cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Arahan Pengembangan Kawasan Sempadan Sungai di Kawasan Industri Terpadu Batang dengan Konsep Water Sensitive Urban Design Raykhan Rizqullah Nurdin; Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.91179

Abstract

PT Kawasan Industri Terpadu Batang sedang berfokus mengembangkan kawasan pada kluster 1 seluas 3.100 Ha dengan fase pekerjaan pertamanya berada pada lokasi dengan luas 450 Ha. Pengembangan kawasan ini memiliki tiga prinsip dasar yaitu Smart Society (Ekosistem Masyarakat Cerdas), Smart Environment & Infrastructure (Lingkungan dan Infrastruktur Cerdas) serta Smart Economy (Ekonomi Cerdas). Dalam tahap pengembangannya, pada kawasan industri ini ditemukan dua masalah yaitu banjir yang berdampak kepada proses pekerjaan kawasan dan aktivitas masyarakat dan penanganan terhadap air yang perlu dikembangkan untuk mengatasi permasalahan di masa yang akan datang. Water Sensitive Urban Design (WSUD) adalah pendekatan pengelolaan air di kota-kota besar dan kecil yang menangani masalah kuantitas dan kualitas air (Wellington City Council, 2005). Dalam merumuskan arahan pengembangan kawasan sempadan sungai di Kawasan Industri terpadu Batang berdasarkan konsep WSUD dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu mengidentifikasi komponen WSUD, melakukan penilaian kinerja komponen yang tersedia melalui content analysis (CA) berdasarkan hasil wawancara dengan pihak PT Kawasan Industri Terpadu Batang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), merumuskan arahan pengembangan kawasan sempadan sungai di Kawasan Industri terpadu Batang berdasarkan konsep WSUD menggunakan analisis Triangulasi. Dari hasil analisis ditemukan beberapa arahan yang berfokus dalam pengembangan kawasan sempadan sungai di kawasan industri dengan mengadaptasikan atau menerapkan komponen yang kemudian dijabarkan dalam beberapa variabel WSUD. Beberapa arahan yang dihasilkan dibagi kedalam dua jenis yaitu arahan utama dan arahan tambahan. Dari semua arahan dihasilkan rekomendasi kedepannya untuk pihak PT Kawasan Industri Terpadu Batang dan Balai Besar Wilayah Sungai dalam mengelola kawasan khususnya kawasan sempadan sungai Pelabuhan di dalam Kawasan Industri terpadu Batang.
Penentuan Lokasi Potensial Pengembangan Lahan Kawasan Permukiman Menggunakan Metode Pembobotan dan Scoring Parameter (Studi Kasus: Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Fauzano Nikomaru; Teguh Hariyanto; Cherie Bhekti Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.100935

Abstract

Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Pembangunan permukiman yang tidak didasari pada pemahaman penataan ruang akan menjadikan pembangunan tidak sesuai dengan peruntukan lahan. Hal tersebut bila dibiarkan dapat berdampak negatif, misalnya transformasi spasial terkait lahan pertanian yang dijadikan permukiman secara berlebihan berdampak penurunan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Dengan memanfaatkan sistem informasi geografis akan dilakukan penentuan lokasi potensial pengembangan kawasan permukiman yang dapat dilakukan melalui analisis peta-peta tematik. Dengan analisis ini, dapat diketahui peruntukan lahan yang sesuai untuk dijadikan permukiman. Adapun lokasi yang dipilih pada penelitian tugas akhir ini adalah Kabupaten Bogor. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bogor yang meningkat akan berdampak pada kebutuhan lahan permukiman yang tinggi sehingga penelitian terkait lahan yang potensial dijadikan permukiman perlu dilakukan. Penentuan lokasi potensial pengembangan kawasan permukiman dilakukan dengan melakukan penilaian dari beberapa parameter yang telah ditentukan. Kemudian, pemberian skor terhadap tiap kelas pada masing-masing parameter tersebut atau yang dikenal dengan metode scoring. Hasil akhir menunjukan kecamatan yang memiliki kawasan sangat berpotensi untuk dijadikan daerah pengembangan kawasan permukiman paling luas berada di Kecamatan Cibinong dengan luas 1402,087 ha atau 0,5 %, kemudian Kecamatan Cileungsi dengan luas 1318,740 ha atau 0,5 %, dan Kecamatan Jonggol dengan luas 821,850 ha atau 0,3 %.
Penilaian Efektivitas Fungsi Alun-Alun Arek Lancor Sebagai Ruang Terbuka Publik dengan Pendekatan Sustainable Urban Landscape Djamiatur Riskiyah; Mochamad Yusuf
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.94657

Abstract

Alun-alun sebagai salah satu ruang terbuka publik yang memiliki fungsi signifikan dan proporsi yang sangat penting ditinjau dari berbagai aspek, baik aspel sosial, ekologis, ekonomi, bahkan estetika. Namun nyatanya pelayanan Alun-Alun Arek Lancor Kabupaten Pamekasan sebagai ruang sosio-cultural dirasa masih belum optimal. Indikasinya adalah minimnya fasilitas, prasarana umum, pengunjung, hingga peran RTH. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas fungsi Kawasan Alun-Alun Arek Lancor sebagai ruang terbuka publik melalui pendekatan Sustainable Urban Landscape yang diintegrasikan dengan kriteria perancangan baik secara fisik maupun non fisik. Pengumpulan data primer pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan kuesioner serta penggunaan dokumen sekunder. Teknik analisa yang digunakan adalah AHP untuk mengetahui kriteria prioritas dalam konsep Sustainable Urban Landscape berdasarkan masukan ahli, dilanjutkan dengan analisis skoring variabel dalam konsep Sustainable Urban Landscape dari hasil analisis sebelumnya yang didasarkan pada penilaian masyarakat setempat dan observasi. Hasil penelitian diketahui variabel prioritas adalah variabel keamanan, keberlanjutan ekologis, aksesibilitas, kesehatan, dan amenitas sebagai variabel dengan urutan prioritas tertinggi. Selanjutnya adalah variabel citra dan identitas lokal, akses keluar masuk, relaksasi, flexible design, dan atraksi yang merupakan variabel dengan tingkat prioritas rendah. Adapun untuk tingkat pelayanan efektivitas Alun-Alun Arek Lancor sebagai ruang terbuka publik dari setiap aspek menunjukkan pelayanan Alun-Alun Arek Lancor berdasarkan preferensi masyarakat sudah baik sedangkan berdasarkan hasil observasi masih terdapat beberapa aspek yang kurang optimal. Terdapat variabel prioritas pada aspek fisik yang merupakan variabel dengan prioritas tinggi masih memiliki kualitas pelayanan dibawah 80%. Begitu juga untuk kriteria aspek non fisik dimana variabel prioritas memiliki performa pelayanan tinggi, namun angka persentase performa dari setiap variabel secara keseluruhan masih dibawah 80%.
Pemanfaatan Neraca Penatagunaan Tanah untuk Penentuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Berbasis Bidang Tanah (Studi Kasus: Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati) Zulfikar Bayu Khrisnamurti; Yanto Budisusanto; Udiana Wahyu Deviantari
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.95834

Abstract

Berdasarkan terbitnya Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kecamatan skala 1:5000 tahun 2019, maka perlu disusun neraca penatagunaan tanah untuk mengatasi permasalahan pemanfaatan ruang. Salah satu permasalahan yang terjadi yaitu adanya konflik kepentingan antara persediaan lahan dengan kebutuhan pembangunan sehingga menyebabkan alokasi ruang tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti pembangunan kawasan pemukiman Lorong Indah yang berada di tengah lahan persawahan Desa Margorejo yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 2 Tahun 2021 tentang RTRW yang menetapkan kawasan ini sebagai Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Penyusunan neraca penatagunaan tanah dapat menjadi solusi untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bidang tanah untuk pemanfaatan LP2B berdasarkan informasi neraca penatagunaan tanah. Tahapan metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahapan inventarisasi data, tahapan penyusunan neraca penatagunaan tanah, dan tahapan analisis LP2B. Penyusunan neraca penatagunaan tanah bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penggunaan tanah terhadap KP2B serta ketersediaan tanah untuk pemanfaatan LP2B. Tahapan analisis LP2B bertujuan untuk mengidentifikasi potensi LP2B menggunakan metode pembobotan dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penggunaan tanah terhadap arahan KP2B mencapai presentase 96,25% dari luas bidang tanah yang termasuk area rencana KP2B. Hasil analisis ketersediaan tanah menunjukkan bahwa kelas ketersediaan tanah didominasi oleh tanah yang tidak tersedia untuk pemanfaatan LP2B dengan luas 718,37 ha dari 8.410 bidang tanah akibat banyaknya bidang tanah yang tidak termasuk peruntukan KP2B. Hasil rekomendasi LP2B di lokasi penelitian didominasi oleh kelas tidak direkomendasikan dengan luas sebesar 743,28 ha (53,73%) dari 9.173 bidang tanah. dan diikuti dengan kelas sangat direkomendasikan, direkomendasikan, dan direkomendasikan bersyarat dengan masing-masing memiliki luas 624,90 ha (45,17%) dari 2.150 bidang tanah, 15,25 ha (1,10%) dari 80 bidang tanah, dan 0 ha (0%) dari 0 bidang tanah.
Perumusan Faktor-faktor Penyediaan Perumahan Formal di Surabaya dari Aspek Lahan Kebijakan Rifka Qonitatun Nisa'; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.97227

Abstract

Dalam mewujudkan permukiman perkotaan berkelanjutan, permasalahan utama yang dihadapi secara umum di Indonesia dan di Kota Surabaya secara khusus adalah ketimpangan antara penyediaan dan permintaan. Telah banyak kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, namun secara fakta masih belum optimal. Pada penelitian ini akan dicari tahu sejauh mana pengaruh faktor penyediaan perumahan guna mengetahui kebijakan dan program perumahan di Kota Surabaya sudah efektif diterapkan atau sebaliknya.Guna mengetahui hal tersebut, identifikasi bentuk kebijakan dan program penyediaan perumahan di Kota Surabaya dianalisis menggunakan analisis konten yang bersumber dari literatur dan wawancara stakeholder. Sedangkan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor penyediaan perumahan di kota surabaya dilakukan menggunakan metode ekonometri berupa regresi linier berganda yang bersumber dari hasil kuesioner responden, data NPOP (Nilai Perolehan Objek Pajak) Kota Surabaya, dan data NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) PBB Kota Surabaya. Hasil berdasarkan model regresi menunjukkan, kenaikan harga rumah, luas bangunan, pajak properti, dan mengikuti program KPR/Insentif BPHTB 10%/ Insentif PPN DTP 50% mempercepat durasi penyediaan lahan. Sedangkan kenaikan luas tanah, prosentase kenaikan nilai lahan, nilai lahan, dan mengikuti program insentif BPHTB 25% justru memperlambat durasi penyediaan perumahan.
Identifikasi Indikator Pengembangan Pariwisata Berdasarkan Konsep Tourism Resilience di Kecamatan Kuta, Bali I Dewa Ayu Dinda Gita Dewi; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.98014

Abstract

Penyebaran pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sendi kehidupan, termasuk pariwisata sebagai sektor yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana yang dapat menimbulkan krisis. Kecamatan Kuta merupakan salah satu daerah di Bali yang diarahkan pengembangannya sebagai kawasan pariwisata sangat terdampak dari adanya pandemi Covid-19. Hal ini dapat dilihat dari adanya penurunan kunjungan wisatawan yang signifikan, penutupan fasilitas pariwisata, serta penurunan pendapatan dari sektor pariwisata. Dampak yang dialami Kecamatan Kuta menandakan bahwa sektor pariwisata di wilayah tersebut tidak memiliki resiliensi terhadap adanya bencana yang dapat menimbulkan krisis. Oleh karena itu mengidentifikasi indikator pengembangan pariwisata berdasarkan konsep tourism resilience di Kecamatan Kuta menjadi tujuan penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup terhadap para pakar memahami komponen pariwisata di Kecamatan Kuta dengan metode analisis delphi. Hasil dari penelitian ini didapatkan 3 indikator dan 25 variabel tourism resilience yang berpengaruh di Kecamatan Kuta yang dikelompokkan ke dalam komponen pariwisata aksesibilitas, atraksi, ancillary, dan amenitas.
Identifikasi Karakteristik Kampung Wisata pada Kampung Wisata Edukasi Herbal Nginden Safadilla Naurely Widianto; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.98143

Abstract

Kampung Wisata Edukasi Herbal Nginden berlokasi di Kelurahan Nginden Jangkungan, Kota Surabaya terbentuk dari inisiasi masyarakat setempat ini memiliki banyak daya tarik wisata, di antaranya yakni: Taman Herbal, Perpustakaan Herbal, Pustaka Budaya dan Bank Sampah. Melihat banyaknya potensi yang dimiliki Kampung Wisata Edukasi Herbal Nginden diperlukan identifikasi karakteristik kampung wisata pada Kampung Wisata Edukasi Herbal Nginden untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan menjadi kampung wisata yang memiliki nilai pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kampung wisata pada Kampung Wisata Edukasi Herbal Nginden. Metode pengumpulan data dilakukan secara primer melalui wawancara dan observasi dan secara sekunder melalui tinjauan teori terkait kampung wisata. Metode analisis yang digunakan adalah content analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kampung Wisata Edukasi Herbal Nginden telah memiliki banyak potensi daya tarik wisata namun hal tersebut tidak didukung oleh adanya fasilitas pendukung dan aksesibilitas yang memudahkan untuk menjangkau lokasi kampung wisata.
Penilaian Implementasi Konsep Eco Settlement pada Permukiman Kumuh di Wilayah Pesisisr Kelurahan Sukolilo Baru Kota Surabaya Okta Viana Jionti Putri; Ummi Fadlilah Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.98210

Abstract

Kelurahan Sukolilo Baru merupakan kelurahan yang dalam program penangangan dan pencegahan permukiman kumuh pemerintah Kota Surabaya masuk kedalam prioritas pertama. Konsep eco settlement menjadi konsep penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Sukolilo Baru melalui indikator yang sudah ditentukan, pendekatan tersebut di dasari dengan kondisi eksisting yang ada pada wilayah tersebut berdekatan dengan laut serta adanya konsep penataan permukiman kumuh pada dokumen RP2KPKP. Metode yang digunakan yakni menggunakan analisis delphi pada sasaran yang pertama, analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan juga analisis GAP menjadi Teknik analisis pada sasaran yang kedua. Output dari penelitian ini yakni pada kuadran dua terdapat sembilan sub varibel yang mana artinya sub variabel tersebut memiliki nilai kinerja dan harapan yang tinggi sedangkan untuk keenam sub variabel lainnya masuk kuadran 3 yang artinya sub variabel tersebut memiliki nilai harapan dan kinerja yang rendah. Kemudian hasil perhitungan penilaian implementasi konsep eco settlement pada permukiman kumuh di wilayah pesisir Kelurahan Sukolilo Baru Kecamatan Bulak Kota Surabaya adalah sebesar 82,93 % yang mana memiliki arti bahwa penelitian ini memiliki nilai implementasi konsep eco settlement dalam kategori good atau baik.
Penentuan Titik dan Rute Evakuasi dalam Mengurangi Risiko Bencana Banjir (Studi Kasus: Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika) Michael Christianus Giyai; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.98417

Abstract

Kerugian akibat bencana banjir dapat berupa materi, rusaknya infrastruktur, hilangnya kesempatan beraktifitas dan bahkan korban jiwa. Kondisi serupa terjadi pada Kelurahan Koperapoka, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika dimana kejadian bencana banjir sulit dihindari karena sebagian besar rumah warga memiliki bangunan dengan satu lantai sehingga sulit untuk bisa melakukan penyelamatan serta memiliki risiko kerugian yang cukup tinggi. Selain itu, rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, topografi relatif datar, kondisi perubahan penggunaan lahan, kapasitas sungai tidak dapat menampung dan mengalirkan air serta kepadatan penduduk yang tinggi. Kejadian tersebut terjadi karena kurang tanggapnya masyarakat dalam menghadapi bencana yang datang. Sehingga dengan tidak adanya titik dan rute evakuasi bencana banjir banyak masyarakat yang tidak tahu harus mengungsi kemana dan akhirnya risiko yang diambil yaitu menetap dirumah yang tergenang banjir. Oleh karena itu analisis penetapan titik dan jalur evakuasi adalah cara yang efektif, aman dan sangat penting dalam rangka mitigasi bencana, sehingga dapat meminimalisir risiko yang terjadi. Adapun metode yang digunakan dalam menentukan titik dan rute evakuasi banjir adalah analisis variabel berpengaruh menggunakan content analysis, skoring dan pembobotan untuk penilaian titik lokasi evakuasi serta analisis rute evakuasi menggunakan network analysis dan penilaian aksesibilitas. Berdasarkan hasil yang diperoleh semua variabel berpengaruh dalam penelitian dengan 6 variabel memiliki nilai bobot paling tinggi sebesar 0,107 (11%), 1 variabel sebesar 0,096 (10%), 2 variabel sebesar 0,091 (9%) dan 1 variabel paling kecil dengan bobot 0,080 (8%). Ada 22 titik lokasi fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi yang terdiri dari 8 tempat evakuasi sementara dan 14 lokasi evakuasi akhir. Kemudian ada 22 rute evakuasi optimal yang terdiri dari 13 rute evakuasi menuju tempat evakuasi sementara dan 9 rute evakuasi menuju tempat evakuasi akhir yang terbagi dalam 6 zona rawan bencana dengan 18 titik bangkitan pusat permukiman.
Penentuan Lokasi Flood Shelter Menggunakan Analisis Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) (Studi Kasus : Kota Batu, Provinsi Jawa Timur) Muhammad Hafizh Muzaky; Agung Budi Cahyono; Nurwatik Nurwatik
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.98442

Abstract

Kota Batu memiliki potensi terjadinya bencana yang cukup besar. Pada bulan November 2021 terjadi banjir bandang di Kota Batu dan memakan 7 korban jiwa . Banjir bandang di Kota Batu diketahui telah berdampak di 5 desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Salah satu upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan adalah membangun flood shelter. Flood shelter merupakan bangunan tempat tinggal sementara bagi korban banjir ketika bencana banjir tiba. Diperlukan analisis spasial untuk menentukan kesesuaian lokasi flood shelter di Kota Batu. Dalam Penelitian ini digunakan Metode Spatial Multi Critera Evaluation (SMCE) dalam menentukan kesesuaian lokasi flood shelter di Kota Batu. SMCE merupakan jenis metode pendukung yang menggabungkan SIG dan AHP untuk mengidentifikasi dan memberi peringkat berbagai parameter yang mengindikasikan wilayah pemilihan lokasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh bobot parameter jarak sungai yaitu 0,296, parameter jarak jalan yaitu 0,187, parameter kemiringan lereng yaitu 0,174, parameter curah hujan yaitu 0,151, parameter jarak yaitu permukiman 0,107 dan parameter guna lahan yaitu 0,085. Berdasarkan hasil analisis spatial multi criteria evaluation dan setelah dilakukan perhitungan luas pada setiap kelas kesesuaian, Kota Batu memiliki area dengan kesesuaian sangat tinggi seluas 1505.58 ha, area dengan kesesuaian menengah seluas 8433.5 ha, dan area dengan kesesuaian rendah seluas 432.4 ha. Kota Batu lebih di dominasi oleh wilayah dengan kesesuaian tinggi yaitu seluas 9545.18 ha. Berdasarkan hasil analisis location allocation yang dilakukan dalam menentukan kesesuaian lokasi flood shelter di Kota Batu, didapatkan 5 rencana flood shelter yang terpilih yaitu antara lain rencana shelter Sumberbrantas 1, rencana shelter Punten 1, rencana shelter Sisir 3, rencana shelter Junrejo 1, dan rencana shelter Pendem 1. Rencana flood shelter Punten 1 merupakan lokasi yang paling strategis dan dapat diakses dari 17 titik rawan banjir yang ada di Kota Batu.