Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
3,978 Documents
Perangkat Lunak Untuk Analisis Gaya Gelombang Di Laboratorium Lingkungan Dan Energi Laut, Jurusan Teknik Kelautan, Ftk-Its
Fendi Hidayat;
Haryo Dwito Armono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1176.846 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4642
Laboratorium Lingkungan dan Energi Laut, Jurusan Teknik Kelautan, FTK-ITS sering digunakan untuk pengujian. Salah satunya menguji gaya mooring pada floating breakwater. Hal tersebut menjadi salah satu alasan untuk membuat suatu perangkat lunak dalam membantu dalam proses analisis gaya mooring tersebut. Perangkat lunak yang dibuat berfungsi untuk membantu proses kalibrasi sensor load cell LUB-B 5 to 50 KB dan melakukan analisis gaya gelombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan regresi linier, korelasi linier, perhitungan varian, standar deviasi, dan hukum Newton yang kemudian disusun dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2008. Penyusunan perangkat lunak yang bernama FORYS ini memiliki tampilan antarmuka pengguna yang mudah dalam pemakaian. Perangkat lunak yang telah dibuat juga bersifat portable sehingga bisa digunakan di berbagai komputer atau laptop. Hasil pengujian yang telah dilakukan menghasilkan bahwa semakin besar gaya gelombang yang terjadi, maka semakin besar pula tegangan yang terjadi pada tali.
Beach Recreational Index Untuk Pantai – Pantai Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Akbar Fitrah Dermawan;
Haryo Dwito Armono;
Arief Suroso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1647.055 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4717
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai beach recreational index pada pantai wisata yang telah ditentukan oleh parameter beach indicators (BI), beach user’s perception (KI), dan indikator dari beach economic value (MI) sehingga menjadi integrated beach value index (IBVI). Indeks evaluasi ini telah diterapkan di tiga pantai berbeda (Pantai Cermin, Pondok Permai, dan Sri Mersing ). Berdasarkaan pada evaluasi IBVI, Pantai Sri Mersing adalah yang terbaik dengan rata-rata nilai range medium lebih tinggi, dan diikuti oleh Pantai Cermin dengan nilai yang tidak terlalu signifikan selisihnya. Pantai yang belum berkembang dengan maksimal adalah Pantai Pondok Permai dengan nilai medium rata-rata pada BI, KI dan MI. Sedangkan parameter yang paling berpengaruh dalam indeks evaluasi adalah ketersediaan fasilitas yang ada pada pantai wisata. IBVI dapat digunakan sebagai perbandingan antara pantai wisata satu dengan yang lainnya, juga sebagai evaluasi untuk meningkatkan indeks evaluasi pantai pantai wisata.
Pemodelan Gelombang di Kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong
Faddillah Prahmadana Rudyani;
Haryo Dwito Armono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1204.475 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4744
Master Plan Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong yang diterbitkan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan RI kurang disetujui oleh para nelayan yang merupakan pengguna dari PPN Brondong. Layout dari struktur breakwater yang direncanakan dinilai membahayakan dari segi tinggi gelombang yang terjadi di kolam labuh dan kurang memperhatikan akses alur keluar-masuk pelabuhan, untuk itu maka diajukanlah Master Plan Perubahan PPN Brondong. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukanlah penelitian ini untuk menganalisis kondisi tinggi gelombang di area kolam labuh PPN Brondong pada kondisi eksisting agar diketahui kinerjanya. Analisis dilakukan dengan memodelkan penjalaran gelombang menggunakan bantuan perangkat lunak. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang rata-rata yang terjadi di area studi pada kondisi eksisting untuk gelombang periode ulang 1, 5 dan 50 tahun adalah 0,492 m; 0,538 m dan 0,58 m.
Analisis Dampak Scouring Pada Integritas Jacket Structure Dengan Pendekatan Statis Berbasis Keandalan
Edit Prihantika;
Murdjito Murdjito
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1305.523 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4785
Integritas jacket structure sangat terpengaruh dengan kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan masalah tertentu, seperti masalah scouring pada jacket. Jacket APN-A adalah salah satu platform yang mengalami scouring dengan rentan masalah yang cukup dikatakan paling parah. Analisa In-place yang harus dilakukan untuk mengetahui kekuatan struktur dengan masalah scouring adalah dengan menghitung unity check pada member dan safety factor pada bearing capacity. Variasi skenario yang dilakukan untuk menganalisa kekuatan jacket APN-A adalah dengan menvariasikan kedalaman scouring hingga 5 meter dan dengan menvariasikan penambahan beban dead load dan live load hingga 30% dari beban awal. Hasil analisa didapatkan bahwa Jacket APN-A tidak terjadi tegangan yang melebihi batas ketentuan ketika mengalami skenario scouring hingga 5 meter, akan tetapi mulai terjadi tegangan yang melebihi batas ketentuan ketika mengalami penambahan beban 10% yaitu pada member 3 yang termasuk Jacket Brace dengan angka mencapai 1,0031. Bearing capacity pada Jacket APN-A, hasil analisa menunjukkan tidak ada yang melebihi kapaitas Safety Factor yang diijinkan ketika mengalami skenario scouring hingga 5 meter, akan tetapi pondasi tidak memenuhi syarat ketika mengalami skenario penambahan beban hingga 20% dari beban awal dengan angka mencapai 1,7. Keandalan dari platform APN-A mengalami penurunan yang cukup siknifikan ketika mengalami penambahan dead load dan live load.
Studi Perlindungan Pipeline PT. Pertamina Gas di Pesisir Indramayu
Gilang Wijaya;
Wahyudi Wahyudi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (832.354 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4787
Pada pantai limbangan, Indramayu terdapat jalur pipeline yang merupakan transporter minyak dan gas PT. Pertamina Gas Area JBB (Jawa Bagian Barat). Kondisi pantai ini mengalami abrasi yang membahayakan jalur pipeline tersebut. Berdasarkan pengamatan visual, beberapa bagian pipeline telah tergenang air laut yang disebabkan oleh perubahan garis pantai. PT. Pertamina membangun beberapa alternatif perlindungan pantai, antara lain breakwater, seawall dan penanaman tumbuhan bakau. Namun tidak efektif, karena beberapa bagian masih terkena gelombang dan terjadi transpor sedimen sehingga perubahan garis pantai tetap terjadi, hal ini dikarenakan breakwater yang ada mengalami over toping sehingga gelombang gagal teredam. Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisa ulang breakwater dan merekomendasikan desain breakwater yang efektif dalam meredam gelombang. Metode yang digunakan ialah dengan Analisa Gelombang, Analisa Laju Sedimen dan Analisa Perubahan Garis Pantai. Dari analisa tersebut didapat hasil spesifikasi Breakwater dengan tinggi elevasi 6,05 meter, lebar puncak 5,55 meter, dan dibangun pada kedalaman laut 4 meter. Spesifikasi ini efektif karena dari analisa perubahan garis pantai setelah terdapat breakwater dengan spesifikasi diatas perubahan garis pantai tidak lagi terjadi sehingga pipeline dinyatakan aman.
Analisa Variasi Temperatur dan Salinitas Air Laut di Perairan Samudra Pasifik Akibat Pengaruh El Nino dan La Nina
Firra Hasita;
Muhammad Zikra
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1129.135 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4809
Semakin banyak fenomena alam yang menyebabkan perubahan musim, salah satunya yang terjadi belakangan ini di perairan Samudera Pasifik, seperti perubahan temperatur dan kenaikan muka air laut yang belum dapat dimengerti sepenuhnya. Perubahan temperatur biasanya dinamakan El Nino dan La Nina yang merupakan suatu penyimpangan iklim di Samudera Pasifik. Dengan adanya fenomena-fenomena alam yang terjadi di perairan Samudera Pasifik, maka dilakukan penelitian di sekitar Samudera Pasifik dengan menggunakan pelampung Triangle Trans-Ocean Bouy Network (TRITON). Salah satu pelampung TRITON berada pada posisi 0°N 138°E sebelah barat daya samudra pasifik. Data-data yang berasal dari pelampung tersebut berupa data temperatur dan salinitas dari tahun 2005 hingga 2011. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa daerah di sekitar Indonesia memiliki lapisan thermocline dan halocline pada kedalaman 250 meter. Hubungan temperatur dan salinitas tidak berbanding lurus dan nilainya berubah dengan bertambahnya kedalaman. Tahun 2007 kejadian La Nina mengakibatkan banjir bandang di Timor Leste. Secara global kejadian El Nino dan La Nina menyebabkan turunnya tinggi permukaan air di lautan dan menambah volume air tanah yang menyebabkan banjir di Indonesia dan Australia, misalnya.
Pengembangan Rancangan Nozzle Waterjet untuk Meningkatkan Kecepatan Renang pada Tank BMP-3F (Infantry Fighting Vehicle)
Rozzaqi Anata;
Surjo Widodo Adji
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1619.775 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4930
Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) memiliki wilayah perairan yang luas, sehingga pertahanan negara di sektor perairan menjadi lebih dirapatkan. Strategi yang dibentuk adalah dengan memproduksi dan membeli kendaraan tempur. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah tank amphibi BMP-3F buatan rusia. Kendaraan tank ini ketika dioperasikan di perairan hanya mencapai kecepatan 10 km/h, oleh karena itu akan dilakukan pengembangan perancangan nozzle waterjet untuk dapat meningkatkan kecepatan renang dari tank BMP-3F. Sehingga dilakukan beberapa modifikasi dari variasi nozzle yang akan dianalisa menggunakan SolidWorks yakni variasi diameter nozzle dari kondisi awal 140 mm hingga menjadi 110 mm, serta perbedaan sudut nozzle yang nantinya akan membentuk cone, dari 10 hingga 40, serta penambahan ulir pada sisi outlet water jet. Dari hasil analisa data dan perhitungan diperoleh untuk hasil thrust tertinggi dengan bentuk nozzle cone variasi 40 menghasilkan thrust sebesar 146,347 kN dengan kecepatan renang meningkat sebesar 89% dari kecepatan awal yakni menjadi 10,017 knot pada saat thrust deduction factor sebesar 0,3076.
Penerapan Sistem Pendulum pada Lengan Angguk untuk Pengembangan Energi Gelombang Laut
Eky A.N. Eky;
Irfan Syarief Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.895 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4933
Lengan angguk adalah sebuah alat atau simulator yang dapat mengkonversikan energy gelombang air laut menjadi energi listrik. Alat ini akan mengangguk–angguk jika terkena gelombang dari air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar gaya yang ditimbulkan lengan angguk saat terkena ombak. Alat ini bekerja dengan menggunakan sensor yang disebut Force Sensor and Measurement System serta membutuhkan waktu yang panjang dalam melakukan penelitian tersebut.
Prediksi Performa Linear Engine Bersilinder Tunggal Sistem Pegas Hasil Modifikasi dari Mesin Konvensional Yamaha RS 100CC
Fakka Kodrat Tulloh;
Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah Fathallah;
Semin Semin
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (947.685 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4892
Linear engine adalah salah satu inovasi dari engine yang dikembangkan karena memiliki performa yang lebih baik bila dibandingkan dengan mesin konvensional. Peningkatan performa yang dialami karena berkurangnya gaya gesek yang terjadi. Sehingga perlu dilakukan pembuktian untuk mengetahui performa linear engine hasil modifikasi dari mesin konvensional Yamaha RS 100 CC dengan cara memprediksi melalui simulasi. Dalam analisa ini akan dibandingkan performa mesin konvensional dengan linear engine dalam bentuk perbandingan tekanan dengan volume, daya, torque, BSFC, Brake efficiency dalam variasi kecepatan antara 3.2 m/s – 19.2 m/s. Hasil penelitian menunjukan bahwa performa yang dihasilkan linear engine hasil modifikasi tersebut meningkat. Daya maksimal dari linear engine meningkat sekitar 7.2% dari daya sebelumnya 6.9 kW menjadi 7.4 kW. Begitu juga torque yang dihasilkan meningkat menjadi 12.4 N/m , selain itu BSFC dari linear engine mengalami perbaikan sekitar 2 – 10% dari BSFC sebelumnya.
Analisa PerfomaMotor Diesel Berbahan Bakar Komposisi Campuran Antara Minyak Tuak Dengan Minyak Diesel
Yusuf Isnaini;
Aguk Zuhdi Fathallah;
Indrajaya Gerianto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934.063 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4905
Solar merupakan salah satu jenis minyak bumi yang berasal dari fosil dan diperkirakan akan habis dalam jangka beberapa tahun kedepan. Selain itu, solar juga melepaskan gas-gas antara lain karbon dioksida(CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara. Untuk mengantisipasi semakin menipisnya cadangan minyak bumi dan semakin meningkatnya pencemaran udara, dilakukan upaya penelitian terhadap bahan bakar alternatif. Penelitian ini mendiskusikan secara detail tentang perbandingan antara bio solar dengan bahan bakar emulsi 10% minyak tuak melalui proses pengujian peforma motor diesel yang meliputi torsi, daya dan kebutuhan bahan bakar spesifik serta kadar nilai NOx yang terkandung dalam kedua bahan bakar dan disesuaikan dengan standar nilai dari IMO (International Marine Organization) yang tertera dalam MARPOL Annex IV Regulation 13 mengatakan untuk motor diesel dengan putaran diatas 2000 rpm, maka kadar NOx yang diperbolehkan tidak kurang dari 7,7 g/kWh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terhadap peforma motor bahan bakar emulsi 10% minyak tuak lebih baik dibandingkan bio solar sedangkan terhadap pengujian emisi bio solar lebih baik dari pada emulsi 10% minyak tuak dan dari standart IMO kedua bahan bakar ini masih memenuhi toleransi berat Nox.