cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Analisa Proses Pengikisan (Bleaching) dari Hasil Alkalisasi Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Penguat Bahan Komposit Absorbsi Suara Samuel Budi Utomo; Mohammad Farid; Haniffudin Nurdiansah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.699 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24240

Abstract

Serat tandan kosong kelapa sawit jarang sering dilihat hanya sebagai limbah dari tanaman kelapa sawit yang hanya diambil minyaknya saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah limbah tersebut menjadi suatu inovasi untuk dapat menjadi filler dari komposit pada pengembangan selanjutnya. Bahan bakunya diambil dari Duma, Riau dan telah diolah dengan proses alkalisasi sebelumnya. Proses Bleaching ini dikenal juga sebagai proses pemutihan dengan cara memasukan serat yang telah terakalisasi kedalam larutan H2O2 7.2% ditambah dengan NaOH 4% selama 2 jam. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian morfologi dengan menggunakan SEM. Proses bleaching ini menyebabkan diameter serat tersebut mengalami reduksi dari ukuran 108-115 µm menjadi sekitar 20 - 30 µm.
Ekstraksi Nanoselulosa dengan Metode Hidrolisis Asam sebagai Penguat Komposit Absorpsi Suara Henry Julianto; Mohammad Farid; Amaliya Rasyida
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.389 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24259

Abstract

Kebisingan merupakan polusi suara yang berdampak negatif terlebih disektor transportasi. Saat ini serat alam banyak digunakan dikarenakan ekonomis, ramah lingkungan dan ringan. Terlebih pabrik pengolahan minyak kelapa sawit memberikan kontribusi limbah yang beragam yaitu dari limbah cair, gas, dan padat. Limbah kelapa sawit yang terdapat di Indonesia memiliki jumlah yang sangat banyak, menurut survey yang dilakukan saat ini, limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) mencapai 20 juta ton. Karena limbah yang begitu banyak dan tidak terpakainya TKKS maka dibuatlah penelitian ini yang bertujuan untuk mengesktraksi nanoselulosa dari TKKS dengan metode hidrolisis asam yang akan digunakan sebagai filler dalam komposit sebagai penguat absorpsi suara. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi Transmission Electron Microscope (TEM) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa diameter serat terreduksi oleh H2SO4 hingga 5 – 9.1 nanometer dengan Transmission Electron Microscope (TEM) dan 290.4 nm dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Nanoselulosa yang didapat cenderung menggumpal dikarenakan terjadinya ikatan vanderwalls antar partikel serat.
Pra Desain Pabrik Margarin dari Kacang Tanah dengan Proses Hidrogenasi BErkapasitas 3856 Ton/Tahun Lalitya Syifalia; Abdul Karim Amarullah; Setiyo Gunawan; Hakun Wirawasista Aparamarta
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.454 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24273

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan pabrik margarin dari kacang tanah dengan proses hidrogenasi berkapasitas produk sebesar 3.856 ton/tahun, waktu operasi 24 jam dan 330 hari/tahun. Tujuan perancangan pabrik margarin ini adalah untuk memenuhi 5% dari total kebutuhan margarin dalam negeri. Pabrik margarin ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Alasan pemilihan tempat ini adalah karena potensi bahan baku yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan ketersediaan bahan baku kacang tanah untuk pabrik margarin, dekat dengan pasar, dan sarana-prasarana yg mendukung. Pembuatan margarin dari minyak kacang tanah ini dipilih proses hidrogenasi. Proses dalam pabrik ini terdiri dari 4 tahap utama yaitu tahap persiapan bahan baku, tahap pressing, pemurnian, hidrogenasi, dan emulsifikasi. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 70% biaya investasi dan modal pinjaman sebesar 30% biaya investasi dengan bunga sebesar 10,25% per tahun. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil investasi Rp 139.24.579.000,00, dengan IRR 14,4 %, POT 6 tahun dan BEP 62,05 %.
Pengaruh Proses Alkalisasi terhadap Morfologi Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Bahan Penguat Komposit Absorbsi Suara Rachmadhani Dian Pratama; Moh. Farid; Haniffudin Nurdiansah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.393 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24274

Abstract

Komposit berpenguat serat alam saat ini menjadi salah satu material yang sedang dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh proses alkalisasi terhadap morfologi serat tandan kosong kelapa sawit. Penelitian  ini menggunakan serat dari tandan kosong kelapa sawit yang berasal dari Dumai, Riau yang berukuran 140 – 224 µm. Proses alkalisasi dilakukan dengan cara pengadukan dalam larutan NaOH 2% selama 3 jam menggunakan magnetic stirrer. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengujian Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil pengujian SEM didapatkan hasil bahwa proses alkalisasi menyebabkan permukaan serat menjadi kasar dan memiliki ukuran diameter sekitar 107-129 µm.
STUDI PEMISAHAN BITUMEN DARI ASBUTON MENGGUNAKAN MEDIA AIR PANAS DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN SODIUM DODECYL SULFATE (SDS) DAN SODIUM CARBONATE (Na2CO3) Afri Dwijatmiko; Aditya Akhmad Sony; Susianto Susianto; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.987 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24334

Abstract

Asbuton adalah aspal alam yang terkandung dalam deposit batuan yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Asbuton dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti aspal minyak setelah bitumen dipisahkan dari mineralnya. Penelitian proses pemisahan bitumen dari asbuton menggunakan hot water process telah dilakukan, tetapi bitumen yang terambil kurang maksimal. Interfacial tension merupakan parameter penting dalam proses pemisahan bitumen menggunakan hot water process disamping viskositas bitumen. Untuk meningkatkan perolehan bitumen, maka perlu dilakukan modifikasi sifat permukaan bitumen. Modifikasi sifat permukaan bitumen dilakukan dengan penambahan surfaktan. Pada penelitian ini, jenis surfaktan yang digunakan adalah surfaktan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS) yang berfungsi sebagai wetting agent untuk menurunkan tegangan permukaan antara bitumen dengan mineral. Fokus dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan wetting agent terhadap jumlah larutan total, konsentrasi surfaktan dan pengaruh temperatur terhadap persen (%) recovery bitumen. Proses pemisahan bitumen dari asbuton dalam metode ini dilakukan melalui dua proses utama, yakni proses mixing dan digesting. Kedua proses ini dilakukan pada sebuah tangki berpengaduk disc turbine dan empat buah  baffle. Proses mixing preheating dilakukan dengan cara mengaduk asbuton dengan solar yang memiliki perbandingan 40 : 60 terhadap massa total 1000 gram pada 1100 rpm dengan suhu 60, 70, 80, dan 90oC selama 30 menit. Selanjutnya dilakukan proses digesting dengan mengaduk campuran solar-asbuton dengan wetting agent, yang berupa larutan surfaktan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS)-Na2CO3 sebesar 25% terhadap massa total campuran sebesar 1000 gram pada 1700 rpm dengan suhu 60, 70, 80, dan 90oC selama 30 menit. Konsentrasi larutan surfaktan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS) yang akan digunakan sebesar 0.125%, 0.25% , 0.375% dan 0.5% (% massa) dan konsentrasi Na2CO3 sebesar 0.25%, 0.5%, 0.75% dan 1% (% massa). Produk proses digesting kemudian dipisahkan secara gravitasi dalam beaker glass dengan menambahkan air sehingga terbentuk tiga lapisan. Lapisan teratas yang merupakan larutan bitumen-solar, ditimbang berat dan diukur densitasnya untuk mengetahui persen (%) recovery yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa % recovery bitumen mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya temperatur dan meningkatnya konsentrasi Na2CO3. Sedangkan % recovery bitumen mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi surfaktan SDS hingga konsentrasi 0.375%, lalu mengalami penurunan pada konsentrasi SDS 0.5%. Hasil akhir yang diperoleh adalah % recovery bitumen yang tertinggi diperoleh sebesar 91.92% pada suhu 90oC dengan konsentrasi Na2CO3 1% dan konsentrasi surfaktan SDS 0.375%.
Studi Anomali Gayaberat Free Air di Kota Surabaya Enira Suryaningsih; Ira Mutiara Anjasmara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.334 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24357

Abstract

Model Geoid Global EGM (Earth Gravitational Model) 2008 merupakan model geoid yang didapatkan dari informasi anomali gayaberat free-air dengan grid 2.5 menit. Grid tersebut dibentuk dari kombinasi data terestrial, turunan altimetri dan data gayaberat dari airborne. Akan tetapi, pengukuran gayaberat di Indonesia masih jarang dilakukan hingga saat ini dan kontribusi nilai gayaberat untuk EGM 2008 di Indonesia kurang. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui anomali gayaberat free air di Kota Surabaya berdasarkan pengukuran data insitu serta data anomali gayaberat free air EGM 2008. Metodologi penelitian tugas akhir ini yaitu dengan pengambilan data insitu di Kota Surabaya, kemudian diolah menjadi anomali gayaberat free air. Data tersebut di-plotting menggunakan aplikasi Generic Mapping Tools. Data anomali gayaberat free air dari EGM 2008 juga di-plotting menggunakan GMT. Berdasarkan pengolahan dan analisis data insitu didapatkan bahwa nilai anomali gayaberat free air berkisar antara -25 mGal – 20 mGal. Sedangkan nilai anomali gayaberat free air dari EGM 2008 berkisar antara -30 mGal – 10 mGal.
Analisis Kegagalan Komponen Spring Rod dalam Spring Suspension Assembly pada Coal Mill Tuban I PT. Semen Indonesia Tbk. Ryan Tri Kurniawan; Alvian Toto Wibisono; Lukman Noerochim
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.023 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24476

Abstract

Spring rod merupakan bagian komponen dari Coal Mill yang berfungsi untuk menahan getaran dari grinding roller yang berputar menggiling batu bara. Komponen spring rod merupakan batang berulir yang tersambung ke sistem hydraulic. Dalam penelitian ini, dilakukan analisa penyebab terjadinya kegagalan pada spring rod di coal mill dengan tujuan menganalisa faktor penyebab dan mekanisme terjadinya kegagalan komponen spring rod dalam spring suspension assembly pada coal mill. Pengujian yang akan dilakukan untuk menganalisa kegagalan ini adalah uji komposisi, pengamatan makroskopik, uji mikroskopik, dan uji kekerasan. Setelah dilakukan pengujian tersebut didapatkan faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan komponen spring rod pada coal mill Tuban 1 yaitu kesalahan pemilihan material dan kesalahan perlakuan panas. Mekanisme kegagalan komponen spring rod pada coal mill Tuban 1 diawali oleh initial crack pada akar gigi pada ulir dikarenakan adanya tegangan yang berulang yang kemudian retakan merambat pada permukaan spring rod sebelum terjadinya final fracture dikarenakan spring rod tidak mampu menahan tegangan yang terjadi sehingga menyebabkan fatigue failure.
Ekstraksi Minyak Akar Wangi dengan Metode Microwave Hydrodistillation dan Soxhlet Extraction Edwin Fatah Daniswara; Taufik Imam Rohadi; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.815 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24483

Abstract

Salah satu minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah minyak akar wangi. Minyak atsiri yang berasal dari tanaman akar wangi biasanya dipakai sebagai pewangi dan bahan fiksatif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ekstraksi minyak atsiri dari akar wangi dengan metode ekstraksi konvensional soxhlet extraction dan metode hydrodistillation dengan bantuan pemanas microwave atau dikenal dengan microwave hydrodistillation serta membandingkan pengaruh dari penggunaan dua metode tersebut terhadap perolehan yield minyak akar wangi. Pada metode soxhlet extraction digunakan pelarut organik n-Hexane 95,0%  dan waktu ekstraksi selama 8 jam, sedangkan pada metode microwave hydrodistillation digunakan air sebagai pelarut dan menggunakan microwave konvensional merk Electrolux model EMM-2308X dengan daya 450 W dan waktu ekstraksi selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan metode soxhlet extraction memiliki yield sebesar  0,6744%, sedangkan metode microwave hydrodistillation diperoleh yield 0,5704%. Dari segi waktu dan yield yang dihasilkan metode microwave hydrodistillation memberikan hasil yang lebih baik daripada metode soxhlet extraction dengan  recovery dari metode microwave hydrodistillation sebesar 84,57%.
Studi Efektivitas Ekstraksi (Capsaicin) Dari Cabai (Capsicum) Dengan Metode Sfme (Solvent Free Microwave Extraction) Lutvianto Pebri Handoko; Yeni Variyana; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.449 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24484

Abstract

Cabai merupakan salah satu jenis komoditi holtikultura yang penting dan digemari oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Cabai dapat digunakan untuk bumbu masak sehari-hari, Industri makanan dan obat-obatan. Namun masalah yang terjadi adalah ketika adanya fluktuasi harga yang sangat merugikan petani cabai. Terlebih apabila hasil panen sedang meningkat sehingga ketersediaan komoditas ini semakin banyak, tentu hal ini dibarengi dengan turunnya harga yang membuat hasil penjualan petani tidak mampu menutup biaya produksi yang digunakan. Oleh karena itu, melalui serangkaian proses penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan proses ekstraksi cabai yang digunakan sekelompok petani cabai untuk mengekstraksi produk cabai yang melimpah pada saat musimnya sehingga bisa diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Pada penelitian ini akan dilakukan beberapa tahap yaitu meliputi tahap persiapan berupa studi literatur dan observasi laboratorium; perancangan alat dimana alat yang akan digunakan adalah MASE (Microwave Assisted Soxhlet Extraction). Untuk treatment bahan baku diambil sampel cabai rawit segar dilanjutkan dengan proses ekstraksi yaitu dengan menggunakan metode MASE dan tahap analisa dengan variabel-variabel massa cabai dengan jenis bahan baku Cabai Rawit segar yaitu massa cabai rawit (0,04; 0,08; 0,12; 0,16; dan 0,2 gram). Daya microwave (400 W, 600 W, dan 800 W). Siklus proses di microwave ( 2; 4; 6; 8; dan 10 cycle). Kemudian uji kadar ekstrak cabai dengan secara kuantitatif; dan menghitung yield yang dihasilkan sehingga dapat diketahui kondisi yang paling tinggi. Hasil Penelitian menghasilkan yield ekstrak cabai rawit segar dengan metode Microwave Assisted Soxhlet Extraction (MASE) adalah 400 W dengan 8 extraction cycle, massa cabai rawit 20 gram menghasilkan yield sebesar 8,4824%. Hasil Uji High Performance Liquid Chromatography (HPLC) mengandung capsaicin sebesar (0,453±0,004) %b/b atau sebesar (45.3±0,4) ppm.  
Analisis Kegagalan Komponen Driver Plate dalam Cooler Clinker Pada Unit Tuban I PT. Semen Indonesia Tbk. Mohamad Miftah Fadlika Makmur; Alvian Toto Wibisono; Lukman Noerochim
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.949 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24490

Abstract

Mesin pendingin terak (clinker cooler) berfungsi sebagai pendingin terak (clinker) yang keluar dari mesin pemanas (kiln). Drive plate berfungsi untuk membawa terak dari kiln dengan menggerakan crossbar dalam proses pendinginan terak. Beberapa pengujian dilakukan untuk mendukung hasil analisis. Uji komposisi didapatkan material driver plate berkesesuaian komposisinya dengan ASTM A709. Pengamatan makroskopik menunjukkan adanya deformasi, terlihat dari perubahan geometri. Pengamatan mikroskopik menunjukkan struktur mikro daerah yang terdeformasi mengalami strain hardening. Analisa dengan bantuan software menunjukan besar total deformation dan equivalent stress. Besar total deformasi sebesar 4.4 mm. Dan uji kekerasan menunjukkan adanya peningkatan nilai kekerasan di daerah dekat dengan kegagalan, dari 348.2 ± 9 BHN menjadi 370.6 ± 17 BHN. Faktor yang menyebabkan kegagalan adalah pemilihan material dan deformasi.Mesin pendingin terak (clinker cooler) berfungsi sebagai pendingin terak (clinker) yang keluar dari mesin pemanas (kiln). Drive plate berfungsi untuk membawa terak dari kiln dengan menggerakan crossbar dalam proses pendinginan terak. Beberapa pengujian dilakukan untuk mendukung hasil analisis. Uji komposisi didapatkan material driver plate berkesesuaian komposisinya dengan ASTM A709. Pengamatan makroskopik menunjukkan adanya deformasi, terlihat dari perubahan geometri. Pengamatan mikroskopik menunjukkan struktur mikro daerah yang terdeformasi mengalami strain hardening. Analisa dengan bantuan software menunjukan besar total deformation dan equivalent stress. Besar total deformasi sebesar 4.4 mm. Dan uji kekerasan menunjukkan adanya peningkatan nilai kekerasan di daerah dekat dengan kegagalan, dari 348.2 ± 9 BHN menjadi 370.6 ± 17 BHN. Faktor yang menyebabkan kegagalan adalah pemilihan material dan deformasi.