya transportasi tersebut masih terlalu kecil.
Analisis Tata Letak Fasilitas Proyek Menggunakan Activity Relationship Chart dan Multi-Objectives Function pada Proyek Pembangunan Apartemen De Papilio Surabaya Eko Pradana; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2038.748 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6972

Abstract

Setiap proyek konstruksi selalu menggunakan site facility untuk menunjang kinerja dalam proyek. Site facility merupakan fasilitas penunjang yang selalu ada dalam setiap proyek dan memiliki fungsi yang berbeda untuk masing-masing fasilitas tersebut. Perencanaan tata letak site facilities yang baik dapat meningkatkan produktivitas kerja di lapangan. Dalam menentukan tata letak site facilities, digunakan variabel fungsi objektif Traveling Distance (TD) dan Safety Index (SI). Letak site facilities yang optimal dapat dicari dengan meminimalkan jarak antar fasilitas (TD) dan juga meminimalkan resiko kecelakaan (SI). Activity Relationship Chart (ARC) merupakan gambaran hubungan kedekatan antar fasilitas yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pemindahan tata letak. Pemindahan tata letak dilakukan sebanyak lima skenario, dengan masing-masing skenario dicari nilai TD dan SI nya serta menggunakan ARC sebagai alasan dilakukannya pemindahan. Dari kelima skenario, didapatkan hasil nilai traveling distance paling minimum terletak pada skenario 0 (kondisi eksisting) sebesar 5210,4 meter dan nilai safety index paling minimum terletak pada skenario 1 sebesar 1315 atau mengalami penurunan sebesar 11,51 % dari kondisi eksisting.
Penerapan Rekayasa Nilai pada Proyek Pembangunan Rumah Tipe 39 di Perumahan Sapphire Park Regency Surabaya Herimurtti Paramastya Manggala; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.402 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6976

Abstract

Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta sekaligus pusat bisnis properti. Salah satu pengembang properti adalah PT. Ladang Rizki Jaya Sentosa yang sedang merencanakan pembangunan proyek perumahan Sapphire Park Regency di kawasan Surabaya Barat. Studi kasus yang digunakan adalah unit rumah tipe 39 pada perumahan Sapphire Park Regency, Surabaya. Metode yang digunakan terdiri dari 4 tahap rencana kerja rekayasa nilai, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap rekomendasi. Ada tiga item pekerjaan yang memiliki biaya tidak diperlukan paling besar yaitu pekerjaan lantai utama, pekerjaan atap, dan pekerjaan dinding. Untuk pekerjaan lantai utama diperoleh penghematan LCC sebesar Rp. 330.281 atau 6,8%. Untuk pekerjaan atap diperoleh penghematan LCC sebesar Rp. 568.727 atau 12%. Untuk pekerjaan dinding diperoleh penghematan LCC sebesar Rp. 2.507.753 atau 5,4 %.

Page 10 of 15 | Total Record : 149