cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Analisis Tegangan Akibat Beban Gelombang pada Struktur Kapal Perang Tipe Corvette Pratama Yuli Arianto; Aries Sulisetyono; Teguh Putranto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.971 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16838

Abstract

Peningkatan sektor pertahanan nasional merupakan suatu hal yang penting dalam mempertahankan kedaulatan suatu negara. Salah satu diantaranya adalah dengan membuat Alat Utama Sistem Pertahanan Negara (ALUTSISTA) berupa kapal perang yang memiliki kecepatan tinggi, maneuver dan kekuatan struktur yang bagus. Ketika terjadi interaksi antara struktur kapal dengan beban gelombang maka akan muncul suatu tegangan. Jika tegangan yang dihasilkan melebihi batas tegangan yang diijinkan maka akan membahayakan dan merusak struktur kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain lambung dan kekuatan struktur kapal untuk daerah operasional di perairan terbuka Indonesia yang memiliki tinggi rata-rata gelombang 3-5 m  dan menurut standar Germanischer Lloyd (GL) dengan tinggi rata-rata gelombang 6 m. Pembahasan dititikberatkan pada analisis gerakan kapal untuk mengetahui kekuatan struktur kapal akibat adanya beban gelombang. Analisis dilakukan dengan melakukan pemodelan numerik dengan metode panel. Skenario divariasikan berdasarkan sudut hadap 900, 1350, 1800 dan tinggi gelombang signifikan 3, 4, 5 dan 6 m. Dari hasil simulasi didapatkan besar gaya lintang maksimal pada gerakan heaving dan momen lengkung maksimal pada gerakan pitching yang terjadi pada midship section ketika tinggi gelombang 6 m dan sudut hadap 1800. Tegangan terbesar kapal terjadi ketika kondisi sagging dan hogging maksimal yang terletak pada midship section frame 88 sebesar 231,89 N/mm2 dan memenuhi persyaratan tegangan izin berdasarkan GL rules.
Analisis Teknis dan Ekonomis Konversi Landing Craft Tank (LCT) Menjadi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tipe Ro-ro untuk Rute Ketapang (Kabupaten Banyuwangi) – Gilimanuk (Kabupaten Jembrana) Febriani Rohmadhana; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.458 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16841

Abstract

Landing Craft Tank (LCT) tidak diperbolehkan beroperasi sebagai angkutan penyeberangan sesuai Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. SK 885/AP.005/DRJD/2015 yang dikeluarkan pada tanggal 15 Maret 2015. Tugas Akhir bermaksud untuk melakukan analisis secara teknis dan ekonomis mengenai konversi kapal LCT Putri Sritanjung yang beroperasi sebagai angkutan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang menjadi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) tiper Ro-ro. Pada analisis teknis dilakukan modifikasi kapal sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No.80 tentang standar minimum angkutan penyeberangan dan No.39 tentang standar pelayanan penumpang angkutan penyeberangan, pemenuhan kriteria kekuatan konstruksi kapal, freeboard, tonase, dan stabilitas kapal. Modifikasi yang dilakukan terdiri dari penambahan ruang akomodasi penumpang dan stern ramp door. Setelah dikonversi kapal mengangkut  96 penumpang, 12 truk, dan 8 mobil. Tegangan konstruksi kapal maksimal sebesar 1.248,957    kg/cm2 lebih kecil dari tegangan ijin BKI. Tinggi freeboard minimum adalah 0,557 meter dengan sarat maksimum 2.193 meter, besarnya tonase kapal adalah 551 GT, dan kondisi stabilitas kapal memenuhi kriteria Intact Stability (IS) Code Reg. III/3.1. Sedangkan pada analisis ekonomis dilakukan perhitungan besarnya biaya konversi kapal. Besarnya biaya konversi LCT menjadi KMP tipe Ro-ro adalah sebesar 2.000.640.524 rupiah.
Desain Dredger Berbasis Jalur Sungai Pada Program “Tol Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) – Tanjung Priok” Muhammad Rizal Arsyad Jaelani; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.281 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16877

Abstract

Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bersama Direktur Utama PT. Pelindo II (Persero) dan Menteri Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait dengan rencana pembangunan program Tol Sungai di jalur Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL). Program Tol Sungai yang dimaksud adalah mengembangkan jalur angkutan kontainer berbasis jalur sungai sepanjang 25 mil laut dari (kawasan industri) Cikarang, Jawa Barat menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok melalui sungai CBL via Marunda, Jakarta Utara. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi sungai atau kanal untuk jalur distribusi barang guna menekan biaya transportasi logistik yang selama ini melalui jalur darat. Menanggapi rencana pemerintah dalam program pembangunan Tol sungai Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, maka perlu dilakukan kegiatan pengerukan awal dan kegiatan pemeliharaan secara berkala pada sungai guna menjaga kedalaman sungai CBL. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah kapal keruk yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk melakukan pekerjaan pengerukan pada sungai CBL. Jenis kapal keruk yang dipilih adalah jenis Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD), mengingat jenis kapal keruk ini memiliki karakteristik yang cocok dengan kriteria dan kondisi sungai CBL. Untuk mendapatkan ukuran utama TSHD yang optimum, digunakan metode optimization design approach dengan bantuan fitur solver pada program Microsoft Excel dengan menjadikan biaya pembangunan paling minimum sebagai fungsi objektif, serta adanya batasan-batasan dari persyaratan teknis dan regulasi yang ada. Dari proses optimisasi, didapatkan hasil ukuran utama optimum TSHD adalah L=50,811 m, B=12,447 m, H=4,779 m, TFW=3,142 m, dan TSW=3,065 m dengan estimasi biaya pembangunan sebesar $1.213.905,69 atau setara dengan Rp16.600.160.326.
Desain Kapal 3-in-1 Penumpang-Barang-Container Rute Surabaya – Lombok I Gede Hadi Saputra; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16878

Abstract

Dalam proses pembangunan ekonomi Indonesia, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah antara lain program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan juga Program Tol Laut. Program-program tersebut diambil oleh pemerintah agar terjadi pemerataan pembangunan ekonomi di setiap daerah demi meningkatkan kondisi ekonomi Indonesia. Dalam mengaplikasikan program tersebut, pemerintah membutuhkan sarana transportasi yang efisien dan salah satu alat transportasi tersebut adalah kapal 3-in-1. Kapal ini diharapkan mampu menjadi sarana transportasi dan juga sarana dalam pendistribusian barang dari Jawa ke Indonesia Timur sehingga mampu meningkatkan ekonomi di Indonesia bagian timur khususnya. Kapal 3-in-1 ini akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Lembar, Lombok dengan kecepatan 17 knot. Dalam mendesain kapal dilakukan analisis teknis dan juga analisis ekonomis berupa menghitung biaya pembangunan kapal. Kapal yang didesain memiliki ukuran utama Length of Waterline (LWL): 130 meter, length of perpendicular (LPP): 125 meter, Breadth (B): 22 meter, Height (H): 11.7 meter, dan Draft (T): 6.6 meter. Dengan ukuran tersebut kapal ini mampu mengangkut penumpang sebanyak 488 orang, kontainer sebanyak 161 TEUs, dan semen sebanyak 3200 ton (di dalam bentuk sak di mana 1 sak semen sama dengan 40 kg). Dengan ukuran dan jumlah muatan tersebut seluruh regulasi dan ketentuan teknis telah terpenuhi. Besar biaya pembangunan kapal adalah sebesar Rp 77,302,629,498.00.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PENGEMBANGAN INDUSTRI PENDUKUNG KONSOL KAPAL (SHIP CONSOLE) DI INDONESIA Anisa Prasetyo; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.221 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16894

Abstract

Industri konsol kapal di Indonesia masih perlu dikembangkan untuk mendukung peningkatan jumlah komponen lokal dalam industri perkapalan. Melihat besarnya peluang dan pasar industri konsol kapal di Indonesia, maka dilakukan penelitian tugas akhir analisa teknis dan ekonomis pengembangan industri pendukung konsol kapal (ship console) di Indonesia. Konsol kapal yang dimaksud adalah bridge control console, engine control console, cargo control console, water ballast control console, bridge wing control console. Tujuan dari tugas akhir ini adalah melakukan analisa teknis meliputi pemilihan lokasi, proses produksi, pemeriksaan hasil produksi, penentuan kapasitas produksi, peralatan dan mesin yang digunakan dalam proses pembuatannya, serta pembuatan layout dari pabrik dengan luas bangunan 2728 m² dan luas tanah 3886 m² berada pada Desa Karangploso, Kec. Benjeng, Kab. Gresik, Jawa Timur. Analisa ekonomis meliputi analisa kondisi pasar di Indonesia untuk permintaan konsol kapal dalam lima tahun yang akan datang. Biaya investasi pembangunan industri ini kira-kira sebesar Rp 14.186.000.000,00 yang berupa biaya pembelian tanah, pembangunan, pembelian peralatan dan mesin. Selanjutnya dilakukan perhitungan biaya operasional dan pemasukan perusahaan agar dapat melakukan analisa kelayakan investasi dengan menggunakan metode Break Event Point, Net Present Value, dan Internal Rate of Return yang hasilnya digunakan untuk menentukan kelayakan pengembangan dari industri konsol kapal di Indonesia. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan Break Event Point terjadi pada 6 tahun 8 bulan dengan keuntungan kira-kira sebesar Rp 1.507.000.000,00. Nilai Net Present Value kira-kira sebesar Rp 4,408,000,000.00. Nilai Internal Rate of Return sebesar 11.38% lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan yaitu 10.25%. Hal tersebut dikarenakan besarnya potensi pasar di Indonesia dan sedikitnya jumlah kompetitor pada industri konsol kapal.    
Perancangan Aplikasi Komputer Berbasis Android untuk Panduan Pengawasan Pembangunan Kapal Baru oleh Owner Surveyor Joshua Adrian Lasuardi; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.925 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16906

Abstract

Kegiatan pengawasan pembangunan kapal baru yang ada saat ini masih dilakukan secara manual dimana seorang owner surveyor melakukan pengawasan mengacu pada form pengawasan. Kegiatan pengawasan yang ada saat ini kurang efektif untuk dilakukan pada proses pembangunan kapal baru, hal ini dikarenakan tidak semua owner surveyor memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sama. Tujuan dari tugas akhir ini adalah melakukan observasi sistem pengawasan pembangunan kapal baru yang ada saat ini, merancang aplikasi komputer berbasis android untuk panduan pengawasan pembangunan kapal baru, dan melakukan uji validitas aplikasi tersebut dalam meningkatkan efektivitas pengawasan pembangunan kapal baru. Perancangan aplikasi dilakukan dengan pembuatan mock up aplikasi, desain interface, perancangan database, dan pengkodingan aplikasi tersebut. Aplikasi ini memiliki fitur daftar proses pengawasan, review hasil pengawasan, progress pembangunan kapal, dan menu untuk menambahkan owner surveyor. Uji coba aplikasi ini dilakukan kepada beberapa responden yang memiliki pengalaman pengawasan pembangunan kapal baru dan pihak-pihak yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang perkapalan. Dari hasil pengujian menggunakan kuisoner tersebut diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi ini perlu diaplikasikan dalam mendukung proses pengawasan pembangunan kapal baru.
Desain Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas untuk Wilayah Indonesia Kamaluddin Kamaluddin; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.863 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16934

Abstract

Hingga saat ini, di Indonesia masih ada 12.659 desa tertinggal yang belum memperoleh akses listrik dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN), bahkan 2.519 desa diantaranya belum teraliri listrik sama sekali.Pada tanggal 8 Desember 2015 Presiden Joko Widodo meresmikan operasional pembangkit listrik di atas kapal yang menyewa dari Turki untuk daerah Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Selanjutnya juga akan didatangkanpower plant serupa dari Turki untuk beberapa lokasi antara lain Sumatera Bagian Utara, Kupang, Ambon, dan Lombok. PLN mengklaim ada efisiensi sebesar Rp. 350 miliar per tahun dibanding menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mendapatkan desain konseptual kapal pembangkit listrik tenaga gas yang memiliki kemampuan mobilitas sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan sumber listrik di wilayah Indonesia. Sehingga pemerintah dapat cepat tanggap terhadap daerah yang mengalami krisis listrik di Indonesia.Proses desain kapal dimulai dari studi literatur dan penentuanoutput daya listrik kapal menggunakan informasi kondisi kelistrikan Nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia.Didapatkan daya listrik kapal yang didesain yaitu 144 MW. Kemudian mencari ukuran utama kapal. Setelah itu dilakukan perhitungan teknis berupa perhitungan berat, trim, freeboard, dan stabilitas.Ukuran utama yang didapatkan adalah Lpp =150 m; B =31 m; H =16 m; T =4,9 m. Dari data tersebut kemudian dibuatLines Plan dan General Arrangement.
Desain Livestock Carrier Rute Makassar - Jakarta Untuk Menyuplai Kebutuhan Sapi di Jakarta dan Sekitarnya Muhammad Ulul Fikri
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.891 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16979

Abstract

Konsumsi daging sapi di DKI Jakarta yang meningkat menyebabkan kebutuhan akan sapi terus bertambah. Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah sentra peternakan sapi yang saat ini perkembangan peternakan sapinya mulai meningkat. Hal ini membuat Sulawesi Selatan dapat dijadikan daerah untuk memasok sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi untuk daerah Jakarta dan Sekitarnya. Namun sarana transportasi laut untuk komoditas ternak sapi yang menghubungkan Sulawesi Selatan – DKI Jakarta masih kurang memadai. Livestock Carrier dapat sepenuhnya menggantikan kapal kargo dan kapal kayu kapasitas kecil untuk mengangkut kebutuhan sapi antar pulau karena kapal ini dapat mengangkut sapi dalam jumlah banyak. Selain itu Livestock Carrier dilengkapi sistem sanitasi yang baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sapi selama proses pengangkutan. Pada Tugas Akhir ini didesain sebuah Livestock Carrier yang mengangkut ternak sapi. Kapasitas muatan kapal didapat dengan menggunakan data dari kebutuhan daging sapi di daerah Jakarta dan Sekitarnya, kemudian dicari deadweight dan ukuran utama dari kapal. Dengan ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan analisis hidrostatik dan stabilitas, lalu dibuat desain sistem sanitasi, Rencana Garis dan Rencana Umum. Lalu didapatkan kapal dengan payload 1020 ekor ternak sapi dan dengan ukuran utama Lpp: 107,5 m; B: 18,0 m; H: 8,0 m; T: 4,2 m; dengan rute Pelabuhan Soekarno – Hatta di Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.
Desain Floating Resort sebagai Penunjang Pariwisata di Perairan Kepulauan Seribu Alfian Ibnu Salim
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.527 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17005

Abstract

Kawasan Kepulauan Seribu berpotensi besar untuk dijadikan pengembangan wisata bahari mengingat letaknya yang dekat dengan ibu kota negara, yaitu DKI Jakarta. Beberapa pulau di kawasan Kepulauan Seribu pun telah dikembangkan menjadi tempat wisata. Jumlah kunjungan wisata setiap tahun terus meningkat. Pada tahun 2013 tercatat sebanyak 1,500,504 orang dan pada tahun 2014 tercatat sebanyak 3.030.639 orang. Namun, peningkatan jumlah wisatawan tidak diikuti dengan adanya peningkatan fasilitas penginapan sehingga beberapa wisatawan yang ingin menginap tidak mampu ditampung. Floating resort merupakan suatu gagasan desain bangunan terapung dengan lambung katamaran sebagai solusi untuk menunjang kegiatan pariwisata di perairan Kepulauan Seribu. Bentuk lambung katamaran memiliki beberapa keunggulan dibandingkan monohull terutama dari segi stabilitas yang bisa memengaruhi kenyamanan penumpang. Dalam mendapatkan ukuran utama desain floating resort ini dilakukan dengan metode penyelesaian lengkap total ship design element yang digabungkan dengan metode desain berdasarkan dimensi, luasan, dan volume ruang yang direncanakan. Selanjutnya dilakukan desain rencana garis dan rencana umum sebagai acuan untuk melakukan analisis teknis, seperti displacement dan berat kapal, stabilitas, dan perhitungan freeboard. Akhirnya didapatkan desain floating resort dengan payload 200 penumpang beserta 80 crew, serta ukuran utama L = 91,94 m, B = 26,15 m, T = 5,78 m, D = 10,3 m, CB = 0,756. Setelah itu dilakukan analisis ekonomis sehingga didapatkan hsrgs floating resort sebesar Rp 18.969.539.711,08.
Perancangan Aplikasi Berbasis Komputer untuk Proses Manajemen Mutu pada Pembangunan Kapal Baru Renny Rahmadi Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.641 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17023

Abstract

Manajemen mutu di galangan kapal saat ini belum dilaksanakan dengan sistematis. Hasil proses pemeriksaan pembangunan kapal baru, masih disimpan di dalam lemari dan folder–folder komputer secara terpisah. Manajemen pemeriksaan belum didukung dengan sistem yang mempermudah pihak Galangan, Owner Surveyor, Class dan State Regulator dalam pengawasan, pencarian, review, evaluasi dan pelaksanaan pemeriksaan. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang aplikasi berbasis komputer dalam membantu pelaksanaan manajemen mutu pada pembangunan kapal baru yang lebih baik. Pertama, dilakukan observasi sistem manajemen mutu di galangan kapal, diambil sebagai sampel adalah Galangan PT. PAL Indonesia. Kedua, ditentukan parameter–parameter yang diperlukan dalam aplikasi manajemen mutu. Ketiga, dilakukan perancangan aplikasi manajemen mutu berdasarkan parameter–parameter aplikasi. Parameter–parameter di dalam aplikasi diidentifikasi selama tahapan pembangunan kapal, proses, komponen kapal dan dokumen kapal, serta item pemeriksaan dan standar pemeriksaan. Software yang digunakan untuk perancangan aplikasi adalah kombinasi bahasa pemograman PHP, text editor Sublime Text 2 dan database MySQL. Aplikasi berbasis komputer yang dirancang dapat membantu pelaksanaan manajemen mutu dalam pengawasan, pencarian, review, evaluasi dan pelaksanaan pemeriksaan. Setelah aplikasi dibuat, dilakukan uji perbandingan sistem dan uji verifikasi, didapatkan hasil bahwa aplikasi lebih baik dibandingkan dengan sistem eksisting yang secara perseorangan dijalankan di galangan kapal.