cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Rumah Susun Tanah Merah Surabaya Daneswari Mahayu Wisesa; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3949.043 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18279

Abstract

Kegiatan rumah tangga pada Rumah Susun Tanah Merah menghasilkan air limbah domestik yang terdiri dari greywater dan blackwater. Greywater pada Rumah Susun Tanah Merah langsung dibuang ke drainase tanpa melalui proses pengolahan. Sedangkan blackwater diolah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) eksisting, namun efluen yang dihasilkan masih belum memenuhi baku mutu. Di sisi lain, warga Rumah Susun Tanah Merah mengalami kekurangan air untuk kegiatan sehari-hari. Instalasi Pengolahan Air Limbah dibutuhkan untuk mengolah air limbah domestik menjadi air olahan yang dapat dimanfaatkan kembali. Pada perencanaan ini dilakukan perhitungan air limbah domestik yang dihasilkan oleh penghuni Rumah Susun Tanah Merah. Selain itu dilakukan analisis karakteristik greywater dan blackwater. Debit dan karakteristik air limbah domestik tersebut menjadi acuan dalam perhitungan IPAL. Unit IPAL yang digunakan yaitu Grease Trap, Anaerobic Baffle Reactor (ABR) dan Aerobic Biofilter. Grease Trap yang direncanakan memiliki efisiensi penyisihan minyak dan lemak mencapai 95%. Sedangkan Anerobic Baffle Reactor dan Aerobic Biofilter memiliki efisiensi penyisihan BOD, COD, TSS berturut turut adalah 99,5%, 98,8%, dan 99%. Air hasil olahan ditampung pada bak penampung dan dapat dimanfaatkan kembali oleh penghuni Rumah Susun Tanah Merah untuk menyiram tanaman dan sebagai air penggelontor.
EVALUASI KINERJA IPAL – IPAL KOMUNAL PROGRAM SANITASI PERKOTAAN BERBASIS MASYARAKAT – URBAN SANITATION RURAL INFRASTRUCTURE (SPBM-USRI) TAHUN PEMBANGUNAN 2012 – 2014 DI SURABAYA Aulia Husada Bhakti; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.547 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18283

Abstract

Program SPBM-USRI telah membangun 40 unit fasilitas sanitasi di Surabaya pada Tahun 2012 - 2014 yang meliputi 17 MCK++, 13 MCK Kombinasi, dan 10 IPAL Komunal. Evaluasi dilakukan untuk menentukan kinerja pelaksanaan dan strategi peningkatan kinerja program yang ditinjau dari aspek teknis. Data primer didapatkan dari observasi lapangan, wawancara penanggung jawab, dan pengujian kualitas air limbah. Data sekunder yang digunakan adalah DED dan karakteristik air limbah yang telah diuji BLH. Evaluasi dilakukan dengan metode analisis scoring dan pembobotan serta analisis SWOT. Terdapat 3 unit bangunan MCK++ dan 4 unit bangunan MCK Kombinasi yang terbengkalai. Kinerja pelaksanaan program ditinjau dari aspek teknis adalah buruk dengan nilai evaluasi sebesar 45,1%. Kinerja program tiap jenis fasilitas beserta hasil nilai evaluasinya masing – masing adalah MCK++ berkinerja baik (54,8%), MCK Kombinasi buruk (40,9%), dan IPAL Komunal buruk (34,2%). Peningkatan kinerja pelaksanaan Program SPBM ditinjau dari aspek teknis adalah melalui perbaikan sarana MCK, perbaikan manhole, peningkatan intensitas pemeliharaan, serta meningkatkan kinerja IPAL dengan cara: menambahkan mikroba, meningkatkan frekuensi pengurasan, membersihkan biofilter, menambahkan filter eksternal, maupun menambahkan kompartemen
ANALISA SIFAT AKUSTIK KOMPOSIT SERAT AMPAS TEBU DAN BAMBU BETUNG DENGAN MATRIKS POLYPROPILEN Auliya Rahman; Mohammad Farid; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.876 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18566

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi, kebisingan merupakan salah satu masalah yang sangat penting untuk diatasi Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa material komposit polypropylene berpenguat serat natural sebagai penyerap suara. Permasalahan yang dikaji adalah untuk mengetahui hubungan kombinasi serat ampas tebu dan serat bambu betung  bermatriks polypropylene  pada komposit terhadap nilai koefisien absorpsi suara morfologi matriks, densitas dan serta struktur kimia yang terbentuk. Tujuannya untuk mendapatkan komposit dengan nilai koefisien absorpsi suara yang memenuhi standar ISO 11654, spesimen dibuat dengan menggunakan pemanasan pada temperatur 180 C dan tekanan sebesar 2 kg. Nilai koefisien absorbsi suara (α) dari komposit poly propylene berpenguat serat bambu betung dan ampas tebu, di uji dengan metode tabung impedansi sesuai standar ASTM E1050, dilakukan juga uji SEM dengan standar ASTM E 2809 dan uji FTIR dengan standar E 168 Dari hasil pengujian didapatkan nilai koefisien absorpsi suara dari ketiga parameter memenuhi standar ISO 11654 dengan nilai koefisien α rata-rata lebih besar dari 0,3 pada frequensi 250-4000 Hz. . Pada pengujian densitas komposit dengan massa jenis tertinggi mempunyai massa sebesar 0,846 . Untuk pengujian FTIR, terbukti bahwa tidak terdapat ikatan antara komposit dan reinforcement.
Pengaruh Komposisi Material Biokomposit dengan Matriks Polyester Berpenguat Serat Alam Terhadap Kekuatan Mekanik dan Fisik Muhammad Dede Pramono; Moh Farid; Sigit Tri Wicaksono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.816 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18602

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serat alam dalam komposit polymer terhadap kekuatan lentur dan densitas dari biokomposit dengan matriks polyester berpenguat serat rami, serat bambu betung, dan serat tebu. Dilakukan pengujian mekanik berupa pengujian kekuatan lentur dan melakukan perhitungan densitas sebagai pengujian fisik. Komposisi matriks dengan penguat seratnya diatur sebesar 70% polyester dan 30% serat alam.  Sebagai varibel yang digunakan pada penelitian ini adalah membuat dominasi komposisi jenis serat  dalam bentuk jumlah berat yang yang terukur sehingga menghasilkan perbandingan jenis serat alam mana yang mempunyai  nilai  pengujian yang lebih baik. Dari hasil pengujian kekuatan lentur didapat bahwa biokomposit dengan dominasi serat tebu mempunyai nilai kuat lentur terbesar dengan 261,66 kg/cm2 sedangkan biokomposit yang didominasi rami dan bambu secara berurutan menghasilkan kuat lentur sebesar 101,465 kg/cm2 dan 185,89 kg/cm2 .  Hasil perhitungan densitas menunjukkan densitas tertinggi dicapai oleh material biokomposit dengan dominasi komposisi serat rami  ( 70% Polyester : 20% Serat Rami, 5%Serat Bambu 5%Serat Tebu) sebesar 1,049 g/cm3.
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Untuk Menyerap Emisi CO2 Kendaraan Bermotor Di Surabaya (Studi Kasus: Koridor Jalan Tandes Hingga Benowo) Afrizal Ma'arif
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.187 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18853

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi krusial dalam kehidupan di perkotaan, yaitu sebagai pembersih udara yang sangat efektif, terutama untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Surabaya sebagai kota niaga memiliki arus pergerakan orang barang dan jasa yang tinggi, salah satunya di koridor Jalan Tandes – Benowo. Jalan ini seringkali ramai dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor pada jam sibuk. Padatnya kendaraan bermotor ini menimbulkan akumulasi emisi CO2 yang besar di lokasi studi. Emisi CO2 dalam jumlah besar ini menimbulkan banyak kerugian bagi manusia dan lingkungan. Sebuah solusi diperlukan agar permasalahan yang ditimbulkan oleh emisi CO2 kendaraan bermotor ini dapat diatasi dengan baik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penyediaan RTH guna menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa sasaran yang perlu dicapai yaitu; menghitung jumlah Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) di koridor studi. Selanjutnya setelah diketahui jumlah LHR, dilakukan perhitugan emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dengan bantuan perangkat lunak Mobilev. Setelah diketahui timbulan emisi CO2 kendaraan bermotor yang dihasilkan, selanjutnya dihitung kebutuhan penyediaan RTH untuk menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat 248,00 kg CO2 dihasilkan oleh kendaraan bermotor per jam-nya pada jam puncak. Dengan timbulan emisi CO2 sedemikian rupa, RTH publik eksisting di kawasan studi dapat menyerap sebesar 39,87 kg CO2. Untuk menyerap sisa emisi CO2 yang ada, diperlukan penyediaan 1,60 hektare lahan untuk RTH baru.Abstrak— Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi krusial dalam kehidupan di perkotaan, yaitu sebagai pembersih udara yang sangat efektif, terutama untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Surabaya sebagai kota niaga memiliki arus pergerakan orang barang dan jasa yang tinggi, salah satunya di koridor Jalan Tandes – Benowo. Jalan ini seringkali ramai dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor pada jam sibuk. Padatnya kendaraan bermotor ini menimbulkan akumulasi emisi CO2 yang besar di lokasi studi. Emisi CO2 dalam jumlah besar ini menimbulkan banyak kerugian bagi manusia dan lingkungan. Sebuah solusi diperlukan agar permasalahan yang ditimbulkan oleh emisi CO2 kendaraan bermotor ini dapat diatasi dengan baik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penyediaan RTH guna menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa sasaran yang perlu dicapai yaitu; menghitung jumlah Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) di koridor studi. Selanjutnya setelah diketahui jumlah LHR, dilakukan perhitugan emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dengan bantuan perangkat lunak Mobilev. Setelah diketahui timbulan emisi CO2 kendaraan bermotor yang dihasilkan, selanjutnya dihitung kebutuhan penyediaan RTH untuk menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat 248,00 kg CO2 dihasilkan oleh kendaraan bermotor per jam-nya pada jam puncak. Dengan timbulan emisi CO2 sedemikian rupa, RTH publik eksisting di kawasan studi dapat menyerap sebesar 39,87 kg CO2. Untuk menyerap sisa emisi CO2 yang ada, diperlukan penyediaan 1,60 hektare lahan untuk RTH baru.
Studi Eksperimen Balok Sandwich Glass Fiber Reinforcement Panel – Foam (GFRP-Foam) pada Rumah Sederhana 2 Lantai Dwi Mide Febriyan; Faimun Faimun; Priyo Suprobo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.236 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18882

Abstract

Gempa Sumatera Barat (2009) dan Mentawai (2010) telah menewaskan lebih dari 400 jiwa dan menyebabkan sedikitnya 88.000 kerusakan berat pada bangunan-bangunan yang ada. Diketahui bahwa kerusakan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah akibat dari berat struktur bangunan yang konvensional. Preliminary desain menggunakan metode grafis dari H. G. Allen cukup akurat untuk mendapatkan dimensi panel komposit balok sandwich GFRP-Foam dengan beban rencana yang ditentukan. Program bantu elemen hingga menghasilkan analisa tegangan yang terjadi pada model panel balok sandwich. Beberapa pengujian terhadap model dari panel balok sandwich mengguakan FPB telah dilakukan untuk mendapatkan perilaku mekanis balok terhadap beban gravitasi. Pengujian menunjukkan bahwa balok berperilaku elastis hingga beban 500 kg dan keruntuhan terjadi ketiak beban mencapai 800 kg.. Hasil pengujian tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa panel balok dengan 4 lapis fiberglass combo mat untuk masing – masing skin dan dengan dimensi balok 140 mm x 240 mm dengan bentang 3 meter memadai untuk menahan beban rencana dari rumah sederhana 2 lantai
Evaluasi Pengelolaan Limbah Padat B3 Fasilitas Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo Gloria Mayonetta
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.342 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18952

Abstract

Peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo dalam bentuk program berobat gratis seperti Badan Penelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meningkatkan kunjungan pasien ke Puskesmas. Peningkatan kunjungan secara tidak langsung mempengaruhi laju timbulan dan karakteristik limbah padat B3 Puskesmas. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kabupaten Sidoarjo yang meliputi Puskesmas rawat inap, rawat jalan dan pembantu. Evaluasi pengelolaan meliputi kegiatan pengemasan pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan, dan pengolahan.  Pengukuran laju timbulan dan komposisi limbah padat B3 dilakukan selama 8 hari pada 4 Puskesmas rawat inap, 3 Puskesmas rawat jalan, dan 9 Puskesmas pembantu (Pustu). Rata-rata laju timbulan Puskesmas rawat inap adalah 60,47 g/pasien.hari dengan 59% persen komposisi limbah merupakan botol infus bekas. Rata-rata laju timbulan Puskesmas rawat jalan adalah 6,37 g/pasien.hari dengan 73% persen komposisi limbah merupakan infeksius non benda tajam. Rata-rata laju timbulan Pustu adalah 1,97 g/pasien.hari dengan 39% persen komposisi limbah merupakan infeksius benda tajam.
Perbandingan DED IPAL Anaerobic Filter dengan Upflow Anaerobic Sludge Blanket untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sedati di Kabupaten Sidoarjo Rachmat Ridho Permata Putra Siregar; Mohammad Razif; Mas Agus Mardyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.569 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18985

Abstract

Pengoperasian  tempat  pelelangan  ikan  (TPI)  di  Kabupaten Sidoarjo  memberikan  dampak  positif  dan  negatif.  Salah  satu  dampak negatif yang ditimbulkan berupa timbulan limbah cair yang apabila tidak ditangani dengan tepat, maka akan mencemari lingkungan di sekitar TPI. Limbah  yang  dibuang  harus  memenuhi  baku  mutu  yang  diatur  dalamPeraturan Gubernur Jawa Timur No.72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Oleh karena itu,  diperlukan  suatu  detailed  engineering  design (DED)  instalasi pengolahan  air  limbah  (IPAL)  yang  memadai,  yang  merupakan  tujuan tugas akhir (TA) ini. Dalam TA ini, IPAL jenis  Anaerobic Filter(AF) dan Upflow Anaerobic Sludge Blanket(UASB), dibandingkan. Data  primer  pada  perencanaan  ini  adalah  data  pemakaian  air bersih dari TPI tiap bulan selama tahun 2015 serta data karakteristik air limbah, meliputi konsentrasi BOD, COD, TSS, dan Total N. Data sekunder meliputi  data  kualitas  dan  kuantitas  effluent  TPI  yang  diperoleh  dari analisis laboratorium. Perhitungan tiap sistem IPAL mengacu pada kriteria desain  sebagai  dasar  pembuatan  DED  dan  Rencana  Anggaran  Biaya (RAB)  tiap  sistem  IPAL. Hasil  perhitungan  tiap  unit  IPAL  akan dibandingkan dari segi efisiensi penyisihan, luas lahan yang dibutuhkan, dan RAB.Hasil analisis kandungan air limbah adalah sebagai berikut, BOD = 894 mg/L, COD = 1443 mg/L, TSS = 280 mg/L, dan Total N = 423,9 mg/L. Hasil perhitungan desain AF adalah diperlukannya 2 kompartemen, demikian pula dengan sistem UASB. Efisiensi penyisihan BOD pada AF dan  UASB  bertutrut-turut  adalah  88,95%  dan  97,96%.  Sedangkan, efisiensi  COD  berturut-turut  adalah  89,68% dan  90,24%.  RAB  sistem IPAL  sebesar  Rp  59.609.889,-;  Sedangkan  sistem  UASB  sebesar  Rp 50.914.605,. Sehingga unit IPAL yang dipilih adalah sistem UASB.
Perencanaan Sistem Penampung Air Hujan Sebagai Salah Satu Alternatif Sumber Air Bersih di Rusunawa Penjaringan Sari Surabaya Fairuz Nadia; Mas Agus Mardyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.315 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19035

Abstract

Di Surabaya, ada banyak Rusunawa (apartemen sewa untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah). Air bersih untuk penggunaan kebutuhan sehari-hari di Rusunawa diperoleh dari PDAM Surabaya. Biaya untuk konsumsi air yang dibayarkan oleh penyewa dianggap terlalu mahal karena penyewa sebagian besar memiliki pendapatan rendah atau menengah. Oleh karena itu, sumber lain untuk air bersih yang murah dan mudah perlu dipertimbangkan. Pemanenan air hujan  (PAH) adalah salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan karena Surabaya merupakan daerah dengan curah hujan yang cukup tinggi. Tugas akhir ini akan membahas potensi air hujan sebagai sumber air bersih alternatif di Rusunawa. Air hujan dikumpulkan dari atap rusunawa tersebut. Kualitas air hujan dianalisis di laboratorium. Jumlah air hujan dihitung berdasarkan curah hujan rata-rata berdasarkan data selama sepuluh tahun. Air hujan yang dikumpulkan mengalir ke reservoir tanah yang ada serta yang baru sebelum didistribusikan kepada penyewa. Air hujan yang dikumpulkan secara umum memenuhi standar kualitas yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2010. Namun, kualitas air hujan agak sedikit asam; oleh karena itu, perlu dicampur dengan air PDAM. Air hujan dari atap setiap blok Rusunawa dikumpulkan di reservoir yang ada. Berdasarkan jumlah air hujan yang ditampung, total biaya untuk perencanaan ini sekitar Rp 558.930.070. Adapun prosentase penghematan terhadap pemakaian air PDAM selama 1 bulan untuk masing-masing blok A = 17,18% ; blok B = 16,84% ; blok C = 16,51% ; blok DA = 19,10% ; blok DB = 17,02% ; blok EA = 16,50% ; blok EB = 17,56% ; blok FA = 19,69% dan blok FB = 17,56%.
Analisa Produktivitas Tertinggi dan Terbaik pada Penggunaan Lahan Pasar Genteng Baru Surabaya Rintih Prastianing Atas Kasih; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.903 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19059

Abstract

Salah satu ikon pusat perdagangan di Surabaya yaitu Pasar Genteng Baru dan merupakan salah satu tanah aset milik pemerintah kota yang strategis dan potensial untuk dikembangkan yang letaknya ditengah kota. Namun keberadaan lahan tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal. Sehingga pasar Genteng baru harus segera direvitalisasi. Analisa lahan Pasar Genteng Baru ini menggunakan metode Highest and Best Use (HBU). Analisis ini meliputi empat hal pokok yaitu analisis kelayakan secara fisik (physically feasible), analisis kelayakan secara peraturan (legally permissible), analisis kelayakan secara keuangan (financially feasible), dan analisis produktivitas yang maksimal (maximally productive). Dari hasil penelitian didapatkan alternatif yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dan produktivitas maksimum adalah alternatif mix used pasar dengan hotel. Nilai lahan yang didapatkan sebesar Rp. 38.800.905/m2 dengan produktivitas meningkat sebesar 123,77%.