cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Penentuan Letak dan Kapasitas Optimal Bank Kapasitor pada Jaring Transmisi 150 kV Sumatera Utara Menggunakan Artificial Bee Colony Algorithm Andita Noor Shafira; Adi Soeprijanto; Sjamsul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.672 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17347

Abstract

Listrik merupakan suatu kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi untuk menjamin keberlangsungan hidup masyarakat masa kini. Kebutuhan ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan beban yang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Pertumbuhan beban yang diikuti dengan peningkatan permintaan suplai daya reaktif akibat beban bersifat induktif meningkat menyebabkan perencanaan dan operasi dari sistem interkoneksi menjadi lebih kompleks sehingga kualitas sistem menjadi kurang dapat diandalkan. Aliran daya reaktif dapat menyebabkan drop tegangan dan kerugian daya dalam sistem transmisi. Untuk itu dilakukan penentuan letak dan kapasitas kapasitor shunt untuk mengurangi kerugian daya dengan menggunakan Newton-Raphson dan metode optimisasi Artificial Bee Colony Algorithm. Pada percobaan ini dilakukan pemasangan lima kapasitor dengan jumlah koloni sebesar 50 dan Max Cycle Number sebesar 150. Hasil simulasi menggunakan metode Artificial Bee Colony Algorithm menunjukkan bahwa pemasangan kapasitor pada Jaring Transmisi 150 kV Sumatera Utara dapat menurunkan kerugian daya aktif sebesar 8,37%.
Perancangan Sistem Informasi Geografis Zona Nilai Tanah Berbasis Web Menggunakan Leaflet Javascript Library (Studi Kasus: Kecamatan Kenjeran, Kecamatan Gubeng, Kecamatan Tambak Sari dan Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur) Webie Ni Maja Dj; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.036 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17366

Abstract

Kemajuan teknologi informasi mendorong penyebaran informasi sangat cepat. Dengan teknologi tersebut seseorang dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dengan sangat mudah begitu pula dengan dalam penyebaran informasi. Salah satu informasi yang penting yaitu nilai tanah. Karena dengan nilai tanah adalah dasar pembentukan nilai jual objek pajak (NJOP). NJOP merupakan dasar dalam penentuan penentuan besarnya pajak. Karena kondisi yang menuntut agar proses penilaian tanah harus dilakukan secepat dan semudah mungkin. Maka diperlukan suatu media tertentu untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis berbasis web atau dikenal dengan istilah WebGIS. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan WebGIS zona nilai tanah yang dapat memasukkan data secara online sekaligus pembaharuan data secara otomatis dan memiliki fasilitas untuk mencetak dokumen nilai tanah. Dari penelitian ini didapatkan bahwa WebGIS yang telah dibuat dapat mengolah data secara otomatis, memperbaharui data secara online dan memiliki fasilitas untuk mencetak dokumen nilai tanah. Hasil RMSE dari analisis nilai tanah yang dihasilkan program dan analis nilai tanah sebesar 0 rupiah. Besar persentase kelayakan untuk uji fungsionalitas sebesar 100 % dengan predikat sangat baik, uji usabilitas sebesar 72 % dengan predikat baik dan uji portabilitas sebesar 85 % dengan predikat sangat baik.
Studi Akurasi Citra Landsat 8 dan Citra MODIS untuk Pemetaan Area Terbakar (Studi Kasus: Provinsi Riau) Agita Setya Herwanda; Bangun Muljo Sukojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.477 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17379

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi ancaman yang cukup serius bagi masyarakat secara global pada satu dekade terkahir, hal ini berkaitan erat dengan rusaknya lingkungan dan sumber daya alam yang ada di dunia terutama pada Negara tropis yang memiliki banyak hutan seperti Indonesia. Provinsi Riau merupakan salah satu dari delapan provinsi yang dinyatakan rawan terhadap bencana kebakaran hutan. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengolahan citra satelit dengan resolusi spasial yang berbeda dan menggunakan metode yang sama untuk mendapatkan hasil yang sama yaitu area terbakar. Citra yang digunakan adalah citra Landsat 8 dengan resolusi spasial 30 m dan citra MODIS dengan resolusi spasial 250 m menggunakan metode NBR (Normalized Burned Ratio). Dengan membandingkan kedua data yang berbeda tersebut maka dapat ditentukan penilaian akurasi dari kedua citra yang memiliki resolusi berbeda. Penilaian akurasi yang akan dicapai adalah luasan burned area agreement, related comission error, related omission error, independent omission error. Hasil dari penelitian ini menunjukkan luas area terbakar hasil klasifikasi citra Landsat 8 30 m adalah 125.923,790 Hektar, luas area terbakar hasil klasifikasi citra MODIS 250 m adalah 171.045,154 Hektar. Sedangkan hasil penilaian akurasi dari citra MODIS dan citra Landsat 8 didapatkan hasil luas burned area agreement 40.200,882 Hektar, related comission error 94.633,149 Hektar, related omission error 44.744,897 Hektar, independent comission error 23.165,602 Hektar, dan independent ommission error 21.766,780 Hektar.
Sistem Navigasi Indoor Menggunakan Sinyal Wi-Fi dan Kompas Digital Berbasis Integrasi dengan Smartphone untuk Studi Kasus pada Gedung Bertingkat Alifa Ridho Musthafa; Raden Venantius Hari Ginardi; Arunanto Arunanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.29 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17407

Abstract

Sistem navigasi menggunakan teknologi GPS saat ini sudah sangat maju ketika digunakan di luar ruangan. Namun, sistem tersebut masih kurang akurat ketika digunakan di dalam ruangan. Hal tersebut disebabkan karena GPS tidak bekerja dengan baik ketika berada di dalam ruangan. Di sisi lain, sudah ada sistem yang dapat menggantikan GPS untuk studi kasus di dalam ruangan, salah satunya yaitu sistem indoor localization berbasis Wi-fi. Memanfaatkan sistem indoor localization berbasis Wi-fi, dibuatlah sistem navigasi yang dapat digunakan di dalam ruangan. Sistem indoor localization digunakan untuk menentukan posisi pengguna. Setelah posisi pengguna diketahui, rute terbaik menuju tujuan pengguna ditentukan dengan bantuan algoritma A* dan kompas digital digunakan untuk menentukan arah kemana pengguna harus pergi. Studi kasus ini dilakukan di kampus Teknik Informatika ITS. Sistem indoor localization yang digunakan untuk menggantikan fungsi GPS dalam menentukan posisi mampu menghasilkan presentase rata-rata akurasi pendeteksian lokasi sebesar 88,953%. Sedangkan untuk uji coba pencarian rute, sistem indoor navigation dapat memberikan rute terpendek pada semua kasus percobaan.
Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Bump Menggunakan Android Smartphone Dengan Akselerometer Otniel Yehezkiel Bornok Hutabarat; Fajar Baskoro; Rizky Januar Akbar
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.313 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17577

Abstract

Seiring semakin meningkatnya jumlah polisi tidur yang ilegal atau tanpa izin, maka hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan oleh pengguna jalan. Selain itu berbagai kerusakan jalan seperti lubang dan gundukan juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Pemerintah juga telah membuat sanksi yang ditulis dalam Peraturan Daerah terhadap pembuat pita penggaduh atau polisi tidur yang tidak memiliki izin dari Kepala Dinas Perhubungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini dibangun sebuah sistem pendeteksi bump yang terdiri dari aplikasi Android dan peta digital. Pada aplikasi Android, sistem mengumpulkan data dengan mendeteksi guncangan apabila pengguna melewati polisi tidur, lalu mengirim lokasi tersebut ke server. Deteksi guncangan ini memanfaatkan sensor akselerometer pada Android dan pengiriman lokasi menggunakan GPS. Kemudian pada server data diolah dan ditampilkan dalam bentuk peta digital. Setelah melakukan pengujian, data yang dihasilkan adalah lokasi guncangan (disebabkan oleh polisi tidur atau jalan rusak) dan ditampilkan dalam bentuk peta digital dengan akurasi rata-rata 89,48%. Dengan adanya sistem ini, diharapkan informasi lokasi guncangan (polisi tidur maupun kerusakan jalan yang terdeteksi) dapat diperoleh secepat mungkin sehingga pemerintah dapat bertindak dengan lebih cepat dan efektif.
Rancang Bangun Aplikasi Absensi Perkuliahan Mahasiswa dengan Pengenalan Wajah Muhammad Yusuf; Raden Venantius  Hari Ginardi; Adhatus Solichah Ahmadiyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.003 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17518

Abstract

Proses absensi yang dilakukan secara manual dinilai kurang efektif karena terbukanya kesempatan melakukan kecurangan. Selain itu, proses rekapitulasi manual membutuhkan waktu yang lama. Sistem absensi dengan teknologi dapat diterapkan untuk membantu proses absensi dan rekapitulasi yang efektif. Pada tugas akhir ini, teknologi yang digunakan adalah sistem pengenalan wajah. Pembuatan aplikasi absensi dengan pengenalan wajah ini menggunakan metode Eigenface untuk melakukan proses pengenalan wajah. Sedangkan data-data yang dibutuhkan sistem adalah data mata kuliah, dosen, jadwal, kelas, mahasiswa, dan dataset foto wajah yang disimpan dalam sistem manajemen relasional basis data. Hasil dari aplikasi yang dibangun yaitu dapat mengelola data-data pada sistem, serta melakukan pencatatan dan perekapan data absensi. Proses absensi mahasiswa berhasil dilakukan pada kondisi pencahayaan yang bagus dan resolusi yang sama dengan kondisi foto wajah yang disimpan dalam basis data.
Pembuatan Service Level Requirement, Service Level Agreement dan Operational Level Agreement pada layanan help desk SAP berdasarkan kerangka kerja ITIL versi 2011 (Studi Kasus : Pupuk Indonesia Holding Company) Nur Shabrina Prameswari; Tony Dwi Susanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.347 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17538

Abstract

PT. Pupuk Indonesia Holding Company baru saja melakukan implementasi SAP pada tahun 2014. Dalam penerapannya, perusahaan merasa perlu membuat help desk SAP sebagai pusat penanganan masalah bagi perusahaan dan 7 anak perusahaannya yang kemudian dapat berfungsi juga sebagai knowledge base yang berguna apabila ada masalah yang berulang diwaktu selanjutnya. Untuk merancang layanan help desk yang baik, perlu didefinisikannya target layanan dalam sebuah kontrak perjanjian antara pengguna layanan dan penyedia layanan. Selain itu,Perjanjian layanan tersebut diperlukan juga sebagai jaminan kualitas help desk yang dapat disepakati oleh penyedia layanan dan pengguna layanan yang merupakan pengguna SAP pada PT. Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya. Hal tersebut bertujuan untuk menyelaraskan bisnis dengan kualitas layanan serta menentukan kebutuhan dan harapan pelanggan dalam sebuah perjanjian antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan pembuatan dokumen Service Level Requirement, Service Level Agreement dan juga Operational Level Agreement pada help desk SAP, dengan dilakukan observasi dokumen dan wawancara pada pihak pengguna layanan dan penyedia layanan, maka setelah itu dibuatlah dokumen Service Level management tersebut berdasarkan ITIL Versi 2011.
Process Discovery untuk Streaming Event Log menggunakan Model Markov Tersembunyi Kelly Rossa Sungkono; Riyanarto Sarno
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.882 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17562

Abstract

Process discovery adalah teknik penggalian model proses dari rangkaian aktivitas yang tercatat dalam event log. Saat ini, sistem informasi menghasilkan streaming event log dimana Online Heuristic Miner adalah algoritma process discovery yang mampu menghasilkan model proses dari streaming event log. Algoritma Online Heuristic Miner memiliki kelemahan yaitu ketidakmampuan mengatasi incomplete trace. Incomplete trace adalah rangkaian aktivitas pada event log yang terpotong di bagian awal ataupun di bagian akhir. Incomplete trace mengakibatkan proses tidak dapat ditampilkan secara utuh dalam model proses. Algoritma yang memanfaatkan Model Markov Tersembunyi digunakan untuk membentuk model proses yang dapat menangani incomplete trace. Algoritma yang memanfaatkan Model Markov Tersembunyi terdiri atas gabungan dari metode pembentukan model proses serta metode yang dimodifikasi. Metode yang dimodifikasi adalah metode Baum- Welch, Backward serta Viterbi. Metode Backward dan Viterbi yang dimodifikasi digunakan untuk memperbaiki incomplete trace sedangkan metode Baum-Welch yang dimodifikasi dan metode pembentukan model proses digunakan untuk membangun model proses dari Model Markov Tersembunyi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa dengan adanya perbaikan incomplete trace, nilai kualitas dari sisi fitness, presisi, generalisasi, dan simplicity model proses dari algoritma yang memanfaatkan Model Markov Tersembunyi lebih tinggi dibandingkan model proses dari algoritma Online Heuristic Miner.
Comparative Analysis of Cost Structure Design Using Strength Based Design And Performance Based Design Method on Several Height Variation Data Iranata; Endah Wahyuni; Maheswari Dinda Radito; Shelvy Surya
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.036 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17691

Abstract

Perencanaan gedung di Indonesia penting untuk memperhitungkan ketahanannya terhadap gempa karena Indonesia terletak pada kawasan ring of fire. Metode perencanaan berbasis kinerja atau Performance based design diketahui dapat memperkirakan kemampuan sebuah struktur dalam menahan gempa dengan lebih akurat. Dalam studi ini dibandingkan biaya material hasil perancangan struktur primer menggunakan metode strength based design atau perencanaan berbasis kekuatan dengan performance based design atau perencanaan berbasis kinerja. Metode perencanaan berbasis kekuatan akan mengacu pada peraturan tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung SNI 03-2847-2013 dan struktur gedung tahan gempa SNI 03-1726-2012. Sementara metode perencanaan berbasis kinerja mengacu pada peraturan Applied Technology Council ATC-40. Gedung ini didesain beraturan sesuai dengan denah dan berfungsi sebagai perkantoran. Ketinggian gedung yang dibandingkan adalah setinggi 8 lantai (32 meter), 12 lantai (48 meter), dan 16 lantai (64 meter). Dari hasil perencanaan metode strength based design diketahui harga material yang dibutuhkan untuk gedung 8 lantai sebesar Rp 4.586.617.911, gedung 12 lantai sebesar Rp 7.640.064.981, dan gedung 16 lantai Rp 11.027.895.731. Sementara harga material yang dibutuhkan pada perencanaan gedung dengan metode performance based design pada gedung 8 lantai sebesar Rp 4.781.793.143, gedung 12 lantai Rp 6.991.105.583, dan gedung 16 lantai Rp 9.979.777.516. Pada gedung 8 lantai dapat diketahui bahwa harga material struktur primer yang dibutuhkan lebih mahal pada perencanaan performance based design dibandingkan dengan strength based design dengan selisih sebesar Rp 195.175.232. Sebaliknya, pada gedung 12 lantai dan 16 lantai diketahui bahwa harga material struktur primer lebih murah perencanaan yang menggunakan metode performance based design dengan selisih yaitu masing-masing Rp 648.959.128 dan Rp 1.048.118.215. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode performance based design lebih efisien pada perencanaan high rise building.
Studi Literatur Perencanaan Floating Treatment Wetland di Indonesia Laella Pusparinda; Irwan Bagyo Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.334 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17707

Abstract

Floating Treatment Wetland (FTW) merupakan salah satu jenis constructed wetland  yang ditanam dalam media yang dapat mengapung dipermukaan air. Dalam FTW tanaman tidak ditanam di tanah melainkan pada media apung yang kemudian diletakkan di permukaan air. Akar tanaman menggantung di badan air sebagai tempat tumbuhnya biofilm dan juga menyaring partikulat tersuspensi. FTW telah diaplikasikan di berbagai negara di dunia namun belum di Indonesia. Studi literatur ini bertujuan untuk meninjau dan menginterpretasikan informasi yang relevan untuk pengembangan dan penerapan FTW di negara tropis. Yaitu dengan merangkum berbagai percobaan yang telah dilakukan untuk lebih memahami kemampuan FTW dalam mereduksi kontaminan dan mengidentifikasi kriteria desain perencanaan FTW. FTW terdiri dari tanaman emergent plant, media tanam, media apung (bouyant material dan bouyant frame), dan anchor. Pemilihan tanaman adalah berdasarkan ketersediaan tanaman (tanaman lokal) yang mampu tumbuh secara optimal dengan kondisi lingkungan dan iklim Indonesia. FTW menggunakan sistem apung sehingga dapat secara langsung diaplikasikan di badan air. Sistem anchoring berfungsi untuk menahan FTW dari pengaruh arus, angin, gelombang, dan fluktuasi ketinggian air. Kriteria desain perencanaan FTW adalah kedalaman air >0,8 m, HRT <15 hari, surface coverage 5%-50%, dan HLR 0,1-0,3 m3/m2.hari.

Page 40 of 398 | Total Record : 3978