cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh Fajar Premana Putra; Rizky Renanda Nofa; Kuswandi Kuswandi; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.872 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16781

Abstract

Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound) pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate) merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%), tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.
Desain Pabrik Olefin berbahan baku Low Rank Coal di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Anastasia Ayu Pratiwi; Galih Dwi Prasetya; Gede Wibawa; Kuswandi Kuswandi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.056 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16784

Abstract

Olefin dapat didefinisikan sebagai hidrokarbon tak jenuh yang mengandung satu atau lebih pasangan atom karbon yang memiliki ikatan rangkap. Dua jenis produk industri olefin yang paling penting adalah etilena dan propilena sebagai bahan baku utama bermacam-macam industri petrokimia. Umumnya produksi etilena dan propilena menggunakan bahan baku Naphta yang diperoleh dari pengolahan minyak bumi dan gas alam. Ketersediaan bahan baku tersebut di Indonesia terbatas dan memiliki harga jual yang fluktuatif. Dengan berorientasi pada efisiensi produksi dan mengurangi impor bahan baku, inovasi proses produksi maupun pembangunan industri olefin yang baru sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan bahan baku alternatif yang berlimpah dan mudah didapat serta memiliki harga yang murah, seperti batubara. Sumber daya batubara kelas rendah (low rank coal) di Indonesia mencapai 30,57 milyar ton dan perlu dioptimalkan menjadi produk yang bernilai jual lebih. Oleh karena itu, pendirian pabrik olefin dari batubara kualitas rendah sangat potensial dan penting untuk terus dikembangkan. Olefin yang terdiri dari Etilena, Propilena dan Butilena dapat diproduksi melalui indirect process dengan methanol sebagai produk intermediate. Unit – unit prosesnya terdiri dari unit preparasi batubara, unit Gasifikasi batubara untuk menghasilkan gas sintesa (syngas), unit Water Gas Shift untuk pengaturan komposisi gas CO dan H2, unit sintesa Methanol, unit Pemurnian Methanol dari CO2 dan H2O, unit sintesa Olefin dan pemurnian produk serta unit pemisahan produk Olefin yang memisahkan campuran olefin menjadi Etilena, Propylene dan Butylene. Pabrik direncanakan beroperasi dengan kapasitas produksi sebesar 1.485.725 ton Olefin/tahun. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, Net Present Value (NPV) pada tahun ke sepuluh pabrik ini sebesar $ 5.723.433.852, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 71,68 % yang lebih besar dari bunga bank 10,5% per tahun. Modal pabrik akan kembali setelah pabrik beroperasi selama 2.51 tahun. Sedangkan brdasarkan analisa kepekaan, terdapat 3 variabel yang sangat peka terhadap fluktuasi yaitu harga katalis SAPO-34, harga produk dan kapasitas produksi Etilena, yang dapat mengakibatkan penurunan nilai IRR. Agar stabilitas IRR pabrik tetap terjaga, perlu dilakukan upaya penetapan supplier katalis untuk mendapatkan harga katalis yang stabil, mencari pasar tetap untuk penjualan produk dan menjaga stabilitas kapasitas produksi pabrik.
Studi Pendirian Pabrik Natrium Sulfat Dekahidrat di Kabupaten Sampang Fanny Husna Ar-rosyidah; Hilal Abdur Rochman; Nuniek Hendrianie; Sri Rachmania Juliastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16846

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang. Dalam hal ini, pemerintah menitikberatkan pada pembangunan di sektor industri. Salah satu produk yang dibutuhkan saat ini adalah natrium sulfat (Na2SO4). Natrium sulfat adalah garam natrium dari asam sulfur. Dalam bentuk anhidratnya, senyawa ini berbentuk padatan kristal putih dengan rumus kimia Na2SO4, atau lebih dikenal dengan mineral tenardit sedangkan bentuk dekahidratnya mempunyai rumus kimia Na2SO4.10H2O yang lebih dikenal dengan nama garam glauber atau sal mirabilis. Natrium sulfat banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri, antara lain di industri pulp dan kertas, deterjen, pembuatan flat glass, tekstil, keramik, farmasi, zat pewarna dan sebagai reagent di laboratorium kimia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia kebutuhan impor natrium sulfat di Indonesia (tahun 2010 hingga tahun 2014) rata – rata pertahunnya sebesar 218.967,238 ton. Meskipun kebutuhan industri akan natrium sulfat sangat banyak dan kegunaannya pun beragam, namun hingga saat ini Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri karena produksi natrium sulfat secara komersial masih sangat rendah. Hingga saat ini Indonesia baru memiliki 3 pabrik natrium sulfat dengan total kapasitas produksi sebesar 265.000 ton/tahun. Melihat data tersebut menunjukkan bahwa persediaan akan natrium sulfat di Indonesia masih sangat minim. Sehingga, pendirian pabrik natrium sulfat dekahidrat di Indonesia selain akan menguntungkan dari segi ekonomi, juga dapat memicu berkembangnya industri – industri pengguna natrium sulfat itu sendiri, sekaligus membuka lapangan kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Dan ditinjau dari analisa ekonomi, didapatkan besar total investasi              : Rp 94.716.122.794; internal rate of return           : 30%; POT : 3.44 tahun; dan BEP : 33.73 %.
Studi Perencanaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sebesar 120 MW di Blok Sarulla BHM Goldy Ompusunggu; Mahesa Ryan Pamuji; Gede Wibawa; Kuswandi Kuswandi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.255 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16892

Abstract

Terus bertambahnya jumkah penduduk di Indonesia serta semakin majunya industri di Indonesia menyebabkan kebutuhan listrik Indonesia juga terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat ini pemanfaatan sumber energi selain fosil perlu dilakukan. Energi geothermal adalah salah satu energi alternatif yang ada di Indonesia. Sumber daya energi geothermal di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Geothermal power plant ini didirikan di derah Blok Sarullam Sumatera Utara pada tahun 2020. Pabrik pembangkit listrik tenaga geothermal ini menggunakan proses integrated combined cycle, yang merupakan teknologi paling mutakhir dan baik diantara semua teknologi proses pembangkit listrik tenaga geothermal. Alasan pemilihan proses ini adalah kesesuaian dari karakteristik sumur geothermal dengan syarat dari pengaplikasian proses integrated combined cycle, yaitu memiliki entalpi yang tinggi. Proses ini menggabungkan teknologi proses binary cycle dan combined cycle sehingga transfer energinya maksimal dan memiliki efisiensi energi yang besar. Selain itu, pada proses integrated combined cycle 100% dari steam yang diambil dari sumur sumber panas bumi diinjeksikan kembali ke dalam sumber panas bumi sehingga umur sumur dan reservoir panas bumi dapat berproduksi lebih lama. Pada pabrik pembangkit listrik tenaga geothermal ini digunakan 2 jenis turbin, yaitu turbin uap untuk aliran fluida geothermal dan turbin gas untuk aliran working fluid iso-pentana.Proses geothermal power plant ini akan berlangsung secara kontinyu, yaitu 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai dengan kapasitas produksi 124 MW/tahun dengan bahan Baku Feed dan Iso-Pentana sebanyak 1544832 kg/jam dan 1634544 kg/jam.Berdasarkan analisis ekonomi dengan menggunakan metode pendekatan discounted cash flow yang terdiri dari perhitungan biaya prodiksi dan aliran kas/kinerja keuangan yang telah dilakukan, menghasilkan nilai Internal Rate of Return ( IRR ) 13,2 %, Pay Back Period dengan 6,9 tahun dan BEP sebesar 30,9 %.
Pengaruh Konsentrasi Lisin Pada Pembentukan Fe2O3 Hasil Proses Sintesis Hidrotermal Sebagai Anoda Baterai Ion Lithium Muhammad Ainun Taimiyah Indra; Lukman Noerochim
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.049 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17325

Abstract

Penelitian tentang anoda baterai ion lithium sebagai sistem penyimpanan energi berkembang begitu pesat. Pada penelitian ini  anoda Fe2O3 yang akan digunakan dihasilkan dari sintesis Hidrotermal FeCl3.6H2O dengan penambahan Lisin sebagai Hydrolising Controlling Agent untuk menghasilkan anoda Fe2O3 microsphere. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perbedaan konsentrasi lisin sebagai pereaksi hidrolisis terhadap performa elektrokimia anoda Fe2O3 yang dihasilkan. Variasi Lisin yang digunakan adalah 0,5 mol, 1 mol, dan 2 mol. Dari hasil pengujian diperoleh sampel dengan penambahan lisin 2 mol menghasilkan performa terbaik. Hal ini didasarkan pada kristalinitas yang baik serta bentuk morfologi microsphere yang memiliki ukuran permukaan paling kecil. Hasil pengujian charge/discharge yang menunjukan kapasitas spesifik mencapai 121.89 mAH/gr pada siklus pertama dan hanya mengalami capacity fading sebesar 28% serta menghasilkan  charge transfer resistance yang cukup rendah mencapai 109.31 Ω.
Pemanfaatan Metode Differential Intermerometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) untuk Pemantauan Deformasi Akibat Aktivitas Eksploitasi Panasbumi Roni Kurniawan; Ira Mutiara Anjasmara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.432 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17361

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai kondisi geologis yang unik karena berada pada pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Indonesia juga berada pada zona “Cincin Api Pasifik”, yaitu daerah barisan gunung api vulkanik yang aktif. Wilayah Indonesia yang berada di daerah cincin api pasifik tersebut membawa manfaat yang sangat besar. Salah satu manfaatnya adalah potensi energi panasbumi. Area Lahendong merupakan lapangan panas bumi pertama dan satu-satunya di Sulawesi. Cadangan  terbukti reservoir Lahendong adalah sebesar 80 MW dengan potensi pengembangan sebesar 150 MW. Area Lahendong mempunyai karakteristik reservoir low permeability namun memiliki temperatur sangat tinggi. Seperti energi-energi lainnya, energi panasbumi juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang jamak,  karena tidak ada energi yang benar-benar sempurna dampak kebermanfaatnya. Salah satu dampak negatif yang dapat terjadi adalah terjadinya deformasi yang disebabkan oleh eksploitasi fluida panasbumi itu sendiri. Penelitian  ini bertujuan untuk memantau aktivitas dari eksploitasi panasbumi di PLTP Lahendong, Sulawesi Utara dengan  metode Differential Interferometric  Synthetic Aperture  Radar  (DInSAR). Sedangkan untuk pengolahannya menggunakan perangkat lunak bebas terbuka (open source software) GMTSAR untuk mengolah data satelit ALOS-PALSAR daerah eksploitasi panasbumi Lahendong. Metode yang digunakan adalah  dengan  melakukan  proses  pemfokusan  data  SAR,  transformasi  koordinat  ke sistem radar menggunakan infromasi orbit yang teliti, image alignment, interferome dan phase  unwrapping  menggunakan  algoritma  SNAPHU. Hasil metode DInSAR mengindikasikan bahwa telah terjadi proses deformasi di sekitar unit 1 dan 2 area eksploitasi panasbumi Lahendong berupa penurunan muka tanah sebesar 3 sampai 4 cm.
Pemodelan dan Analisa Energi Listrik Yang Dihasilkan Mekanisme Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air (PLTG-AIR) Tipe Pelampung Silinder Dengan Cantilever Piezoelectric SHERLY OCTAVIA SARASWATI; Wiwiek Hendrowati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17784

Abstract

Gelombang laut merupakan pergerakan naik dan turunnya  muka air laut yang membentuk  lembah dan bukit. Pemanfaatan energi gelombang laut untuk sumber energi alternatif sangat cocok diterapkan di Indonesia, dimana luas lautannya mencapai 2/3 dari keseluruhan luas Indonesia. Salah satu cara memanfaatkan energi gelombang laut adalah untuk menghasilkan listrik, atau yang biasa disebut pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL). Pada penelitian ini akan dibuat simulasi mekanisme PLTGA tipe pelampung silinder dengan cantilever piezoelectric sebagai pengkonversi energi mekanik dari gearbox menjadi energi listrik. Cantilever piezoelectric material merupakan material  yang memiliki  kemampuan  untuk  membangkitkan  potensial  listrik sebagai  respon  dari  tegangan  mekanik  yang  diberikan pada material  tersebut. Blade akan dipasang pada poros keluaran dari gearbox. Blade inilah yang nantinya akan memukul cantilever piezoelectric sehingga menyebabkan cantilever piezoelectric mengalami defleksi. Defleksi dari cantilever piezoelectric inilah yang menimbulkan voltase atau energi listrik pada cantilever piezoelectric. Variasi yang digunakan untuk mengetahui energi bangkitan optimum yang akan dihasilkan oleh mekanisme ini berupa frekuensi gelombang laut (1Hz, 2Hz, dan 3Hz), dan jumlah cantilever piezoelectric ( 1, 3, dan 5). Didapatkan hasil simulasi berupa grafik respon perpindahan  cantilever piezoelectric dan voltase terhadap fungsi frekuensi gelombang laut dan grafik respon perpindahan  cantilever piezoelectric dan voltase terhadap fungsi jumlah cantilever piezoelectric. Dari hasil simulasi didapatkan nilai daya bangkitan maksimal yang dihasilkan 4.92E-06 Watt dengan menggunakan 5 cantilever piezoelectric pada frekuensi 1Hz
Analisis Pemodelan Substitusi Fluida pada Sumur Nova Linzai; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.944 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18065

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menganalisa perbandingan sintetik PP dan PS berdasarkan pemodelan sumur. Penelitian ini mencakup pemodelan data sumur dan pembuatan seismik sintetik gather PP dan PS. Pemodelan data sumur yang dilakukan adalah pemodelan substitusi fluida (100% air, minyak dan gas) dengan teori Gassman dan proses editing log. Pembuatan seismik sintetik gather PP dan PS berdasarkan prinsip gelombang elastik dengan memanfaatkan komponen vertikal dan horizontal. Pemodelan sintetik kedepan menggunakan prinsip ray tracing dengan jumlah offset 101 dengan range offset 0-4000m. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dari substitusi fluida sangat mempengaruhi kecepatan gelombang P dan densitas, sedangkan perubahan terhadap kecepatan gelombang S tidak terlalu signifikan. Reservoir merupakan sand gas sehingga nilai kecepatan gelombang P ketika disubstitusi gas lebih besar daripada minyak. Hasil dari sintetik gather PP dan PS adalah perbedaan time position. Efek substitusi fluida (fluida pengisi pori batuan) terhadap respon seismik berupa time delay (efek gas) akibat adanya penurunan kecepatan gelombang P.
Sintetik Seismik Lingkungan Vulkanik Muhammad Ghazalli; Amien Widodo; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.451 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18224

Abstract

Eksplorasi hidrokarbon saat ini mengharuskan geosaintis untuk mencari area baru yang sebelumnya dianggap tidak menghasilkan hidrokarbon. Dengan ditemukannya rembesan minyak pada daerah vulkanik mengindikasikan adanya petroleum play aktif yang memiliki cadangan hidrokarbon. Ketidakmampuan gelombang seismik untuk menggambarkan bawah permukaan pada daerah vulkanik menjadikan dibutuhkannya pemodelan seismik. Pemodelan seismik akan memodelkan atau merekonstruksikan penjalaran gelombang seismik pada model geologi yang telah ditentukan, pada kasus ini model geologi yang digunakan adalah model geologi pada lingkungan vulkanik. Penelitian ini menggunakan 2 model, yang pertama adalah model “Kue Lapis” dan yang kedua adalah model “Serayu” yang merupakan model kompleks dari cekungan North Serayu di Jawa tengah. Kedua model tersebut memiliki lapisan basalt dengan tebal 200 m yang menutupi lapisan bawahnya yang menjadi target karena menyimpan cadangan hidrokarbon. Dari hasil pemodelan dapat dilihat fenomena gelombang ketika merambat melalui lingkungan vulkanik.
Analisis Petrofisika dan Penentuan Zona Potensi Hidrokarbon Lapangan "Kaprasida" Formasi Baturaja Cekungan Sumatera Selatan Muhammad Iqbal Maulana; Widya Utama; Anik Hilyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.981 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18238

Abstract

Abstrak--Analisis petrofisika pada sumur MI-1, MI-2, MI-3, dan MI-6dilakukan untuk evaluasi parameter petrofisika pada Formasi Baturaja. Identifikasi porositas, kandungan serpih, saturasi air dan permeabilitas dilakukan pada empat sumur. Estimasi kandungan serpih dilakukan dengan menggunakan log Gamma ray, estimasi porositas efektif dilakukan dengan menggunakan gabungan log densitas dan log neutron, Saturasi air dihitung dengan menggunakan persamaan Indonesia, dan permeabilitas dihitung dengan menggunakan persamaan Timur. Setelah parameter petrofisika didapat, pembungkalan (lumping) dilakukan untuk mengetahui ketebalan reservoir bersih dan ditentukan wilayah yang memiliki potensi keterdapatan hidrokarbon. Melalui analisis petrofisika dan pembungkalan didapatkan bahwa ketebalan reservoir bersih (net reservoir thickness) pada sumur MI-1 adalah sebesar 18,44 meter, sumur MI-2 sebesar 9,6 meter, sumur MI-3 sebesar 12,192 meter, dan sumur MI-6 sebesar 7,35 meter.