cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Identifikasi Zona Tersaturasi Air Pada Daerah Longsor Desa Olak Alen, Blitar DENGAN Metode Polarisasi Terinduksi (IP) Domain Waktu Hasibatul Farida Rismayanti; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.271 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27247

Abstract

Longsoran massa tanah dapat terjadi dalam waktu yang singkat dan dengan volume yang besar. Beberapa faktor yang memicu terjadinya longsor antara lain lereng yang curam, intensitas hujan yang tinggi, lapisan bawah permukaan yang permeable, dan adanya lapisan tersaturasi air di bawah permukaan. Salah satu daerah rawan longsor adalah Kabupaten Blitar, pada tahun 2014 terjadi 6 peristiwa longsor dan tahun 2015 terjadi 10 peristiwa longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona tersaturasi air serta hubungannya dengan longsor pada daerah longsor di Desa Olak Alen, Blitar. Penelitian dilakukan dengan metode IP (Polarisasi Terinduksi) domain waktu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa zona tersaturasi air merupakan pasir kelanauan dengan respon chargeability -0,51 hingga 1,09 ms. Zona ini memiliki nilai derajat saturasi 99 %, kadar air 76,45 %, dan kandungan lempung 0,72 %. Zona tersaturasi air pada lintasan 5 (lintasan yang tepat berada di samping lereng yang mengalami longsor) terletak di permukaan dengan ketebalan sekitar 3 m. Adanya zona tersaturasi ini dapat mengganggu kestabilan tanah.
Estimasi Ketebalan Lapisan Sedimen dan Amplifikasi Desa Olak Alen Blitar Menggunakan Metode Mikrotremor HVSR Nomensen M. H. Sitorus; M Singgih Purwanto; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.206 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27344

Abstract

Tanah longsor yang terjadi di Desa Olak Alen Blitar pada Desember 2016 berada di lokasi dengan lapisan sedimen yang tebal (>30meter). Lapisan sedimen yang tebal dan berasosiasi dengan kemiringan lereng yang tinggi sangat rentan terhadap potensi gerakan tanah. Selain itu faktor perbesaran perambatan gelombang (Amplifikasi) yang semakin tinggi juga akan meningkatkan resiko terjadinya gerakan tanah. Oleh karena itu telah dilakukan pengukuran mikrotremor dengan metode HVSR di Desa Olak Alen. Melalui metode HVSR akan diperoleh nilai amplifikasi dan frekuensi natural dari kurva H/V. Berdasarkan nilai frekuensi natural dan N-SPT dari data bor dihitung nilai ketebalan sedimen. Ketebalan lapisan sedimen Desa Olak Alen berkisar antara 17,03 – 221,39 meter dengan nilai amplifikasi antara 1,3 – 6,2. Longsor yang terjadi di Desa Olak Alen berada di lokasi dengan ketebalan lapisan sedimen 52-87 meter dan nilai amplifikasi 4,1 – 5,7
Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Kosong Di Jalan Raya Diponegoro Nomor 110-112 Surabaya Yehezkiel Fridly Timang; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.634 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27363

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Surabaya menyebabkan kebutuhan akan penggunaan tanah atau lahan juga meningkat. Penggunaan lahan yang dimaksud dapat berupa pembangunan perumahan, apartemen, hotel, gedung perkantoran, ataupun kompleks pertokoan. Salah satu kawasan di Surabaya yang memiliki lahan kosong yang semakin sedikit adalah Jalan Raya Diponegoro tepatnya lahan kosong tersebut berlokasi di Jalan Raya Diponegoro Nomor 110-112. Lahan tersebut memiliki luas sebesar 3.584 m2. Kawasan ini merupakan kawasan pemukiman penduduk sekaligus juga perkantoran dan jasa komersial lainnya seperti kantor Bank Mandiri, klinik Prodia, hotel Artotel Surabaya, toko Nike Factory Outlet, beberapa tempat makan, dan lain sebagainya. Selain dikelilingi oleh bangunan perkantoran dan jasa komersial lainnya, kawasan ini juga dekat dengan pusat kota dan ramai dilalui pengemudi yang hendak ke arah Surabaya Barat. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai sangat mendukung lahan tersebut untuk dikembangkan menjadi sebuah properti.Salah satu cara untuk menentukan penggunaan lahan di di Jalan Raya Diponegoro Nomor 110-112 adalah dengan metode Highest and Best Use (HBU). HBU adalah suatu analisa  tentang penggunaan terbaik atau tertinggi dari suatu lahan kosong ataupun lahan yang sudah terpakai. Analisa ini terdiri dari beberapa aspek yaitu, aspek kelayakan secara legal, aspek kelayakan secara fisik, aspek kelayakan secara finansial, dan aspek produktivitas secara maksimal. Sebuah properti dikatakan memenuhi syarat atau kriteria HBU jika secara legal diijinkan, memungkinkan secara fisik, layak secara finansial, dan dapat memberikan hasil yang maksimal. Berdasarkan hasil analisa aspek legal, aspek fisik, dan aspek finansial, diperoleh alternatif penggunaan yang layak untuk dibangun yakni perkantoran dan hotel. Lalu berdasarkan hasil analisa produktivitas maksimum, lahan kosong tersebut sangat cocok untuk dibangun dengan alternatif perkantoran yang mampu memberikan nilai lahan sebesar Rp 80.627.669,383/m2.==============================================================================================Increasing the population in Surabaya causes the need for land or land use is also increasing. The use of land in question can be the construction of housing, apartments, hotels, office buildings, or shopping complex. One of the areas in Surabaya which has a vacant lot of land is Jalan Raya Diponegoro precisely empty land is located on Jalan Raya Diponegoro Number 110-112. The land has an area of ​​3,584 m2. This area is a residential area as well as offices and other commercial services such as Bank Mandiri office, Prodia clinic, hotel Artotel Surabaya, Nike Factory Outlet store, some places to eat, and so forth. In addition to being surrounded by office buildings and other commercial services, the area is also close to the city center and crowded by drivers who want to go to West Surabaya. Strategic location and adequate facilities strongly support the land to be developed into a property.One way to determine land use in Jalan Raya Diponegoro Number 110-112 is by Highest and Best Use (HBU) method. HBU is an analysis of the best or highest use of an empty land or used land. This analysis consists of several aspects, legal aspects of feasibility, feasibility aspects physically, financially feasibility aspects, and aspects of the maximum productivity. A property is said to meet the requirements or criteria HBU if legally permitted, allowing physically, financially feasible, and can provide maximum results.Based on analysis of the legal aspects, physical aspects and financial aspects, the use of alternative obtained feasible to build the offices and hotel. Then based on the analysis results maximum productivity, vacant land is very suitable to be built with alternative office is able to provide land value of Rp 80,627,669.3/m2. 
Penentuan Magnitudo Gempa Bumi Dengan Menganalisis Amplitudo Anomali Manetik Prekusor Gempa Bumi Dan Jarak Hypocenter Adhitama Rachman; Amien Widodo; Juan Pandu Gya Nur Rochman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.066 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27583

Abstract

Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Dikarenakan munculnya gempabumi secara tiba-tiba, maka tidak dapat dihindari adanya kerugian secara materi hingga adanya korban jiwa. Akan tetapi saat ini hal tersebut bisa saja dihindari dikarenakan saat ini sudah ada studi yang membahas prekursor gempabumi. Dengan studi ini kita dapat mengetahui kapan, dimana, dan seberapa besar magnitudo suatu gempabumi dengan menganalisis anomali magnetik. Sehingga secara tidak langsung dengan mengetahui anomali magnetik, magnitudo suatu gempabumi dapat diketahui. Anomali magnetik dioalah sehingga menghasilkan amplitudo polarisasi Z/H yang mana amplitudo inilah yang akan menjadi salah satu variable dalam penentuan magnitudo suatu gempabumi. Variabel lain yang digunakan adalah jarak hypocenter suatu gempabumi dengan stasiun pengamatan BMKG yang terletak di Kupang. Didapatkan hasil persamaan magnitudo dengan nilai error selisih hasil ± 0.3 M.
Karakteristik Pengguna Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perumahan di Kecamatan Rungkut Kezia Irene Yosefa; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.222 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27906

Abstract

Sebagai wilayah pengembangan perumahan di Surabaya Timur, Kecamatan Rungkut perlu dilengkapi dengan prasarana RTH untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Namun saat ini masih terdapat ketidakseimbangan kualitas dan distribusi RTH pada kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut. Padahal RTH di kawasan perumahan memiliki peran penting sebagai pengatur iklim mikro serta media pemanfaatan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu perlu terus dilakukan pengembangan untuk mengoptimalkan RTH pada kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut. Untuk mewujudkannya, peran dan unsur masyarakat sebagai pengguna sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan karakteristik dan pola perilaku pengguna nantinya akan mempengaruhi kebutuhan pengembangan RTH yang sesuai dengan masyarakat sebagai penggunanya. Pada penelitian ini kemudian dilakukan analisis mendalam terkait karakteristik pengguna RTH kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut yang sangat beragam. Metode yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan penyebaran kuisioner terhadap pengguna RTH untuk diperolah karakteristiknya. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis cluster untuk dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristiknya untuk masukan dalam pengembangan RTH ke depannya. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat tiga kelompok karakteristik pengguna dengan perbedaan karakteristik: kepadatan penduduk, usia, daerah asal, status rumah tangga, dan pendapatan.
Pemetaan Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan Berbasis Citra Satelit Landsat-8 dengan Metode Temperature Vegetation Dryness Index (TVDI) pada Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Wibisana, Maulana Ikram; Susetyo, Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27933

Abstract

Kekeringan merupakan bencana yang terjadi dikarenakan perubahan iklim dan sulit untuk diprediksi. Kekeringan dapat di mitigasi dengan cara memberikan sebuah gambaran dimana saja kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan, sehingga dapat dilakukan aksi pencegahan untuk meminimalisir kerugian. Kawasan yang dipilih pada penelitian ini adalah Kabupaten Lamongan. Adapun dicantumkan pada peta indeks resiko bencana oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) tahun 2013 di ketahui bahwa Kabupaten lamongan mempunyai resiko tinggi terhadap bencana kekeringan. Deteksi wilayah kekeringan pada penelitian ini akan menggunakan metode remote sensing dimana akan dihasilkan indeks TVDI,  penentuan tingkat kekeringan dengan menggunakan data dasar remote sensing. TVDI dapat dihasilkan melalui pembentukan hubungan segitiga antara NDVI dan LST. Hasil yang di dapatkan diketahui bahwa kawasan kabupaten lamongan terdiri dari 3 tingkat kekeringan, normal hingga sangat tinggi. Lahan pertanian kabupaten lamongan 62.285 ha berpotensi kekeringan sedang, dan 34.796 ha berpotensi kekeringan yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui juga bahwa terdapat 5 kecamatan yang tergolong paling rawan terhadap kekeringan. Antara lain adalah Kecamatan Kembangbahu, Kecamatan Mantup, Kecamatan Ngimbang, Kecamatan Sugio dan Kecamatan Tikung.
Penentuan Cluster Pengembangan Komoditas Unggulan Desa-Desa Tertinggal Di Kabupaten Bangkalan Berdasarkan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Eko Budi Santoso; Ayu Nur Rohmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.106 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27936

Abstract

32 dari 36 desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan memiliki potensi produksi pertanian tanaman pangan yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat desa tertinggal yang rata-rata 51% penduduknya miskin. Untuk dapat mengembangkan potensi pertanian tersebut, dilakukan analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan potensi pertanian desa-desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan teknik analisa CFA. Hasil dari identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut digunakan sebagai input untuk melakukan pengelompokan (clustering) desa-desa tertinggal berdasarkan kondisi eksisting dari faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan potensi pertanian, dengan menggunakan analisa cluster. Pengelompokkan ini bertujuan untuk memberikan arahan yang sesuai dengan permasalahan dari masing-masing desa tertinggal terkait pengembangan potensi produksi komoditas unggulan berdasarkan clusternya. Berdasarkan hasil analisa, diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan potensi pertanian desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan adalah potensi fisik, sumber daya manusia, prasarana produksi komoditas unggulan pertanian, teknologi pertanian, keterkaitan fungsional, kelembagaan, kemitraan dan modal. Sedangkan berdasarkan hasil analisa cluster terhadap kondisi eksisting dari masing-masing faktor tersebut, desa-desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan terbagi ke dalam 3 cluster yaitu cluster I (desa tertinggal dengan perkembangan potensi pertanian sangat kurang berkembang), cluster II (desa tertinggal dengan perkembangan potensi pertanian kurang berkembang) sebanyak 16 desa dan cluster III (desa tertinggal dengan perkembangan potensi pertanian cukup berkembang)
Faktor - Faktor Pengembangan Ekowisata Pada Pantai Pathok Gebang dan Ujung Pakis di Desa Jengglungharjo Dimas Pandjisetya Wiyandhita; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.532 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27940

Abstract

Desa Jengglungharjo memiliki lokasi yang masih alami serta memiliki objek wisata yang menarik yaitu wisata pantai serta wisata edukasi berupa konservasi penyu. Lokasi konservasi penyu berada pada Pantai Pathok Gebang dan Pantai Ujung Pakis serta penangkaran penyu yang berada pada permukiman warga desa. Jenis penyu yang berada pada lokasi wisata merupakan penyu yang tergolong dalam kategori kritis tingkat kepunahannya dan upaya penyelamatanya masih minim. Di lokasi lain banyak pantai serupa yang belum dikembangkan. Penelitian ini  bertujuan menentukan faktor – faktor pengembangan ekowisata pada Pantai Pathok Gebang dan Pantai Ujung Pakis di Desa Jengglungharjo. harapanya nantinya faktor – faktor yang didapat dapat digunakan pada lokasi pantai lainya. Adapun faktor - faktor pengembangan ekowisata pada Pantai Pathok Gebang dan Pantai Ujung Pakis di Desa Jengglungharjo meliputi peningkatan optimalisisasi dari masing – masing faktor yaitu faktor lingkungan, faktor sosial budaya, faktor Pendidikan, faktor ekonomi, faktor kelembagaan, faktor keamanan dan faktor fasilitas dalam mendukung kegiatan wisata konservasi penyu
Identifikasi Percepatan Tanah Maksimum (PGA) dan Kerentanan Tanah Menggunakan Metode Mikrotremor di Jalur Sesar Kendeng Rahmaningtyas, Anindya Putri; Purwanto, M Singgih; Widodo, Amien
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27944

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk memprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa bumi dapat diketahui dengan menganalisa data mikrotremor yang berguna untuk mengidentifikasi PGA di daerah yang dilewati sesar Surabaya, sehingga nantinya didapatkan peta Peak Ground Acceleration atau PGA. Selain itu dilakukan pula analisa kerentanan tanah akibat gempa bumi yang nantinya didapatkan peta kerentanan seismic yang menggambarkan tingkat kerawanan terhadap gempa bumi untuk keperluan rencana tata ruang dan wilayah maupun konstruksi bangunan tahan gempa. Data mikrotremor dianalisis dengan metode HVSR dengan software Easy HVSR untuk mendapatkan nilai Ao dan Fo yang nantinya digunakan untuk perhitungan Kg. Sedangkan pada pengukuran PGA didapatkan dari rumus atenuasi Fukusima dan Tanaka yang parameternya berupa jarak, Magnitute, dan parameter sumber gempa yaitu sesar Surabaya-Kendeng dan Surabaya-Waru. Dari pengolahan data didapatkan nilai Amplifikasi rata-rata sebesar 2.8. Nilai fo rata-rata adalah sebesar 1.7 Hz. Nilai Kg terendah adalah sebesar 7.7. Nilai PGA terhadap batuan dasar berdasarkan sesar Surabaya-Kendeng terbesar adalah 4.3 g, sedangkan berdasarkan sesar Surabaya-Waru nilai PGA terhadap batuan dasar terbesar adalah sebesar 0.9g.
Desain Kapal Motor Penyeberangan dengan Sistem Penggerak Hibrida untuk Rute Ujung Surabaya-Kamal Bangkalan Dwi Agustin; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.644 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23359

Abstract

The condition of crossing from Ujung to Kamal make loss to PT. ASDP that they plan to close this route. One of the many factors is high operational cost. Besides that, Surabaya is one of the cities in Indonesia with high emission gas. This final project gives solutions to reduce emission gas and reduce the use fossil fuel with hybrid-propulsion concept. The type of hybrid used in this final project are diesel engine, hydrogen fuel cell, and solar panel cell. Payloads of this passenger ship is the amount of passenger crossing from Ujung-Kamal of PT. ASDP. From that data, an initial design is made to determine deck area payload (passenger deck and vehicle deck) so that the main dimension of the vessel is obtained from the decks layout. In continuance, ratio of main dimensions are calculate. There should be a technical calculation concerning on weight, trim, freeboard, and stability. The main dimension calculated are Lpp =42 m; B = 6.9 m; H = 3 m; T = 2 m. The minimum freeboard height is 150 mm, tonnage capacity is 295 GT, and the stability condition of the Passenger Ship has passed the criteria of Intact Stability (IS) Code Reg. III/3.1). The ship building cost is Rp 13,173,344,991.91 with the BEP on the 68th month, so the ship is feasible to be built.