cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 149 Documents clear
Perancangan Konstruksi Turbin Angin Diatas Hybrid Energi Gelombang Laut Musfirotul Ula; Irfan Syarief Arief; Tony Bambang
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.375 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7617

Abstract

Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Prinsip dasar kerjanya yaitu mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik. Turbin angin yang dirancang yaitu diatas floating. Maka diperlukan perancangan konstruksi turbin angin dengan dipilih tipe Vertical Axis Wind Turbine dengan blade yang sudah ada di pasaran dengan merk ‘Richuan’. Dengan spesifikasi power 5 KW, dimensi blade (4x0,6) m, jumlah blade 5, tinggi tower 8 m, diameter rotor 2,5 m, kecepatan laju angin 10 m / s, kecepatan angin beroperasi 3-25 m / s, dan 100 rpm. Kemudian konstruksi turbin angin akan digambarkan menggunakan software Solidworks dengan pembuat pemodelan terlebih dahulu. Model yang sudah dibuat kemudian di simulasikan untuk mendapatkan hasil analisa. Beban eksternal untuk di input sebesar 655 N dan 1300 N. Dari hasil simulasi dan analisa turbin angin diperoleh hasil untuk stress von mises sebesar 10,583,224.00 N / m2, displacement sebesar 7.781 mm, strain maksimal yaitu sebesar 3.84126, dan safety factor minimal yaitu sebesar 23.62. Dapat disimpulkan perancangan konstruksi turbin angin ini aman untuk pembebanan yang sudah ditentukan
Simulasi Penggunaan Fin Undership Terhadap Tahanan dan Gaya Dorong Kapal dengan Metode Analisa CFD Joko Susilo Joko Susilo Joko Susilo; Agoes Santoso Agoes Santoso Agoes Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.612 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7623

Abstract

Desain lambung kapal di masa ini banyak mengalami modifikasi, modifikasi yang dilakukan sangat memperhatikan nilai hambatan yang terjadi ketika lambung kapal mengalami modifikasi. Tahanan total sangat diperhatikan karena semakin kecil tahanan total maka semakin kecil pula gaya dorong yang dibutuhkan untuk menggerakkan kapal tersebut, sehingga keuntungan dapat didapatkan dari segi  penghematan tenaga penggerak kapal. Penambahan variasi sirip (fin) pada area bawah lambung kapal merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengubah besarnya nilai tahanan dan gaya dorong yang ditimbulkan oleh kapal. Tujuan  penambahan dan pengaturan posisi sirip pada area bawah lambung kapal adalah untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai gaya dorong dan tahanan kapal. Perhitungan tahanan dapat dilakukan secara manual serta melalui metode simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Penambahan sirip pada area bawah lambung kapal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan gaya dorong dan tahanan kapal. Hasil simulasi CFD menunjukkan presentase perubahan nilai tahanan sebesar 0.19% dan kenaikan gaya dorong sebesar 0.98% untuk tipe sirip tunggal 01A. Kenaikan gaya dorong terbesar didapatkan dari sirip ganda tipe 02B, yaitu sebesar 1.02%.
Perancangan Mooring System Untuk Bangunan Pembangkit Energi Laut Bayu Ekosaputro; Irfan Syarif Arief; Toni Bambang
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.348 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7634

Abstract

Mooring system merupakan komponen penting dalam sistem pembangkit energi laut. Mooring system harus dirancang agar mampu menjaga bangunan pembangkit energi laut tidak berpindah posisi. Gaya yang bekerja pada pontoon sangat berpengaruh terhadap mooring system. Sehingga diperlukan perancangan mooring system yang mampu menjaga pontont terhadap gaya-gaya yang ada di lingkungan, dimana bangunan tersebut diletakkan. Terdapat beberapa gaya dari lingkungan yang terjadi pada pontoon,  antara lain adalah gaya angin, gaya arus, gaya gelombang dan oblique environment. Berdasarkan data dan perhitungan, nilai gaya gaya angin sebesar 113,913 N, gaya arus dari depan 1,454 N, gaya arus dari samping 36,422 N, gaya arus pada submersible 147,662, gaya gelombang (bow seas) 37373,5 N, gaya gelombang (quartering seas) 26659,6 N, gaya gelombang (beam seas) 25210,3 N dan 58,543 N untuk oblique environment. Perancangan mooring system mengunakan tali sintetis yang setiap ujungnya dipasang socket. Socket akan menghubungkan ponton ke bridle plate. Dari bridle plate, mooring lines terbagi menjadi 3 bagian, dengan konfigurasi mirip dengan tripod. Tegangan yang terjadi pada mooring system berkisar antara 0 – 10,587 N/mm2. Factor of safety yang terburuk terjadi pada komponen yang terhubung langsung dengan bridle plate  
Analisa Kinerja Termal Solar Apparatus Panel pada Alat Destilasi Air Payau dengan Sistem Evaporasi Uap Tenaga Matahari Menggunakan CFD Nadia Handayani; Taufik Fajar Nugroho; Sutopo Purwono Fitri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.416 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7862

Abstract

Upaya penyaluran air bersih ke daerah pesisir belum dilakukan secara merata sehingga masyarakat masih mengkonsumsi air payau untuk kehidupan sehari-hari. Meskipun telah banyak dikembangkan alat destilasi air laut menjadi air tawar, namun masih memiliki sistem yang kompleks dan biaya yang mahal, sehingga dikembangkan alat destilasi air menggunakan sistem evaporasi uap dengan sumber tenaga matahari. Untuk mengetahui kinerja termal alat destilasi ini, maka dilakukan penelitian dengan metode simulasi menggunakan pendekatan computational fluid dynamic (CFD) menggunakan software GAMBIT 2.4.6 dalam tahap pembuatan domain yang selanjutnya disimulasikan menggunakan software ANSYS FLUENT 13. Simulasi dilakukan pada solar apparatus panel secara three dimensional (3D) menggunakan model turbulensi Realizable k-ε, solar load model dan model radiasi Rosseland. Selanjutnya, simulasi dilakukan dengan variasi kecepatan masuk aliran air ke dalam pipa yaitu 0.01 m/s, 0.02 m/s, 0.03 m/s dan 0.04 m/s. Dari hasil pemodelan dan analisa diketahui bahwa distribusi temperatur terbesar terdapat pada pipa. Energi maksimum yang dapat diterima oleh air adalah 369.591 W/m2 pada pukul 10.00 dengan kecepatan 0.04 m/s. Nilai heat losses yang terjadi pada masing-masing kecepatan berbanding terbalik dengan nilai efisiensi yang menurun setiap jam, rata-rata efisiensi terjadi pada sore hari mulai dari pukul 11.00 – 13.00. Nilai efisiensi rata-rata pada kecepatan 0.01 m/s yaitu 27.6%. Pada kecepatan 0.02 yaitu 30.2%. Pada kecepatan 0.03 yaitu 31.6% sedangkan pada kecepatan 0.04 yaitu 33.4%.
Analisis Penetapan Harga Jual Unit Apartemen Bale Hinggil di Surabaya Wahyu Ika Aprilia; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.881 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6755

Abstract

Apartemen Bale Hinggil terletak di Jl. Dr. H. Soekarno Surabaya. Apartemen ini memiliki pesaing ketat yang berjarak 350 meter, menawarkan fasilitas dan harga sama. Berbeda dengan pesaingnya yang berada di samping jalan raya, apartemen Bale Hinggil berdiri di bawah jembatan dan tepat di samping sungai. Hal ini membuatnya sulit bersaing di pasar. Maka, perlu digunakan faktor harga supaya apartemen ini dapat kembali menarik minat pembeli. Penetapan harga jual dilakukan dengan pendekatan biaya yang menghasilkan kurva biaya, pendekatan permintaan dengan kuesioner yang menghasilkan kurva permintaan, dan pendekatan marginal. Berdasarkan metode pendekatan marginal didapatkan harga jual tiap tipe, yaitu; Rp 187.546.645,- untuk tipe Studio, Rp 374.834.002,- untuk tipe 2 BR, dan Rp 546.020.938,- untuk tipe 3 BR.
Analisa Nilai Agunan Rumah Tinggal Jl. Gebang Lor No.62 Surabaya Mochammad Zainuri; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.15 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6761

Abstract

Agunan merupakan faktor yang penting untuk mendapatkan keyakinan bagi bank atas dana yang disalurkan dalam bentuk kredit dengan tujuan apabila terjadi kemacetan maka jaminan atau agunan tersebut dapat dijadikan penyelamatan untuk kelancaran usaha bank. Secara umum barang yang dijadikan agunan adalah real property. Tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan analisa nilai agunan rumah tinggal di Jalan Gebang Lor No.62 Surabaya. Metode yang digunakan untuk melakukan penilaiaan adalah metode pendekatan data pasar, metode pendekatan biaya dan metode pendekatan pendapatan. Setelah didapat indikasi nilai pasar dari ketiga metode tersebut, kemudian dilakukan penilaian agunan dengan syarat dan kondisi dari Bank Nasional tertentu. Sehingga dari rekonsiliasi ketiga pendekatan tersebut diperoleh nilai pasar ojek tinjauan sebesar Rp. 3.031.005.000 (tiga milyar tiga puluh satu juta lima ribu rupiah) dengan nilai agunan sebesar Rp.2.622.080.286 (dua milyar enam ratus dua puluh dua juta delapan puluh ribu dua ratus delapan puluh enam rupiah) danRp. 2.221.521.939(dua milyar dua ratus dua puluh satu juta lima ratusdua puluh satu ribu sembilan ratus tiga puluh sembilan rupiah).
Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Di Perumahan Pakuwon City Surabaya Nila Oktafia; Retno Indryani; Yusroniya Eka Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.176 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6765

Abstract

Perumahan Pakuwon City merupakan salah satu perumahan di Surabaya Timur dengan lokasi strategis. Permintaan properti kelas premium yang menurun karena kenaikan suku bunga dan harga bahan bakar minyak mempengaruhi rencana dan tingkat penjualan unit rumah tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar harga jual untuk setiap unit rumah berdasarkan permintaan pasar dan analisa biaya. Penelitian ini menggunakan metode analisa titik impas yang mempertemukan kurva permintaan dan kurva biaya. Biaya yang harus diperhitungkan dalam penetapan harga jual dikelompokkan dalam biaya tetap dan biaya variabel. Kurva permintaan diperoleh melalui survey. Harga ditentukan berdasarkan jumlah unit yang memberikan keuntungan maksimum. Harga jual setiap unit rumah yang dapat diterima konsumen menggunakan jumlah unit optimum untuk tipe 160 ialah Rp 3.970.591.877,- , tipe 200 ialah Rp. 4.577.602.906 ,- dan tipe 240 ialah Rp. 5.493.337.645,-. Harga jual setiap unit rumah maksimum yang dapat dibangun karena keterbatsan lahan untuk tipe 160 sebesar Rp. 3.580.547.301,- tipe 200 sebesar Rp. 4.642.881.356,- dan tipe 240 sebesar Rp. 5.719.987.063,-.
Pengaruh Ketebalan Media dan Rate filtrasi pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform Deni Maryani; Ali Masduqi; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.727 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6906

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Pada sand filter proses penyaringan terjadi pada media filter yang sangat halus, seperti media filter pada unit slow sand filter. Kecepatan penyaringan yang diinginkan pada sand filter ini adalah kecepatan seperti pada unit rapid sand filter. Sehingga sand filter ini adalah penggabungan antara kelebihan yang dimiliki slow sand filter dan rapid sand filter. Variasi pada penelitian ini yaitu: tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam dan tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam. Pada penelitian ini digunakan air baku yaitu air Kali Surabaya dengan nilai rata-rata total coliform 90.000 per 100 ml sampel dan nilai rata-rata kekeruhan 87,4 NTU. Dihasilkan bahwa penyisihan total coliform pada variasi tebal media 120 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 99% dan kekeruhan paling baik terjadi pada variasi panjang variasi tebal media 100 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 98,27%.
Perencanaan Pelayanan Air Limbah Komunal di Desa Krasak Kecamatan Jatibarang Kota Indramayu RA. Prahastiwi Prameswari; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.471 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6918

Abstract

Daerah Aliras Sungai (DAS) Cimanuk merupakan pemasok utama irigasi sawah di daerah Indramayu dan Cirebon, sebagai daerah penghasil padi utama. Kabupaten Indramayu memiliki 31 kecamatan dan 331 desa. Salah satunya adalah Desa Krasak di Kecamatan Jatibarang. Peningkatan jumlah penduduk yang cukup pesat dan kemajuan di berbagai sektor perekonomian, tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas lingkungan. Sarana pembuangan limbah cair domestik yang ada, berupa penggunaan jamban keluarga bahkan ada yang langsung dibuang ke saluran drainase atau badan air. Berdasarkan survey EHRA, Desa Krasak berada di kluster 4 yang dikategorikan sebagai area beresiko tinggi dan rawan sanitasi. Sesuai dengan sasaran pengembangan air limbah domestik (MPS Kabupaten Indramayu) dibutuhkan suatu sistem pengolahan terpadu untuk mengelola limbah domestik dalam rangka mencapai indikator sasaran berupa berkembangnya pembangunan IPAL Komunal dan Sanimas tahun 2017. Unit pengolahan yang digunakan berupa Anaerobic Baffled Reactor (ABR). Dilakukan perencanaan pelayanan pengolahan air limbah secara komunal di Desa Krasak dengan menggunakan dua variabel, yaitu aspek teknis dan aspek kelembagaan. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu sistem instalasi pengolahan air limbah skala komunal sebesar Rp. 518.735.972 dengan iuran untuk biaya operasional sebesar Rp. 5000 perbulan.
Perbandingan Desain IPAL Proses Atached Growth Anaerobic Filter dengan Suspended Grwoth Anaerobic Baffled Reactor untuk Pusat Pertokoan di Kota Surabaya Abdul Hamid; Mohammad Razif
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.507 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6921

Abstract

Perencanaan IPAL dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik dan kuantitas limbah dari pusat pertokoan X di Surabaya. Selanjutnya ditetapkan baku mutu dan kriteria desain. Perhitungan desain meliputi dimensi dan rencana anggaran biaya. Dari hasil perhitungan desain didapatkan desain rinci IPAL unit Anaerobic Filter meliputi dimensi bak ekualisasi (2,2 m x 1,1 m x 1,3 m), Bak Pengendap kompartemen I (7 m x 2,5 m x 1,25) kompartemen II (3,5 m x 2,5 m x 1,25 m), AF tiap kompartemen (1,25 m x 0,56 m x 1,25 m) sebanyak 6 buah. Desain rinci Unit IPAL Anaerobic Baffled Reactor meliputi dimensi bak ekualisasi (2,2 m x 1,1 m x 1,3 m), Bak Pengendap (8 m x 2 m x 1,5 m), ABR tiap kompartemen (0,75 m x 4 m x 1,5m) sebanyak 7 buah. Biaya konstruksi unit AF sebesar Rp 178.383.868,- dan Rp 4.688.912,-/ bulan untuk OM. Sedangkan biaya konstruksi unit ABR Rp 239.247.347,- serta Rp 4.677.801,-/bulan untuk OM.

Page 9 of 15 | Total Record : 149