cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Desain Kapal Penyeberangan Sebagai Sarana Transportasi, Rekreasi, dan Edukasi di Pulau Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur Muhammad Sayful Anam; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.244 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23944

Abstract

Konvensi MARPOL 73/78 yang dimandatkan oleh IMO (International Maritime Organization), mempersyaratkan kepada setiap negara yang meratifikasi konvensi ini untuk menyediakan fasilitas pengelolaan limbah minyak di pelabuhan yang bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat buangan limbah minyak dari kapal. Kondisi saat ini hampir semua pelabuhan di Indonesia termasuk pelabuhan-pelabuhan yang berada dalam kawasan Pelabuhan Indonesia III (Persero) tidak mempunyai fasilitas pengelolaan limbah minyak. Untuk mengatasi permasalahan ini diberikan solusi penanganan limbah, khususnya limbah minyak dengan konsep transportasi laut. Penanganan tersebut dengan mengangkut limbah minyak di setiap pelabuhan menggunakan kapal khusus yaitu tongkang pengangkut limbah minyak dengan sistem penggerak sendiri (Self-Propelled Barge). Dengan kapal ini diharapkan semua limbah minyak di kawasan Pelabuhan Indonesia III dapat diangkut untuk dilakukan proses pengolahan. Proses desain Self-Propelled Barge diawali dengan menentukan pola operasi serta mencari ukuran utama yang optimal dari tongkang. Setelah didapatkan ukuran utama yang optimal dan memenuhi persyaratan yang diminta kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Rencana Garis dan Rencana Umum. Dari pDesain Kapal Penyeberangan Sebagai Sarana Transportasi, Rekreasi, dan Edukasi di Pulau Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timu proses desain ini didapatkan ukuran Self-Propelled Barge yang optimal yaitu Lpp = 55.3 m, B = 12,05 m, H = 3.44 m, T = 2.20 m.
Desain Water Bus Sebagai Sarana Penunjang Pariwisata Di Pulau Biawak Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Riza Ramdhani Djamie; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.779 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23945

Abstract

Kepulauan Biawak terletak di laut jawa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat di sebelah utara semenanjung Indramayu seitar 40 kilometer dari pantai utara  Indramayu. Pulau biawak  adalah salah satu tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi, daratan seluas 120 hektare kaya akan dengan tanaman bakau, pesona laut yang masih ‘perawan’, disini terdapat mercusuar juga yang masih berfungsi yang didirikan sejak zaman Belanda dan terdapat juga ikon pulau ini yaitu hewan varanus salvator atau biawak yang sering kita sebut dan wisata lainnya. Sehingga sekarang banyak wisatawan dari daerah luar Kabupaten Indramayu seperti Jakarta, Cirebon dan bahkan luar Jawa Barat yang menuju Pulau Biawak setiap harinya, sehingga sangat sedikit kapal yang melayani para wisatawan. Hal ini menyebabkan berbagai macam persoalan dalam transportasi angkutan wisata, seperti kapal yang tidak terpenuhi, perjalanan yang sangat lama dan kurangnya keselamatan penumpang menuju Pulau Biawak. Oleh sebab itu diperlukan sarana transportasi laut untuk mengatasi permasalahan tersebut, . Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisis teknis dan ekonomis dengan menggunakan kapal pembanding yang diperiksa kembali batasan-batasannya sesuai dengan daerah pelayaran yang mempunyai kedalaman rata-rata 2 meter. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan ukuran optimal bis air, yaitu L= 10.4 m, B= 4.7m, H= 1.2 m dan T= 0.3 m. Dari ukuran tersebut kemudian dibuat Lines Plan, General Arrangement dan Safety Plan.
Perancangan Aplikasi Berbasis Android Untuk Aktivitas Manajemen Material Galangan Kapal Baru Swastriadi Wirayudha; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Sholikhan Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.753 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24119

Abstract

Tujuan utama dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk merancang aplikasi komputer berbasis android yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas manajemen material di galangan kapal. Pertama, dilakukan observasi terhadap kebiasaan penggunaan manajemen material di galangan kapal. Kedua, dilakukan perancangan aplikasi komputer berbasis android untuk manajemen material pada galangan kapal dengan menggunakan mock up sebagai alat desain. Terakhir, aplikasi yang telah selesai diujicobakan kepada beberapa responden. Aplikasi ini memiliki lima akun masuk yang dilengkapi dengan fitur kebutuhan material, material yang akan dilakukan pembelian, transaksi material, status persediaan material, dokumen legal dan identifikasi material, permintaan pengambilan material, dan permintaan pembelian material. Aplikasi diujicobakan kepada beberapa responden yang terlibat dalam aktivitas pembangunan kapal atau memiliki latar pendidikan di bidang perkapalan. Dengan menggunakan metode kuisioner didapatkan hasil sebesar 77% dari responden setuju bahwa aplikasi tersebut dapat membantu aktivitas manajemen material.
Pengolahan Data Kolom Air dari Multibeam Echosounder untuk Mendeteksi Gelembung Emisi Gas Dasar Laut Anwar Ghazali; Danar Guruh Pratomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.031 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24285

Abstract

Selama ini survei hidrografi menggunakan multibeam echosounder selalu terfokus pada pengambilan data kedalaman dasar laut atau data batimetri. Selain data batimetri, multibeam echosounder dapat mengakuisisi jenis data lain yang selanjutnya dapat dianalisis dan diteliti lebih dalam lagi, salah satu contohnya adalah data kolom air. Data kolom air mampu memvisualisasikan obyek yang ada pada kolom air yang sebelumnya tidak dapat terlihat jika hanya menggunakan data batimetri saja. Dengan menggunakan data kolom air, kita dapat melakukan pemetaan kolom air untuk mengamati obyek yang terletak diantara permukaan perairan dan dasar perairan.Pada penelitian ini, data batimetri dan data kolom air yang berasal dari multibeam echsounder akan digabungkan untuk mencari dan menganalisis gelembung emisi gas dasar laut. Pendeteksian gelembung emisi gas dasar laut ini dilakukan dengan menentukan ambang batas (treshold) intensitas pantulan gelombang akustik yang dipancarkan multibeam echosounder. Setiap obyek yang terdapat di kolom air memiliki nilai intensitas pantulan gelombang yang berbeda, dengan menentukan ambang batas intensitas gelombang kita dapat membedakan obyek yang terdapat di kolom air. Setelah gelembung emisi gas dasar laut atau obyek lain ditemukan, data kolom air tersebut divisualisasikan dalam bentuk gambar sehingga lebih mudah diamati.Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa data kolom air yang diambil menggunakan multibeam echosounder dapat digunakan untuk mengidentifikasi obyek yang terdapat pada kolom air. Pada penelitian ini ditemukan 82 titik sumber gelembung emisi gas dasar laut yang tersebar di wilayah perairan Kepulauan Mentawai, Indonesia.
Analisis Nilai Hambur Balik Sedimen Permukaan Dasar Perairan Menggunakan Data Multibeam Echosounder EM302 Kamila Akbar; Danar Guruh Pratomo; Khomsin Khomsin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.638 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24415

Abstract

Multibeam echosounder merupakan instrumen akustik untuk pemetaan dasar perairan yang menghasilkan data kedalaman dan data nilai hambur balik (backscatter). Analisis terhadap nilai hambur balik memungkinkan dalam menentukan jenis, struktur dan sebaran sedimen dasar perairan. Intensitas hambur balik yang kuat menunjukkan jenis sedimen yang keras (gravel, boulder)  dan intensitas hambur balik yang lemah menunjukkan permukaan yang halus (mud, silt). Metode yang digunakan dalam analisis nilai hambur balik yaitu metode Angular Response Curve, dimana hubungan antara nilai intensitas hambur balik dan respon sudut pancaran menghasilkan mosaik backscatter yang berbanding terbalik dengan resolusi spasial yang diberikan.Penelitian ini menggunakan data hasil survei Indonesia Exploration 2010, dengan instrumen MBES Kongsberg EM302 di perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Pemrosesan raw data dilakukan dengan perangkat lunak SwathEd yang menghasilkan peta batimetri dan mosaik hambur balik. Dari mosaik hambur balik, didapatkan rentang nilai hambur balik -9 dB sampai dengan -67 dB. Dilakukan re-klasifikasi, didapat 5 kelas jenis sedimen, yaitu tanah liat (clay), lumpur (mud), pasir (silt), kerikil (gravel), dan batu besar (boulder).
Perancangan Aplikasi Berbasis Android untuk Manajemen Proyek Reparasi Kapal Marlen Jenri Hutapea; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.141 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24435

Abstract

Tujuan utama dari tugas akhir ini adalah merancang aplikasi komputer berbasis android untuk manajemen proyek reparasi kapal. Pertama, dilakukan observasi terhadap manajemen proyek pada galangan kapal reparasi. Kedua, dilakukan perancangan aplikasi komputer berbasis android untuk manajemen proyek reparasi dengan menggunakan mock up sebagai alat desain. Terakhir, aplikasi yang telah selesai diujicobakan kepada beberapa responden. Pada aplikasi ini terdapat dua akun masuk dengan fitur sepuluh area pengetahuan Project Management. Aplikasi diujicobakan kepada beberapa responden yang memiliki pengalaman sebagai Project Manager dan yang memiliki latar belakang di bidang perkapalan. Dengan menggunakan metode kuisioner didapatkan hasil sebesar 78,2% dari responden setuju bahwa aplikasi ini tersebut dapat membantu manajer proyek reparasi kapal.
Desain Kapal Penyeberangan Sebagai Sarana Transportasi, Rekreasi, dan Edukasi di Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur Ahlun Ridwan Saputera; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.253 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24443

Abstract

Pulau Gili Ketapang adalah salah satu pulau yang indah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pulau ini memiliki potensi wisata yang menjanjikan, akan tetapi belum ditunjang dengan sarana transportasi yang memadai. Disana pantainya indah tapi fasilitas belum mendukung, seperti belum adanya kapal wisata. Selain itu pengelolaan wisatanya kurang maksimal, Karena minimnya Pendidikan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di pulau tersebut. Disana perlu suatu sarana bagi masyarakat Pulau Gili Ketapang untuk mendapat pendidikan lebih. Pada Tugas Akhir ini, didesain sebuah kapal penyeberangan yang dapat digunakan sebagai transportasi, rekreasi dan edukasi. Nantinya, di dalam kapal akan ada perpustakaan kecil sebagai sarana penunjang pendidikan. Metode pendesainan yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir ini adalah metode Point Base Desain. Kemudian mencari owner’s requirement dan ukuran utama dari kapal. Setelah itu dilakukan perhitungan hambatan, pemilihan mesin induk, koreksi berat, penetuan titik berat, perhitungan freeboard, pehitungan stabilitas, dan koreksi trim kemudian mendesain rencana garis, rencana umum, safety plan, dan desain tiga dimensi (3D). Diharapkan dengan adanya tugas akhir ini bisa memberikan solusi transportasi, rekreasi, dan edukasi di Pulau Gili Ketapang. Dari desain yang telah dilakukan didapatkan kapal dengan payload 36 penumpang dan 2 motor (4.82 ton), serta mempunyai ukuran utama; Lwl= 19.76 m, Lpp= 19 m, B= 4.2 m, H= 2 m, T= 1.05 m. Untuk biaya pembangunan, KMP Gili Ketapang Jaya menghabiskan dana Rp 2,403,921,423.68, dengan operational cost per tahun Rp1,442,696,907 kemudian mempunyai pendapatan per tahun senilai Rp2,022,100,000 sehingga keuntungan bersih pertahun adalah Rp 579,403,093. Dari hasil analisa ekonomis Break Event Point (BEP) akan terjadi pada tahun ke 6.
Optimalisasi Lokasi Marine Current Turbine (MCT) dengan Model Hidrodinamika 3 Dimensi (Studi Kasus: Pantai Selatan Jawa) Lilik Widiastuti; Danar Guruh Pratomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.935 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24514

Abstract

Marine Current Turbine (MCT) merupakan sumber energi kinetik yang dipengaruhi oleh pergerakan arus pasang surut laut. MCT dilengkapi dengan rotor ganda yang dapat bergerak pada lokasi yang memiliki kecepatan arus tinggi untuk menggerakkan generator sehingga MCT dapat mengekstrak energi listrik dari aliran air. MCT sangat cocok pada kedalaman laut antara 30 sampai dengan 40 meter serta pada penelitian ini mengacu pada ukuran diameter rotor 16, 18 dan 20 meter.Metodologi penelitian ini menggunakan model hidrodinamika 3 dimensi untuk menentukan lokasi yang optimal untuk penempatan MCT di Pantai Selatan Jawa. Model hidrodinamika pada penelitian ini menggunakan mesh berbentuk TIN dari data garis pantai dan batimetri, data pasut dan digunakan data curah hujan untuk menentukan pemilihan bulan pembuatan model. Untuk melakukan validasi model menggunakan data arus dari satelit altimetri.Berdasarkan pengolahan model hidrodinamika 3D dan analisis data didapatkan 124 lokasi yang sesuai dengan kecepatan arus rata-rata minimal 1,5 m/s untuk pembangunan MCT. Estimasi energi yang dihasilkan pada bulan Maret sebesar 166,900 MWh sedangkan pada bulan Oktober sebesar 159,416 MWh.
Simulasi Arus dan Distribusi Sedimen secara 3 Dimensi di Pantai Selatan Jawa Muhammad Ghilman Minarrohman; Danar Guruh Pratomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.687 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24607

Abstract

Kawasan pantai selatan Jawa, merupakan daerah Abstrak—Pantai selatan Jawa merupakan daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Batas inilah yang secara langsung mempengaruhi karakteristik oseanografi di daerah pantai Selatan Jawa. Fenomena sedimentasi dari tahun ke tahun juga semakin besar, hal ini dibuktikan dengan berubahnya garis pantai di selatan Jawa, banyak pantai yang mengalami abrasi dan banyak juga yang mengalami akresi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari proses abrasi dan sedimentasi di daerah pantai selatan Jawa berdasarkan pola sebaran arus yang terdapat di daerah penelitian. Model hidrodinamika digunakan untuk melakukan simulasi pola sebaran arus dan sebaran sedimen. Simulasi ini dilakukan pada dua bulan yaitu bulan Maret (mewakili curah hujan tertinggi) dan bulan Oktober (mewakili curah hujan terendah).Dari hasil simulasi di area penelitian, pola arus yang terjadi di wilayah tersebut memiliki nilai kurang dari 6,921  m/s pada bulan Maret dan 7,60  m/s pada bulan Oktober. Besar konsentrasi sedimen tertinggi yang terjadi di sepanjang lokasi penelitian yaitu pada bulan Maret sebesar 8972,23 g/m3 dan pada bulan Oktober sebesar 4247,26 g/m3.
Pengamatan Pasang Surut Air Laut Sesaat Menggunakan GPS Metode Kinematik Ahmad Fawaiz Safi'; Danar Guruh Pratomo; Mokhamad Nur Cahyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.97 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24757

Abstract

Salah satu komponen penting dalam survei batimetri adalah pasang surut air laut (pasut) yang digunakan untuk koreksi kedalaman hasil pemeruman. Kedudukan pasut diidentifikasikan melalui pengamatan pasut menggunakan palem pasut di pinggir pantai atau dermaga/pelabuhan. Perkembangan teknologi memungkinkan penggunaan GPS (Global Positioning System) pada survei hidrografi. Selain posisi horizontal, GPS dapat digunakan untuk menentukan posisi vertikal. Pasut yang didapatkan dengan GPS merupakan tinggi muka air terhadap ellipsoid. Sehingga perlu adanya koreksi agar pasut GPS dapat digunakan untuk koreksi kedalaman.Dalam penelitian pengamatan pasut menggunakan GPS metode kinematik, pengamatan pasut GPS dilakukan selama survei batimetri berlangsung. Post Processed Kinematic (PPK) digunakan untuk mendapatkan nilai tinggi  muka air laut yang diamati menggunakan GPS. Tinggi muka air laut yang didapatkan kemudian direduksi menggunakan nilai undulasi (N). Model geoid yang dipakai adalah Earth Gravitational Model EGM2008. Selain data pasut GPS dan model geoid, data lain yang digunakan adalah pengamatan pasut sesaat yang diamati selama survei batimetri. Data pengamatan pasut digunakan untuk perbandingan grafik pasang surut yang dihasilkan oleh pasut GPS.Hasil penelitian berupa grafik pasang surut GPS yang telah terkoreksi dengan geoid dan grafik pasang surut pengamatan. Dari kedua grafik tersebut kemudian dibandingkan nilai tinggi yang dihasilkan. Pada dasarnya tinggi yang didapatkan menggunakan GPS merupakan tinggi muka air laut yang mengacu pada bidang ellipsoid. Sehingga, nilai tingginya akan sangat berbeda dengan nilai tinggi pengamatan tinggi muka air laut secara manual. Tetapi grafik yang dihasilkan akan memiliki pola yang sama. Kuantitas data yang dihasilkan juga sangat berbeda, data pasut GPS akan memiliki jumlah data yang lebih banyak dari pasut pengamatan.