cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisa Investasi The Akavia Indekost Residences Ngaliyan - Semarang Adelia Munawaroh; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.769 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.23015

Abstract

Dalam berinvestasi hal pertama yang menjadi bahan pertimbangan pastilah apakah investasi yang akan dilakukan akan menjanjikan keuntungan atau tidak. Akavia Indekost didesign dengan konsep perumahan mewah dan dilengkapi dengan fasilitas yang membuat nyaman dan mempermudah aktifitas penghuninya sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan tempat kos. Pasar yang dituju adalah investor, karyawan, maupun pelajar. Indekost ini akan dibangun secara keseluruhan sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, pembangunan Indekost ini harus memenuhi kelayakan dari segi finansial. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis kelayakan The Akavia Indekost Ngaliyan-Semarang yang direncanakan dari aspek finansial. Metodologi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, pengolahan data, analisa pendapatan dan pengeluaran, aliran kas serta meninjau aspek finansial dengan metode Net Present Value ( NPV ), Internal Rate of Return ( IRR ), dan Payback Periode (PP), serta melakukan analisa sensitivitas terhadap biaya investasi, tarif jual, suku bunga pinjaman, dan tingkat okupansi jual. Hasil yang diperoleh adalah NPV bernilai positif sebesar Rp 502.305.139 dengan tingkat suku bunga 11% . Nilai IRR sebesar 15% > arus pengembalian yang diinginkan yaitu sebesar 11% , dan PP pada tahun kedua. Sedangkan untuk hasil analisa sensitivitas antara variabel terhadap NPV diketahui bahwa The Akavia Indekost layak jika kenaikan biaya investasi tidak lebih dari 3%, kenaikan harga jual tidak lebih dari 3%, kenaikan bunga pinjaman tidak lebih dari 1,5%, dan occupancy penjualan unit tidak lebih dari 96%.
Analisis Produktivitas Maksimum Penggunaan Lahan dengan Metode Highest and Best Use (HBU) pada Lahan Kosong di Kawasan Perumahan Royal Residence, Surabaya Christsanto Wijaya; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.731 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.23066

Abstract

Royal Residence merupakan salah satu komplek perumahan elit di daerah Surabaya Barat. Salah satu lahan dengan luas 9523,5 m2 di perumahan Royal Residence memiliki rencana awal untuk pengembangan perumahan. Namun, seiring dengan nilai lahan yang terus meningkat, perumahan belum tentu masih menjadi pilihan yang terbaik. Karena tingginya nilai lahan dan berada di depan rencana area komersial, lahan tersebut sangat cocok untuk dikembangkan menjadi apartemen dan juga properti komersial. Analisis Highest and Best Use (HBU) digunakan untuk menentukan penggunaan lahan untuk lahan kosong di kawasan perumahan Royal Residence ini. HBU adalah analisis produktivitas maksimum penggunaan lahan yang akan menentukan penggunaan tertinggi dan terbaik suatu lahan. Analisis HBU memiliki 4 kriteria yaitu aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan memberikan produktivitas yang maksimum. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa alternatif apartemen merupakan alternatif penggunaan tertinggi dan terbaik yang akan menghasilkan kenaikan nilai tanah sebesar Rp. 11.707.798/m2 dengan produktivitas sebesar 113%.
Analisis Respon Resistivitas Sampel Tanah TPA Ngipik Kabupaten Gresik Berdasarkan Uji Resistivitas Skala Laboratorium Ahmad Qomaruddin Arsyadi; Khairul Yadi; Nila Sutra; Ria Asih Aryani Soemitro
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.55 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23258

Abstract

TPA Ngipik Kabupaten Gresik berdiri dengan sistem  Open Dumping selama 14 tahun yang menyebabkan terjadinya pencemaran air tanah oleh air lindi. Untuk mendapatkan kontras yang jelas pada nilai resistivitas yang diduga sebagai sebaran air lindi, dilakukan pengujian resistivitas skala laboratorium. Pengujian ini ditujukan untuk mengetahui pengariuh fluida pada sampel tanah TPA Ngipik. Sampel tanah yang diuji yakni dua sampel dengan dibedakan fluida yang tersaturasi. Digunakan resistivitas dengan konfigurasi Wenner dengan jarak antar elektroda sebesar 1 cm. Didapatkan hasil bahwa sampel A mengalami kejenuhan dan nilai resistivitas yang stabil pada penambahan aquades tetes ke-80. Sedangkan pada sampel B mengalami kejenihan dan nilai resistivitas yang stabil pada penambahan air lindi tetes ke-40. Nilai resistivitas sampel B dengan kandungan air lindi lebih kecil daripada sampel A dengan kandungan air aquades. Sampel tanah lempung dengan kandungan air lindi lebih konduktif dibandingkan dengan kandungan air aquades.
Modifikasi Perencanaan Gedung RSUD Koja Jakarta Menggunakan Struktur Komposit Baja-Beton dengan Base Isolator : High Damping Rubber Bearing Aziiz Dwi Wicaksono; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.339 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24035

Abstract

Struktur komposit baja-beton saat ini telah banyak digunakan dalam pembangunan konstruksi sipil. Hal ini dikarenakan struktur komposit baja-beton memiliki keunggulan dibanding dengan struktur beton bertulang biasa, diantaranya yaitu, penghematan berat baja, mengurangi penampang balok baja, meningkatkan kekuatan pelat lantai, meningkatkan kapasitas pemikul beban, menambah bentang pada bentang tertentu. Penggunaan teknologi Base Isolator sebagai peredam gempa juga dinilai sangat penting bagi konstruksi bangunan gedung karena mengurangi gaya gempa yang diterima oleh struktur. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja Jakarta pada kondisi sebenarnya dibangun menggunakan struktur beton bertulang biasa dan memiliki 16 lantai. Dalam Tugas Akhir ini, gedung tersebut akan dimodifikasi menggunakan struktur komposit baja-beton dengan Base Isolator : High Damping Rubber Bearing (HDRB) yang pembebanannya mengacu SNI 1727:2013 dan PPIUG 1983. Perencanaan yang dilakukan meliputi perencanaan struktur sekunder, struktur primer, base isolator, sambungan, dan pondasi. Dari analisa dan perhitungan diperoleh hasil, yaitu: tebal pelat atap 9 cm, pelat lantai 9 cm, dimensi balok anak terbesar WF400x200x8x13, dimensi balok induk 500x200x11x19, dimensi kolom terbesar K700x300x13x24 terselubung beton 850x850, base isolator HDRB dengan diameter rubber 750 mm, pondasi menggunakan tiang pancang spun pile diameter 60 cm dengan kedalaman 26 meter. Perhitungan tersebut memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan SNI 1726:2012, SNI 1729:2015, SNI 03-1729-2002, dan SNI 2847:2013.
Evaluasi Sistem Plambing, Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Pengelolaan Sampah Di Rumah Susun Gunungsari Kota Surabaya Thariq Miswary; Hari Wiko Indarjanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.432 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24143

Abstract

Rumah Susun Gunungsari yang terletak di Jalan Gunungsari Kota Surabaya telah selesai dibangun dan mulai beroperasi pada tahun 2011. Terdapat 3 blok bangunan dengan jumlah total unit sebanyak 268 unit. Dari hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa rumah susun tersebut mengalami banyak permasalahan pada sistem plambing, pengolahan air limbah maupun pengelolaan sampah. Studi evaluasi diawali dengan pengumpulan data sekunder (gambar as build drawing dan biaya tagihan air per bulan) dan pengumpulan data primer (observasi dan wawancara dengan pihak UPT pengelola dan penghuni Rumah Susun Gunungsari). Data tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi lalu dibandingkan dengan kondisi eksisting pada rumah susun tersebut. Acuan evaluasi tersebut berupa standar yang berlaku seperti SNI dan standar-standar lainnya.Pada sistem plambing, terdapat banyak kebocoran dan diameter pipa black water terlalu besar dari ketentuan. Kapasitas roof tank juga tidak mampu menampung air saat penggunaan puncak. Ground reservoar tidak menampung cadangan untuk pemadam kebakaran sehingga perlu dilakukan perluasan sebesar 120 m3 dengan harga Rp.306,014,073.20. Pada pengolahan air limbah eksisting, black water menuju ke tangki septik sedangkan grey water tidak dilakukan pengolahan. Pengolahan grey water direncanakan menggunakan Anaerobic Baffle Reactor dengan harga Rp.211,967,896.20. Pada tangki septik eksisting, pengurasan lumpur yang optimal yaitu 2 tahun sekali. Pada pengelolan sampah, kapasitas gerobak eksisting yaitu 1 m3 tidak mampu menampung sampah selama 2 hari, sehingga gerobak perlu diganti menjadi 2 m3 dan waktu pengangkutan diganti menjadi sehari sekali.
Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum Kota Probolinggo Ekadhana Chana Pratama; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.701 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24333

Abstract

Di Kota Probolinggo penggunaan sumur mendominasi dalam pemenuhan kebutuhan akan air bersih sehari-hari. Pada tahun 2015 cakupan pelayanan PDAM Kota Probolinggo tercatat sebesar 48,98%, angka ini masih jauh dari target pemerintah sebesar 80%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah melakukan pengembangan sistem distribusi air minum yan ada. Dalam perencanaan sistem distribusi ini, akan dilakukan analisi jaringan induk terlebih dahulu untuk mendapatkan analisis serta kajian-kajian awal. Dalam menentukan besaran persentase pelayanan waktu mendatang, akan disurvey sebanyak 20 KK dari masing-masing kecamatan yang menjadi daerah target pengembangan. Penyusunan skenario dari sistem ini menggunakan program EPANET v2.0 yang outputnya nanti berupa data-data mengenai diameter pipa, panjang pipa, headloss, kecepatan aliran dalam pipa, sisa tekan, debit aliran, serta informasi mengenai pompa dan spesifikasi yang dibutuhkan. Hasil analisis menyatakan bahwa pada jam pemakaian rata-rata terdapat 13 titik tapping yang memiliki nilai sisa tekan bernilai negatif serta terdapat 23 segmen pipa utama distribusi yang memiliki kecepatan dibawah 0,3 m/s. Perbaikan pipa-pipa eksisting yang bermasalah ini dilakukan dengan memasang pipa paralel terhadap pipa yang bermasalah sehingga debit yang melintas pada pipa tersebut dapat terbagi pada jalur yang lain.
Perencanaan Perkuatan Dinding Kolam Pelabuhan dan Penggunaan Material Dredging Sebagai Material Timbunan Pada Area Perluasan Dermaga Proyek RDMP-RU V Balikpapan Muhammad Ivan Adi Perdana; Yudhi Lastiasih; Noor Endah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.28013

Abstract

Proyek RDMP-RU V PT. Pertamina Balikpapan meliputi pembangunan sisi darat dan laut. Di sisi darat akan digunakan sebagai perluasan dermaga untuk lahan parkir kendaraan, yang dibangun diatas tanah clayey silt. Tanah tersebut memiliki pemampatan yang cukup besar dan berlangsung sangat lama serta memiliki daya dukung yang kecil. Sedangkan kawasan sisi laut terdapat dredging area yang menghasilkan material kerukan. Material tersebut biasanya tidak dipergunakan lagi dan dibuang disuatu tempat. Hal ini akan lebih menguntungkan apabila dimanfaatkan sebagai material timbunan disisi darat. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan penimbunan tanah pada sisi darat yang dibangun di atas tanah lunak, sehingga diperlukan perencanaan perbaikan tanah. Metode yang dapat digunakan dalam perencanaan perbaikan tanah adalah metode preloading dengan prefabricated vertical drain (PVD) untuk mempercepat pemampatan. Dengan adanya timbunan tersebut perlu dibangun konstruksi dinding penahan tanah untuk mencegah kelongsoran. Berdasarkan hasil analisis pada tugas akhir ini disimpulkan bahwa kondisi tanah dasar memiliki tebal lapisan mampu mampat sedalam 25 m. Material dredging dapat digunakan sebagai material timbunan. Tinggi awal timbunan (H-Inisial) yaitu 5.28 m (Zona 1) dan 4.59 m (Zona 2). Besarnya pemampatan konsolidasi (Sc) adalah 1.42 m (Zona 1) dan 1.23 m (Zona 2). Pemasangan PVD direncanakan menggunakan pola segiempat dengan spasi 1.2 m yang ditanam sedalam 25 meter dengan waktu pemampatan konsolidasi (U) 90 % selama 23 minggu. Alternatif perkuatan dinding menggunakan secant pile dengan panjang 27.6 m (zona 1) dan 26.3 m (zona 2). Total biaya konstruksi penimbunan hingga perencanaan secant pile sebesar Rp8.135.487.283,-.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik Skala Kawasan di Kota Sidoarjo Kristianus O M P Putra Nanga; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.499 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24551

Abstract

Air limbah domestik di Kota Sidoarjo belum dikelola dengan baik, dimana greywater dibuang langsung ke drainase tanpa melalui pengolahan. Sustainable Development Goals (SDGs) harus diwujudkan karena salah satu tujuannya yaitu pengolahan air limbah domestik. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 juga memiliki target yakni 100 : 0 : 100. Lokasi perencanaan adalah Kelurahan Lemahputro dan Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. IPAL Kawasan yang dibangun di Indonesia memang masih belum banyak, dikarenakan belum banyak kesadaran dari masyarakat tentang bahaya dari air limbah domestik. Sehingga dibutuhkan inovasi yang bisa lebih mempengaruhi kesadaran masyarakat. Tujuan dari perencanaan tugas akhir ini adalah membuat design IPAL domestik dengan model ABR dan Organica Ecotechnology di Kelurahan Lemahputro dan Kelurahan Sidokare Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Tahapan perencanaan dimulai dari perizinan, survei lokasi, pengumpulan data, studi literatur, pengolahan data, pembahasan dan kesimpulan. Data yang digunakan dalam perencanaan adalah data primer, berupa kualitas air limbah dan survey kondisi eksisting dan data sekuder yang berupa HSPK Kota Surabaya, data lokasi. Data primer diambil dari pengukuran langsung dilapangan dan pengambilan sampel di kelurahan Lemahputro dan kelurahan Sidokare.  Data sekunder diambil dari dinas terkait yaitu PDAM Delta Tirta Kabupaten Sidoarjo, Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Kelurahan Lemahputro dan Kelurahan Sidokare. Diameter pipa yang digunakan dalam perencanaan pengembangan SPAL dan IPAL kawasan ini adalah 100 mm, 150 mm, 200 mm dan 250 mm. ABR kelurahan Lemahputro diperoleh luas 197,01 m2 dengan 3 buah unit paralel.  ABR Kelurahan Sidokare diperoleh luas 206,91 m2 dengan 3 buah unit paralel. Biaya investasi total per KK untuk Cluster 1 adalah Rp 7.800.000 dan Cluster 2 adalah Rp 7.200.000. Biaya retribusi setiap kepala keluarga yang harus dibayar melalui organisasi lingkungan setempat setiap bulannya yaitu sebesar Rp 6.000 Cluster 1 dan Rp 4.000 Cluster 2.
Prediksi Laju Sedimentasi pada Tampungan Bendungan Tugu Trenggalek Faradilla Ayu Rizki Shiami; Umboro Lasminto; Wasis Wardoyo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.545 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24577

Abstract

Hal terpenting dalam perencanaan waduk selain desain hidrolis bendungan adalah sedimentasi. Sedimen yang mengendap di waduk merupakan faktor pembatas kapasitas tampungan efektif waduk, sehingga jumlah sedimen di waduk biasa digunakan untuk menetapkan masa guna waduk. Prediksi sedimentasi yang terjadi pada waduk dilakukan dengan memperhitungkan besar laju sedimentasi berdasarkan metode perhitungan analitik, namun untuk mempermudah dalam menggambarkan sedimentasi yang terjadi pada waduk dilakukan metode pemodelan menggunakan software HEC-RAS. Program HEC-RAS sendiri merupakan salah satu program pemodelan analisis angkutan sedimen pada saluran maupun sungai. Tujuannya adalah untuk memprediksi besar laju sedimentasi pada Waduk Tugu dengan metode perhitungan analitik dan pemodelan software HEC-RAS, kemudian kedua hasilnya dibandingkan. Pada perhitungan maupun pemodelan sedimentasi menggunakan HEC-RAS data yang dibutuhkan adalah data geometri sungai, data hidrolika, debit sungai, dan parameter sedimen. Pemodelan sedimentasi dengan HEC-RAS dilakukan dengan mencoba beberapa model. Pemodelan pertama berupa sungai dan tubuh bendung. Pemodelan kedua dengan penambahan ambang pelimpah. Pemodelan ketiga, sungai yang dimodelkan hanya alur sungai bagian hilir. Pemodelan keempat penambahan culvert sebagai saluran pengambilan. Pemodelan kelima dengan menambah lateral inflow pada hulu tubuh bendung sebagai alternatif lain untuk memodelkan saluran pengambilan. Pemodelan keenam sama dengan pemodelan keempat namun dengan debit inflow pertama yang dibesarkan sebagai asumsi bahwa waduk terisi penuh baru dioperasikan. Perhitungan analitik dihitung dengan metode total load Laursen yang juga digunakan dalam pemodelan HEC-RAS dan dihitung pada penampang melintang bagian hulu. Hasil perhitungan analitik berupa besar angkutan sedimen yang kemudian dibandingkan dengan pemodelan HEC-RAS. Angkutan sedimen hasil dari perhitungan analitik cenderung lebih kecil daripada hasil dari pemodelan HEC-RAS, dimana perkiraan besar laju sedimentasi dari metode pemodelan HEC-RAS sebesar 22.000 m3/th sedangkan laju sedimentasi hasil perhitungan analitik sebesar 19.400 m3/th. hal ini dikarenakan penyederhanaan geometri penampang pada perhitungan analitik, sedangkan geometri pada model lebih detail.
Pengolahan Tipikal Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Tahu di Kota Surabaya Agung Wahyu Pamungkas; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.518 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24585

Abstract

Industri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah, baik limbah padat maupun cair dengan kadar BOD dan COD yang cukup tinggi. Kandungan bahan organik dalam limbah tahu, akan menurunkan daya dukung lingkungan apabila dibuang langsung ke lingkungan. Industri tahu sendiri umumnya adalah industri skala kecil yang membutuhkan pengolahan dengan investasi biaya serta O&M yang terjangkau. Perencanaan bertujuan untuk merencanakan tipikal IPAL industri tahu di kota Surabaya. Tahapan perencanaan dimulai dari studi literatur, pengumpulan data, penelitian pendahuluan, pengolahan data, pembahasan dan kesimpulan. Data yang digunakan dalam perencanaan meliputi data primer berupa kualitas air limbah dan survey kondisi eksisting. Data sekunder berupa HSPK kota surabaya, data lokasi, dan data produksi. Data primer diambil dari kegiatan produksi tahu di 3 industri tahu berbeda di kota Surabaya. Data sekunder didapatkan dari dinas terkait dan industri yang bersangkutan. Perencanaan menggunakan rangkaian unit biodigester anaerobik dan 3 alternatif. Alternatif yang digunakan adalah unit Anaerobik Filter, Wetland, dan Aerobik Biofilter. Hasil evaluasi ditetapkan Anaerobik Filter sebagai model tipikal pabrik tahu terpilih. Pemilihan ini didasarkan pada efisiensi penurunan kualitas limbah dan penggunaan lahan. Pada industri dengan kapasitas produksi kecil digunakan unit digester dan unit Anaerobik Filter dengan 1 tangki filter. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp. Rp 200.571.373. Pada industri dengan kapasitas produksi menengah digunakan unit digester dan unit Anaerobik Filter dengan 3 tangki filter. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 312.668.316. Pada industri dengan kapasitas produksi besar digunakan unit digester dan unit Anaerobik Filter dengan 6 tangki filter. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 507.239.001.