Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 1 (2019)"
:
63 Documents
clear
Simulasi Numerik Karakteristik Aliran Melintasi Dua Silinder Sirkular Tersusun Tandem Dekat Dinding Miring
Rida Aries Arifah;
Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.502 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38216
Silinder sirkular yang berinteraksi dengan fluida adalah salah satu bentuk yang umum digunakan pada rekayasa teknik. Salah satu elemen struktural yang berbentuk silinder sirkular yaitu pipa. Instalasi perpipaan yang didirikan berkelompok atau dalam susunan tertentu sering ditemukan dalam bangunan industri. Salah satunya pada instalasi perpipaan di atas tanah untuk mengalirkan minyak dari sumur produksi menuju kilang minyak di daratan (Onshore) untuk diolah. Peletakan instalasi perpipaan di atas tanah pada umumnya diletakkan dengan jarak tertentu dari permukaan tanah, baik pada permukaan tanah yang datar atau dengan kemiringan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode simulasi numerik dua dimensi steady dan incompressible flow menggunakan software CFD Ansys Fluent versi 19.1. Bilangan Reynolds yang digunakan dalam simulasi ini sebesar 5x104 dengan kecepatan inlet sebesar 20 m/s. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah rasio besar celah silinder sirkular dengan dinding (G/D) berturut-turut 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, 0,5, dan 1, serta variasi kemiringan dinding (α) pada 0o, 10o, dan 20o. Rasio jarak longitudinal antar dua silinder sirkular (L/D) = 1,5 dibuat konstan. Pemodelan turbulence viscous yang digunakan adalah shear stress transport k-ω. Hasil yang didapat dari simulasi numerik secara kualitatif menunjukkan bahwa peningkatan (G/D) akan mengurangi pengaruh blockage dan peningkatan (α) akan membentuk wake akibat inclined wall serta meningkatkan pengaruh adverse pressure gradient. Hasil yang didapat secara kuantitatif yaitu peningkatan G/D dan α akan meningkatkan trendline CDp dan menurunkan trendline CLp pada silinder-1 serta menurunkan trendline CDp dan meningkatkan trendline CLp pada silinder-2. Tinjauan pada α dapat disimpulkan bahwa peningkatan α pada setiap G/D akan menurunkan nilai CDp dan CLp pada silinder-1 serta meningkatkan CDp (tetap bernilai negatif) dan menurunkan CLp pada silinder-2. Dapat disimpulkan bahwa jarak (L/D) = 1,5 menyebabkan gaya drag yang semakin rendah pada silinder-2, disebabkan oleh free shear layer silinder-1 melingkupi silinder-2 pada α = 0o dan 10o. Pada α = 20o pengurangan gaya drag silinder-2 diakibatan oleh wake step dari inclined wall.
Rancang Bangun Perangkat Praktikum Perpindahan Panas Konveksi Paksa pada Berkas Pin Fin Berpenampang Sirkular dengan Susunan Staggered
Alik Dinikavanila;
Budi Utomo Kukuh Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.24 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42065
Perpindahan panas merupakan perpindahan energi akibat adanya perbedaan temperatur. Fenomena perpindahan panas konduksi dan konveksi dapat ditemui pada sirip (fin). Fin dapat meningkatkan perpindahan panas dengan menambah luasan atau area perpindahan panas yang disebut extended surface. Untuk menambah pemahaman tentang perpindahan panas secara eksperimental khususnya yang terjadi pada berkas pin fin berpenampang sirkular perlu dirancang suatu perangkat praktikum perpindahan panas. Tugas akhir ini membahas perancangan alat praktikum perpindahan panas konveksi paksa melalui berkas pin fin berpenampang sirkular. Alat praktikum ini digunakan untuk mengetahui pengaruh diameter fin serta kecepatan udara terhadap perpindahan panas konveksi. Selain itu, dari pengujian tersebut diketahui distribusi temperatur di sepanjang fin. Pengujian dilakukan dengan menggunakan circular pin fin yang berjumlah 18 dengan diameter 10 mm dan 16 mm serta panjang 70 mm. Pin fin diletakkan dalam rectangular duct dan disusun secara staggered dengan ST = 20 mm, SL = 20 mm, dan SD = 23 mm. Electric plate heater diletakkan pada base plate sebagai sumber panas yang dikontrol dengan menggunakan termokontrol yaitu pada T = 50 ⁰C dan T = 70 ⁰C. Kecepatan udara divariasikan dengan menggunakan variasi air inlet pada centrifugal blower. Kemudian dilakukan pembacaan temperatur temperatur masing-masing 1 titik pada Treferensi, Tbase, Tout, dan sebanyak 20 titik pada pin fin. Pengukuran temperatur dilakukan dengan termokopel dan DAQ yang terintegrasi pada komputer. Hasil penelitian menjunjukkan distribusi temperatur menurun di sepanjang fin. Temperatur permukaan fin tertinggi terdapat pada fin baris keempat dan fin yang terletak di sebelah kiri. Temperatur terendah terjadi pada v = 4.20 m/s dan temperatur tertinggi terjadi pada v = 2.64 m/s. Fin diameter 10 mm mempunyai luas permukaan yang lebih kecil dan memberikan jarak antar fin yang lebih luas daripada fin diameter 16 mm. Jarak tersebut memungkikan fluida yang melalui fin dapat membawa panas dari fin dan menyebabkan penurunan temperatur yang besar. Pada kecepatan yang sama, fin 10 mm mempunyai koefisien konveksi yang lebih besar daripada fin 16 mm. Untuk varisi set point yang digunakan, koefisien konveksi yang tertinggi dicapai pada set point 50ᵒC.Perpindahan panas merupakan perpindahan energi akibat adanya perbedaan temperatur. Fenomena perpindahan panas konduksi dan konveksi dapat ditemui pada sirip (fin). Fin dapat meningkatkan perpindahan panas dengan menambah luasan atau area perpindahan panas yang disebut extended surface. Untuk menambah pemahaman tentang perpindahan panas secara eksperimental khususnya yang terjadi pada berkas pin fin berpenampang sirkular perlu dirancang suatu perangkat praktikum perpindahan panas. Tugas akhir ini membahas perancangan alat praktikum perpindahan panas konveksi paksa melalui berkas pin fin berpenampang sirkular. Alat praktikum ini digunakan untuk mengetahui pengaruh diameter fin serta kecepatan udara terhadap perpindahan panas konveksi. Selain itu, dari pengujian tersebut diketahui distribusi temperatur di sepanjang fin. Pengujian dilakukan dengan menggunakan circular pin fin yang berjumlah 18 dengan diameter 10 mm dan 16 mm serta panjang 70 mm. Pin fin diletakkan dalam rectangular duct dan disusun secara staggered dengan ST = 20 mm, SL = 20 mm, dan SD = 23 mm. Electric plate heater diletakkan pada base plate sebagai sumber panas yang dikontrol dengan menggunakan termokontrol yaitu pada T = 50 ⁰C dan T = 70 ⁰C. Kecepatan udara divariasikan dengan menggunakan variasi air inlet pada centrifugal blower. Kemudian dilakukan pembacaan temperatur temperatur masing-masing 1 titik pada Treferensi, Tbase, Tout, dan sebanyak 20 titik pada pin fin. Pengukuran temperatur dilakukan dengan termokopel dan DAQ yang terintegrasi pada komputer. Hasil penelitian menjunjukkan distribusi temperatur menurun di sepanjang fin. Temperatur permukaan fin tertinggi terdapat pada fin baris keempat dan fin yang terletak di sebelah kiri. Temperatur terendah terjadi pada v = 4.20 m/s dan temperatur tertinggi terjadi pada v = 2.64 m/s. Fin diameter 10 mm mempunyai luas permukaan yang lebih kecil dan memberikan jarak antar fin yang lebih luas daripada fin diameter 16 mm. Jarak tersebut memungkikan fluida yang melalui fin dapat membawa panas dari fin dan menyebabkan penurunan temperatur yang besar. Pada kecepatan yang sama, fin 10 mm mempunyai koefisien konveksi yang lebih besar daripada fin 16 mm. Untuk varisi set point yang digunakan, koefisien konveksi yang tertinggi dicapai pada set point 50ᵒC.
Optimasi Jaringan Heat Exchanger Dengan Metode Pinch Technology Menggunakan Perangkat Lunak Aspen Energy Analyzer V.10 Pada Train F PT Badak NGL Bontang
Ananda Azaria Febriana;
Budi Utomo Kukuh Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42269
Kapal Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) semakin banyak dibangun seiring dengan program pengadaan 1.700 kapal nelayan berbahan fiberglass oleh pemerintah pada tahun 2016. Seiring dengan dibangunnya kapal fiberglass tersebut, maka jumlah pekerjaan reparasi kapal fiberglass juga meningkat. Akan tetapi reparasi kapal fiberglass pada galangan umumnya masih belum menggunakan standar Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) maupun guidebook reparasi kapal fiberglass. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh laminasi fiberglass akibat proses reparasi terhadap kekuatan kapal. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan lokasi kerusakan dan schedule laminasi. Lokasi kerusakan yang diteliti adalah geladak, sisi dan alas dengan kerusakan berupa sobek pada kulit. Variasi metode reparasi yang dipilih adalah single sided scharf repair dan double sided scharf repair. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan pengujian tekuk untuk menghitung tensile strength, modulus of tensile elasticity, bending strength dan modulus of bending elasticity. Hasil dari penelitian ini adalah setelah direparasi kapal FRP masih memiliki nilai tensile strength dan modulus of tensile elasticity yang memenuhi standar BKI dimana penurunan terbesar tensile strength adalah 9,66% dari nilai awal dan modulus of tensile elasticity berkurang sebesar 18,93% dari nilai awal. Setelah dilakukannya proses reparasi, kapal juga masih memiliki nilai bending strength dan modulus of bending elasticity yang memenuhi standart BKI dimana pengurangan terbesar bending strength adalah 38,94% dari nilai awal dan modulus of bending elasticity berkurang sebesar 63,62%. Biaya reparasi yang paling ekonomis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan variasi double sided scharf repair pada lokasi geladak dengan total biaya Rp2.600.985, yaitu lebih murah 13,51% dari biaya reparasi sesungguhnya.
Studi Eksperimen Perpindahan Panas Konveksi Paksa pada Berkas Pin Fin Berpenampang Circular dengan Susunan Aligned
Linda Wijiati;
Budi Utomo Kukuh Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (639.911 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42376
Fin digunakan untuk meningkatkan perpindahan panas dengan menambah luasan atau area perpindahan panas yang disebut extended surface. Salah satu media untuk mendemonstrasikan fenomena perpindahan panas pada fin adalah dengan melakukan studi eksperimen. Studi eksperimen ini digunakan untuk mengetahui pengaruh diameter fin dan kecepatan udara terhadap perpindahan panas konveksi serta distribusi temperature di sepanjang fin. Pengujian dilakukan dengan menggunakan circular pin fin yang berjumlah 16 dengan diameter 10 mm dan 16 mm serta panjang 70 mm. Pin fin diletakkan di dalam rectangular duct dan disusun secara aligned dengan =20 mm dan =20 mm. Electric plate heater diletakkan pada base plate sebagai sumber panas yang dikontrol menggunakan thermocontrol yaitu pada T=50oC dan T=70oC. Kecepatan aliran udara divariasikan dengan menggunakan variasi air inlet pada centrifugal blower. Setelah itu dilakukan pembacaan temperature masing-masing pada 1 titik pada base plate, dan 24 titik pada circular pin fin. Pengukuran temperature dilakukan dengan thermocouple dan akuisisi data yang terintegrassi pada computer. Hasil penelitian menunjukkan distribusi temperature menurun sepanjang pin fin. Reynolds number terbesar terjadi pada v=4.20 m/s. Pada kecepatan yang sama, fin 10 mm mempunyai koefisien konveksi yang lebih besar daripada fin 16 mm.
Analisis Penggunaan GPS Navigasi dan Foto Udara Format Kecil pada Pengukuran Bidang Tanah Program Redistribusi Tanah Obyek Landreform (Studi Kasus: Desa Entikong, Kabupaten Sanggau)
Muhammad Kiki Zaenuri;
Yanto Budisusanto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.693 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.37954
Program Redistribusi Tanah Obyek Landreform merupakan program dari Badan Pertanahan Nasional yang bertujuan untuk memberikan sertifikat bidang tanah kepada petani penggarap sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961 Tentang Pelaksanaan Pembagian Tanah dan Pemberian Ganti Rugi. Program ini memiliki beberapa kendala, diantaranya, yaitu kekurangan sumber daya alat dan manusia, serta target bidang tanah yang banyak dalam waktu yang singkat. Studi ini menganalisis penggunaan GPS navigasi dan foto udara format kecil pada pengukuran bidang tanah untuk program tersebut yang dilakukan di Desa Entikong oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sanggau pada bulan Juli tahun 2018. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis ketelitian geometrik horizontal untuk foto udara format kecil serta analisis ketelitian planimetrik luas dan posisi untuk hasil pengukuran bidang tanah dan hasil deliniasi-suplesi. Berdasarkan analisis tersebut, hasil peta ortofoto dapat digunakan sebagai peta kerja pada skala minimal 1:1000 untuk kelas 2. Sedangkan hasil analisis planimetrik menunjukkan hasil yang tidak baik yaitu jumlah bidang tanah yang masuk kategori dapat diterima (kelas 1-2) 39,31% untuk hasil dari pengukuran menggunakan GPS navigasi. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara teknis hasil pengukuran bidang tanah tersebut tidak sesuai dengan toleransi analisis planimetrik pada Peraturan Menteri Negara ATR/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar Pendaftaran, walaupun menurut Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2018 diperbolehkan.
Identifikasi Permasalahan Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya melalui Surabaya Single Window
Imroatul Azizah;
Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41607
Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya dilakukan dengan mengakses Surabaya Single Window sehingga lebih transparan dan terintegrasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah. Adanya peran masyarakat yang sadar pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tergabung Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan petugas yang terlatih, tidak menjadikan seluruh bangunan di Kota Surabaya memiliki Izin Mendirikan Bangunan. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasikan kegiatan pelayanan menurut sistem, dan mengeksplorasi permasalahan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan dengan batasan pelayanan melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap. Identifikasi kegiatan pelayanan menurut sistem menggunakan analisis deskriptif, sedangkan permasalahan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan menggunakan analisis deskriptif kualitatif terhadap sample pemohon, serta analisis Isi terhadap Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya. Penelitian ini menyimpulkan masyarakat Kota Surabaya belum sepenuhnya memahami pelayanan Izin Mendirikan Bangunan di Kota Surabaya khususnya detail klausul persyaratan, dan tahapan pelayanan serta adanya sistem eror dalam tahap pengunggahan data.
Analisis Prediksi Laju Korosi Pada SMAW Underwater Wet Welding Weldjoint Baja ASTM A36 Karena Pengaruh Variasi Coating Elektroda dan Heat Input
Arifin Amanto Putra;
Herman Pratikno;
Hasan Ikhwani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.145 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38287
Sejalan dengan berjalannya zaman, teknologi konstruksi bangunan laut berkembang sangat cepat dan sudah banyak variasi metode reparasi bangunan laut yang dapat menjadi alternatif. Tetapi perlu perhatian lebih pada metode reparasi yang digunakan agar reparasi tersebut menjadi maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi Coating Elektroda berupa pernis dan lilin serta heat input sebesar 1.0 kJ/mm dan 1.3 kJ/mm pada SMAW underwater wet welding baja ASTM A36. Pada prediksi laju korosi, nilai terendah didapatkan pada penggunaan coating elektroda lilin dan heat input 1.3 kJ/mm, yaitu 0.8 mmpy dengan kategori wajar (Fair). Kemudian untuk nilai prediksi laju korosi pada variasi pengelasan lain masuk kedalam kategori buruk (poor). Seperti pada pengelasan dengan coating elektroda pernis dan heat input 1.3 kJ/mm dan 1.0 kJ/mm mempunyai nilai berturut-turut 2.60 mmpy dan 3.61 mmpy. Selain itu, pada pengelasan dengan coating elektroda lilin dengan heat input 1.0 kJ/mm mempunyai nilai 1.22 mmpy yang juga masuk ke dalam kategori buruk (poor). Selain prediksi laju korosi terdapat pengujian metalografi dan didapatkan presentase ferrite weld metal terendah terjadi pada pengelasan menggunakan coating elektroda lilin dan heat input 1.3 kJ/mm, yaitu 61%. Maka, prediksi laju korosi yang didapatkan sebanding dengan presentase ferrite weld metal.
Electric Waste Collecting Vessel (EWOV) – Citarum River
Lam Khin Xiang;
Ahmad Nasirudin
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.312 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42571
This waste collecting vessel is specifically designed to assist with the clean up of the 300km Citarum River, the longest and largest river in Indonesia. This vessel has the capacity of cleaning at least 5.4 tons of waste per day. In a country highly dependent on cheap fossil fuel, Indonesia has yet to ride on the wave of clean energy revolution due to its high initial cost of investment. The vessel uses rechargeable batteries as a source of energy for propulsion and to reduce impact on the environment in contrast to using combustion engine. The method used for this design is The Parrent Vessel Approach. The main dimension of the vessel is determined to be LOA = 8 m, B = 3 m, T = 0.2 m, H = 0.7 m, B1 = 0.7 m, Cb = 0.977, with 3 knots service speed and operating duration of at least 1.3 hours, motor power requirement to be 0.756 kW with 2.685 Wh per battery capacity. The payload capacity is 1.8 tons per round of waste collection. Garbage’s density in general is 481 kg/m^3
Desain Aplikasi Website HUB Marketing Berbasis E-Marketplace untuk Pemasaran Produk Kapal dan Komponennya
Rizky Armanda;
Heri Supomo;
Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1193.848 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41908
Pada Industri maritim Indonesia saat ini, pemasaran kapal dan komponen kapal masih mengandalkan cara pemasaran konvensional. Oleh karena itu dibutuhkan cara alternatif dalam pemasaran kapal dan komponennya dengan cara yang lebih modern dan terintegrasi untuk industri bisnis perkapalan. Tujuan yang ingin dicapai dari pengerjaan tugas akhir ini adalah merancang aplikasi website HUB Marketing berbasis e-marketplace, aplikasi dirancang dimulai dengan membuat konten penjualan dengan membuat kategori dan tipe untuk produk kapal dan komponen kapal. Lalu dilanjutkan dengan merancang sistem website dan dilanjutkan merancang mockup dan membuat sistemnya dengan pengkodingan aplikasi. Aplikasi yang telah dibuat dikembangkan menjadi sebuah website dengan nama Hubmarine dan dirancang agar dapat membantu pemasaran produk kapal dan komponen kapal dengan memberikan fitur penjualan dan pembelian dalam website. Dari hasil pengembangan website dilakukan uji responden untuk mengetahui seberapa membantu dan perlu atau tidaknya aplikasi ini dibuat, hasil responden didapat rata-rata jawaban sebesar 81,3%, dapat disimpulkan website ini membantu sistem pemasaran yang ada saat ini. Lalu dilakukan analisa ekonomis untuk biaya yang dibutuhkan, didapat biaya investasi awal sejumlah Rp2.656.700.000, biaya pengelolaan website per tahun sejumlah Rp3.666.003.760, dan pendapatan pengelola website sejumlah Rp5.595.000.000 setiap tahunnya. Selanjutnya investasi akan mengalami break even point pada tahun ke 6 dengan internal rate of return sebesar 17.06%
Studi Kepecahan Moda Kegagalan Material A36 dengan Variasi Panjang Retak Terpusat
Muhammad Alif Budiman;
Mohammad Nurul Misbah;
Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.768 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38648
Kecelakaan kapal sering terjadi diakibatkan kerusakan pada lambung. Lambung kapal merupakan susunan dari beberapa material baja yang dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi suatu kesatuan utuh. Salah satu penyebab kerusakan lambung adalah timbulnya initial crack pada material penyusun lambung. Pada penelitian ini, pelat baja A36 yang sering digunakan pada lambung kapal dijadikan dalam skala ukuran spesimen pengujian. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan fracture toughness dan tegangan kritis baja A36. Spesimen diberikan beban statis yang diperoleh dari hasil pengujian tarik. Beban tarik pada spesimen uji menghasilkan faktor intensitas tegangan digunakan untuk mengevaluasi fracture toughness dan tegangan kritis yang dapat diterima akibat initial crack. Pemodelan dilakukan sesuai spesimen uji tarik dengan 9 variasi initial crack menggunakan software Finite Element Analysis. Berdasarkan variasi tersebut didapatkan beberapa hasil yang dibandingkan untuk mengevaluasi faktor intensitas tegangan, fracture toughness dan tegangan kritis akbiat intial crack. Untuk mengevaluasi dilakukan pengujian tarik (eksperimen) serta dua pendekatan yaitu XFEM setiap K mode I dan J-Integral. Didapatkan hasil fracture toughness material A36 dari eksperimen sebesar 1413.7154 MPa√mm; metode XFEM setiap K mode I mengahasilkan fracture toughness A36 sebesar 1412.6214 MPa√mm dan J-Integral menghasilkan fracture toughness A36 sebesar 1414.7809 MPa√mm. Perbedaan nilai fracture toughness terhadap eksperimen diperoleh eror sebesar 0.077% (XFEM setiap K mode I) dan 0.075% (J-Integral).