cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Kajian Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat di Indonesia Cathrine Gabriela Bakkara; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.90486

Abstract

Air limbah domestik ialah air limbah yang berasal dari usaha atau kegiatan pemukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama. Idealnya air limbah tersebut harus diolah sebelum dibuang ke badan air agar memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Peraturan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016. Namun, kenyataannya seringkali air limbah domestik tidak diolah terlebih dahulu karena belum diketahui teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakteristik air limbah domestik yang dihasilkan sehingga badan air menjadi tercemar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikumpulkan data kualitas air limbah domestik di berbagai kab/kota di Indonesia kemudian membaginya menjadi 3 (tiga) kategori kualitas yaitu air limbah domestik dengan kadar pencemar rendah, sedang, dan tinggi. Dari setiap kategori kadar pencemar air limbah domestik dapat di rekomendasikan jenis-jenis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dengan mempertimbangkan kemampuan terknologi untuk meremoval bahan pencemar di dalamnya. Selain itu, turut mempertimbangkan kebutuhan lahan, biaya investasi serta biaya operasionalnya. Dari data kualitas air limbah domestik di 59 kab/kota di Indonesia, air limbah domestik dengan kadar pencemar rendah direkomendasikan menggunakan alternatif 1 dan 3. Apabila memiliki lahan yang cukup luas, dapat menggunakan alternatif 2 untuk mendapatkan effluent total coliform yang lebih baik. Untuk air limbah domestik dengan kadar pencemar sedang direkomendasikan diolah dengan alternatif 1 jika lahan yang tersedia terbatas. Apabila lahan yang tersedia cukup luas dapat menggunakan alternatif 5 untuk mendapatkan effluent total coliform yang lebih baik. Untuk air limbah domestik dengan kadar pencemar tinggi direkomendasikan dengan alternatif 1 jika lahan yang tersedia terbatas. Apabila lahan yang tersedia cukup luas dapat menggunakan alternatif 4 untuk mendapatkan effluent total coliform yang lebih baik.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Alkohol di Desa Bekonang Pandu Wijaya; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.90983

Abstract

Industri alkohol skala rumah tangga yang berada di Desa Bekonang Kabupaten Sukoharjo merupakan industri alkohol yang sudah lama ada dan sudah turun temurun dari generasi ke genarasi. Proses produksi alkohol di Desa Bekonang dilakukan dengan cara distilasi dengan bahan baku utama tetes tebu. Air limbah hasil distilasi ini memiliki warna coklat pekat dan berbau sedikit menyengat. Air limbah ini juga memiliki nilai COD, BOD, TSS dan nutrien yang tinggi sehingga perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu akan direncanakan instalasi pengolahan air limbah untuk mengolah air limbah hasil produksi alkohol di Desa Bekonang. Perencanaan ini dilakukan dengan melakukan pengambilan data primer melalui survey dan uji laboratorium serta data sekunder dengan melakukan tinjauan pustaka. Dari tinjauan pustaka didapat kriteria desain yang kemudian digunakan untuk perhitungan unit pengolahan. Dari hasil perhitungan kemudian dilakukan penggambaran sesuai kaidah gambar teknik. Berdasarkan hasil dari perencanaan, didapat debit air limbah rata-rata sebesar 5,88 m3/hari dan debit air limbah maksimum sebesar 9,408 m3/hari. Air limbah dari masing-masing industri diangkut menuju IPAL dengan menggunakan mobil bak. Teknologi pengolahan yang digunakan adalah saringan, bak ekualisasi, anaerobik baffled reaktor, moving bed bioreactor, dan clarifier. Kualitas air limbah hasil pengolahan didapat sebesar TSS 74 mg/L, COD 193 mg/L, BOD 84 mg/L. Luas lahan yang diperlukan untuk pembangunan IPAL sebesar 246 m2 dengan total biaya investasi sebesar Rp208.103.096,43.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sentra Wisata Kuliner Bratang Binangun, Surabaya Fauzi Nur Rochim; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.91778

Abstract

Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bratang Binangun merupakan salah satu dari 25 SWK di Surabaya yang masih belum memiliki IPAL. Dalam kegiatan sehari-hari, air limbah yang dihasilkan dari SWK Bratang Binangun berasal dari kegiatan memasak, proses pencucian, serta dari toilet. Air limbah yang dihasilkan tersebut, apabila tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan di sekitar SWK Bratang Binangun. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan IPAL & SPAL meliputi biaya investasi yang diperlukan beserta prosedur operasional yang tepat guna memastikan pengolahan limbah berjalan dengan baik. Perencanaan pembangunan IPAL mempertimbangkan aspek teknis di SWK Bratang Binangun. Diperlukan pengumpulan data primer ataupun data sekunder guna menunjang perencanaan pembangunan IPAL. Data primer dapat diperoleh secara langsung dengan melakukan observasi maupun analisis terhadap kondisi lapangan serta pengambilan sampel air limbah. Data sekunder yang digunakan dihimpun dari berbagai sumber. Air limbah SWK di Kota Surabaya memiliki kandungan minyak dan lemak serta beban organik yang tinggi. Dirancang unit Pre-Treatment berupa Unit Grease Trap guna menampung air limbah non kakus untuk menyisihkan kandungan minyak dan lemak. 1 Unit Bak Pengumpul untuk mengatur debit pengolahan air limbah. 1 Unit Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dilengkapi tanki pengendapan dan 4 kompartemen dirancang untuk mengendapkan partikel padatan tersuspensi dan mengolah beban organik air limbah. Unit Biological Aerated Filter dengan 2 kompartemen dioptimalisasikan untuk mendegradasi Ammonia dalam air limbah. Kemudian lapisan biomassa yang terbawa dalam aliran air diendapkan pada Unit Bak Pengendap. Unit pengolahan terakhir yakni Unit UV Disinfection untuk menonaktifkan mikroorganisme patogen yang terkandung dalam air limbah. Guna mendukung pengolahan air limbah yang maksimal, maka dilakukan perancangan Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) sepanjang 148,7 m guna menyalurkan seluruh air limbah yang dihasilkan. Total estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAL sebesar Rp 182.290.000 dan pembangunan SPAL sebesar Rp 78.741.000. Total estimasi biaya operasional IPAL yang dibutuhkan sebesar Rp 12.453.000 setiap tahunnya.
Arahan Penyediaan Green Infrastructure Wisata Pantai Wedi Ireng Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Hafidza Firda Kharira; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.91882

Abstract

Pantai Wedi Ireng merupakan salah satu objek daya tarik wisata di Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. Dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Banyuwangi (2021), kawasan Wisata Pantai Wedi Ireng Kecamatan Pesanggaran diarahkan untuk pengembangan sarana dan prasarana. Dalam kondisi eksistingnya, penyediaan sarana dan prasarana masih sangat minim (eksisting 2022), dan aksesibilitasnya sulit. Lokasi Pantai Wedi Ireng yang berada pada kawasan hutan produksi membuat pengembangan wisata ini harus berwawasan lingkungan. Tujuan penelitian ini memberikan arahan terkait penyediaan infrastruktur hijau yang dapat dibangun pada kawasan wisata Pantai Wedi Ireng dengan tetap mempertahankan kondisi lingkungan. Penelitian ini menggunakan analisis AHP dengan input berupa kuisoner stakeholder untuk mengidentifikasi faktor prioritas penyediaan infrastruktur, analisis deksriptif untuk mengidentifikasi kondisi eksisting infrastruktur pariwisata, dan analisis Triangulasi untuk memberikan arahan penyediaan infrastruktur dengan menerapkan konsep infrastruktur hijau yang berwawasan lingkungan. Hasil dari penelitian ini didapatkan jenis infrastruktur yang menjadi prioritas untuk disediakan dalam empat kategori yakni aksesbilitas dan transportasi, fasilitas pelayanan wisata, utilitas, serta fasilitas pendukung wisata. Dalam identifikasi karakteristik kondisi eksisiting didapatkan deskripsi mengenai kekurangan dan kelebihan masing-masing infrastruktur. Penelitian ini mengahasilkan arahan penyediaan infrastruktur pariwisata dengan konsep green infrastructure berdasarkan prioritas pengembangan untuk pengembangan wisata Pantai Wedi Ireng.
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD Kabupaten Indramayu Kelas B dan RS Swasta Y Cirebon Kelas B Raissa Arethia Fahira; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.92058

Abstract

Berbagai kegiatan manusia menghasilkan air limbah, salah satunya adalah aktivitas rumah sakit. Air limbah rumah sakit umumnya memiliki karakteristik serupa dengan limbah domestik, tetapi mengandung zat toksik, non-biodegradable, atau polutan yang infeksius. Penelitian yang dilakukan dengan membandingkan karakteristik air limbah dengan baku mutu, kesesuaian kondisi eksisting IPAL dengan kriteria desain saat debit eksisting dan maksimum, dan pengelolaan IPAL RSUD Kabupaten Indramayu Kelas B dan RS Swasta Y Cirebon Kelas B (RS Y). Efluen dari IPAL RSUD memenuhi baku mutu dengan nilai BOD 9,5 mg/L, COD 29,7 mg/L, TSS 14 mg/L, DO 5,4 mg/L, Amonia 0,52 mg/L, total coliform 280 jumlah/100 ml, dan pH 7,46. Sedangkan efluen dari IPAL RS Swasta Y Cirebon Kelas B memenuhi baku mutu kecuali total coliform dengan nilai BOD 15,1 mg/L, COD 43 mg/L, TSS 25,4 mg/L, DO 3,4 mg/L, Amonia 2,06 mg/L, dan pH 7,57 kecuali nilai Coliform 4,6 x 106 jumlah/100 ml. IPAL RSUD hampir seluruhnya memenuhi kriteria desain sampai Bed Occupancy Rate (BOR) 100%. Sedangkan IPAL RS Y memenuhi kriteria desain saat kondisi eksisting dengan Bed Occupancy Rate (BOR) 62%. Pengelolaan IPAL RSUD sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, kecuali pengurasan lumpur yang belum terjadwal dan pelatihan pengelolaan IPAL untuk operator. Sedangkan pengelolaan IPAL RS Y sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku juga, kecuali pelatihan pengelolaan untuk kepala.
Kajian Desalinasi Air Laut Menggunakan Sistem Reverse Osmosis sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air Tawar Kampung Wisata Apung, Malahing, Kota Bontang dan SDGs Poin 6 Anis Milena Cesari Kutananda; Harmin Sulistyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.93112

Abstract

Sustainable Development Goals merupakan agenda pembangunan berkelanjutan dimana salah satu tujuannya berisikan tentang penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak untuk semua. Prinsip SDGs adalah “Leave No One Behind” dimana tidak ada satupun orang yang tertinggal keterlibatan maupun manfaat dari diterapkannya tujuan SDGs. Kampung Malahing merupakan salah satu daerah di Indonesia di mana sumber air bersihnya terbatas. Kampung yang berdiri di tengah laut sejauh 3,32 km dari bibir pantai Kota Bontang dan menjadi rumah bagi 50 KK ini masih memenuhi kebutuhan air hariannya dengan membeli air ke daratan atau menampung air hujan. Metode pemenuhan kebutuhan air bersih di kampung ini tidak dapat diandalkan karena sering terjadi kendala seperti kapal rusak, jumlah air terbatas, kurangnya biaya, serta cuaca yang tidak menentu. Salah satu metode penyediaan air bersih bagi Kampung Malahing adalah dengan desalinasi air laut menggunakan teknologi Reverse Osmosis. Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air dengan metode osmosis balik dimana air dilewatkan melalui membrane semipermeabel dengan ukuran pori tertentu untuk menyisihkan zat yang tidak diinginkan. Perencanaan pengolahan air dengan teknologi Reverse Osmosis dilakukan dengan menghitung kebutuhan air warga Kampung Malahing, menghitung debit, dan merencanakan instalasi sesuai dengan debit air yang dibutuhkan serta sesuai dengan kondisi lokasi studi. Didapatkan debit air yang dibutuhkan adalah sebesar 23,15m3/hari dengan panjang pipa intake 5,5 m; diameter pipa 22 mm; debit pompa intake 0,0003m3/detik, dan penyimpanan air dengan kapasitas total 32000 liter.
Identifikasi Faktor Prioritas dan Karakteristik Wisata Pantai Boom Marina Banyuwangi di Masa Pandemi Covid-19 Ema Umilia; Dea Mahendra
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.93941

Abstract

Wisata Pantai Boom Marina adalah salah satu ODTW pantai di Kabupaten Banyuwangi yang dulunya merupakan bekas Pelabuhan. Wisata Pantai Boom Marina berlokasi di Kelurahan Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Selama masa pandemi Covid-19, Wisata Pantai Boom Marina mengalami penurunan kunjungan hingga 62% meskipun telah terdapat upaya pembenahan. Saat ini Wisata Pantai Boom Marina menjadi fokus pengembangan pemerintah pusat sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Wisata Pantai Boom Marina direncanakan akan dijadikan destinasi wisata internasional oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dikarenakan Wisata Pantai Boom Marina memiliki potensi daya tarik wisata dan memiliki letak yang strategis yaitu di pusat kota. Dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan dan dijadikannya Wisata Pantai Boom Marina sebagai fokus pengembangan untuk dijadikan destinasi internasional, maka Wisata Pantai Boom Marina memerlukan suatu pengembangan wisata lebih lanjut. Namun sebelum melakukan pengembangan pada Wisata Pantai Boom Marina, perlu mengidentifikasi faktor yang menjadi prioritas pengembangan dan mengidentifikasi karakteristik komponen wisata eksisting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor prioritas pengembangan dan karakteristik Wisata Pantai Boom Marina di masa pandemi. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu menentukan faktor pengembangan prioritas Wisata Pantai Boom Marina menggunakan analisis AHP. Kemudian mengidentifikasi karakteristik wisata di Wisata Pantai Boom Marina melalui skala likert dengan menggunakan analisis skoring. Hasil akhir dari penelitian ini adalah hirarki faktor prioritas pengembangan dan karakteristik Wisata Pantai Boom Marina. Hirarki faktor prioritas pengembangan Wisata Pantai Boom Marina yang didapatkan pada penelitian ini yaitu amenitas, atraksi, pelayanan tambahan dan aksesibilitas. Sementara untuk komponen wisata di Wisata Pantai Boom Marina memiliki karakteristik sangat baik hingga cukup baik menurut wisatawan.
Optimasi Desain Balok dan Kolom Gedung Twin Tower Makassar dengan Menggunakan Microsoft Excel VBA terhadap Sisi Kekuatan Lentur, Geser, dan Biaya Killian Casey Wisman; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.94750

Abstract

Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan juga merupakan Ibu kota Sulawesi Selatan sehingga mendorong pemerintah untuk menghadirkan fasilitas untuk menunjang kegiatan masyarakat, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Karena lahan yang semakin sempit, dipilihlah bangunan secara vertikal yang dinilai lebih efektif dan efisien dengan kondisi eksisting yang ada. Twin Tower Makassar merupakan salah satu gedung tinggi dengan 36 lantai dan tinggi 170,95 m yang terletak di Makassar. Gedung ini dibangun di kawasan Center Point of Indonesia dan akan menjadi gedung pemerintahan Sulawesi Selatan. Menara ini akan menyatukan kantor-kantor pemerintahan Sulawesi Selatan dan juga menjadi bentuk sinergitas, solidaritas serta kolaborasi antara perangkat pemerintah sehingga diharapkan dapat membangun Sulawesi Selatan dengan efisien. Twin Tower juga akan dilengkapi dengan pusat bisnis dan jasa, serta fasilitas publik seperti mall, hotel, dan restoran. Pentingnya optimasi elemen struktur utama yaitu balok dan kolom adalah untuk mengurangi biaya pembangunan dan mengoptimalkan penggunaan bahan bangunan. Optimasi dilakukan dengan bantuan program sederhana dari Microsoft Excel yaitu Visual Basic Analysis (VBA). Pelaksanaan proses optimasi dilakukan dengan VBA karena proses optimasi dapat dilakukan secara otomatis hanya dengan memasukan syarat serta rumus-rumus sesuai peraturan saja sehingga dapat memudahkan proses penentuan dimensi sampai ke kebutuhan tulangan dari elemen struktur gedung. Pada tugas akhir ini dilakukan optimasi untuk elemen struktur balok dan kolom gedung Twin Tower Makassar menggunakan Microsoft Excel Visual Basic Analysis (VBA). Dari hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan bahwa balok dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 31% dan kolom dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 57%.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Erection Girder PCI Jembatan Tuntang, Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 2 Menggunakan Metode Task Demand Assessment (TDA) Mohammad Arif Rohman
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.95317

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu hal yang sangat penting di dunia konstruksi karena bersinggungan langsung dengan pekerja, perhitungan potensi risiko yang salah dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja terutama kepada para pekerja di Indonesia sendiri kecelakaan kerja pada pekerjaan erection girder masih sering terjadi, sekitar 6 insiden terkait kecelakaan kerja pada pekerjaan erection girder terjadi dalam kurun waktu 2017-2021 maka penelitian ini dibuat dengan judul “Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Erection Girder PCI Jembatan Tuntang Proyek Tol Semarang–Demak Seksi 2 Menggunakan Metode Task Demand Assessment (TDA)” untuk meminimalisir kecelakaan kerja dalam pekerjaan erection girder jembatan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini didapatkan empat buah risiko yang memiliki potensi tertinggi di antaranya adalah crane collapse saat pengangkatan girder, sling terputus saat pengangkatan girder, girder collapse, dan kegagalan struktur spreader beam yang ditimbulkan oleh faktor risiko penggunaan alat pelindung diri (APD), kecepatan angin, kesehatan pekerja, pergerakan pekerja, setting alat kerja, dan kredibilitas pekerja.
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II "Main Line 1" Farah Hidayati Abrinaldi; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.95417

Abstract

Industri konstruksi memiliki peranan penting pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pada kenyataannya, pelaksanaan pembangunan yang terus berlangsung tentu diliputi dengan berbagai permasalahan. Salah satunya keterlambatan. Keterlambatan pada proyek akan menyebabkan efek domino pada perekonomian seperti biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Keterlambatan pada suatu proyek dapat diatasi dengan melakukan upaya penanganan dalam menghadapi dampak yang dihasilkan oleh faktor penyebabnya. Analisis faktor penyebab keterlambatan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan keterlambatan pada suatu proyek. Analisis faktor penyebab keterlambatan dalam penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II “Main Line 1”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu diagram fishbone. Identifikasi faktor keterlambatan pada proyek konstruksi dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya dan divalidasi menggunakan wawancara semiterstruktur kepada responden penelitian. Setelah itu dilanjutkan dengan menentukan upaya penanganan dalam mengatasi dampak keterlambatan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2021 dengan hasil akhir penelitian menunjukan terdapat empat jenis pekerjaan yang mengalami persentase keterlambatan terbesar yaitu demolition building, temporary station building facility and maintenance, public utility relocation and protection, serta georadar building work. Faktor yang mendominasi keterlambatan dari jenis pekerjaan tersebut antara lain ketidaksesuaian desain, ketersediaan lahan, dan penundaan memulai pekerjaan.