cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisa Highest and Best Use pada Lahan di Jalan Tenggilis Timur 7 Surabaya Kevin Kevin; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.446 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21653

Abstract

Suatu lahan di Jalan Tenggilis Timur 7 Surabaya merupakan lahan milik PT Agung Alam Anugrah Properties Surabaya. Lahan seluas 13.523,55 m2 tersebut terletak pada kawasan Surabaya bagian selatan. Sayangnya lahan tersebut masih berupa lahan kosong, padahal letak lahan tersebut berada di dekat jalan kolektor dan mempunyai peluang tinggi untuk dikembangkan jika diperoleh peruntukan yang terbaik. Untuk mengetahui peruntukan terbaik pada lahan di Jalan Tenggilis Timur 7 Surabaya dilakukan analisis Highest and Best Use (HBU) pada lahan tersebut. Analisis HBU adalah penggunaan dari suatu lahan untuk mendapatkan peruntukan maksimum sehingga didapat penggunaan terbaik dengan aspek-aspek yang dianalisis dalam analisis highest and best use ini antara lain aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan produktivitas maksimum. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa apartemen merupakan alternatif tertinggi dan terbaik untuk didirikan pada lahan di Jalan Tenggilis Timur 7 Surabaya ini dengan penambahan nilai lahan dari nilai awal sebesar Rp 4.656.281,14/m2 dalam arti pemanfaatan lahan untuk apartemen akan memberikan produktivitas lahan sebesar 44%.
Perencanaan Pondasi Rakit dan Pondasi Tiang Dengan Memperhatikan Differential Settlement “Studi Kasus Gedung Fasilitas Umum Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag)” Hartono Hartono; Indrasurya B. Mochtar; Musta'in Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.274 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21749

Abstract

Pondasi diperlukan untuk mendukung beban bangunan diatasnya. Pondasi tiang umumnya digunakan untuk bangunan sedang sampai tinggi. Namun apabila kedalaman tanah keras jauh dari permukaan pengunaan pondasi tiang dapat menjadi tidak ekonomis. Pondasi juga harus direncanakan dengan memperhatikan perbedaan penurunan (differential settlement) karena dapat menyebabkan retak-retak pada bangunan sehingga kenyamanan penghuni terganggu akibat adanya retak tersebut. Studi ini dilakukan untuk merencanakan pondasi rakit dan tiang dengan memperhatikan perbedaan penurunan studi kasus pada “Gedung Fasilitas Umum Pendidikan 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG”) serta membandingkan biaya bahan antara pondasi rakit dan pondasi tiang. Gedung Fasilitas Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) ini dibutuhkan untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Gedung ini memiliki luas 6.480 m2 dan berjumlah 9 tingkat. Pondasi rakit yang direncanakan memiliki panjang dan lebar 44x42 meter dikedalaman 3 meter dibawah permukaan tanah. Pada pondasi tiang pancang direncanakan menggunakan pondasi tiang D60 dengan kedalaman mencapai 30 meter. Hasil dari penelitian ini yaitu pada pondasi rakit terjadi differential settlement melebihi batas toleransi yaitu 0.0015 (NAVFAC, DM-7). Untuk menghilangkan penurunan konsolidasi dibutuhkan perbaikan tanah dengan PVD dan preloading. Sedangkan pada pondasi tiang menumpu pada tanah keras dikedalaman 30 m sehingga tidak terjadi penurunan konsolidasi. Adapun alternatif yang dipilih pada kasus ini yaitu menggunakan tiang pancang penurunan tanah (settlement) tidak menjadi masalah sehingga tidak diperlukan perbaikan tanah terlebih dahulu.
Analisa Investasi Perumahan Kalianget Paradise Di Kabupaten Sumenep Ditinjau Dari Aspek Finansial Erwin Ready; Cahyono Bintang Nurcahyo; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.22 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23122

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat dan semakin meningkatnya taraf hidup akan mengakibatkan kebutuhan rumah tinggal juga semakin meningkat. Salah satu cara memenuhi kebutuhan rumah tinggal adalah dengan membangun sebuah perumahan. Pembangunan perumahan harus memenuhi kelayakan secara finansial dan harus juga sesuai dengan peraturan-peraturan daerah. Paper ini bertujuan menganalisa kelayakan investasi proyek pembangunan Perumahan Kalianget Paradise dari segi finansial, dengan kriteria kelayakan investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP) kemudian diuji tingkat sensitivitasnya untuk mengetahui nilai dampak berbagai perubahan dari variabel-variabel penting terhadap hasil yang memungkinkan. Berdasarkan dari hasil perhitungan analisa investasi dengan masa investasi 6 tahun didapatkan nlai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 5.854.678.693 (NPV>0), Internal Rate of Return (IRR) diperoleh nilai 47,89% (IRR>MARR), Payback Period (PP) pada tahun ke 3 bulan ke 2 lebih kecil dari masa investasi 6 tahun, dan dari  hasil analisa sensitivitas diketahui bahwa investasi Perumahan Kalianget Paradise akan tetap layak jika kenaikan biaya investasi kurang dari 22,43%, penurunan tingkat unit terjual (occupancy rate) tidak lebih dari 18,87%, penurunan tingkat harga jual tidak lebih dari 15,87%, dan kenaikan suku bunga pinjaman kurang dari 189,88%.
Perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Kertas Halus Mohammad Rosidi; Mohammad Razif
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.316 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21802

Abstract

Industri kertas merupakan industri yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar. Selain itu kandungan parameter pencemar dalam proses pewarnaan kertas sangat tinggi. Berdasarkan PerGub Jatim no. 72 tahun 2013 terdapat 5 parameter baku mutu air limbah yang harus dipenuhi sebelum dibuang ke badan air. Adapun parameter yang perlu diolah adalah pH, COD, BOD, TSS,dan Pb. Pada perancangan digunakan data primer berupa data debit dan karakteristik limbah yang diambil dari industri kertas halus PT.X Sidoarjo. Limbah yang diolah berasal dari proses pewarnaan kertas. Karakteristik limbah yang diolah memiliki nilai TSS41000 mg/l, COD 45384 mg/l, BOD 8300 mg/l, Pb 0,56 mg/l dan pH 7,7.Unit IPAL yang direncanakan terdiri atas prasedimentasi, bak ekualisasi, bak pengaduk cepat, bak pengaduk lambat, sedimentasi 2, dan ABR-ABF. Perhitungan BOQ dan RAB menggunakan HSPK Kota Surabaya 2015 dan didapat angka sebesar Rp217.650.760 untuk pembangunan seluruh unit IPAL.
Perbaikan Tanah Dasar Menggunakan Pre-Fabricated Vertical Drain Dengan Variasi Kedalaman Dan Perkuatan Lereng Dengan Turap Studi Kasus : Lapangan Penumpukan Peti Kemas, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan Dofran Winner; Noor Endah; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.524 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21866

Abstract

Metode perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Pre-fabricated Vertical Drain (PVD) dipilih untuk proyek pengembangan lapangan penumpukan peti kemas di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama masa preloading, ternyata kelongsoran selebar 37 meter terjadi di area penumpukan. Diketahui bahwa kelongsoran terjadi saat preloading setinggi 4,0 meter. Agar lapangan penumpukan dapat beroperasi kembali, diperlukan perencanaan untuk perkuatan lereng dan untuk menghilangkan pemampatan tanah dasar di area lapangan penumpukan. Perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Pre-fabricated Vertical Drain (PVD) digunakan untuk Zona 3, 4, dan 5, dan perkuatan lereng dengan turap digunakan untuk Zona-1 dan Zona-2 yang merupakan bagian lereng dari lapangan penumpukan. Direncanakan PVD dipasang pada kedalaman yang berbeda: 1/3H, 2/3H, dan H (H adalah ketebalan lapisan tanah lunak) untuk melihat kondisi yang menghasilkan biaya paling murah. Dari hasil perencanaan yang dilakukan, diketahui bahwa turap yang digunakan adalah Corrugated Concrete sheet pile type W-600 A1000. Turap dipasang sedalam 18 meter di Zona-1 dan sedalam 22 meter di Zona-2; selain itu, angker dipasang pada turap untuk meningkatkan kekakuan turap. Hasil perencanaan juga menunjukkan bahwa biaya yang paling ekonomis adalah PVD dipasang sampai 2/3H di Zona-3, dan tanpa PVD di Zona-4 dan Zona-5. Total biaya konstruksi adalah sebesar Rp 843.106.053,00 untuk Zona-1 dan Zona-2; Rp 9.446.530.597,00 untuk Zona-3; Rp 1.869.613.200,00 untuk Zona 4; dan Rp 3.577.392.000,00 untuk Zona 5.
Perancangan Unit Instalasi Pengolahan Air Minum Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Eko Ary Priambodo; Hariwiko Indaryanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.086 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21998

Abstract

Menurut masterplan Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan memiliki jumlah civitas akademik 25.000 orang dengan kebutuhan air minum sebesar 17 l/detik, sedangkan tinggi hujan rata-rata di wilayah Kampus ITS seluas 187 ha tersebut adalah 2.065 mm per tahun. Dengan demikian Kampus ITS memiliki potensi dalam pemanfaatan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan air minum secara mandiri dan mengurangi anggaran biaya penyediaan air minum maka diperlukan perencanaan unit bangunan pengolahan air minum Kampus ITS. Berdasarkan penelitian pendahuluan didapatkan air baku yang berasal dari limpasan air hujan memenuhi standar kualitas air baku kelas 2. Lokasi IPAM direncanakan berada pada lahan seluas 1.927 m2 di Jalan Teknik Mesin Kampus ITS dan akan dibangun 3 unit IPAM di lokasi tersebut. Sedangkan lokasi kolam penampungan air baku memiliki luas 4.458 m2 dengan kedalaman 4-5 m yang berada 442 m dari lokasi IPAM. Pembangunan IPAM Kampus ITS akan direncanakan dalam 3 tahap pembangunan. Pada tahap 1 memiliki kapasitas produksi sebesar 6,5 l/detik. Unit-unit yang digunakan dalam IPAM Kampus ITS adalah intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, reservoir dan rumah pompa.
Analisis Penetapan Harga Pokok Produksi Unit Rumah pada Perumhan Tambora di Lamongan Syaifuddin Zuhri; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.199 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22413

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di kabupaten Lamongan, maka kebutuhan masyarakat akan tersedianya sebuah tempat tinggal semakin meningkat. Berdasarkan kebutuhan di atas PT. Planet Asa Sentosa mengembaangkan Perumahan Tambakboyo Raya (Tambora) yang terletak di wilayah kecamatan Tikung, kabupaten Lamongan. Perumahan ini menawarkan produk berupa rumah tinggal tipe 27/72,tipe 27/66, tipe 50/96, tipe 50/132, tipe 50/144 dan tipe 60/144. Dalam penelitian ini dianalisis semua biaya yang dibutuhkan dalam menentukan harga pokok produksi unit rumah dengan menggunakan metode analisis titik impas (Break Even Point Methode). Dari perhitungan yang didapat berdasarkan metode titik impas diperoleh persamaan harga pokok penjualan dengan margin keuntungan untuk satu unit rumah adalah sebagai berikut S = 774.541,54m + 77.454.154,28 untuk type 27/72, dan begitu pula type yang lainnya. Dengan S adalah besarnya harga pokok produksi dan m adalah besarnya margin keuntungan.
Analisis Biaya dan Permintaan dalam Penetapan Harga Pokok Penjualan Unit Apartemen Puncak Darmahusada Maulidul Rahman; Chistiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.306 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22423

Abstract

Apartemen Puncak Dharmahusada berlokasi di jalan Ir. Soekarno, MERR, Surabaya Timur. Ada beberapa apartemen sejenis seperti, Apartemen Puncak Kertajaya, Apartemen Cosmopolis, Apartemen Gunawangsa dll. dengan kisaran harga dan jenis fasilitas relatif sama. Untuk itu perlu adanya suatu analisa dalam menentukan berapa harga pokok penjualan unit agar apartemen Puncak Dharmahusada dapat bersaing dengan baik di pasar. Penetapan harga jual dilakukan dengan analisa pendekatan biaya yang menghasilkan kurva biaya, analisa pendekatan permintaan yang menghasilkan kurva permintaan, dan analisa pendekatan marginal. Berdasarkan metode pendekatan marginal didapatkan harga jual tiap tipe, yaitu; tipe 1 BR Rp 295,619,109.56,-, tipe 2 BR Rp 423,945,303.77,-, dan tipe 3 BR Rp 661,890,423.79,-.
Perencanaan Pengaman Pantai di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara Arum Alamratri; Bambang Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.501 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23087

Abstract

Pantai yang terletak di Desa Tanjung Aru, Kecematan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara ini memiliki gelombang yang cukup tinggi sehingga pantai pada daerah tersebut mengalami kemunduran garis pantai atau yang biasa disebut sebagai erosi pantai. Erosi pantai menyebabkan kerugian yang besar dengan rusaknya fasilitas dan pemukiman penduduk yang ada pada daerah tersebut. Pengumpulan data dilakukan untuk merencanakan bangunan pengaman pantai. Dari ananlisis data pasang surut akan didapat elevasi muka air laut yang digunakan untuk menentukan elevasi mercu bangunan pengaman pantai. Dari pengolahan data angin akan diperoleh peramalan gelombang berupa tinggi, periode, dan arah gelombang. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan maka dapat dipilih bangunan pengaman pantai dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu morfologi pantai, keuntungan dan kerugian masing-masing bangunan pengaman pantai, serta kondisi lingkungan yang ada pada daerah rencana. Bangunan pengaman pantai sendiri terdiri dari breakwater, groin, dan revetment. Berdasarkan hasil perhitungagan dan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, maka dipilih bangunan pengaman pantai dengan tipe detached breakwater. Detached breakwwater adalah bangunan yang dibangunan sejajar garis pantai dan berada dekat dengan dengan surf zone. Material yang digunakan adalah batu pecah dan dolos dan memiliki kemiringan 1:2. Detached breakwater tersebut memiliki beberapa lapisan, yaitu primary layer, secondary layer, dan core layer.
Studi Timbulan Dan Reduksi Sampah Rumah Kompos Serta Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca Di Surabaya Timur Amar Addinsyah; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22973

Abstract

Wilayah Surabaya Timur juga merupakan wilayah yang memiliki jumlah unit rumah kompos terbanyak di Surabaya yaitu sebanyak delapan unit rumah kompos. Unit rumah kompos tersebut mendapat pasokan sampah yang kebanyakan berasal dari perantingan dan sampah pasar. Pada unit rumah kompos tersebut belum terdapat suatu metode pengendalian terhadap emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan timbulan sampah, kemampuan reduksi, dan emisi gas rumah kaca pada rumah kompos di Surabaya Timur. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode perhitungan timbulan dan komposisi sampah menurut SNI 19-3964-1994. Sedangkan untuk perhitungan emisi gas rumah kaca digunakan metode perhitungan menurut IPCC Guideline for National Greenhouse Gas Inventories. Penelitian ini melibatkan tiga skenario. Skenario pertama merupakan skenario rumah kompos Surabaya Timur dengan delapan rumah kompos dan dua unit gasifikasi berfungsi serentak. Skenario kedua merupakan skenario dengan lima rumah kompos dan dua unit gasifiaksi berfungsi serentak. Skenario ketiga merupakan skenario tanpa reduksi sampah dan sampah langsung dikirim ke TPA. Hasil dari penelitian timbulan sampah yang masuk di rumah kompos Surabaya Timur meliputi 51487,11 kg per bulan untuk sampah daun, 76654,04 kg per bulan untuk sampah kayu, dan 26778,13 kg per bulan untuk sampah pasar. Hasil penelitian tingkat reduksi menyatakan tingkat reduksi sebesar 50,74 % untuk skenario pertama perhitungan dan tingkat reduksi sebesar 34,68 % untuk perhitungan skenario kedua. Hasil penelitian emisi gas rumah kaca menyatakan emisi gas rumah kaca sebesar 5,80 Gg CO2 per bulan untuk skenario pertama, emisi gas rumah kaca sebesar 5,13 Gg CO2 per bulan untuk skenario kedua, dan emisi gas rumah kaca sebesar 0,49 Gg CO2 per bulan untuk skenario ketiga.