cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 57 Documents clear
Penentuan Variabel Berpengaruh Dalam Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Pesisir Utara pada Bidang Perikanan di Kota Pasuruan DWI PUTRI HERITASARI; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.351 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11045

Abstract

Penetapan kawasan strategis ekonomi di wilayah pesisir utara Kota Pasuruan, sesuai dengan tujuannya yakni harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan ekonomi lokal pada bidang perikanan. Pengembangan kawasan dilakukan dengan berlandaskan pada konsep pembangunan berkelanjutan yakni pembangunan yang menitikberatkan pada empat pilar pembangunan yaitu lingkungan, sosial budaya, ekonomi, dan politik kelembagaan yang harus saling terkait dan seimbang. Akan tetapi, pada kawasan strategis ekonomi pesisir utara Kota Pasuruan ini kegiatan perikanannya belum menampakkan keseimbangan dari segi pengelolaan lingkungan, kondisi sosial masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta politik kelembagaannya. Artikel ini adalah bagian dari penelitian terkait pengembangan kawasan strategis ekonomi wilayah pesisir utara pada bidang perikanan di Kota Pasuruan, dimana artikel ini memuat proses awal dalam penelitian tersebut. Pada artikel ini akan dibahas dan didapatkan variabel yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan strategis ekonomi pesisir utara Kota Pasuruan yang selanjutnya akan menjadi input dalam penilaian tingkat keberlajutan sampai pada perumusan strategi pengembangan kawasan strategis ekonomi pesisir utara Kota Pasuruan.
Kesesuaian Lahan Perikanan Tambak berdasarkan Faktor-Faktor Daya Dukung Fisik di Kabupaten Sidoarjo Anugrah Dimas Susetyo; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.221 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11177

Abstract

Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi sektor ungulan sub sektor perikanan tambak, hasil perikanan tambak yang melimpah berupa udang dan ikan bandeng. Faktor yang mempengaruhi penurunan produksi perikanan tambak adalah alih fungsi lahan, dan penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan luapan lumpur porong. Jurnal ini merupakan bagian dari penelitian yaitu mengidentifikasi tingkat kepentingan faktor-faktor yang mempengaruhi perikanan tambak berdasarkan daya dukung fisik di Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan teknik analisis AHP (Analythical Hierarchy Process) yaitu mengidentifikasi tingkat kepentingan stakeholder serta memberi bobot variabel-variabel yang mempengaruhi perikanan tambak sementara sasaran dua yaitu menganalisis kesesuaian lahan perikanan tambak berdasarkan faktor-faktor daya dukung fisik di Kabupaten Sidoarjo menggunakan teknik analisis overlay GIS dimana untuk mengoverlay peta diperlukan bobot-bobot dari sasaran satu yang menghasilkan sembilan belas variabel. Ouput dari kesesuaian lahan perikanan tambakĀ  adalah dua kategori kecamatan yaitu kecamatan yang dipertahankan perikanan tambak, dan kecamatan yang ditingkatkan perikanan tambak,.
Faktor-Faktor Pengaruh Ukuran Urban Compactness di Kota Denpasar, Bali I Putu Praditya Adi Pratama; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.072 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11095

Abstract

Urban sprawl mengakibatkan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, hilangnya luas dan fungsi ruang terbuka hijau, serta membentuk morfologi kota yang tidak teratur. Konsep kota kompak (compact city) muncul sebagai revitalisasi terhadap urban sprawl. Potensi penerapan konsep kota kompak pada suatu wilayah dapat dilihat melalui pengukuran urban compactness. Salah satu kota yang menghadapi kecenderungan perkembangan wilayah secara urban sprawl adalah Kota Denpasar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran urban compactness Kota Denpasar. Faktor-faktor tersebut diidentifikasi melalui 2 tahapan analisis, yaitu mengidentifikasi karakteristik urban compactness Kota Denpasar, melalui metode deskriptif-kuantitatif, serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran urban compactness di Kota Denpasar, melalui analisis regresi linier berganda metode stepwise. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sebagai pendekatan penelitian. Dari hasil penelitian ini, didapatkan 4 faktor yang mempengaruhi ukuran urban compactness Kota Denpasar secara kuantitatif, yaitu nilai kepadatan lahan terbangun, persentase konsentrasi luas permukiman, nilai keberagaman penggunaan lahan, serta persentase ketersediaan ruang terbuka hijau. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi penelitian lanjutan terkait skenario dan intervensi konsep kota kompak dalam merumuskan bentuk struktur dan pola ruang Kota Denpasar yang lebih kompak dan berkelanjutan.
Arahan Pengembangan Kawasan Sumbing Kabupaten Magelang Sebagai Agropolitan Ellen Deviana Arisadi; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.827 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11151

Abstract

Kabupaten Magelang merupakan salah satu kabupaten yang tumbuh dan berkembang dengan konsep agropolitan. Berdasarkan RTRW Kabupaten Magelang Tahun 2010-2030 terdapat 3 kawasan agropolitan di Kabupaten Magelang, salah satunya adalah Kawasan Agropolitan Sumbing. Sejak penerapannya tahun 2011, konsep agropolitan pada kawasan Sumbing dinilai belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari masih adanya kesenjangan PDRB antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk merumuskan arahan pengembangan Kawasan Agropolitan Sumbing. Studi dilakukan dengan metode skoring untuk menilai kinerja Kota Tani Utama dan Kota Tani. Hasil yang didapatkan adalah kinerja setiap variabel untuk Kota Tani Utama (KTU Kaliangkrik) dan setiap Kota Tani (KT Bandongan, KT Kajoran, dan KT Windusari). Analisis skoring dilakukan untuk mendapatkan variabel dengan kinerja yang kurang pada setiap KTU dan KT, sehingga dapat dirumuskan arahan untuk meningkatkan kinerja variabel tersebut. Secara umum, arahan untuk Kota Tani Utama Kaliangkrik adalah peningkatan untuk fasilitas pada sektor pemasaran agar dapat berorientasi ekspor, sedangkan arahan pengembangan untuk setiap Kota Tani adalah peningkatan jumlah pelaku industri pengolahan yang disesuaikan dengan komoditas unggulan pada masing-masing wilayah.
Tingkat Deviasi Konversi Lahan Di Kawasan Lindung Kelurahan Wonorejo Surabaya Tyton Rachmatullah; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.502 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11182

Abstract

Perkembangan Kota Surabaya mulai mengarah ke Surabaya Timur, perkembangan yang terjadi semakin merambah pemanfaatan lahan di kawasan lindung khususnya di Kelurahan Wonorejo. Pada kelurahan ini alih fungsi yang terjadi berupa mangrove menjadi pertambakan dan pertambakan menjadi permukiman. Oleh karena itu, diperlukannya suatu upaya untuk mengetahui tingkat deviasi konversi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat deviasi konversi lahan di kawasan lindung Kelurahan Wonorejo. Untuk mencapai tujuan, terdapat sasaran yang akan dicapai yaitu menganalisis perubahan pemanfaatan lahan, menganalisis laju kecepatan perubahan pemanfaatan lahan, dan menganalisis persebaran dan arah perubahan pemanfaatan lahan. Hasil penelitian ini pada tahapan awal didapatkan bahwa konversi lahan yang terjadi di kawasan lindung berupa lahan mangrove, tambak, dan permukiman. Melalui analisis overlay diketahui tingkat deviasi konversi lahan pada tahun 2004-2014 termasuk pada tingkat deviasi cepat dengan mengalami penurunan luas lahan.
Vermikompos Sampah Kebun dengan Menggunakan Cacing Tanah Eudrilus eugeneae dan Eisenia fetida Etik Rahmawati; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.524 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11292

Abstract

Durasi yang panjang diperlukan dalam pengomposan konvensional sampah organik yang memerlukan waktu selama 2-3 bulan. Pengurangan waktu pengomposan dapat dilakukan dengan digunakannya cacing sebagai dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat degradasi sampah kebun menggunakan proses vermikomposting dan menentukan pengaruh jenis cacing Eudrilus eugeneae dan Eisenia fetida. Empat reaktor berukuran 8 L digunakan dalam penelitian ini. Percobaan dilakukan secara duplo selama 60 hari. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini adalah ammonia nitrogen (NH3-N), nitrat nitrogen (NO3-N), Total Kjeldahl Nitrogen (TKN), dan C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat degradasi sampah kebun dengan pengolahan vermikomposting yang dapat dicapai adalah 64,94-72,52%. Produksi kompos yang lebih tinggi dengan penggunaan Eisenia fetida.
Penetuan Tema Ruang Terbuka Hijau Aktif Di Kota Malang Berdasarakan Preferensi Masyarakat Bagiar Adla Satria; Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.224 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11341

Abstract

Kota Malang merupakan kota layak huni terbaik ketiga di Indonesia. Salah satu indikator tingkat kenyamanan suatu kota adalah ruang terbuka hijau berupa taman. Berdasarkan persepsi masyarakat di Kota Malang ketersediaan dan persebaran taman sudah terpenuhi secara baik, namun tingkat daya tarik dan kondisi taman dinilai masih belum optimal. Taman tematik di Kota Malang belum memiliki keterkaitan tema dengan bangunan di sekitarnya, serta kesesuaian aktivitas pengunjung taman. Kota Malang memiliki 4 taman yang belum dikembangkan dengan tema tertentu, sehingga diperlukan alternatif tema yang sesuai dengan karakteristik berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan wawancara lisan untuk mengidentifikasi karakteristik RTH aktif di Kota Malang. Wawancara dan penyebaran kuisioner untuk memperoleh preferensi masyarakat sekitar yang kemudian dianalisis menggunakan metode Delphi. Hasil yang diperoleh adalah tema RTH aktif yang sesuai dengan karakterisitik kondisi eksisting serta preferensi masyarakat di sekitar taman. Taman Alun-alun Tugu dikembangkan dengan tema ciri khas kota. Taman Cerme dikembangkan dengan tema sejarah/historis kawasan. Taman Slamet dikembangkan dengan tema kesehatan. Taman Mojolangu dikembangkan dengan tema olahraga.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang Akhmad Raditya Maulana Fajrin; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.605 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11414

Abstract

Kota Malang merupakan pusat orientasi bagi area Malang Raya dengan pusat Kota Malang berada pada Kecamatan Klojen. Jalan Pasar Besar merupakan bagian dari Kawasan Pasar Besar yang berfungsi sebagai kawasan bisnis atau jantung perekonomian Kota Malang, namun terdapat permasalahan yang sedang terjadi yakni keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Keberadaan Pedagang kaki lima (PKL) menimbulkan berbagai macam persoalan perkotaan yang menyebabkan kemacetan, menurunya estetika kota dan menurunnya fungsi trotoar. Hal ini disebabkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan menggunakan fasilitas umum dan pedagang tidak menata barang dagangan mereka secara rapi. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian dalam menganilisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penataan pedagang kaki lima (PKL), sebagai bahan untuk merumuskan arahan penataan pedagang kaki lima (PKL) pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang. Melalui teknik analisis Content Analyisis dapat diketahui faktor-faktor penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 9 faktor yang berpengaruh dalam penataan pedagang kaki lima (PKL)
Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Siti Fadilah; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.284 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11422

Abstract

Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi wisata bahari yang cukup besar, akan tetapi keberadaan daya tarik tersebut belum terkelola dengan baik. Permasalahan yang ada adalah potensi-potensi yang terdapat di Kecamatan Watulimo belum terintegrasi dan tereksplorasi, sehingga dibutuhkan suatu arahan pengembangan kawasan. Sebelum menentukan arahan pengembangan dilakukan analisis karakteristik objek daya tarik wisata (ODTW) bahari terlebih dahulu menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Tahap selanjutnya yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan wisata menggunakan analisis deksriptif dan analisis Delphi. Analisis Delphi ini untuk mendapatkan konsensus dari para responden yang berpengaruh terhadap faktor yang terbentuk. Maka tahap terakhir yang dilakukan adalah analisis perumusan arahan pengembangan kawasan menggunakan analisis triangulasi. Sehingga hasil yang didapatkan yaitu terbentuklah arahan pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Watulimo yang terdiri dari 4 ODTW. Hasil akhir penelitian ini menghasilkan 10 arahan pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Watulimo yang kemudian arahan tersebut diharapkan dapat mengembangkan potensi wisata bahari Watulimo.
Pembentukan Cluster Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) di Kota Yogyakarta Sarita Novie Damayanti; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.695 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11563

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan di Pulau Jawa memiliki potensi unsur tradisional, baik budaya maupun keramahtamahan masyarakat lokal. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penarik wisatawan terutama wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Kota Yogyakarta. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan devisa Kota Yogyakarta. Di sisi lain, meskipun telah dilakukan upaya pengembangan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, masih terdapat permasalahan berupa kurang meratanya distribusi wisatawan mancanegara antar ODTW di pusat dan pinggir kota, sehingga dibutuhkan integrasi ODTW sebagai bentuk pemerataan kunjungan. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian terkait pengembangan integrasi ODTW Kota Yogyakarta, dimana artikel ini memuat proses pembentukan cluster sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan integrasi ODTW. Tahapan yang dilakukan antara lain menentukan tingkat kepentingan komponen cluster dengan theoritical descriptive analysis, kemudian menyusun kriteria pembentukan cluster dan membentuk cluster ODTW dengan mengelaborasi hasil theoritical descriptive analysis dan karakteristik eksisting ODTW Kota Yogyakarta yang didapatkan dari empirical descriptive analysis. Berdasarkan hasil analisis, dari 21 ODTW Kota Yogyakarta, terbentuk 5 cluster ODTW di Kota Yogyakarta yang selanjutnya akan menjadi input dalam peningkatan integrasi antar ODTW Kota Yogyakarta.