cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo Fajar Arinal Khaq; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.036 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24661

Abstract

Air limbah domestik dari rumah tangga yang tidak diolah menyebabkan berbagai pencemaran lingkungan. Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 telah mentargetkan 100:0:100 dimana salah satu aspeknya adalah air limbah, maka Kabupaten Sidoarjo direncanakan akan membangun Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pada umumnya, IPAL dipandang buruk karena menimbulkan bau, maka dibutuhkan inovasi teknologi hijau. Daerah perencanaan terletak di 3 Kelurahan yaitu Kelurahan Magersari, Jati, dan Pagerwojo yang dibagi menjadi 3 cluster dengan jumlah penduduk keselurahan 37.535 orang. Desain SPAL yang digunakan adalah shallow sewer serta kombinasi IPAL dengan sistem Anaerobic Baffle Reactor (ABR) dan Hybrid Aero-Plant Reactor System (HAPS) secara komunal. Kualitas influen yang diolah adalah BOD 162 mg/L, COD 268 mg/L, TSS 210 mg/L, amonia 48,57 mg/L, dan total coliform 22 x 108 MPN/100 mL. Baku mutu yang digunakan adalah peraturan Kementrian Lingkungan Hidup No. 68 Tahun 2016 tentang air limbah domestik. Hasil desain menunjukan sistem penyaluran menggunakan pipa PVC dengan diameter 100–200 mm. Lahan yang dibutuhkan untuk IPAL cluster I seluas 250 m2, cluster II seluas 235 m2, dan cluster III seluas 122,5 m2. Anggaran biaya investasi yang dibutuhkan untuk cluster I sebesar Rp 17.936.035985, kemudian untuk cluster II sebesar Rp 15.040.856.211, dan untuk cluster III sebesar Rp 8.183.280.455. Anggaran biaya operasi dan pemeliharaan dibutuhkan sebesar Rp 8.000/Kepala Keluarga setiap bulan.
Perencanaan Perkuatan Dinding Kolam Pelabuhan dan Penggunaan Material Dredging Sebagai Material Timbunan Pada Area Perluasan Dermaga Proyek RDMP-RU V Balikpapan Muhammad Ivan Adi Perdana; Yudhi Lastiasih; Noor Endah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.203 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24919

Abstract

Proyek RDMP-RU V PT. Pertamina Balikpapan meliputi pembangunan sisi darat dan laut. Di sisi darat akan digunakan sebagai perluasan dermaga untuk lahan parkir kendaraan, yang dibangun diatas tanah clayey silt. Tanah tersebut memiliki pemampatan yang cukup besar dan berlangsung sangat lama serta memiliki daya dukung yang kecil. Sedangkan kawasan sisi laut terdapat dredging area yang menghasilkan material kerukan. Material tersebut biasanya tidak dipergunakan lagi dan dibuang disuatu tempat. Hal ini akan lebih menguntungkan apabila dimanfaatkan sebagai material timbunan disisi darat. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan penimbunan tanah pada sisi darat yang dibangun di atas tanah lunak, sehingga diperlukan perencanaan perbaikan tanah. Metode yang dapat digunakan dalam perencanaan perbaikan tanah adalah metode preloading dengan prefabricated vertical drain (PVD) untuk mempercepat pemampatan. Dengan adanya timbunan tersebut perlu dibangun konstruksi dinding penahan tanah untuk mencegah kelongsoran. Berdasarkan hasil analisis pada tugas akhir ini disimpulkan bahwa kondisi tanah dasar memiliki tebal lapisan mampu mampat sedalam 25 m. Material dredging dapat digunakan sebagai material timbunan. Tinggi awal timbunan (H-Inisial) yaitu 5.28 m (Zona 1) dan 4.59 m (Zona 2). Besarnya pemampatan konsolidasi (Sc) adalah 1.42 m (Zona 1) dan 1.23 m (Zona 2). Pemasangan PVD direncanakan menggunakan pola segiempat dengan spasi 1.2 m yang ditanam sedalam 25 meter dengan waktu pemampatan konsolidasi (U) 90 % selama 23 minggu. Alternatif perkuatan dinding menggunakan secant pile dengan panjang 27.6 m (zona 1) dan 26.3 m (zona 2). Total biaya konstruksi penimbunan hingga perencanaan secant pile sebesar Rp8.135.487.283,-.
Perencanaan Sistem Penyaluran dan Pengolahan Air Limbah Domestik Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang Aulia Rahmanissa; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.456 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25083

Abstract

Kecamatan Semarang Barat yang ditetapkan sebagai kawasan permukiman, perdagangan, dan jasa, belum memiliki sistem pengolahan air limbah. Kecamatan Semarang Barat merupakan kecamatan dengan kepadatan tinggi sehingga menurut Perda Kota Semarang No. 14 tahun 2011 membutuhkan sistem pengolahan secara komunal. Perencanaan sistem pengolahan air limbah terdiri dari sistem penyaluran (SPAL) dan instalasi pengolahan (IPAL) beserta rencana investasinya. Perencanaan diawali dengan membagi area pelayanan menjadi 5 cluster. Pengumpulan data primer meliputi survei lokasi dan kualitas influen air limbah. Data sekunder yang dibutuhkan adalah jumlah penduduk, rekening PDAM pelanggan, peta wilayah, baku mutu air limbah domestik, dan HSPK Kota Semarang tahun 2016. Perencanaan sistem penyaluran air limbah ini menggunakan sistem shallow sewer. Unit IPAL menggunakan kombinasi anaerobic baffled reactor -anaerobic filter. Sistem penyaluran menggunakan konsep shallow sewer. Jenis pipa yang digunakan adalah PVC dengan diameter 100 mm – 250 mm. Kualitas influen yang diolah adalah BOD 162 mg/L, COD 268 mg/L, dan TSS 210 mg/L. IPAL yang direncanakan adalah ABR-AF yang terbagi menjadi beberapa unit dan disusun secara paralel. Cluster 1 terdiri dari 3 unit dengan luas 106,42m2. IPAL cluster 2 terdiri dari 3 unit dengan luas 122,47m2. Cluster 3 terdiri dari 1 unit dengan luas 28,5 m2. IPAL cluster 4 terdiri dari 3 unit dengan luas 244,2 m2. Cluster 5 terdiri dari 3 unit dengan luas 151,62 m2. Rencana investasi per KK antara Rp 2.500.000,00 hingga Rp 5.000.000,00 dan biaya retribusi Rp 3.000– 5.000 /bulan.
Modifikasi Perencanaan Struktur Apartemen One East Residence Surabaya dengan Struktur Komposit Baja Beton dan Base Isolator: High Damping Rubber Bearing Adnan Fadhlullah Muharam; Endah Wahyuni; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.622 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25114

Abstract

Pada saat ini, penggunaan struktur komposit baja-beton dalam pembangunan konstruksi sipil sangatlah banyak dilakukan. Komponen struktur komposit ini dapat menahan beban sekitar 33% sampai 50% lebih besar daripada beban yang dapat dipikul oleh balok baja saja tanpa adanya perilaku komposit. Penggunaan teknologi Base Isolator sebagai peredam gempa juga dinilai sangat penting bagi konstruksi bangunan gedung karena mengurangi gaya gempa yang diterima oleh struktur. Apartemen One East Residence Surabaya pada kondisi sebenarnya dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang biasa dan memiliki 33 lantai dan 1 basement. Dalam Tugas Akhir ini, gedung tersebut akan dimodifikasi dengan menggunakan struktur komposit baja-beton dan Base Isolator: High Damping Rubber Bearing (HDRB). Berdasarkan perhitungan dan analisa struktur didapatkan hasil, yaitu : tebal pelat atap 9 cm, pelat lantai 9 cm, dimensi balok anak terbesar WF 450x300x11x18, dimensi balok induk terbesar WF 800x300x14x26, dimensi kolom terbesar HSS 700x700x28x28 berintikan beton, dimensi base isolator eksterior 900 mm, dimensi base isolator interior 1100 mm, pondasi menggunakan bored pile diameter 80 cm dengan kedalaman 30 m, dimensi pedestal terbesar 1500 mm, dimensi pilecap terbesar 960x640x110 cm dan dimensi sloof 450x600 mm. Perencanaan tersebut telah memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan SNI 1727:2013, SNI 1726:2012, SNI 1729:2015 dan SNI 2847:2013.
Sistem Penyediaan Air Bersih Desa Metatu dan Desa Kalipadang Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik Anisa Nanhidayah; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.848 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25146

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya akses pelayanan PDAM dan HIPPAM pada tahun 2015 di Kecamatan Benjeng yaitu 0,7 % untuk pelayanan SPAM PDAM dan 5,95 % pelayanan SPAM HIPPAM. Penelitian ini bertujuan inventarisasi sumber air bersih untuk keperluan penyediaan air bersih, memetakan wilayah dan menganalisis upaya pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai solusi dalam penanganan masalah ketersediaan air bersih yang masih terbatas, dan memberikan rekomendasi penerapan teknologi pengolahan air yang cocok untuk Kecamatan Benjeng. Hasil penelitian ini adalah inventarisasi sistem penyediaan air bersih di mana masyarakat di Kecamatan Benjeng, khususnya Desa Metatu dan Desa Kalipadang memanfaatkan air sumber yang berasal dari air embung dan air tanah (sumur). Desa Metatu memiliki sistem penyediaan air yang lebih bagus dibandingkan sistem penyediaan di Desa Kalipadang, dikarenakan sumber air di Desa Metatu mampu memenuhi kebutuhan air penduduknya. Desa Metatu memiliki kuantitas embung yang cukup besar sehingga lebih cocok diterapkan teknologi pengolahan air embung. Sedangkan Desa Kalipang lebih cocok diterapkan teknologi pengolahan air sumur sederhana bagi masyarakat yang memiliki sumur, sedangkan masyarakat yang tidak memiliki sumur, diterapkan teknologi hidran umum dikarenakan letak desa berdekatan dengan jalur distribusi PDAM.
Analisis Pondasi Konvensional dan Pondasi Elevated Tangki Refrigerated LPG PT Pertamina Tanjung Sekong dari Segi Biaya dan Waktu Sry Rashida Sofyan; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25167

Abstract

Pada proses pembangunan terminal tangki LPG, material konstruksi dan jenis pondasi pada tangki harus direncanakan untuk dapat menahan kondisi temperatur pada saat operasional normal dan keadaan darurat. Salah satu metode untuk menjaga fungsi pondasi adalah dengan memanfaatkan tambahan pemanas pada pondasi (wire heater) untuk membantu mencegah pembekuan lapisan tanah terjadi saat di bawah kondisi operasional normal. Pondasi dengan tambahan pemanas ini dikenal sebagai jenis pondasi konvensional. Terdapat alternatif jenis pondasi lain yang dapat digunakan pada bangunan tangki refrigerated LPG yaitu pondasi tanpa menggunakan pemanas, karena panas didapatkan dari celah udara antara bagian bawah tangki dan tanah, sehingga disebut sebagai jenis pondasi elevated. Struktur jenis pondasi tersebut mempunyai perbedaan desain dan metode konstruksi yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pekerjaan tangki dengan pondasi konvensional dan tangki dengan pondasi elevated dari segi biaya dan waktu. Proyek yang dijadikan obyek penelitian adalah Pembangunan Terminal Liquefied Petroleum Gas Refrigerated Tanjung Sekong di Merak Mas Banten. Untuk kedua jenis pondasi tersebut dilakukan studi pustaka dan pengumpulan data, analisis metode pelaksanaan, perhitungan kebutuhan material dan alat, analisis produktivitas dan durasi pekerjaan, serta analisis perhitungan biaya. Hasil penelitian ini adalah, tangki dengan pondasi konvensional membutuhkan waktu pelaksanaan selama 946 hari dengan biaya sebesar Rp415.999.911.484,00 dan tangki dengan pondasi elevated membutuhkan waktu pelaksanaan selama 734 hari dengan biaya sebesar Rp406.231.085.649,00.
Kajian Aspek Teknis dan Finansial Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gunung Bahagia, Kota Balikpapan Widya Indira Cahya; Ellina Sitepu Pandebesie
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.268 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25177

Abstract

Timbulan sampah Kota Balikpapan pada tahun 2015 mencapai 400 ton per hari. Salah satu program yang diharapkan dapat mengurai permasalahan sampah yaitu dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST diharapkan dapat mengubah sistem pengelolaan sampah menjadi terdesentralisasi, yaitu sistem pengelolaan pada areal hulu. TPST dapat mengurangi tingginya timbulan sampah di TPA. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer, yaitu hasil pengukuran komposisi dan kuantitas sampah serta jenis dan jumlah fasilitas pengolahan sampah. Data sekunder yaitu jumlah penduduk daerah pelayanan, kuantitas sampah selama setahun terakhir, daerah pelayanan TPST, serta data finansial TPST. Perhitungan kuantitas sampah menggunakan metode load-count dan weight-volume analysis. Pengambilan sampel untuk perhitungan komposisi dengan mengambil ±100 kg sampah yang akan dianalisis susunan masing-masing komponen sampah yang dinyatakan dalam % berat. Kesetimbangan massa dianalisis menggunakan nilai recovery factor dengan menganalisis secara cermat aliran sampah masuk, sampah diolah, dan sampah yang menjadi residu. Dalam analisis finansial, kriteria ekonomi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV). Kuantitas sampah yang diolah setiap hari di TPST Gunung Bahagia adalah 35 m3/hari atau setara dengan 3,9 ton/hari. Rata-rata sampah terjual sebesar 3.265,89 kg/hari dan total residu ke TPA sebesar 605,79 kg/hari. Perhitungan kelayakan finansial mendapatkan nilai NPV>0 sehingga operasi TPST dipandang layak. Proyeksi pelayanan TPST menunjukkan bahwa TPST dapat meningkatkan kapasitas pelayanannya hingga tahun 2033 dengan kapasitas 91,7 m3/hari setara dengan 9,9 ton/hari.
Kajian Pengelolaan Limbah Elektronik di Unit Pendidikan ITS Ignatius Chandra Setyanto; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.442 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25320

Abstract

Limbah elektronik merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang saat ini telah menjadi perhatian utama dunia. Limbah elektronik mengandung substansi berbahaya seperti timbal, merkuri, kadmium dan bahan berbahaya lainnya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggunakan berbagai macam barang elektronik untuk mendukung sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar di lingkungan kampus. Barang elektronik tersebut dalam kurun waktu tertentu akan menjadi limbah elektronik dan dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan melakukan penilaian kesesuaian kondisi pengelolaan limbah elektronik di unit pendidikan ITS terhadap peraturan tentang pengelolaan limbah B3 yang berlaku di Indonesia. Pada penelitian ini terdapat 2 aspek yang ditinjau, yaitu aspek teknis serta aspek kelembagaan. Hasil penelitian data bahwa unit pendidikan ITS yang diteliti saat ini menyimpan berbagai jenis limbah elektronik, yaitu perangkat IT seperti: CPU; keyboard; mouse, laptop, printer; faksimile; dan mesin fotokopi, kemudian alat elektronik rumah tangga berukuran besar seperti: lemari pendingin; kipas angin dan AC, alat elektronik untuk pencahayaan serta alat elektronik untuk laboratorium. Jumlah limbah elektronik yang disimpan oleh unit pendidikan ITS yang diteliti mencapai 1289 unit, dengan total berat 16180 kg dan total volume 100.5 m3. Limbah elektronik tersebut telah dikelola namun masih terdapat kekurangan dalam aspek-aspek tertentu. Kekurangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: keterbatasan kapasitas ruang penyimpanan limbah elektronik, kurangnya pengetahuan SDM pada masing-masing departemen tentang pengelolaan limbah B3 khususnya limbah elektronik, belum adanya kebijakan dari pimpinan ITS tentang pengelolaan limbah elektronik, dan tidak jelasnya mekanisme pemutihan barang milik negara.
Analisis Produktivitas Maksimum Penggunaan Lahan Pasar Pucang Anom Surabaya dengan Metode HBU (Highest and Best Use) Dian Pararta Laksmi; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.123 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25339

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu tempat terjadinya aktivitas pusat perdagangan. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman keberadaan pasar tradisional semakin ditinggalkan. Salah satunya adalah keberadaan Pasar Pucang Anom yang terletak di Jalan Pucang Anom, Surabaya. Kondisi pasar di lantai kedua sepi dan kurang peminat. Selain itu, kondisi pasar sudah tua dan terlihat kumuh. Oleh karena itu perlu dilakukan penghidupan kembali pada Pasar Pucang Anom agar pasar dapat menghasilkan nilai lahan tertinggi. Alternatif penggunaan lahan pada Pasar Pucang Anom Surabaya ini dianalisis menggunakan metode Highest and Best Use. Analisa ini meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan produktivitas maksimum. Hasil penelitian ini didapatkan alternatif mixed used antara pasar dan apartemen sebagai alternatif penggunaan lahan terbaik dengan nilai lahan tertinggi yaitu sebesar Rp26.315.533,-/m2 dengan produktivitas maksimum sebesar  210%.
Kajian Literatur Pengolahan Lindi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah dengan Teknik Lahan Basah menggunakan Tumbuhan Air Chusna Fajariyah; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.791 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25366

Abstract

Lindi yang dihasilkan akibat dari proses dekomposisi sampah dapat mencemari air permukaan dan air tanah. Pemanfaatan lahan basah dengan tumbuhan air merupakan salah satu alternatif pengolahan lindi sebagai pengolahan lanjutan dari proses pengolahan primer, sekunder atau tersier. Tumbuhan air memegang peranan penting dalam proses perbaikan kualitas air limbah, terutama diaplikasikan dalam pengolahan lanjutan lindi. Pengolahan lindi dengan tumbuhan air efektif pada tumbuhan dengan akar panjang dan serabut. Tumbuhan dengan nilai TF dan BCF >1 menunjukkan tumbuhan bersifat hiperakumulator terhadap logam berat. Didapatkan 21 jenis tumbuhan air efektif terhadap pengolalahan lindi dengan tingkat konsentrasi yang dapat diterima adalah nitrogen (112-610 mg/L), fosfor (30-75 mg/L), BOD5 (514-686 mg/L), COD (923,4-1279 mg/L), warna (1817-3360 Pt-Co), dan salinitas (3000-8000 mg/L).