cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik pada IPAM Karangpilang III Kota Surabaya Mar`atusholihah Mar`atusholihah; Yulinah Trihadiningrum; Arlini Dyah Radityaningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55473

Abstract

PDAM Surya Sembada Surabaya memiliki enam Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), salah satunya IPAM Karangpilang III. IPAM Karangpilang III menggunakan Kali Surabaya sebagai sumber air baku. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelimpahan dan karakteristik mikroplastik (MP) pada air baku dan air produksi di IPAM Karangpilang III dan menentukan efisiensi penyisihan mikroplastik pada setiap unit di IPAM Karangpilang III Kota Surabaya. Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah unit-unit operasi yang terdapat pada IPAM. Unit-unit di IPAM Karangpilang III terdiri atas intake, aerator, prasedimentasi, flashmix, clearator, filtrasi, dan desinfeksi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode grab sampling sebanyak satu kali pada pukul 06.00 – 09.00 WIB, pada tanggal 22 Februari 2020. Prosedur ekstraksi MP pada sampel air dilakukan dengan Wet Peroxide Oxidation. Kemudian dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan vacuum filter dan membran PTFE (ukuran pori: 0,2 μm). Selanjutnya partikel MP dipisahkan secara manual dari membran filter menggunakan pinset di bawah dissecting microscope (Sunshine SZM45T-B1 dan Dino Capture 2.0) dengan pembesaran 40× – 60×. Kelimpahan MP selama proses pengolahan air minum menurun dari 54,4 partikel/L di air baku menjadi 13 partikel/L di air produksi (efisiensi penyisihan 76,1%). Bentuk MP didominasi oleh serat 94,1% di air baku dan 81,5% di air produksi. MP didominasi oleh partikel berukuran 351 – 1000 μm 42,3% di air baku dan 35,4% di air produksi). Partikel MP didominasi oleh warna hitam (53,7 % di air baku) dan biru (33,8% di air produksi). Kelimpahan MP berbeda pada setiap unit operasi. Tingkat penurunan kelimpahan MP adalah 62,17% di unit aerator, 33,33% di unit prasedimentasi, dan 75,1% di unit desinfeksi.
Prinsip Penataan Bangunan Permukiman Kawasan Bencana Banjir Di Desa Centini Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Rizki Nur Thoyibah; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55775

Abstract

Banjir di Desa Centini akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo terjadi setiap tahun. Kondisi alur Sungai Bengawan Solo yang yang berubah-ubah menyebabkan terendamnya bangunan permukiman di lahan milik warga dan mengakibatkan dampak kerugian bagi masyarakat sehingga diperlukan upaya penyesuaian bangunan permukiman terhadap kondisi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk merumuskan prinsip penataan bangunan dalam meminimalisir dampak banjir terhadap permukiman di Desa Centini, Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tahapan penelitian diawali dengan mengidentifikasi karakteristik banjir dan penataan bangunan permukiman Desa Centini dengan participatory mapping sehingga menghasilkan karakterisik penyebab tingginya dampak dan input tahap selanjutnya. Tahapan kedua yaitu menganalisis variabel yang berpengaruh dalam meminimalisir dampak banjir dengan menggunakan content analysis terhadap stakeholder terkait sehingga menghasilkan 7 variabel berpengaruh. Pada tahapan akhir dilakukan perumusan prinsip penataan bangunan kawasan bencana banjir di Desa Centini melalui metode triangulasi dan menghasilkan 3 aturan prinsip penataan bangunan permukiman banjir yakni aturan tata bangunan berfokus pada keamanan bangunan dengan elevasi bangunan, aturan prasarana sarana minimum berfokus pada pemenuhan prasarana sarana minimal sesuai kebutuhan permukiman banjir dengan pemenuhan kebutuhan sanitasi dan air bersih, dan aturan ketentuan khusus guna menanggapi kondisi rawan banjir sehingga dapat meminimalisir dampak banjir di permukiman dengan pemilihan material bangunan, penggunaan antru dan perahu kayu.
Konfigurasi Spasial Kawasan Permukiman Kampung Maspati Havisa Putri Novira; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56102

Abstract

Kampung Maspati merupakan salah satu kawasan permukiman yang dimana masih menganut budaya kearifan lokal yang selalu diterapkan pada permukiman tersebut. Kampung Maspati ini dikelilingi bangunan modern dan sudah banyak transformasi fisik bangunan namun pada beberapa titik di kampung Maspati budaya, kearifan lokal dan tradisi-tradisi kampung tetap terjaga. Potensi-potensi fisik dan non fisik pada Kampung Maspati dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Maspati untuk aktivitas sehari-hari mereka. Sehingga, dalam kampung ini tercipta konfigurasi spasial yang membuatnya berbeda dengan kampung-kampung lainnya, terutama dengan kampung-kampung di sekitarnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menemukan bentuk konfigurasi spasial yang terbentuk pada permukiman Kampung Maspati yang dimana dapat menjadi masukan untuk pembangunan kawasan tersebut. Melalui metode content analysis, diinterpretasikan pendapat responden mengenai faktor ruang yang mempengaruhi konfigurasi spasial Kampung Maspati hingga menemukan konfigurasi spasial masyarakat terhadap bentuk permukimannya. Dari penelitian ini didapatkan faktor-faktor ruang yang berpengaruh yaitu identitas, sosial masyarakat, kepercayaan, tradisi, mata pencaharian, estetika, tata letak, jaringan jalan dan sirkulasi dan di dapatkan bentuk konfigurasi permukiman kampung Maspati terbagi menjadi 2 cluster dengan pola linier mengikuti jalan dengan pola jaringan grid yang terbagi menjadi ruang sakral-profan.
Penambahan Ruang Terbuka Hijau Publik Optimal di Kota Banda Aceh Berdasarkan Minimasi Anggaran Saryulis Saryulis; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56044

Abstract

Penyediaan ruang terbuka hijau publik merupakan salah satu komponen penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kondisi penyediaan ruang terbuka hijau publik di Kota Banda Aceh per tahun 2020, baru mencapai 14,31% dari ketentuan minimum 20,00% dari luas wilayah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Upaya penambahan/penyediaan ruang terbuka hijau publik seringkali terkendala masalah alokasi anggaran untuk pengadaan lahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model penambahan ruang terbuka hijau publik optimal di Kota Banda Aceh berdasarkan minimasi anggaran. Tujuan penelitian dicapai dengan mengidentifikasi ketersediaan lahan dan kebutuhan penambahan ruang terbuka hijau publik, selanjutnya dirumuskan model penambahan ruang terbuka hijau publik menggunakan metode linear programming. Hasil penelitian menunjukkan upaya pengadaan lahan untuk penambahan ruang terbuka hijau publik optimal di Kota Banda Aceh membutuhkan anggaran sebesar Rp. 1.767.747.119.132 dengan luas penambahan lahan seluas 3.293.404 m².
Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di RW 07 Kelurahan Kampung Melayu Jakarta Timur Tri Prasetyaningsih; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56092

Abstract

RW 07 Kelurahan Kampung Melayu merupakan salah satu RW kumuh yang ada di Kelurahan Kampung Melayu dan telah ditetapkan menjadi permukiman kumuh berat. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kekumuhan di RW 07 kelurahan Kampung Melayu akan tetapi upaya tersebut kurang memberikan hasil yang signifikan. Hal ini disebabkan karena rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program. Rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang perlu diketahui sehingga peningkatan kualitas permukiman kumuh berjalan dengan optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas permukiman kumuh berupa program perbaikan jalan, drainase, persampahan dan ruang terbuka hijau. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Delphi yaitu dengan melakukan wawancara dan kuisioner kepada stakeholder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kesadaran dan kemauan masyarakat.
Kajian Persepsi Masyarakat Dalam Pengembangan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly Surabaya Margaretta Annisya Harjianti; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56131

Abstract

Kebijakan penutupan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly di Kota Surabaya selain menimbulkan pro dan kontra juga menimbulkan dampak terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakatnya. Penurunan pendapatan masyarakat dan munculnya pengangguran baru akibat hilangnya mata pencaharian mereka yang bergantung pada aktivitas lokalisasi merupakan dampak yang paling dirasakan masyarakat. Pemerintah telah berupaya mengoptimalkan kawasan eks lokalisasi Dolly menjadi kawasan perekonomian baru dengan berbagai upaya dan program yang telah diberikan hingga saat ini. Dalam hal ini upaya pengembangan kawasan sangat diperlukan untuk menunjang terciptanya masyarakat dan kawasan Dolly yang lebih mandiri dan berdaya saing. Namun upaya pemerintah tersebut belum mempertimbangkan persepsi masyarakat sebagai landasan partisipasinya dalam pengembangan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly. Oleh karena itu mengidentifikasi persepsi masyarakat menjadi sangat penting dilakukan, karena melalui persepsi masyarakat akan memberikan gambaran yang jelas terkait pandangan yang jelas terhadap perencanaan yang meletakkan masyarakat sebagai subyek dalam pengembangan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly. Sehingga tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mengkaji bagaimana persepsi masyarakat dalam pengembangan kawasan eks lokalisasi Dolly. Pada artikel ini teknik analisa yang digunakan adalah skala likert dan statistik deskriptif untuk mengkaji persepsi masyarakat dalam pengembangan kawasan eks lokalisasi Dolly. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil bahwa masyarakat Dolly memiliki persepsi dengan interpretasi cukup terhadap permasalahan sosial yang muncul pasca penutupan Dolly serta masyarakat memiliki persepsi dengan interpretasi tinggi terhadap kebijakan penutupan dolly, dampak ekonomi yang ditimbulkan pasca penutupan Dolly, dan dukungan masyarakat terhadap pengembangan kawasan pasca penutupan Dolly.
Strategi Penanganan Pemukiman Kumuh di Area Pendukung Industri Kelurahan Krian, Kabupaten Sidoarjo Cinthya Diana Qonita; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56302

Abstract

Kebutuhan akan tempat tinggal berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, hal tersebut menjadi permasalah apabila masyarakat tidak dapat memenuhinya sehingga terpaksa tinggal di kawasan kurang layak dan menimbulkan kawasan kumuh, seperti yang terjadi di Kelurahan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Kelurahan Krian termasuk Prioritas I dalam penanganan kumuh. Letak Kelurahan Krian yang berada dekat dengan Kawasan Industri SIBORIAN menjadikan permukiman di Kelurahan Krian menjadi pendukung dari Kawasan Industri dan membuat daya tarik bagi pekerja untuk bertempat tinggal di Kelurahan Krian. Oleh karena itu, diperlukan perhatian mengenai adanya permukiman yang ada, sehingga dapat mendukung kawasan industry dan tidak mejadikannya kawasan kumuh. Penelitian ini terdiri dari 3 tahapan, tahap pertama yaitu melakukan deleniasi area pendukung industri mengguunakan mapping analysis serta mengetahui karakteristik wilayah berdasakan data-data sekunder. Tahap kedua membahas mengenai arahan kebijakan terkait permukiman kumuh Kelurahan Krian menggunakan analisa konten pada dokumen kebijakan. Kemudian, pada tahap ketiga dilakukan metode triangulasi untuk mendapatkan strategi penanganan pemukiman kumuh di area pendukung industry di Kelurahan Krian. Hasil didapatkan tiga kawasan pendukung di Kelurahan Krian yaitu Kawasann Gersikan, Kawasan Krajan Pasar, dan Kawasan Krajan Stasiun. Kawasan Gersikan difokuskan pada penataan bangunan di sepadan sungai, penambahan transportasi umum, sarana jalan dan RTH, serta pembuatan IPAL. Kawasan Krajan Pasar difokuskan pada penambahan RTH, trasportasi umum, dan sarana jalan, peningkatan pada proteksi bencana pada kawasan pasar, serta dengan pembuatan IPAL baru, dan Kawasan Krajan Stasiun difokuskan paa penataan bangunan disepanjang rel kereta api, revitalisasi drainase, serta pembuatan IPAL baru.
Pengaruh Tactical Urbanism Terhadap Aksesibilitas pada Kawasan Mass Rapid Transit (MRT) Cipete Jakarta Jihan Nabila Arifin; Mochamad Yusuf
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56203

Abstract

Aksesibilitas merupakan ukuran kemudahan lokasi untuk dijangkau dari lokasi lainnya melalui sistem transportasi. Keinginan pengguna jalan khususnya pejalan kaki bergantung pula dengan tingkat aksesibilitasnya. Kawasan Mass Rapid Transit (MRT) Cipete memiliki skor audit aksesibilitas paling rendah dijadikan lokasi peningkatan aksesibilitas oleh ITDP dan PT. MRT dengan metode tactical urbanism. Tactical urbanism merupakan salah satu gerakan intervensi berskala kecil, menggunakan biaya yang rendah, dalam implementasi dengan waktu yang singkat yang menghasilkan dampak jangka panjang dengan keterlibatan warga sebagai karakteristik utama. Namun saat ini konsep tactical urbanism masih menjadi hal yang baru dan belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia khususnya di Jakarta, Maka dari itu penelitian ini menganalisis pengaruh tactical urbanism terhadap aksesibilitas, sehingga hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pilihan untuk mememaksimalkan peningkatan aksesibilitas pada kawasan transit seperti MRT. Penelitian ini menggunakan Content analysis untuk mengidentifikasikan karakteristik tactical urbanism pada kawasan MRT Cipete, Kemudian Deskriptif Kualitatif dengan skala likert untuk melihat tingkat aksesibilitas berdasarkan persepsi responden, dan Analisa Korelasi Spearman untuk melihat hubungan antara pengaruh tactical urbanism dan aksesibilitas, penelitian ini mengambil sampel pejalan kaki di area Kawasan MRT Cipete sebagai objek penelitian. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya karakteristik tactical urbanism pada Kawasan MRT Cipete, sedangkan tingkat aksesibilitas berdasarkan persepsi responden setelah adanya tactical urbanism tergolong pada kategori “Baik” dengan skor 72,4% di area MRT Cipete Raya dan 77,29% di area MRT Haji Nawi. Berdasarkan hasil analisa korelasi spearman ditemukan adanya hubungan antara pengaruh tactical urbanism dengan aksesibilitas dengan hasil korelasi yang positif dengan variabel karakteristik tactical urbanism yang berarti jika tactical urbanism ditingkatkan akan meningkatkan pula tingkat aksesibilitas.
Penentuan Tipologi Permukiman di Kawasan Pinggiran Jakarta (Studi Kasus: Kota Tangerang Selatan) Diandra Artianti; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56252

Abstract

Seiring dengan bertambahnya penduduk dan berkembangnya suatu wilayah, kebutuhan akan permukiman juga akan meningkat. Namun, harga lahan yang tinggi di pusat kota besar membuat jumlah lahan permukiman di pusat kota menjadi tebatas. Akibatnya, penduduk yang bekerja di kota besar akan mencari lokasi tempat tinggal di pinggiran kota, tidak terkecuali Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Ciputat Timur sebagai wilayah Kota Tangerang Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta. Terbaginya tipologi permukiman ke dalam beberapa kelompok dapat dijadikan pertimbangan untuk mengambangkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan penduduk di suatu kawasan. Unit analisis dari penelitian ini adalah 28 klaster permukiman yang terletak di Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Ciputat Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis untuk menentukan faktor-faktor yang menjadi dasar penentuan tipologi permukiman, dan hierarchial cluster analysis untuk merumuskan tipologi permukiman di kawasan pinggiran Jakarta, di Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat enam faktor yang menjadi dasar pembentukan tipologi permukiman di kawasan pinggiran kota di Kota Tangerang Selatan, yakni ketersediaan infrastruktur transportasi, jenis kawasan, pendapatan, tingkat pendidikan, jarak dengan pusat kegiatan, dan pola bangunan. Kemudian berdasarkan enam faktor tersebut, terbentuklah empat tipe permukiman yang memiliki karakteristik fisik dan sosial yang berbeda-beda.
Identifikasi Karakteristik Kawasan Koridor Siliwangi – Pamulang Raya, Tangerang Selatan untuk Mendukung Pembentukan Citra Kawasan Devira Fairuz Wibowo; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56255

Abstract

Salah satu cara perwujudan suatu identitas kota dapat dilakukan dengan memperkuat citra visual kota atau kawasan. Pembentukan citra kota/kawasan dapat memperkuat karakter dan membuat tatanan kualitas lingkungan dan hidup masyarakat menjadi terarah dan terpelihara. Studi penelitian bermaksud mengoptimalkan potensi kawasan yang ada untuk dapat berkembang dengan pembentukan citra/image kawasan sebagai kawasan perdagangan dan jasa. Pengambilan data dilakukan dengan berdasarkan variabel yang telah ditentukan, yaitu kriteria non-fisik berupa identitas, struktur, dan makna. Kriteria fisik berupa path, edge, district, node, dan landmark. Pegambilan data untuk kriteria fisik dilakukan observasi dan behavior mapping pada wilayah studi dan dianalisis menggunakan empirical analyisis. Sedangkan untuk kriteria non-fisik dilakukan wawancara dengan stakeholder terkait dan dianalisis menggunakan content analysis. Data hasil berdasarkan kriteria non-fisik dan fisik kemudian diakumulasikan dan dijelaskan secara deskriptif kualitatif dan menhasilkan karakteristik pada Kawasan Koridor Siliwangi – Pamulang Raya yaitu merupakan kawasan peruntukan perdagangan dan jasa dengan kegiatan perdagangan dan kuliner. Memahami dan memaknai karakteristik kawasan koridor diharapkan dapat mengembangkan kawasan sesuai dengan karakter dan ciri khas kawasannya sehingga dapat memberikan kesan terhadap pengguna ataupun masyarakatnya sendiri.