cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Keterkaitan Karakteristik Pergerakan di Kawasan Pinggiran Terhadap Kesediaan Menggunakan BRT di Kota Palembang Dian Nur 'afalia; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.119 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24840

Abstract

Kota Palembang merupakan salah satu kota berkembang dengan permasalahan transportasi yang cukup besar. Salah satu wilayah dengan permasalahan transportasi adalah Kecamatan Alang-Alang Lebar. Kecamatan Alang-Alang Lebar berdasarkan fisik dan lokasi diidentifikasi sebagai kawasan pinnggiran Kota Palembang. Permasalahan transportasi di wilayah pinggiran adalah peningkatan penggunaan kendaraan pribadi menuju pusat Kota Palembang. Dari permasalahan tersebut terdapat potensi penggunaan BRT dari wilayah pinggiran. Untuk itu, perlu diketahui keterkaitan antara potensi penggunaan BRT dengan karakteristik masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode analisa Crosstab dengan melihat keterkaitan antara karakteristik pergerakan yaitu asal pergerakan, maksud pergerakan, jarak perjalanan dan moda yang digunakan dengan kesediaan masyarakat menggunakan BRT. penelitian menunjukan bahwa  bahwa tidak ada keterkaitan antara asal pergerakan, maksud pergerakan dan moda yang digunakan dengan kesediaan masyarakat menggunakan BRT. Kesediaan menggunakan BRT memiliki keterkaitan yang signifikan dengan karakteristik lama perjalanan dari wilayah pinggiran menuju pusat kota..
Analisis Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor Berdasarkan Zona Water Content di Olak Alen Kecamatan Selorejo, Blitar Maulidah Aisyah; Widya Utama; Wien Lestari
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.667 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24902

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor yaitu adanya zona water content atau zona tersaturasi air dimana terdapat kondisi terakumulasinya air pada suatu lapisan tanah yang sukar meloloskan air. Kondisi tersebut dapat diketahui dengan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger karena dapat menerjemahkan kondisi bawah permukaan secara horizontal maupun lateral dengan baik berdasarkan nilai resistivitas. Nilai zona water content yang terlihat yaitu antara 4,39 – 9,29 Ωm. Berdasarkan peta rawan bencana yang telah dibuat, faktor penyebab terjadinya tanah longsor adalah curah hujan, tutupan lahan, dan kelerengan. Hasil pemetaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Kecamatan Selorejo merupakan salah satu daerah yang kerawanan longsornya bernilai sedang, yakni diantara 24,03.
Arahan Pengembangan Sentra Industri Alas Kaki di Kelurahan Kemasan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal Azizah Faridha Elisa; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.17 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24911

Abstract

Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi dalam kegiatan industri pengolahan yang berperan dalam pengembangan wilayahnya khususnya pembangunan ekonomi. Pada tahun 2015 industri pengolahan memegang peranan ekonomi sebesar 49,46% dengan salah satu sub sektornya yaitu industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang menyumbang sebesar 1.587.973,1 juta rupiah. Salah satu kecamatan yang bergerak dalam industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki adalah Kecamatan Krian yaitu dengan adanya sentra industri alas kaki yang terletak di Kelurahan Kemasan. Namun keberadaan industri alas kaki di Kemasan ini masih lemah dalam aspek pemasaran selain itu terbatasnya modal, pengolahan yang sederhana dan kurangnya kemitraan usaha, tidak berfungsinya KUB Mojosantren serta kurangnya fasilitas penunjang yang menjadi penghambat berkembangnya industri ini, sehingga dari beberapa masalah tersebut maka diperlukan suatu pendekatan pembangunan untuk mengembangkan potensi lokal yaitu pendekatan pengembangan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik, di dalamnya menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menghasilkan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan sentra industri alas kaki di Kelurahan Kemasan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan metode confirmatory factor analysis, antara lain yaitu ketersediaan bahan baku lokal, jenis bahan baku lokal, asal perolehan bahan baku, jumlah tenaga kerja lokal, kualitas tenaga kerja lokal, jumlah produksi, inovasi produk, teknologi, modal, jaringan jalan, jaringan listrik, persampahan, peran pemerintah, swasta dan masyarakat, koperasi, kerjasama antar stakeholder, permintaan pasar serta strategi pemasaran.
Timbulan dan Reduksi Sampah di Kecamatan Sukun Kota Malang Siti Sholikah; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.65 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24934

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan salah satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius karena jumlah timbulan sampah yang senantiasa meningkat. Komposisi sampah perlu diketahui untuk menentukan pengelolaan sampah, salah satu pengelolaan sampah yakni reduksi sampah. Besarnya timbulan sampah dapat dikurangi dengan melakukan reduksi sampah disumber, salah satunya melalui Bank Sampah. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan timbulan sampah dan komposisi sampah. Kecamatan Sukun dipilih karena memiliki jumlah Bank Sampah paling banyak di Kota Malang yakni 82 unit Bank Sampah. Skenario yang digunakan yaitu skenario pengumpulan sampah melalui TPS (kondisi tidak ideal), pengumpulan sampah oleh Bank Sampah (kondisi eksisting), pengumpulan sampah oleh Bank Sampah eksisting dan sektor informal, pengumpulan sampah oleh Bank Sampah optimasi dan sektor informal. Data primer dan sekunder berupa timbulan sampah, komposisi sampah, kondisi eksisting Bank Sampah, dan reduksi dari Bank Sampah. Data primer didapatkan melalui sampling di TPS dan kuisoner di Bank Sampah. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Kantor Kecamatan Sukun, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, BPS Kota Malang, dan Bank Sampah Malang. Kecamatan Sukun memiliki Laju timbulan sampah rumah tangga sebesar 0,4 kg/orang.hari. Laju timbulan sampah dengan area Bank Sampah sebesar 0,33 kg/orang.hari. Komposisi sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dari, dapat dikomposkan 67,82%, plastik 8,82%, kertas 10,88%, kain 1,26%, logam 1,27%, kayu 0,9%, kaca 0,1%, diapers 5,42%, B3 1,3%, karet 0,1% dan lainnya 0,1,92%. Reduksi dari Bank Sampah dapat mengurangi timbulan sampah sebesar 0,14 kg/orang/hari. Timbulan sampah tanpa adanya Bank Sampah di Kecamatan Sukun Sebesar 66,6 ton/hari, dengan adanya Bank Sampah timbulan sebesar 65,9 ton/hari.
Penentuan Prioritas Pengembangan Kawasan Transit Stasiun Gubeng dengan Konsep Transit Oriented Development Virta Safitri Ramadhani; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.45 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24950

Abstract

Stasiun Gubeng merupakan stasiun utama di Kota Surabaya yang memiliki peranan besar dalam melayani perjalanan kereta jarak jauh di pulau Jawa dan kereta komuter Surabaya-Sidoarjo. Adanya kebijakan pengembangan Kota Surabaya, menjadikan kawasan di sekitar lokasi transit Stasiun Gubeng menjadi salah satu kawasan yang akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Pembangunan sarana dan prasarana yang mengarah pada komponen TOD sudah dilakukan di kawasan transit Stasiun Gubeng. Namun, pembangunan tersebut belum terintegrasi antar komponen dan belum dapat segera teruwujud untuk mengarah ke bentuk kawasan TOD. Sehingga diperlukan penentuan prioritas dalam pelaksanaan pengembangan di kawasan transit agar dapat terintegrasi dan mendukung percepatan realisasi pengembangan TOD di kawasan Stasiun Gubeng. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat ditentukan prioritas pengembangan dalam rangka mewujudkan kawasan transit Stasiun Gubeng dengan konsep TOD.
Analisis Jaringan Sosial Pariwisata di Kampung Pesisir Bulak Surabaya Dea Nusa Aninditya; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24958

Abstract

Berdasarkan RTRW Kota Surabaya tahun 2014-2034 dan RZWP3K Tahun 2012-2032, Kecamatan Bulak meliputi Kelurahan Kenjeran dan Kelurahan Bulak di kawasan kaki Suramadu diarahkan dengan fungsi utama sebagai kawasan wisata bahari/laut, pengembangan pariwisata alam dan buatan, dan permukiman nelayan. Adanya pembangunan fisik kawasan Pariwisata di Kampung Pesisir Bulak dan sekitarnya masih memyebebkan masalah non-fisik yang ditimbulkan dari adanya hubungan atau peran aktor dalam pengembangan kawasan pariwisata yang belum optimal. Untuk itu diperlukan pengembangan berbasiskan Jaringan Sosial dalam melihat hubungan dan kesinambungan antar peran dalam menyelesaikan masalah terkait pengembangan wisata di Kampung pesisir Bulak dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan Social Network Analysis (SNA) dalam menganalisis hubungan yang terjadi antar pihak yang berpengaruh dari kelompok pemerintah maupun kelompok organisasi masyarakat. Dalam melakukan Social Network Analysis (SNA) mengacu pada perhitungan Degree of Centrality, Closeness Centrality dan Betweenness Centrality dari setiap aktor yang teridentifikasi. Kemudian dari hasil analisis menunjukkan bahwa Dinas Pertanian bidang Perikanan dan Badan Perencana Pembangunan Kota Surabaya merupakan pihak yang memiliki nilai centrality tertinggi sehingga memiliki peran yang besar dalam pengembangan pariwisata kampug pesisir Bulak Surabaya.
Faktor Pemilihan Lokasi Apartemen Berdasarkan Preferensi Pemerintah di Surabaya Metropolitan Area Erisa Nur Agmelina; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.959 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24967

Abstract

Pembangunan apartemen di Surabaya Metropolitan Area merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Secara harfiah apartemen yang mendukung konsep urban compactness mayoritas dibangun di pusat perkotaan. Namun, perkembangan apartemen saat ini cenderung menyebar. Berdasarkan penelitian terdahulu pengembang belum memperhatikan preferensi penghuni dalam pembangunan apartemen sehingga apartemen terbangun bebas mengikuti lahan yang dimiliki oleh pengembang. Selain itu, pemerintah belum memiliki regulasi spesifik mengenai pengaturan lokasi apartemen namun pemerintah tetap memberikan peluang besar terhadap pembangunan apartemen. Hal tersebut menunjukkan bahwa belum ditemukan adanya faktor preferensi mengenai penentuan lokasi apartemen yang sama-sama disetujui oleh ketiga stakeholders yaitu pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan faktor prioritas dalam menentukan lokasi pembangunan apartemen di Surabaya Metropolitan Area berdasarkan preferensi pemerintah. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis yaitu Analytic Network Process dan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah faktor pemilihan lokasi apartemen yang disetujui oleh pemerintah yaitu jarak ke jalan utama, kesesuaian dengan RTRW, harga lahan, dan jarak ke pusat pelayanan kota.
Analisis Keterkaitan Wilayah Peri Urban di Kabupaten Gresik dengan Wilayah Desa-Kota di Sekitarnya Kartika Dwi Ratna Sari; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.992 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24971

Abstract

Wilayah peri urban merupakan wilayah dinamis yang akan terus mengalami perkembangan. Pada wilayah peri urban Gresik yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya dan Kota Gresik yaitu Kecamatan Cerme, Kecamatan Menganti, dan Kecamatan Driyorejo memiliki tipologi peri urban yang menunjukkan tingkat kekotaan maupun kedesaan. Tipologi wilayah peri urban tersebut dapat digunakan untuk melihat interaksi yang terjadi dengan wilayah kota maupun desa sehingga mempengaruhi perkembangan wilayah peri urban. Perkembangan tersebut dapat menimbulkan perkembangan dan pembangunan wilayah yang tidak terarah dan terkendali. Hal ini dikarenakan wilayah peri urban memiliki keterkaitan yang begitu besar dengan aspek kehidupan kota maupun desa. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterkaitan wilayah peri urban Gresik dengan wilayah kota dan desa dilihat dari keterkaitan fisik, ekonomi, dan sosial. Teknik analisa yang digunakan adalah Analytical Network Process (ANP) yaitu metode pembobotan yang digunakan untuk mendapatkan perbandingan relatif sehingga diperoleh faktor keterkaitan yang berpengaruh terhadap tipologi wilayah peri urban yang terbentuk. Hasil akhir dari penelitian ini didapatkan bahwa pada masing-masing tipologi peri urban meliputi rural peri urban, peri urban sekunder, dan peri urban primer memiliki faktor pembentuk keterkaitan yang berbeda. Pada rural peri urban, hubungan keterkaitan yang terbentuk cenderung dengan wilayah desa. Untuk peri urban sekunder dan peri urban primer, hubungan keterkaitan yang terbentuk sebagian besar telah dipengaruhi oleh kota.
Penentuan Kawasan Agropolitan berdasarkan Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura di Kabupaten Malang Chikita Yusuf Widhaswara; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.687 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25000

Abstract

Kabupaten Malang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur memiliki potensi cukup besar di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan memberikan kontribusi terhadap PDRB. Subsektor pertanian, peternakan, dan jasa pertanian serta subsubsektor tanaman hortikultura memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pada subsubsektor tanaman hortikultura, tanaman buah dan sayur mempunyai nilai produksi komoditas yang tinggi jika dibandingkan dengan tanaman biofarma dan tanaman hias. Oleh karena itu, tanaman buah dan sayur cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Malang. Namun demikian, berdasarkan kondisi eksisting di lapangan menunjukkan bahwa dalam input proses produksinya masih mengalami beberapa permasalahan masih berorientasi terhadap Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan analisis. Pertama, menentukan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang dengan Analisis LQ, DLQ, dan SS. Kedua, menentukan alternatif potensial kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang dengan Analisis Skalogram Guttman. Ketiga, menentukan delineasi kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang dengan Analisis Teknik Overlay (dengan menggunakan bantuan Aplikasi ArcGIS 10.1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang berupa jeruk siam, kentang, dan pisang. Kawasan yang sesuai sebagai kawasan agropolitan berada di Kecamatan Poncokusumo dengan kawasan pengembangan agropolitan berada di Desa Wonomulyo, Argosuko, dan Pajaran.
Penentuan Variabel yang Berpengaruh dalam Penyediaan Air Bersih dengan Konsep Corporate Social Responsibility di Kabupaten Lamongan Inas Yaumi Aisharya; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.535 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25007

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang mengalami krisis air bersih yang terus meluas tiap tahunnya. Terdapat alternatif dalam penyediaan air bersih berupa skema kerjasama konsep Corporate Social Responsibility namun selama ini pelaksanaannya masih belum sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabel yang berpengaruh dalam penyediaan air bersih dengan konsep CSR. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 variabel, terdapat 5 variabel yang berpengaruh, yaitu kebijakan tarif air bersih, jumlah dan debit sumber air bersih, kualitas air bersih, pengelola air bersih, dan pendanaan untuk air bersih. Sedangkan 4 variabel lain yang tidak berpengaruh adalah jumlah penduduk, ukuran wilayah, sarana penyediaan air bersih, dan lokasi sumber air bersih.