Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
3,978 Documents
Analisa Kinerja Pneumatic Wave Energy Converter (WEC) Dengan Menggunakan Oscillating Water Column(OWC)
Rico Ary Sona;
Sutopo Sutopo Purwono
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.606 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5772
Sistem konversi energi gelombang laut merupakan sistem yang menangkap energi gelombang laut untuk dikonversi menjadi energi lain seperti energi listrik. Salah satu jenis wave energy converter (WEC) yang banyak digunakan diantaranya yaitu Oscillating Water Columnatau OWC. Prinsip kerja sistem WEC ini ialah mengubah pergerakan naik turunnya gelombang pada silinder kolom udara untuk menghasilkan udara bertekanan yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator listrik. Penelitian ini ditujukan untuk dapat mengetahui kinerja dari Oscillating Water Column (OWC) dalam menangkap energi gelombang laut. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan beberapa perlatan yaitu pembuatan konfigurasi peralatan pembuat dan penangkapan gelombang yang terdiri dari pelampung dan silinder Oscillating Water Column (OWC). Percobaan ini dilakukan dengan cara memvariasikan panjang dan tinggi gelombang pada flow water channel dengan mengatur bukaan pada pneumatic speed control. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa kinerja paling efektif diperoleh pada panjang gelombang 0.9 m dan tinggi gelombang 0.23m. Pada karakteristik gelombang tersebut diperoleh tekanan, kecepatan dan volume pada silinder Oscillating Water Column (OWC) sebesar 1.11 bar, 39.39 m/s dan 0.0057 m3. Dari hasil percobaan juga diperoleh waktu pengisian Pressure Vessel selama 100 menit dengan tekanan 3 Psi.
Implementasi Discrete Event Simulation untuk Analisis Evakuasi Penumpang Kapal Ro-Ro Pada Kondisi List dan Normal
Angga Angga Praditya;
Trika Trika Pitana;
Dwi Dwi Priyanta
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (779.926 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5802
Menurut data dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dari tahun 2009 hingga tahun 2011 terjadi peningkatan terjadinya kecelakaan transportasi laut, baik karena kapal tenggelam, tubrukan maupun karena kapal terbakar. Selama rentang tahun tersebut, sebanyak 658 orang meninggal dunia dan 568 orang mengalami luka. Penyebab kecelakaan tersebut dikarenakan masalah teknis sebesar 51% dan 49% karena human error. Oleh karena itu perlu diberikan rekomendasi kepada para pihak terkait untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan transportasi laut. Selama ini analisis evakuasi yang digunakan untuk mengevaluasi evakuasi penumpang dan kru kapal menggunakan data kecepatan berlari yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) di dalam IMO MSC.1/Circ.1238. Para peneliti yang lain mayoritas menggunakan objek penelitian dari amerika maupun eropa sesuai dengan negara mereka berasal, yang mana karakteristik penduduk dan kondisi sarana transportasinya berbeda jauh dengan Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Di penelitian ini akan dilakukan eksperimen kecepatan berjalan penumpang Indonesia saat di kapal. Kemudian hasil eksperimen tersebut digunakan sebagai bahan analisis evakuasi penumpang di kapal untuk mengetahui apakah waktu evakuasi total masih memenuhi standar yang ditetapkan oleh IMO pada IMO MSC.1/Circ.1238. Evakuasi siang hari pada kondisi list tidak sesuai dengan aturan IMO MSC.1/Circ.1238 sehingga perlu diberikan rekomendasi rute evakuasi dan skenario distribusi penumpang. Rekomendasi prosedur keselamatan diberikan sebagai saran dan masukan bagi para awak kapal dalam melakukan proses evakuasi dengan harapan bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa.
Simulasi Aliran Fluida (Minyak) Pada Hydraulic Wave Energy Converter Menggunakan Pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamics)
Sigit Purnomo Hadi;
Sutopo purwono Fitri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.657 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5803
Pada era sekarang ini, banyak dikembangkan sistem pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga gelombang air laut. Untuk mendapatkan sistem yang efisien dalam penerapan sistem pembangkit listrik dimana semakin besar putaran yang dihasilkan maka semakin besar output daya yang didapatkan. .Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas, tekanan, dan kecepatan fluida sehingga dapat menghasilkan output yang tinggi sesuai dengan bentukan sudut bandul yang sudah direncanakan. Pada simulasi ini divariasikan sudut bandul ponton (20°,25°,30°,35°,40°). dengan rancangan ini akan dihasilkan putaran terendah 1790.148 rpm dan daya sebesar 44. 65 kW pada variasi sudut bandul ponton 20° serta putaran tertinggi 1922.185 rpm dan daya sebesar 73.69 kW pada variasi sudut bandul ponton 20°.
Perancangan Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Tipe Oscilating Water Column di Pantai Bandealit Jember
Mochamad Khoirul Rizal Febri Karim;
Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (529.071 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5804
Pemanfaatan gelombang laut sebagai pembangkit listrik merupakan langkah yang bagus untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar pembangkit listrik konvensional. Oscilating Water Column merupakan salah satu cara yang dapat digunakan sebagai media pembangkit listrik tenaga gelombang laut tersebut. Gerakan naik turun dari gelombang laut pada kolom udara yang akan menekan udara sehingga dapat menekan turbin untuk melakukan putaran , dengan poros turbin yang menjadi satu dengan turbin maka turbin akan ikut berputar sehingga menghasilkan daya listrik. Pembuatan prototype Oscilting Water Column dengan perbandingan skala 1: 4 dengan dimensi prototype panjang, lebar dan tinggi masing – masing 1 m.Ketinggian gelombang yang dibangkitkan di laboratorium dengan ketinggian 0,2 meter dan 0,23 meter memiliki daya keluaran rata – rata sebesar 4,8 dan 8,27 mWatt dengan perbandingan perhitungan matematis dengan tinggi gelombang yang sama mampu menghasilkan daya keluaran rata – rata sebesar 8,1 watt dan 13,2 watt.
Analisa Perbandingan Gerakan Ponton Model Tripod Sama Kaki dengan Siku-Siku untuk Energi Gelombang Sistem Bandulan
Mohammad Idrul Nafis;
Irfan Syarif Arief;
Toni Bambang Musriadi
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.665 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5807
Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB) adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan gelombang laut sebagai sumber energinya. Ponton berfungsi untuk mengangkut bandul yang terhubung dengan generator. Setiap gerakan air laut akan menggoyangkan bandul untuk memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik. Perbedaan model ponton berpengaruh terhadap gerakan yang akan dihasilkan. Penelitian sebelumnya telah dilakukan dan masih dikembangkan pada model ponton tripod sama kaki. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan efisiensi dari jumlah pemasangan ponton tripod. Penelitian ini dilakukan pada ponton model tripod siku-siku dengan sama kaki, yaitu tiga buah ponton segidelapan yang dihubungkan dengan membentuk pola segitiga siku-siku dan sama kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gerakan terbaik pada kedua ponton model tripod tersebut. Pada tinggi gelombang 5 – 11.5 cm, gerakan terbaik didapat pada tinggi gelombang 11.5 meter. Pada periode gelombang 10 – 16 detik, gerakan terbaik didapat pada periode gelombang 10 detik. Ponton model tripod siku-siku menghasilkan gerakan yang lebih bagus untuk diaplikasikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB) jika dibandingkan dengan ponton tripod sama kaki.
Analisa Teknis dan Keselamatan Sistem Busbar Trunking Pada Sistem Kelistrikan Kapal Utility 52 Meter
Rizki Rizki Satria;
Sardono Sardono Sarwito;
Indra Ranu Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.533 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5809
Inovasi dalam pendistribusian kebutuhan arus listrik menghasilkan suatu media alternatif pengganti kabel yang dikenal sebagai busbar trunking. Busbar trunking adalah suatu komponen yang kompak (compact size) berfungsi sebagai penyalur, konduktor, ataupun sebagai media hantar arus listrik yang menawarkan kesederhanaan dalam desain, instalasi, dan perawatannya. Dalam aplikasinya, busbar trunking telah diinstal pada bangunan darat seperti gedung bertingkat, pabrik, dan lain-lain. Sehingga diperlukan analisa lebih lanjut terhadap penerapan sistem busbar trunking di laut, seperti kapal. Analisa dilakukan berdasarkan aspek teknis dan keselamatan instalasi pada sistem kelistrikan kapal utility 52 meter mengacu pada standar kelas keselamatan di kapal. Hasil analisa tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa sistem busbar trunking sangat compatible jika diaplikasikan di kapal karena memiliki tingkat keselamatan yang sesuai dengan persyaratan peraturan kelas
Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai
Tangguh Tangguh Bimantoro;
I Made Ariana
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.791 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5812
Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.
Analisa Pengaruh Penambahan Kapasitor Terhadap Proses Pengisian Baterai Wahana Bawah Laut
Muhammad Muhammad Chanif;
Sardono Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.252 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5814
Potensi wisata bawah laut Indonesia banyak yang belum dikembangkan, hanya Pulau Bali yang sudah memanfaatkannya dengan membuat wahana bawah laut yang berpenggerak motor DC yang listriknya disuplai oleh baterai. Setiap satu jam pelayanan berupa penyelaman, wahana bawah laut ini melakukan pengisian baterai sekaligus muat penumpang. Agar terdapat nilai ekonomis dan efektivitas selama proses itu di pelabuhan, dalam skripsi ini akan diuraikan mengenai pengaruh kapasitor untuk menambah muatan baterai charger, sehingga arus yang masuk bisa bertambah. Dalam rangkaian baterai charger yang telah dimodifikasi jumlah kapasitor menjadi 3 buah, nilai arus yang keluar sebesar 18 Ah dan tegangan yang keluar adalah tegangan input ditambah 4 V. Perbandingan rangkaian baterai charger yang termodifikasi penambahan kapasitor mampu mempercepat 1.44 kali dibanding dengan rangkaian sederhana. Selain itu, penambahan kapasitor bank juga mampu memberikan penghematan daya sebesar 22 % dengan menambahkan kapasitor berkapasitas 0.00519 Farad.
Studi Perancangan Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Tipe Salter Duck
Luthfi Prasetya Kurniawan;
Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.349 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5815
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas lautan mencakup ¾ dari wilayah negara.Lautan menyimpan banyak energi yang tidak diketahui, diantaranya adalah gelombang laut yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber daya listrik.Banyak metode untuk mengubah energi gelombang menjadi energi listrik. Salah satunya adalah salter duck, alat ini akan mengangguk ketika paruhnya terkena gelombang. Gerakan anggukan ini yang dapat menghasilkan listrik. Dalam penelitian ini akan dibuat prototype dari salter duck dengan lebar 0.4 m. Setelah itu akan dilakukan pengujian besarnya daya listrik yang bisa dihasilkan. Dari hasil pengujian terlihat daya listrik yang disupply oleh salter duck berbeda dengan perhitungan yang telah dibuat. Dalam perhitungan rata-rata daya yang bisa dikeluarkan sebesar 7.89 Watt.Sedangkan pada saat uji coba daya yang didapatkan sebesar 0.4 mWatt.
Perencanaan Jetski Ampibi Untuk Kebutuhan Militer ( Penggerak Di Darat )
Teguh Prasetyo;
Toni Bambang Musriyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.232 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5816
Kelebihan yang dimiliki All Terrain Vehicle dibandingkan kendaraan lain membuat kendaraan ini banyak digunakan pada bidang militer.Kemampuannya berjalan pada segala medan yang sulit dilewati oleh kendaraan biasa merupakan kelebihannya yang paling utama.Namun ada sedikit kekurangan pada kendaraan ini yaitu tidak bisa berjalan di air.Oleh karena itu diperlukan modifikasi pada beberapa bagian All Terrain Vehicle agar kendaraan ini dapat berjalan di air.Bagian yang akan dimodifikasi adalah lambung serta sistem transmisinya.Saat berjalan di air, keempat roda pada kendaraan ini akan menekuk diatas sarat air maksimal menggunakan sistem hidrolis sebagai penariknya untuk mengurangi tahanan.Proses mendesain amphibian jetsky ini menggunakan software SolidWorks 2012.Daya yang dapat didistribusikan mesin pada roda sebesar 129,4 Hp dari daya awal 160 Hp pada engine.Kecepatan maksimal kendaraan ini adalah sekitar 145,1 Km/Jam.