cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Identifikasi Pemanfaatan Kawasan Konservasi Mangrove di Wonorejo Surabaya Rizki Ade Pratama; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.77 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25945

Abstract

Pemanfaatan wilayah pesisir memiliki beragam kepentingan dengan ragam kegiatan atau aktivitas yang ada dan akan menimbulkan dampak merugikan apabila terjadi ketidakselarasan dari sebuah sitem lingkungan. Suatu daerah salah satunya Kota Surabaya sendiri perlu mengendalikan dan mengawasi kegiatan dan aktivitas dari kawasan konservasi khususnya mangrove di Wonorejo Surabaya. Kawasan konservasi mangrove sendiri bukan berarti tidak memiliki nilai ekonomi. Banyaknya aktivitas dan kegiatan di kawasan tersebut. Salah satu aktivitas terbesar kawasan tersebut yaitu pariwisata. Dengan adanya kegiatan pariwisata tersebut sangat memungkinkan pengembangan kegiatan dan aktivitas lain berkembang di kawasan tersebut sehingga mengancam sistem lingkungan di kawasan konservasi. Maka dari itu, perlu mengidentifikasi pemanfaatan kawasan konservasi mangrove agar mempermudah kotrol dan pengawasan kawasan tersebut sehingga terjadi keselarasan dari sebuah sistem lingkungan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi pemanfaatan kawasan konservasi mangrove di Wonorejo Kota Surabaya. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui pemetaan manfaat secara spasial dari kawasan konservasi mangrove dengan teknik Participatory Mapping. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat 3 pemanfaatan mangrove yaitu manfaat hasil hutan  ikutan, manfaat perikanan dan manfaat rekreasi dan pariwisata.
Pengembangan Kawasan Wisata Prigi Berdasarkan Konsep Tourism Branding Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.176 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25971

Abstract

Berdasarkan RTRW Kabupaten Trenggalek tahun 2012-2032 jumlah kawasan wisata yang ada di Trenggalek sebanyak 23 kawasan yang terdiri atas 9 kawasan pariwisata dan 14 kawasan pariwisata alam. Salah satunya adalah kawasan wisata Prigi yang didalamnya termasuk 2 pantai yaitu Pantai Prigi dan Pantai Karanggongso, yang terletak di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek merupakan wisata unggulan yang mempunyai banyak potensi dan daya tarik yang dapat menarik wisatawan. Akan tetapi upaya pengenalan kawasan wisata prigi sebagai destinasi unggulan Kabupaten Trenggalek masih terbatas. Di tingkat kabupaten, Trenggalek belum memiliki slogan maupun kampanye kreatif kepariwisataan. Tahapan pertama penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan masalah kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan content analysis. Kemudian merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini berupa arahan pengembangan berdasarkan brand personality, brand positioning, dan brand identififer.
Rancang Bangun Wireless Sensor Network Pada Pendeteksi Dini Potensi Kebakaran Lahan Gambut Menggunakan Banana Pi IoT Hendra Irawan; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.813 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26016

Abstract

Lahan gambut merupakan bagian dari ekosistem yang banyak mengandung bahan organik yang tidak mudah terurai. Seringnya terjadi kebakaran lahan gambut membuat Indonesia kerap menderita kabut asap, sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat mendeteksi potensi terjadinya kebakaran lahan gambut. Telah banyak penelitian tentang hal penanganan masalah tersebut, namun penelitian yang ditawarkan biasanya berupa pendeteksi paska kebakaran lahan gambut. Selain itu banyak teknologi yang ditawarkan mempunyai harga produksi yang mahal dan penggunaan daya yang tinggi. Sistem yang dirancang pada penelitian ini adalah penerapan Wireless Sensor Network menggunakan topologi tree pada pendeteksi dini potensi kebakaran lahan gambut yang diintegrasikan dengan Internet of Things. Menggunakan Arduino sebagai prosesor dari sensor node yang dibuat dan menggunakan Banana Pi sebagai server dari keseluruhan sitem. Sistem ini mengutamakan penanganan sebelum terjadinya kebakaran dengan membaca suhu lingkungan setiap node. Hasil dari sistem keseluruhan dapat dilihat pada tampilan halaman web yang dapat menampilkan informasi suhu permukaan lahan gambut. Jarak optimum peletakan antar node adalah 100m dan kesuksesan membaca GPS mencapai 80%.  
Arahan Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Haryo Prasetyo; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.045 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26034

Abstract

Desa Tulungrejo memiliki potensi lokal yang di miliki kawasan pedesaan. desa ini memiliki keunikan,keaslian, dan sifat khas yang berkaitan dengan kelompok masyarakat berbudaya yang secara hakiki dapat menarik minat pengunjung. Dari potensi-potensi yang ada di Desa Tulungrejo masyarakat dan pemerintah belum memanfaatkan secara optimal untuk dijadikan kawasan desa wisata, sehingga  perlu adannya suatu rumusan arahan guna mengembangkan potensi kawasan desa wisata Tulungrejo Teknik analisa yang di gunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yaitu teknik analisa delphi untuk menentukan faktor pendukung pengembangan desa wisata, analisa deskriptif kualitatif untuk menentukan arahan pengembangan desa wisata tersebut. Hasil dari penelitian ini memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai dengan arahan pengembangan secara spasial dan non spasial.
Perencanaan Drainase Daerah Aliran Sungai Guring, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rachmatika Nurita; Umboro Lasminto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.188 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26337

Abstract

Sungai Guring berada di Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Kecamatan Kalimantan Timur, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dan bermuara di Sungai Martapura. Daerah Aliran Sungai Guring memiliki luas ± 4 km2, dengan panjang alur sungai ± 5 km. Sungai Guring sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan hebat yang semakin memperkecil kapasitas pengaliranya. Besaran badan sungai menjadi hanya sebesar parit atau got bahkan menghilang, karena banyak yang telah berubah menjadi lahan yang di atasnya dibangun pemukiman dan bangunan ruko baik secara berizin aupun tidak berizin (liar). Oleh karena itu, muka air Sungai Guring menjadi tinggi terutama saat musim hujan dan air pasang, sehingga menyebabkan beberapa kawasan pemukiman tergenang. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah genangan di pemukiman tersebut yaitu dengan merencanakan sistem drainase dan restorasi sungai yang mampu menampung limpasan air hujan dan pengaruh pasang-surut air. Untuk itu, dalam tugas akhir ini dilakukan: analisis hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS, analisis hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS, dan analisis pasang surut menggunakan metode British Admiralty. Selanjutnya, dari hasil analisis tersebut, akan dilakukan evaluasi terhadap penampang sungai eksisting. Pada tahap akhir dilakukan perencanaan ulang dimensi penampang sungai dan fasilitas penunjang. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, untuk mengatasi banjir yang ada, direncanakan dimensi saluran tersier berbentuk persegi dengan lebar 1 sampai 3 meter dengan kedalaman hingga 2 meter. Sedangkan saluran sekunder berbentuk persegi dengan lebar 1,5 sampai 5 meter dengan kedalaman hingga 2,5 meter. Sedangkan direncanakan dimensi Sungai Guring yang mencukupi sebesar 46 m di bagian hulu, kemudian semakin ke hilir dimensi saluran bertambah menjadi 50 m dengan kedalaman hingga 3 meter, dengan penambahan tanggul beton pada tepi Sungai Guring.
Evaluasi Kinerja Gedung Menggunakan Base Isolation Tipe High Damping Rubber Bearing (HDRB) Pada Modifikasi Gedung J-Tos Jogjakarta Dengan Perencanaan Analisa Pushover Wiki Andrian; Faimun Faimun; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.853 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26356

Abstract

Base isolation merupakan salah satu alat peredam gempa yang banyak digunakan pada dunia konstruksi, salah satunya pada Gedung J-Tos Jogjakarta. Pada studi ini akan dianalisa  kinerja gedung tersebut dengan melakukan perencanaan gempa pada daerah gempa kecil kemudian hasil analisys tersebut digunakan untuk mendesain bagunan pada daerah gempa kuat dengan menambahkan base isolation tipe high damping rubber bearing (HDRB) pada dasar bangunan selanjutnya dilakukan analisa pushover. Gedung dimodifikasi pada jumlah lantainya yang sebelumnya 6 lantai menjadi 8 lantai. Dari hasil perhitungan analisa struktur. Displacement pada gedung yang menggunakan HDRB lebih besar dari pada gedung yang menggunakan sistem fixed-base yaitu akibat beban gempa dinamik displacement meningkat 66,97% untuk arah x dan 57,53% untuk arah y, Simpangan antar lantai (Δ) pada gedung yang menggunakan HDRB lebih kecil dari pada gedung yang menggunakan sistem fixed-base yaitu akibat beban gempa dinamik Δrata-rata tereduksi 82,52% untuk arah x dan 78,08% untuk arah y, Dari hasil analisa pushover, level kinerja gedung denganisolasi berdasarkan ATC-40, FEMA 356 dan FEMA 400 adalah B (Operational)
Arahan Pengembangan Pariwisata Heritage Terpadu di Kota Madiun Burhanudin Fahmi Fathoni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.417 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26476

Abstract

Kota Madiun merupakan kota yang memiliki peninggalan bangunan cagar budaya baik dari era Kolonial dan peninggalan era Mataraman, yang tersebar di 3 kecamatan yaitu kecamatan Taman, Manguharjo, dan Kartoharjo. Didalam ketiga kecamatan tersebut memiliki potensi, baik di lihat dari artefak yang memiliki nilai sejarah yang tinggi serta budaya kota madiun yang mengakar. Dalam potensi potensi tersebut terdapat permasalahan di mana tidak adanya integrasi dari setiap kawasan cagarbudaya. Integrasi disini digunakan sebagai upaya menjadikan kawasan heritage menjadi kawasan heritage tourism yang terpadu dan saling berkesinambungan. Di tinjau dari peraturan daerah yang belum berjalan dengan ideal dengan memanfaatkan potensi kawasan heritage yang memiliki ciri khas masing masing. Penelitian ini memiliki 3 tahapan analisa. dimana tahap pertama yaitu mengidentifikasi Potensi fisik dan non fisik yang dimiliki kawasan Heritage dengan menggunakan analisis descriptive. Tahap kedua adalah menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan heritage tourism di kota Madiun dengan menggunakan analisis dhelfie. dan tahap ketiga menggunakan analisis triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kota Madiun memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya. Arahan pengembangan kawasan dan pengintegrasian kawasan ditunjang dengan analisa area, serta faktor pendukung pengembangan kawasan heritage kota madiun yang di bedakan menjadi dua cluster, yaitu cluster era kolonial dan cluster Islam. Sementara output dalam analisa dibedakan menjadi 2, yakni arahan makro dan mikro. Arahan pengembangan kawasan sebagai wisata heritage secara mikro adalah pembagian area pengembangan kegiatan wisata menjadi 3 area, antara lain area inti, area pendukung langsung, dan area pendukung tidak langsung. Hasil analisis area tersebut, area inti pada cluster era kolonial berada pada koridor jalan pahlawan dengan patung kolonel mahardi beserta rumah kapiten cina. dan pada cluster era islam berada pada 2 masjid kuno yaitu masjid taman dengan masjid Kuncen. Sementara arahan pengembangan makro merupakan arahan umum untuk kedua cluster sehingga nantinya akan di integrasi menjadi satu rangkaian heritage tourism.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Star Hotel dan Apartemen Lombok Barat dengan Sistem Ganda dan sebagian Balok Pratekan Fajrin Ramadhani; Januarti Jaya Ekasaputri; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.745 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26618

Abstract

Pada tugas akhir ini penulis mendesain gedung Star Hotel dan Apartemen Lombok barat dimana desainnya menggunakan desain Star Hotel dan Apartemen Semarang, yang sebagian strukturnya telah dimodifikasi yang mana nantinya pada lantai 11 akan dibuat sebuah ruangan yang bebas kolom atau hanya terdapat kolom ditepi, yang berfungsi sebagai ballroom. Dari modifikasi tersebut diperlukan suatu struktur balok yang bisa menjangkau bentang panjang pada ruangan tersebut. Dari sini alternatif yang diperlukan adalah menggunankan balok Pratekan yang dapat menahan lendutan yang besar. Selain itu gedung ini direncanakan menggunakan sistem ganda, yaitu gabungan antara sistem rangka pemikul momen dengan dinding geser. Perencanaan struktur gedung ini meliputi plat, balok, kolom, shearwall dan tangga mengikuti peraturan beton bertulang (SNI 2847-2013) dan perhitungan gempa mengikuti peraturan SNI 1726-2012. Hasil dari tugas akhir ini adalah struktur gedung termasuk kategori desain seismik D,sehingga dapat menggunakan sistem ganda dengan sistem rangka pemikul momen khusus yang dimana direncanakan saat terjadi gempa mengalami simpangan maksimum sebesar 31,4 mm. Sedangkan untuk perencanaan balok beton pratekannya didapatkan 60/80 cm yang terdiri dari 1 tendon dengan 22 strand.
Arahan Pengendalian Penggunaan Lahan di Koridor Jalan Raya Juanda Sidoarjo Annisa Rakhmawati Kushidayati; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.005 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27046

Abstract

Pesatnya perubahan penggunaan lahan dan intensitas pemanfaatan ruang di Jalan Raya Juanda menimbulkan dampak bagi keseimbangan lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut mengakibatkan permasalahan seperti gangguan keamanan penerbangan, timbulnya bangkitan/tarikan pergerakan baru yang dapat mengurangi tingkat pelayanan Koridor Jalan Raya Juanda, perkembangan kawasan yang tidak merata, serta tumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru di Jalan Raya Juanda. Upaya pengendalian yang ada masih belum optimal untuk mengendalikan perubahan penggunaan lahan dan mengurangi dampak yang telah dan mungkin akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengendalian penggunaan lahan di Koridor Jalan Raya Juanda.Metode penelitian dilakukan dengan menentukan pola perubahan penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda menggunakan teknik analisa deskriptif. Perumusan dampak yang disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda dan analisis arahan pengendalian penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda yang dilakukan dengan delphi. Pengendalian penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda diatur dengan mengatur perizinan pemanfaatan yang dibedakan menjadi diijinkan, terbatas, bersyarat, dan dilarang. Adapun jenis-jenis kegiatan yang diijinkan adalah restoran, jasa bengkel, jasa pencucian mobil dan motor, jasa persewaan mobil, jasa travel, jasa bank, jasa pengiriman barang, apotek, makanan dan minuman, toko oleh-oleh, lapangan tenis. Sedangkan untuk kategori kegiatan yang diijinkan secara terbatas adalah penginapan losmen, rumah kost, SPBU, klinik kesehatan, penyaluran grosir. Ketentuan bersyarat adalah kompleks ruko, gudang, kantor, gereja, vihara, masjid, minimarket. Ketentuan khusus terkait keamanan penerbangan juga diberlakukan di Koridor Jalan Raya Juanda. Hal ini berkaitan dengan Koridor Jalan Raya Juanda yang termasuk dalam area Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan Bandara Juanda. Ketentuan khusus mengatur ketinggian bangunan dalam batas KKOP maksimal 3 lantai, mempunyai alat pengahalau burung untuk pemilik sawah, dan mengatur agar penggunaan ruang tanah, air, dan udara tidak mengganggu rambu-rambu pegunungan.
Penerapan Metode Continuous Wavelet Transform pada Data Self-Potential Studi pada Tanggul Lapindo Sidoarjo Rayhan Syauqiya Haf; . Sungkono; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.32 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27197

Abstract

Peristiwa semburan panas lumpur Sidoarjo yang terletak di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo telah memasuki usia 11 tahun. Beragam peristiwa secara fisik telah terjadi seperti rusaknya tanggul yang terjadi akibat adanya saturasi air melalui retakan atau pori-pori tanggul. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengidentifikasi zona rembesan tanggul. Salah satunya dengan menerapkan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) pada data Self-Potential (SP). Data yang diperoleh kemudian diolah dengan tujuan untuk mengetahui aplikasi metode CWT pada analisa data SP serta menentukan posisi dan kedalaman anomali. Dari hasil analisa data SP diketahui bahwa metode CWT dapat mengidentifikasi posisi dan kedalaman anomali tanggul Lumpur Sidoarjo serta didapatkan beberapa anomali yang dapat menyebabkan rembesan. Pada Lintasan 1 terdapat 2 anomali, Lintasan 2 terdapat 2 anomali, Lintasan 3 terdapat 3 anomali dan Lintasan 5 terdapat 1 anomali.