Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
Perencanaan Sistem Penanganan Bagasi Pada Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya
Windy Ariesna Wardhani;
Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.348 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17734
Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya memberikan pelayanan jasa kebandarudaraan dengan menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keamanan pengguna jasa. Salah satu komponen terpenting dalam memberikan pelayanan pada pengguna jasa adalah sistem penanganan bagasi. Sistem penanganan bagasi di Terminal 2 Juanda masih menggunakan manual, Untuk mengetahui penanganan bagasi pada terminal 2 saat ini diperlukan beberapa peninjauan langsung untuk mengetahui berapa jumlah arus pergerakan bagasi, dan bagaimana kinerja penanganan bagasi eksisting pada terminal 2 Bandara Juanda. Tugas akhir ini menganalisis kinerja penanganan bagasi eksisting di terminal 2 serta merencanakan penanganan bagasi dengan hold baggage screening. Hold Baggage Screening merupakan integrasi lengkap antara Bagasi Sistem Penanganan Conveyor dan Mesin Xray terletak pada satu garis, mesin xray berguna untuk mendeteksi keamanan pada bagasi namun tetap berada belt conveyor. Hasil menunjukkan bahwa pergerakan yang berangkat melalui terminal 2 adalah 6.840 pax, 57 flights, dan 4.419 bags, waktu minimal yang dibutuhkan memroses bagasi setelah check in sampai ke pesawat 76 menit 53detik dan maksimal 115 menit 27 detik. Rata-rata bagasi yang dibawa setiap penumoang adalah 2 buah. Luas area penanganan bagasi pada terminal 2 adalah 585 m² dengan kemampuan menangani bagasi sebanyak 403 bags/jam. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pada terminal 2 disarankan menggunakan sistem penanganan bagasi otomatis dan untuk dapat menerapkan system penanganan bagasi otomatis dengan hold baggage screening diperlukan conveyor inline dan mesin hold baggage screening.
Analisa Pengaruh Fraksi Massa Terhadap Sifat Akustik Dan Kekuatan Lentur Pada Pembuatan Komposit
Erdinanto Eko Ahaddin;
Mohammad Farid;
Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.572 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18220
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa material komposit polyurethane berpenguat serat bambu untuk penyerapan suara pada bagian door panel kendaraan. Permasalahan yang dikaji untuk mengetahui nilai koefisien absorpsi suara, kekuatan tarik serta kekuatan lentur dengan membandingkan variasi komposisi serat dengan matriksnya menggunakan metode hand lay up. Komposisi fraksi massa serat yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%. Tujuannya untuk mendapatkan nilai koefisien absorpsi suara terbaik serta sifat mekanik yang baik. Metode yang digunakan berdasarkan standartd ASTM E 1050, ASTM D790, ASTM D3039. Dari hasil pengujian didapatkan nilai koefisien absorpsi suara, kekuatan lentur dan Tarik tertinggi secara berturut turut, 0.435 pada frekuensi 4000 Hz, 19.142 Mpa, 0.8 Mpa Nilai tertinggi ini didapatkan pada komposit dengan presentase 15%B-85%PU.
Pengaruh Proses Alkali dan Fraksi Massa Serat Terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik pada Komposit Polyurethane/Coir Fiber
Yusuf Sultoni;
Mohammad Farid;
Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18230
Penggunaan material komposit dewasa ini kian meningkat di segala bidang kehidupan. Komposit berpenguat serat banyak diaplikasikan pada alat-alat yang membutuhkan material yang mempunyai dua sifat dasar yaitu kuat namun juga ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses alkali dan fraksi massa serat terhadap sfat fisik dan sifat mekanik pada komposit Polurethane/Coir Fiber. Penelitian ini menggunakan komposit yang terbuat dari Polyurthane berpenguat serat kelapa dengan variasi perlakuan alkali dan tanpa perlakuan alkali. Perlakuan alkali dilakukan dengan cara perendaman pada larutan NaOH 1M selama 24 jam. Sementara variasai fraksi adalah 2,5%, 5% dan 7,5%. Sifat mekanik yang diuji adalah kekuatan bending, sedangkan sifat fisik yang diuji adalah densitas dari komposit. Kekuatan bending tertinggi terdapat pada Polyurethane murni (50PPI:50PPG). Sedangkan proses alkali akan menyebabkan kekuata bending lebih tinggi. Penambahan serat akan menyebabkan densitas komposit menjadi lebih tinggi dan proses alkali akan menyebabkan densitas lebih tinggi.
Pengaruh Tingkat Kekompakan Ruang (Urban Compactness) terhadap Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca pada Sektor Energi Bidang Transportasi di Kota Malang
Indah Wahyuning Prihastuty
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.676 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18397
Kota Malang adalah kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, hal tersebut mengakibatkan adanya gejala urban sprawl yang berdampak pada pertambahan panjang perjalanan yang dibutuhkan. Peningkatan panjang perjalanan tersebut juga berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan dan konsumsi energinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh bentuk kota (kekompakan ruang) terhadap emisi yang dihasilkan. Analisis dilakukan dalam 3 tahap, tahap pertama mengelompokkan tingkat kekompakan ruang kota malang, tahap kedua menghitung tingkat emisi pada tiap kelompok kekompakan ruang, tahap ketiga melakukan pemodelan regresi linier berganda untuk meneliti pengaruh kekompakan ruang terhadap tingkat emisi. Berdasarkan hasil penelitian, Kota Malang dibagi menjadi 3 kelompok kekompakan ruang yaitu tinggi, sedang dan rendah. Tingkat emisi pada kelompok kekompakan tinggi adalah 19,7 Kg CO2 , kekompkan sedang adalah 25,9 Kg CO2 dan kekompakan rendah adalah 26 Kg CO2. Perbedaan tingkat kekompakan ruang mempengaruhi perbedaan tingkat emisinya. Hasil permodelan dengan regresi linier berganda, diperoleh Y = 6.167.233,715 + 42.771,992 (kepadatan penduduk) – 59.629,983 (kepadatan lahan terbangun) – 9.039.849,863 (keragaman guna lahan). Dari hasil tersebut diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kekompakan ruang dengan tingkat emisinya, dimana variabel yang paling berpengaruh adalah indeks keragaman guna lahan.Kata Kunci— Emisi Bidang Energi Sektor Transportasi, Emisi Gas Rumah Kaca (CO2), Kekompakan Ruang.
Pengurangan Panjang Perjalanan Siswa Ke Sekolah Melalui Rayonisasi Sekolah Dasar Di Kota Surabaya
Ayu Tarviana Dewi;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.047 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18640
Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua yang memiliki fasilitas pendidikan yang memadai. Pada tahun 2012 tercatat bahwa total pergerakan dengan maksud sekolah berada di urutan kedua dengan nilai sebesar 18,31% setelah pergerakan dengan maksud bekerja. Fasilitas pendidikan jenjang sekolah dasar seharusnya berada dalam satu neighborhood unit dengan radius pelayanan antara 400-800 m (walkable distance). Namun faktanya pemilihan sekolah tidak berdasarkan tempat tinggal atau berada di luar radius pelayanannya sehingga panjang perjalanan siswa SD menjadi lebih panjang dari yang seharusnya. Hal ini berkaitan dengan adanya fenomena pergeseran preferensi para orang tua dalam memilih fasilitas pendidikan. Fenomena SD favorit dan non favorit yang dikaitkan dengan citra dari SD tersebut akan membuat SD favorit mayoritas diisi oleh siswa yang berasal diluar wilayah yang seharusnya menerima jangkauan pelayanannya. Oleh karena itu diperlukan sebuah kajian terkait pengurangan panjang perjalanan siswa ke sekolah melalui rayonisasi sekolah dasar di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola rayonisasi sekolah dasar yang dapat mengurangi panjang perjalanan siswa ke sekolah di Kota Surabaya. Tujuan tersebut dicapai melalui 3 tahapan yang telah disusun sebelumnya. Tahapan pertama adalah mengidentifikasi rata-rata panjang perjalanan siswa sekolah dasar di Kota Surabaya dengan teknik analisis statistik deskriptif, kemudian tahapan kedua adalah menentukan pola rayonisasi melalui pembentukan kluster sekolah dasar di Kota Surabaya dengan teknik grouping analysis pada software ArcGIS. Tahapan terakhir adalah menghitung rata-rata pengurangan panjang perjalanan berdasarkan pola rayonisasi yang telah dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata panjang perjalanan siswa di Kota Surabaya sebesar 1585 m sehingga panjang perjalanan siswa SD di Kota Surabaya telah melebihi jarak walkable distance yakni 800 m. Rata-rata panjang perjalanan siswa yang melebihi jarak walkable distance terjadi di tengah kota artinya pergerakan dengan maksud bersekolah pada tingkat sekolah dasar cenderung bergerak ke tengah kota. Pada tahapan kedua jumlah kluster yang dihasilkan sebanyak 68 kluster. 68 kluster tersebut memiliki jumlah anggota dan jangkauan pelayanan yang bervariasi. Rayon yang berada di tengah Kota Surabaya cenderung memiliki jangkauan pelayanan yang lebih kecil dibandingkan dengan luas rayon yang berada di pinggiran Kota Surabaya. Rayon yang telah terbentuk terbukti optimal berdasarkan uji statistik berupa nilai Pseudo F yang meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kluster yang terbentuk. Berdasarkan hasil rayonisasi, diperoleh rata-rata pengurangan panjang perjalanan siswa yang signifikan sebesar 1094 m.
Pengaruh NiCrAlY, Ni/Cr2O3/CrxCy Sebagai Variasi Bond Coat Dengan Penambahan Lapisan Al2O3 dan YSZ Pada Inconel 625 Terhadap Struktur Mikro Lapisan Menggunakan Metode Flame Spraying
Aprian Immanuel;
Hariyati Purwaningsih;
Sigit Tri Wicaksono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (769.12 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18751
Thermal Barrier Coating (TBC) berfungsi untuk mengurangi temperatur substrat serta meningkatkan daya tahannya terhadap korosi dan oksidasi. Pada penelitian ini, digunakan flame spraying dari variasi bond coat (Ni-Cr-Al-Y), (Ni/CrO3/CrXCY) dan tanpa bond coat serta melapisi kembali lapisan bond coat dengan Al2O3 dan ZrO2 – 8%Y2O3 sebagai Thermal Barrier Coating untuk diteliti pengaruhnya terhadap struktur mikro lapisan yang terbentuk. Hasil flame spray diamati dengan SEM pada variasi bond coat NiCrAlY ditemukan beberapa serbuk dari material top coat dengan beberapa kondisi yaitu meleleh (melted), meleleh sebagian (semi melted), dan tidak meleleh (unmelted). Ditemukan poros yang merata hampir di seluruh permukaan sampel dan munculnya pengintian retak. Perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan ada pada persebaran setiap unsur di setiap spesimen, dan lapisan oksida yang terbentuk pada seluruh variasi bond coat
Penentuan Skema Negosiasi Tarif Jasa Giling Clinker menjadi Semen dari Perspektif Produsen Semen dan Pemilik Grinding Plant
Mira Ammalia Perdana Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.722 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18858
Keseluruhan proses produksi semen dapat diolah oleh full plant. Proses yang bisa dilaksanakan terpisah merupakan pengolahan dari clinker menjadi semen menggunakan grinding plant. Konsumsi semen nasional diproyeksikan akan meningkat, sehingga Perseroan berencana menyelesaikan proyek pembangunan grinding plant di Cigading, Banten untuk mempertahankan pangsa pasar. Grinding plant yang pernah dibangun dikelola oleh Perseroan. Namun, investasi grinding plant dipengaruhi banyak faktor ketidakpastian sehingga memiliki risiko tinggi. Untuk meminimumkan risiko dan memenuhi kebutuhan pendanaan investasi grinding plant melalui dana eksternal (pihak ketiga) bagi Perseroan, muncul sebuah usulan skema bisnis dimana grinding plant dikelola oleh pihak ketiga sehingga muncul profil skema negosiasi yang menghasilkan transaksi berupa tarif jasa giling semen. Penelitian akan membantu Perseroan dan Pihak Ketiga menentukan profil skema negosiasi yang sesuai melalui perspektif manfaat ekonomis keberadaan grinding plant bagi kedua belah pihak. Range skema negosiasi tarif yang feasible bagi kedua belah pihak terletak pada Rp 304.000,- hingga Rp 328.000,- dengan titik keseimbangan Rp 328.000,-/ton semen. Titik keseimbangan merupakan salah satu pertimbangan dalam penentuan tarif jasa giling semen yang sebaiknya diambil. Pergeseran tarif tergantung dari pihak mana yang mau mengalah dengan memperoleh nilai manfaat ekonomis (NPV) lebih sedikit dibandingkan dengan pihak lainnya.
Studi Kelayakan Pembangunan Fly Over di Simpang Gedangan Sidoarjo Ditinjau dari Segi Lalu Lintas dan Ekonomi Jalan Raya
Nanang Firmansyah;
Istiar Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.96 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18895
Kemacetan lalu lintas adalah masalah umum di Sidoarjo, terutama pada persimpangan Gedangan yang merupakan kawasan industri. Penyebabnya adalah lalu lintas yang padat, terutama pada jam puncak dan adanya perlintasan kereta api di Jalan Sedati. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dibangun jembatan layang (flyover) di persimpangan Gedangan. Sebelum jembatan layang (flyover) dibangun, perlu meninjau studi kelayakan terhadap kinerja lalu lintas dan jalan raya ekonomi. Studi kelayakan yang didasarkan pada kinerja lalu lintas, adalah untuk membandingkan derajat kejenuhan jalan sebelum dan sesudah jembatan dibangun. Sementara studi kelayakan yang didasarkan pada jalan raya ekonomi, ditinjau dari parameter BCR (rasio nilai sekarang manfaat dengan biaya) dan NPV (selisih nilai sekarang antara manfaat biaya) dari konstruksi flyover Gedangan. Metode yang digunakan untuk analisis kinerja lalu lintas, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Dan untuk metode yang digunakan kendaraan analisis biaya operasi, metode Jasa Marga dan metode Clarkson H. Oglesby & R. Gary Hicks. Dengan pembangunan jembatan, derajat kejenuhan berkurang dari 1,4 ke 0,7 untuk arah Surabaya - Sidoarjo, dan sementara derajat kejenuhan dalam arah yang berlawanan berkurang dari 1,39 ke 0,7. Jadi pembangunan flyover tersebut layak, ditinjau dari kinerja lalu lintas. Sedangkan perhitungan analisis kelayakan ekonomi, diperoleh nilai BCR adalah 24 dan Net Present Value adalah 2.140.715.260.868. Sehingga, pembangunan flyover Gedangan persimpangan Sidoarjo adalah layak secara ekonomis.
PERENCANAAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN JALAN TOL PANDAAN-MALANG DENGAN JENIS PERKERASAN LENTUR
Muhammad Bergas Wicaksono;
Istiar Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.981 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19021
Dengan terus meningkatnya perekonomian di wilayah Jawa Timur terutama perekonomian di dua kota besar yaitu kota Surabaya dan Malang, maka mobilitas atau pergerakan barang dan jasa antara kedua wilayah inipun semakin meningkat. Hal itu tentu menuntut akan adanya perkembangan di segi fasilitas transportasi yang menghubungkan kedua kota ini. Salah satu bagian jalur yang menghubungkan kota Surabaya dan kota Malang adalah jalur Pandaan-Malang. Jalur ini adalah jalur yang vital dikarenakan banyak kendaraan berat, kendaraan umum seperti bis, serta mobil penumpang yang melewati jalur ini karena jalur ini merupakan jalur utama dan merupakan jalur tercepat untuk menuju kota Surabaya jika dari kota Malang. Oleh karena itu diperlukan adanya jalur alternatif yang menghubungkan Malang-Pandaan dan dipilih jalan tol sebagai jalur alternatif. Tugas akhir ini berisi tentang penilaian trase alternatif terhadap trase rencana jalan tol milik Bina Marga, perencanaan geometrik, perencanaan tebal perkerasan jalan, kebutuhan akan fasilitas jalan tol, serta besarnya volume pekerjaan. Perencanaan geometrik dilakukan berdasarkan “Tata Cara Perencanaan geometrik Jalan Antar Kota tahun 1997” sedangkan untuk perencanaan tebal perkerasan berdasarkan “Manual Desain Perkerasan Jalan tahun 2013” serta “Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen tahun 1987”. Perencanaan geometrik dan perhitungan volume bahan dan volume cut and fill pada tugas akhir ini dilakukan dengan bantuan software Autocad Civil 3D 2016. Dari hasil perencanaan jalan tol ini didapatkan panjang jalan tol 39,523 km dengan 14 PI dan PPV sebanyak 168. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan adalah sebesar 20 cm untuk lapisan surface dengan bahan Laston MS= 744 kg, 20 cm untuk lapisan pondasi atas dengan bahan batu pecah kelas A, serta 10 cm untuk lapisan pondasi bawah dengan bahan sirtu kelas A. Volume timbunan didapatkan sebesar 11.720.504,65 m3 dan volume galian didapatkan sebesar 2.022.332,38 m3.
Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG) untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia Bagian Timur
Made Arya Satya Dharma Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.717 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19120
Indonesia merupakan negara yang memiliki gas alam yang melimpah, namun kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan listrik di Indonesia yang sekarang sedang dalam krisis terutama di Indonesia Timur. Salah satu penyebab krisis tenaga listrik yang terjadi di Indonesia adalah tingginya nilai harga bahan bakar minyak, dimana High Speed Diesel Oil merupakan bahan bakar utama bagi pembangkit listrik di Indonesia. Gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dapat menjadi solusi alternatif bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.Studi kali ini bertujuan untuk pemanfaatan gas alam cair (LNG) untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia Timur dengan menentukan pola distribusi LNG dengan menggunakan Blok Masela sebagai sumber LNG dan menggunakan kapal untuk mendistribusikannya. Terdapat 39 pembangkit yang tersebar di 4 pulau yaitu Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Kapal yang digunakan untuk mendistribusikan terdapat 5 kapal dengan ukuran 2500 m3, 7500 m3, 10000 m3, 19500 m3, 23000 m3. Untuk mendapatkan rute distribusi, studi ini menggunakan metode Linear Programing dan dalam Vehicle Routing Problem. Hasil optimasi pada distribusi ini adalah rute dan kapal yang optimal / terbaik dengan biaya ekonomi yang minimal.Dari hasil penelitian ini pembangkit akan dibagi menjadi 5 cluster dimana terdapat 5 rute yang terpilih dengan menggunakan 6 kapal yaitu 5 kapal ukuran 2500 m3 dan 1 kapal dengan ukuran 7500m3. Biaya total yang diperlukan dalam mendistribusikan LNG sebesar US$ 111,863,119.15 untuk Opex dan US$ 283,967,000.00 untuk Capex. Hasil dari kajian ekonomi menunjukan bahwa margin penjualan yang terpilih adalah antara US$ 3.5 sampai US$ 3.9 dengan payback period selama 6.8 – 4.7 tahun tahun dari waktu operasi 20 tahun.