cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pemanfaatan Serbuk Gergaji Menjadi Biobutanol dengan Hidrolisis Selulase dan Fermentasi Bakteri Clostridium Acetobutylicum Hayuni Devina Fajariah; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.467 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7352

Abstract

Biobutanol adalah jenis alkohol ikatan C-4 (C4H9OH) yang terbuat dari biomassa. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah kayu yang dihasilkan dari proses penggergajian kayu yang mengandung selulosa (55%), hemiselulosa (14%), dan lignin (21%). Biobutanol diproduksi dengan cara hidrolisis enzim selulase dan fermentasi bakteri Clostridium acetobutylicum. Variabel pada penelitian ini adalah penambahan enzim selulase pada proses hidrolisis (penambahan enzim atau tanpa penambahan enzim), pH awal proses fermentasi (5 atau 7) dan jumlah penambahan starter bakteri Clostridium acetobutylicum (5 atau 10 ml) dengan variasi lama proses fermentasi 2,4,6,8,10,12 hari. Parameter dalam penelitian ini adalah analisa kadar selulosa, gula tereduksi, dan kadar butanol. Berdasarkan hasil penetian, diketahui bahwa proses hidrolisis dengan penambahan enzim selulase, kondisi awal fermentasi pH 5 dan penambahan inokulum bakteri Clostridium acetobutylicum sebanyak 10 ml dengan lama waktu fermentasi 12 hari merupakan kondisi yang paling efektif menghasilkan kadar butanol tertinggi dari 50 gram limbah serbuk gergaji. Kadar butanol tertinggi sebesar 1,88 % dari 1 µL sampel hasil fermentasi yang diinjeksikan ke dalam kromatografi gas.
Surfaktan Sodium Ligno Sulfonat (SLS) dari Debu Sabut Kelapa Mukti Mulyawan; Eny Setyowati; Arief Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8359

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan beragam hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang menonjol di Indonesia adalah kelapa. Produksi buah kelapa di Indonesia rata-rata sebanyak 15,5 miliar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut (coir fiber) dan 3,3 juta ton debu sabut (coir dust/ cocopeat. Komposisi sabut kelapa terdiri dari 25% gabus dan 75% serat . Tetapi, debu sabut kelapa masih dikembangkan sebatas sebagai media tanam. sisanya akan menjadi limbah dengan kontribusi sangat besar dari pengisi pada volume total sampah domestiK. Banyaknya komoditas kelapa dan potensi limbah sabut yang dihasilkan, membuat pemanfaatan Debu Sabut menjadi bahan yang bernilai ekonomis patut untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan Surfakatan Sodium Ligno Sulfonat (SLS) yang selama ini komoditasnya diperoleh seluruhnya dari impor. Adapun tahapan proses pembuatan SLS dari Debu Sabut kelapa adalah mempersiapan Bahan Baku berupa Debu Sabut Kelapa. Dilanjutkan dengan pemasakan/pulping menggunakan metode organosolv dengan alat pemasak digester (R-120). Dari lindi hitam yang dihasilkan, akan diproses dengan Isolasi Lignin dengan metode presipitasi asam. Lindi hitam yang telah didapat diendapkan dengan menambahkan secara perlahan H2SO4dengan konsentrasi 20% sampai pH 2 pada tangki isolasi pertama (M-211).Proses isolasi dengan metode pengasaman banyak digunakan untuk mendapatkan lignin dengan kemurnian tinggi. Untuk Menghasilkan SLS, Lignin Isolat perlu direaksikan dengan bahan penyulfonasi natrium bisulfit (NaHSO3), sehingga menghasilkan natrium lignosulfonat (SLS) pada reaktor sulfonasi (R-310). Berlokasi di Provinsi Riau, Pabrik ini akan dibangun dengan kapasistas 20.150 ton/tahun. Dari analisa ekonomi, diperlukan Modal tetap (FCI) sebesar Rp 316.323.349.677; Modal kerja (WCI) sebesar Rp 74.429.023.453; Investasi total (TCI) sebesar Rp 390,752,373,130 ; Biaya Produksi pertahun (TPC) sebesar Rp 1.772.425.308.777. Nilai Internal Rate of Return sebesar 53%, dimana Pay out Time akan dibayarkan selama 5 tahun. Hasil Break Event Point diperoleh 55 %.
Food Grade Ehanol Production With Fermentation And Distillation Process Using Stem Sorghum Yuliana Setyowati; Aniendia Candra Suminta; Tri Widjaja; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.465 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8361

Abstract

10% -12% of sugar in its stem which is the optimum sugar concentration in fermentation process for bioethanol production. Sorghum has a high potential to be developed as a raw material for food-grade ethanol production which can be used to support food-grade ethanol demand in Indonesia through a fermentation process. This research focused on the effect of microorganism varieties in the fermentation process which are mutant Zymomonas mobilis (A3), Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis mixture. The Research for purification process are separated into two parts, distillation with steel wool structured packing and dehydration process using molecular sieve and eliminating impurities using activated carbon. The research can be concluded that the best productivity shown in continuous fermentation in the amount of 84.049 (g / L.hr) using the mixture of Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis. The highest percentage of ethanol yield produced in batch fermentation using the mixture of Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis that is equal to 51.269%. And for the adsorption, the best result shown in continuous fermentation by using Zymomonas Mobilis of 88.374%..
Metode Pencacahan Frekuensi Reciprocal Untuk Sensor Gas Resonator Kuarsa Yang Diimplementasikan Pada Field Programmable Gate Array Reza Barkah Harjunadi; Muhammad Rivai; Rudy Dikairono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.136 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8607

Abstract

Quartz Crystal Microbalance (QCM) merupakan salah satu jenis resonator kuarsa yang memiliki membran sensitif terhadap gas. Pada sistem identifikasi gas menggunakan QCM, perubahan frekuensi dari sensor ini begitu cepat, sehingga untuk mendapatkan perubahan frekuensinya diperlukan metode pencacahan yang lebih cepat dibanding metode yang biasanya digunakan. Beberapa aplikasi QCM digunakan pada sistem identifikasi gas. Untuk mendapatkan luaran QCM diperlukan sebuah proses instrumentasi, salah satu cara yang pernah dirancang adalah menggunakan sistem pencacah reciprocal frequency. Sistem ini berbasis digital yang tersusun atas rangkaian diferensial frekuensi, rangkaian pembagi frekuensi, dan rangkaian pencacah. Pada penelitian ini sistem digital direalisasikan menggunakan Field Programmable Gate Array (FPGA). FPGA memiliki kelebihan diantaranya jenis dan jumlah gerbangnya sangat banyak, dan mudah diprogram berkali-kali. Pada perancangan sistem ini untuk mendapatkan pergeseran frekuensi dilakukan dengan membandingkan antara frekuensi referensi (fr) dan frekuensi probe sensor (fx). Hasilnya berupa selisih frekuensi (fd) yang dibagi menggunakan rangkaian pembagi frekuensi. Pencacahan dilakukan dengan menggunakan frekuensi referensi (fr) dan selisih frekuensi yang di bagi (fd/N) sebagai periodenya. Data dari pencacahan ini dikirim ke komputer untuk proses identifikasi menggunakan neural network. Prosentase keberhasilan keseluruhan sistem dalam mengidentifikasi gas uji sebesar 80%.
PENGEMBANGAN ROBOT HEXAPOD UNTUK MELACAK SUMBER GAS Hani Avrilyantama; Muhammad Rivai; Djoko Purwanto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8608

Abstract

Saat ini untuk mengevaluasi kebocoran pipa gas atau minyak bahan bakar dilakukan oleh manusia. Robot dapat diimplementasikan untuk mengganti tugas manusia dalam hal pencarian lokasi kebocoran gas. Pada dasarnya tiap robot memiliki implementasi yang berbeda, seperti robot yang mampu bergerak di jalan yang licin dan ada pula robot yang mampu bergerak di jalan yang kasar. Robot beroda mampu berjalan di tempat yang licin tetapi tidak bisa berjalan di tempat yang kasar dan berlumpur. Untuk keperluan investigasi kebocoran pipa gas tersebut maka diperlukan sistem robot berkaki hexapod. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat robot berkaki hexapod dilengkapi dengan sensor gas yang digunakan untuk mendeteksi adanya titik bocor gas dengan menggunakan garis hitam sebagai garis panduan dan sistem jalan robot dengan  menggunakan  metode inverse kinematics. Sensor gas yang digunakan adalah TGS 2620 dan pergerakkan  robot mengikuti garis hitam, ketika ada sumber gas maka robot akan berhenti. Dari hasil percobaan pada pencarian gas alkohol sebanyak 20 kali, robot dapat mendeteksi gas dengan  keberhasilan  90% . Kesalahan dalam  pencarian gas dipengaruhi oleh ketidakstabilan robot dalam berjalan dikarenakan torsi  motor  servo  lebih  kecil  dibandingkan  torsi  beban  pada  robot.
Studi Eksperimen Variasi Beban Pendinginan pada Evaporator Mesin Pendingin Difusi Absorpsi R22-DMF Akhmad Syukri Maulana; Ary Bachtiar Khrisna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.497 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8675

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, sehingga lebih dibutuhkan sistem pendingin daripada sistem pemanas. Salah satu teknologi pendinginan yang dapat digunakan adalah DAR (Diffusion Absorbtion refrigeration). Berbeda dengan sistem kompresi uap, sistem refrigerasi difusi absorbsi tidak menggunakan kompresor, namun menggunakan generator sebagai penggantinya. Namun seiring waktu, sistem pendingin absorbsi mulai ditinggalkan karena memiliki COP (Coeffisient Of Performance) yang relatif kecil. Pada penelitian kali ini pasangan refrijeran dan absorben yang digunakan adalah R22 dan DMF (Dhymethylformamyde) dengan konsentrasi R22 sebesar 60%. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan beban pendinginan pada kabin evaporator dengan memasang heater elektrik yang dilengkapi dengan voltage regulator.  Terdapat tiga variasi beban pendinginan yang akan dilakukan yaitu beban pertama dengan mengkondisikan beban heater electric 0 watt (tanpa beban), beban kedua dengan beban 7,84 watt, dan beban ketiga 15,68 watt. Hasil yang diperoleh dari pengujian beban pendinginan pada evaporator, yaitu semakin tinggi beban pendinginan maka COP dari sistem pendingin akan semakin tinggi. Adapun hasil performa optimum yang didapatkan antara lain: Qgen optimum adalah 337.417 watt, laju alir massa refrijeran ( ) optimum adalah 0.679 gram/s. Panas yang diserap evaporator (Qevap) optimum adalah 130.604 Watt. Coefficient Of Performance (COP) optimum 0.398. Panas yang dibuang kondensor (Qcond) maksimum 132.026 Watt.
Gelatin dalam Elektrolit Gel terhadap Ketebalan dan Kekuatan Lekat Lapisan Krom pada Baja dengan Metode Elektroplating Kikin Hermanto; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.904 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8704

Abstract

Elektroplating pada dunia industri banyak dimanfaatkan untuk melakukan pelapisan terhadap benda kerja dengan cara pencelupan benda kerja dalam larutan elektrolit. Cara ini dirasa kurang efektif bila digunakan pada benda kerja yang telah terpasang pada rangkaian kerjanya, sehingga penelitian tentang elektrolit gel ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode alternatif elektroplating, yaitu elektrolit gel. Elektrolit gel merupakan metode elektroplating tanpa perlu melakukan pencelupan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2CrO4 (250 g/l; 300 g/l; 350 g/l) dan gelatin sebagai gelling agent (40,5 g/l; 81 g/l; 121,5 g/l) dalam elektrolit gel H2CrO4 terhadap ketebalan dan kualitas lapisan krom hasil elektroplating pada baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi asam kromat dalam elektrolit gel akan meningkatkan ketebalan deposit krom sedangkan penambahan konsentrasi gelatin akan menurunkan ketebalan deposit krom. Penambahan konsentrasi asam kromat akan menurunkan nilai kelekatan deposit krom pada spesimen, sedangkan penambahan konsentrasi gelatin akan mencapai nilai kelekatan maksimalnya pada konsentrasi 81 g/l dan penambahan konsentrasi gelatin melebihi konsentrasi tersebut akan menyebabkan penurunan nilai kelekatan.
Pengaruh Penambahan Kalsium Terhadap Struktur Mikro, Sifat Mekanik, dan Ketahanan Termal Paduan Mg6Zn Sebagai Aplikasi Engine Block Yogie Arisandi Trisnawan; sutarsis sutarsis
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.954 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8705

Abstract

Paduan magnesium banyak diaplikasikan pada dunia otomotif mobil atau motor dan mesin pesawat terbang. Haq     al ini dikarenakan berat dari magnesium sendiri yang sangat ringan dan memiliki kekuatan tinggi. Serta paduan magnesium memiliki konduktifitas termal yang baik, modulus elastisitas yang tinggi dan memiliki sifat mekanik yang baik. Magnesium dalam aplikasi teknik biasanya di padukan dengan unsur seperti Al, Ag, Mn, Zn, Si, Zr dan RE (rare element). Pada penelitian ini telah dilakukan proses pemaduan sistem Mg-Zn-Ca dengan menggunakan variabel komposisi Ca yaitu 0 wt.%; 0,5 wt.%; 1,5 wt.%; dan 3 wt.%Ca terhadap paduan awal Mg-6Zn. Hasil penelitian menunjukkan struktur mikro yang terbentuk adalah αMg, MgZn, Mg2Ca, dan Mg6Zn3Ca2. Penambahan 3 wt.% Ca menghasilkan paduan paling stabil pada temperatur tinggi. Adanya fasa Mg6Zn3Ca2menaikkan nilai kekerasan menjadi 74,05 BHN
Pengaruh Penambahan Yttrium Terhadap Struktur Mikro, Sifat Mekanik Dan Ketahanan Termal Pada Paduan Mg-6zn Sebagai Aplikasi Engine Block Indra Bagas Pramasta; sutarsis sutarsis
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.727 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi penambahan Yttrium (Y) terhadap struktur mikro, kekerasan dan ketahanan termal pada paduan magnesium – zinc. Magnesium (Mg) telah menjadi solusi untuk pengembangan material ringan. Paduan magnesium yang memiliki rasio kekuatan material berbanding massa material yang tinggi membuatnya baik digunakan pada aplikasi otomotif seperti steering wheel, gearbox house, seat frames dan cylinder block. Penelitian ini memadukan magnesium-zinc-yttrium dalam komposisi yang berbeda. Komposisi yttriumnya adalah 0,5% wt ; 2% wt dan 4% wt. Pengecoran yang dilakukan adalah pengecoan konvensional dengan temperatur melting 750°C dengan waktu penahanan 60 menit. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian struktur mikro, identifikasi fasa, komposisi fasa, ketahanan termal dan kekerasan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa yttrium dapat menyebabkan berubahnya struktur mikro dan fasa serta meningkatkan kekerasan dan ketahanan termal pada sampel. Hasil analisa menunjukkan 4 fasa dominan yang muncul pada sampel yaitu α-Mg, MgZn, Mg3YZn6 dan Mg3Y2Zn3. Kekerasan tertinggi adalah 74 BHN pada sampel 4% wt yttrium dan rata-rata sampel dapat digunakan sampai temperatur dibawah 250 ͦC.
Pengaruh Temperatur Sensitisasi Dan Variasi Stress Terhadap Laju Korosi SS 409 Pada Lingkungan Salt Spray Faris Hizrian Maulana; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.244 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8708

Abstract

Korosi intergranular merupakan permasalahan yang sering terjadi pada stainless steel. Hal ini dipicu karena adanya proses sensitisasi yang menyebabkan terbentuk presipitasi karbida pada batas butir yang menyebabkan berkurangnya kadar Cr pada butir yang berakibat stainless steel menjadi rentan terhadap korosi. Ferritic stainless steel 409 merupakan material yang biasa digunakan pada heat exchanger maupun exhaust pada kendaraan otomotif dimana sering mendapatkan temperatur yang tinggi. Jika terdapat internal stress yang merupakan hasil welding maupun cold working pada material tersebut dapat menyebabkan laju korosi menjadi lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mempelajari laju korosi pada spesimen ferritic stainless steel tipe 409 yang telah mengalami proses sensitisasi serta mendapatkan tegangan aplikasi sebesar 20% dan 40% yield stress pada lingkungan salt spray. Hasil SEM menunjukkan adanya senyawa TiC yang merupakan presipitat karbida yang muncul pada spesimen dengan temperatur anil 550oC sampai 850oC yang menyebabkan laju korosi yang lebih tinggi dari spesimen lain. Pengujian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur sensitisasi dan semakin besar stress yang diberikan, laju korosi akan semakin meningkat