Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
3,978 Documents
Performansi Parameter Delay Pada Aplikasi Monitoring DIAMon
Kurnia Ageng Pratama;
Eko Setijadi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.237 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2296
Kemampuan seorang administrator jaringan untuk mengawasi jaringan sangat penting agar jaringan tersebut dapat beroperasi dengan baik. Maka diperlukan aplikasi monitoring jaringan yang dapat memberikan informasi yang sedang terjadi pada jaringan tersebut, sehingga memudahkan administrator jaringan untuk mengatur dan bertindak agar jaringan tersebut memiliki kinerja yang baik. Salah satu parameter untuk menganalisa kondisi sebuah jaringan adalah delay. Metodologi pada tugas akhir ini dengan perancangan sistem terintegrasi monitoring delay dengan web aplikasi, pengujian monitoring delay dengan ping, pengambilan dan perhitungan statistik dari database MySQL, pengujian aplikasi monitoring DIAMon yang sudah terintegrasi dan penarikan kesimpulan dari pengujian dan hasil analisa data. Tugas akhir ini dibuat sebuah aplikasi monitoring DIAMon yang mampu mengukur delay dan ditampilkan dalam suatu dashboard yang komunikatif sehingga dapat membantu adminstrator jaringan bekerja. Dan didapatkan rata-rata selisih terbaik antara aplikasi monitoring DIAMon dengan PRTG yaitu 30,19853% dan terburuk yaitu 46,73768%. Sedangkan rata-rata selisih terbaik antara aplikasi monitoring DIAMon dengan perhitungan delay yaitu 57,79807% dan terburuk yaitu 91,69501%.
Perancangan Dan Implementasi RF-Downlink Pada S-Band Frekuensi 2400 Mhz Untuk Stasium Bumi Satelit Nano
Siti Mutmainah;
Suwadi Suwadi;
gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1013.971 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2314
Pada perancanangan dan implementasi sistem penerima satelit nano pada stasiun bumi khususnya pada bagian RF-downlink ini dimana yang menjadi perhatian adalah LNA dan downconverter frequency. Sistem kerja dari RF Downlink adalah sinyal yang diterima dari satelit pada frekuensi 2400 Mhz yang daya sinyalnya sangat lemah akan dikuatkan oleh LNA, setelah itu akan di downconverter frequency menjadi intermediate frekuensi (IF-frequency). Dari hasil pengujian didapatkan parameter gain dari LNA dengan menggunakan IC TRF1115 adalah 18.11 dB dan noise figure sebesar 3.35 dB. Namun dalam desain ini mixer rangkaian dilengkapi IF amplifier agar daya tidak semakin kecil sebelum diteruskan ke blok selanjutnya. Untuk pengkonversian frekuensi dari RF ke IF digunakan prinsip superdeterodyne yang terdapat dalam IC TRF1112 dimana ada dua kali tahap konversi, dimana hasil pengujian downconverter-1 diperoleh nilai IF sebesar 958.6 MHz dan downconverter-2 atau akhir sebesar 96 MHz. Pada sistem ini diharapkan dengan LNA, daya sistem penerima tidak semakin kecil dan dapat bekerja pada band frekuensi yang telah ditetapkan.
Perancangan dan Implementasi Demodulator GMSK untuk Pengiriman Citra pada Sistem Komunikasi Satelit Nano 2,4GHz
Ikhwanti Indahsari;
Suwadi Suwadi;
gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.521 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2317
Stasiun bumi merupakan suatu ground segment yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima, ke dan dari satelit, untuk komunikasi data satelit, khususnya satelit nano. Stasiun bumi pada Tugas Akhir ini hanya berfungsi pada arah downlink saja, yakni hanya menerima data yang dipancarkan dari satelit nano. Stasiun bumi terdiri dari berbagai macam modul seperti antenna, RF Downlink, baseband (demodulator), decoder, dan PC untuk mencuplik data hasil pemrosesan. Demodulator berfungsi mengembalikan sinyal hasil modulasi ke bentuk semula. Penelitian yang diambil dari Tugas Akhir ini bertujuan merancang dan membuat perangkat demodulator GMSK yang bekerja pada baudrate 19200 baud/s. Demodulator ini diimplementasikan dengan demodulator FM pendekatan PLL dan filter Gaussian dengan BT 0,5. Hasil pengujian menunjukan bahwa demodulator bisa mendemodulasi sinyal analog dengan baud rate 19200 baud/s. Hasilnya sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk baseband stasiun bumi. Demodulator ini telah diuji dengan menggunakan perangkat modulator dengan frekuensi output sebesar 9,517 KHz. Pada akhir pengujian disarankan pemilihan demodulator FM dengan pendekatan demodulator IQ karena akan menghasilkan demodulasi GMSK yang maksimal saat diintegrasikan dengan filter Gaussian.
Desain dan Implementasi Modulator GMSK 19200 Baud untuk Pengiriman Citra pada Payload Satelit Nano
Rheyuniarto Sahlendar Asthan;
Suwadi Suwadi;
Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1160.108 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2318
Satelit nano merupakan satelit mahasiswa pertama yang sedang dikembangkan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Salah satu fungsi satelit tersebut adalah melakukan pengiriman citra pada lintasan downlink 2,4 GHz. Tugas Akhir ini dititikberatkan pada pembuatan modulator GMSK sebagai salah satu modul penyusun pada payload satelit. Tugas akhir ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan perangkat modulator GMSK 19200 baud untuk pengiriman citra pada dari satelit ke stasiun bumi penerima. Modulator GMSK dirancang melalui 2 tahapan, yaitu perancangan dan pembuatan filter Gaussian menggunakan CMX589A serta perancangan dan pembuatan modulator FM menggunakan NE568A dan NE5539. Filter Gaussian yang dirancang berukuran 4×4 cm sedangkan modulator FM berukuran 6,5×2,5 cm. Hasil pengujian dan pengukuran perangkat menunjukan bahwa modulator GMSK mampu bekerja dengan kecepatan transmisi data sebesar 19200 baud. Besarnya baudrate yang dihasilkan telah memenuhi spesisikasi yang dibutuhkan. Frekuensi keluaran modulator GMSK adalah frekuensi 11,71 MHz dengan power spectral -4 dBm. Dari segi ukuran dan konsumsi daya yang rendah, perangkat tersebut dapat ditempatkan pada payload satelit nano
Pendekodean Kanal Reed Solomon Berbasis FPGA untuk Transmisi Citra pada Sistem Komunikasi Satelit Nano
Andi Nurul Utami Husain;
Suwadi Suwadi;
Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (836.063 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2319
Sistem komunikasi satelit saat ini sedang dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiswi ITS, salah satunya yaitu Sistem komunikasi satelit nano 2,4 GHz untuk pengiriman citra. Untuk mengatasi kerusakan informasi yang diterima akibat noise selama transmisi, maka di stasiun bumi dibutuhkan pendekodean kanal Reed Solomon (255,239) untuk mendeteki dan mengoreksi informasi jika terjadi kesalahan pada informasinya. Dalam makalah ini bertujuan untuk merancang pendekodean kanal Reed Solomon(255,239) untuk diimplementasikan pada stasiun bumi. Pendekodean ini secara teori mampu mendeteksi dan mengoreksi maksimum 8 simbol error yang terjadi pada informasi. Pendekodean Reed Solomon(255,239) dirancang menggunakan bahasa pemrograman VHDL (VHSIC Hardware Description Language) dan dimasukkan kedalam board FPGA (Field-Programmable Gate Array). Pengujiannya dilakukan hanya secara simulasi dengan menginjeksikan error pada data informasi yang diterima oleh Reed Solomon(255,239) karena relatif sulit diuji dengan menambahkan error saat tahap implementasi. Secara simulasi pendekodean ini telah mampu mengoreksi sebanyak 8 simbol error sesuai dengn teori. Pada tahap implementasinya juga telah berhasil karena telah mampu menerima informasi yang sesuai dengan informasi yang dikirim dengan asumsi tidak terdapat error pada informasi.
Performansi Parameter Throughput Pada Aplikasi DIAMON
Ismie Utami Farma;
Achmad Affandi;
Eko Setijadi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.138 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2343
Perancangan serta pembuatan sistem monitoring jaringan berupa sebuah aplikasi yang diberi nama DIAMON. Aplikasi ini merupakan aplikasi monitoring nilai throughput dari suatu device atau perangkat yang berada pada sebuah jaringan. Pemilihan throughput sebagai sesuatu yang dimonitoring dikarenakan throughput merupakan salah satu parameter Quality of Service (QoS). Aplikasi DIAMON memanfaatkan salah satu protokol yang dapat digunakan untuk memonitoring jaringan yaitu protokol Simple Network Management Protocol (SNMP) yang didefinisikan oleh lembaga Internet Engineering Task Force (IETF) pada RFC 1157. Dengan memanfaatkan protokol SNMP, setiap perangkat yang ingin dimonitoring dapat diidentifikasi seluruh informasi beserta nomor portnya. Pada SNMP, suatu identifikasi throughput dideskripsikan dengan tipe informasi IfInOctet untuk throughput in (masuk) dan IfOutOctet untuk throughput out (keluar). Informasi yang diperoleh oleh server akan disimpan pada database. Database yang digunakan sebagai tempat penyimpanan data pada aplikasi DIAMON adalah MySQL. Selanjutnya informasi mengenai nilai throughput suatu device dapat di tampilkan pada sebuah web. Aplikasi DIAMON memiliki kinerja yang baik sebagai aplikasi monitoring jaringan karena nilai yang diperoleh tidak jauh berberda dengan salah satu NMS yaitu PRTG.
Implementasi Algoritma BLMS Untuk Pereduksi Derau Pada Sinyal Suara Menggunakan TMS320C6416T
Rayi Margina Putri Kurnia;
Suwadi Suwadi;
Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1000.002 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2344
Dalam system komunikasi, derau merupakan masalah utama yang senantiasa menyertainya. Derau menyebabkan penurunan kualitas sinyal informasi, bahkan dapat terjadi pada saat sebelum sinyal ditransmisikan. Untuk mengatasinya diperlukan pemrosesan sinyal sebelum sinyal ditransmisikan sehingga derau dapat direduksi. Pemfilteran merupakan salah satu cara untuk mereduksi derau dari sinyal informasi. Berdasarkan kemampuannya untuk beradaptasi, filter digolongkan menjadi dua yaitu filter adaptif dan filter non-adaptif. Dalam hal ini diperlukan filter adaptif yang mempunyai kemampuan untuk mengubah karakteristik derau secara kontinyu. Algoritma adaptasi yang digunakan adalah algoritma LMS dan BLMS untuk dibandingkan karakteristiknya dalam mengurangi derau dengan menggunakan perangkat DSP board TMS320C6416T. Hasil implementasi yang diinginkan yaitu memperoleh sinyal keluaran informasi tanpa noise. Nilai SNR yang paling baik yaitu pada parameter panjang filter 16 dengan step size 0.05 sebesar 30,0193 dB dengan MSE minimum diperoleh 6,9129E-07. Sedangkan hasil simulasi diperoleh SNR terbesar dengan parameter panjang filter 16 pada step size 0,005 yaitu 28,4183 dB dengan nilai MSE minimum 5,47E-05. Semakin panjang filter (orde semakin tinggi) maka proses perhitungan semakin lama. Jika parameter konvergensi diperkecil maka filter membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi namun akan didapatkan sinyal yang mendekati sinyal yang diinginkan.
Implementasi Algoritma FBLMS Untuk Pereduksi Derau Pada Sinyal Suara Menggunakan TMS320C6416T
Dimitra Levina Hartono;
Suwadi Suwadi;
Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (866.492 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2348
Dalam sistem komunikasi, derau merupakan sinyal yang tidak diinginkan, yang menyertai sinyal informasi sehingga akan mempengaruhi kualitas sinyal yang akan dikirimkan. Pada aplikasi filter adaptif penghapus derau, sebagai masukannya adalah sinyal utama yaitu sinyal informasi yang telah tercampur dengan derau dan sinyal referensi dimana sinyal referensi tersebut memiliki korelasi dengan sinyal utama.Selama pengujian dan analisa algoritma Fast Blok LMS (FBLMS) menggunakan modul DSK TMS320C6416T ini telah berhasil diimplementasikan sistem penghilang derau berbasis TMS320C6416T dengan menggunakan pembanding algoritma LMS dan FBLMS. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa pada perbandingan SNR untuk hasil simulasi antara LMS dan FBLMS, untuk hasil terbaik yaitu pada saat step size dengan besar 0.005, baik untuk filter length 16, 32, maupun 32. Nilai SNR terbesar dan konvergen untuk LMS adalah 28.2499 sedangkan FBLMS adalah 28.2362. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil kinerja LMS masih lebih baik daripada FBLMS.
Perancangan dan Simulasi Ultrasonik Doppler Gelombang Kontinyu 4MHz Berbasis Mikrokontroler ATmega16
Paskalis Kurniaji;
Harris Pirngadi;
Tri Arief Sardjono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.941 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2362
Dalam penelitian ini telah dirancang sebuah sistem ultrasonik yang akan digunakan untuk mengukur kecepatan aliran darah. Sistem yang dirancang ini menggunakan prinsip ultrasonik doppler gelombang kontinyu dengan frekuensi 4MHz. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan memancarkan gelombang sinus yang memiliki frekuensi 4 MHz ke bagian pembuluh darah oleh tranduser pemancar, dan gelombang pantul yang dihasilkan dari reflektor sel darah merah akan diterima kembali oleh tranduser penerima. Gelombang pantul yang diterima oleh tranduser penerima ini akan memiliki frekuensi yang berbeda dari gelombang yang dipancarkan. Untuk mendapatkan perbedaan frekuensi ini, maka digunakan dua buah sumber generator gelombang sebagai bagian dari simulasi sistem. Rentang frekuensi yang digunakan untuk proses simulasi sistem adalah 4MHz – 4.007 MHz. Dari hasil pengujian dan simulasi, telah diperoleh nilai kecepatan aliran pada sudut <30° sebesar 50.74 cm/s dan nilai kecepatan aliran minimum pada sudut >80° memiliki kecepatan sebesar 1.3 cm/s dengan estimasi cepat rambat gelombang di dalam medium darah sebesar 1500m/s. Hasil pengujian dan simulasi untuk sudut doppler yang sesuai adalah untuk pengujian kecepatan aliran pada sudut <60°.
Implementasi Modulasi dan Demodulasi M-ary QAM pada DSK TMS320C6416T
Angga Yuda Prasetya;
Suwadi Suwadi;
Titik Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.189 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2363
Salah satu jenis modulasi digital yang sering digunakan adalah QAM (Quadrature Amplitude Modulation). Modulator dan demodulator M-ary QAM dapat diprogram dengan menggunakan DSP processor. DSK TMS320C6416T adalah suatu board/hardware untuk memproses sinyal yang termasuk dalam keluarga besar processor TMS320 produksi Texas Instrument, bekerja pada frekuensi 0-96 kHz yang merupakan standar dalam sistem telekomunikasi. Tujuannya yaitu melakukan implementasi modulasi dan demodulasi M-ary QAM secara real ke dalam DSP Starter Kit TMS320C6416T. Terdapat empat implementasi sistem yaitu sistem dengan input bernoulli binary generator, input pulse generator, sinyal input dari function generator melalui port Line-In dan input suara melalui port Mic-In. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kinerja DSK TMS320C6416T yang ditampilkan dalam bentuk grafik Bit Error Rate terhadap variasi nilai Eb/N0 dilakukan dengan mengirimkan 100.000 bit. Kinerja terbaik terdapat pada implementasi menggunakan sistem QAM dengan nilai BER mencapai 1.00E-05 pada nilai Eb/N0≥11dB. Sedangkan kinerja terburuk pada semua sistem dengan input dari function generator dengan nilai BER yang tidak mencapai 1.00E-05 dibandingkan dengan sistem yang telah dirancang.