cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pemilihan Lokasi Pengolahan Air Limbah di Kota Surabaya Berdasarkan Unit Pengembangan Menggunakan Metode Spatial Multi Criteria Evaluation Gatot Cakra Wiguna; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24180

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu permasalahan yang timbul ditengah-tengah masyarakat, umumnya terjadi dikawasan perkotaan. Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua dimana jumlah penduduknya mencapai lebih dari dua juta jiwa. Hal tersebut yang mendasari pentingnya sanitasi bagi masyarakat perkotaan. Penyediaan sistem pengolahan air limbah dapat mengendalikan permasalahan sanitasi yang ada dimasyarakat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi pengolahan air limbah di Kota Surabaya.Salah satu metode dalam menentukan kawasan yang sesuai untuk pengolahan air limbah adalah dengan menggunakan metode Spatial Multi-Criteria Evaluation yaitu suatu teknik yang membantu untuk membuat keputusan (Decision Support System). Pada penelitian ini digunakan berbagai kriteria diantaranya jenis tanah, tata guna lahan, badan air penerima, kawasan rawan banjir, dan faktor jarak terhadap pusat kota. Sehingga didapatkan nilai kesesuaian lokasi IPAL dengan mengklasifikasikan menjadi lima kriteria yaitu kesesuaian sangat tinggi, tinggi, menengah, rendah dan tidak sesuai.Berdasarkan analisa yang dilakukan pada penelitian ini didapatkan daerah yang sesuai untuk lokasi IPAL terletak pada unit pengembangan XII Sambikerep dengan tingkat presentase kesesuaian sangat tinggi sebesar 20% , tinggi 13%, menengah 24%, rendah 20%, tidak sesuai 23%.
Studi Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 dan Sentinel-2A (Studi Kasus : Perairan Pulau Poteran dan Gili Iyang, Madura) Muhammad Wildan Bobsaid; Lalu Muhamad Jaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.207 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24182

Abstract

Pemetaan batimetri digunakan untuk memetakan dasar laut. Data dasar laut yang akurat dan terkini sangat dibutuhkan oleh banyak kegiatan manusia seperti untuk rute transportasi air dan konstruksi infrastruktur lepas pantai. Pemetaan in situ secara umum menggunakan echo-sounder memakan waktu, biaya tinggi dan akses yang sulit ke daerah terpencil. Pemetaan batimetri pada perairan dangkal di dekat daerah pesisir juga menghadapi tantangan saat pemetaan in situ sulit dilakukan karena akses kapal survei. Oleh karena itu dalam penelitian ini mencoba untuk mengestimasi perairan dangkal (kurang dari 80 m kedalaman) menggunakan data satelit penginderaan jauh multispektral dengan memanfaatkan citra Sentinel-2A dan Landsat 8. Data batimetri yang diperkirakan dari satelit ini kemudian divalidasi dengan data pengukuran in situ yang dikumpulkan pada bulan April dan Oktober, 2015. Kisaran kedalaman mutlak yang diperoleh adalah 8,714 - 12,052 meter untuk Landsat 8 dan 9,220 - 11,149 untuk Sentinel 2. Hasil yang menjanjikan dihasilkan oleh Landsat 8 dengan NMAE sebesar 25,777% dan rentang kedalaman estimasi yang lebih lebar dibandingkan dengan kedalaman yang didapat oleh Sentinel-2A. Akan tetapi, kedua citra satelit ini tidak bisa digunakan untuk mendapatkan kedalaman yang lebih dalam dari 13 m.
Pemeringkatan Perguruan Tinggi Menggunakan Metode Probabilistic Latent Semantic Analysis (pLSA) untuk Mengukur Tingkat Kesiapterapan Teknologi di Indonesia Donny Aliyanto; Bagus Satya Rintyarna
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.378 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24221

Abstract

Meningkatnya persaingan global di dunia pendidikan saat ini mendorong perguruan tinggi di dunia termasuk Indonesia bisa bersaing dengan perguruan tinggi kelas dunia (World Class University / WCU). QS World University Rankings adalah salah satu publikasi tahunan pemeringkatan universitas berdasarkan enam indikator oleh Quacquarelli Symonds (QS). Salah satu indikatornya adalah Reputasi Akademik yang menggunakan metode survei secara manual untuk mengevaluasi bobotnya. Makalah ini mengajukan konsep baru untuk Pemeringkatan Universitas di Indonesia dengan menggunakan metode Probabilistic Latent Semantic Analysis (PLSA) dengan menggunakan topik utama yaitu jurnal akademik yang dilakukan secara otomatis untuk memperkirakan nilai kriteria secara kualitatif berdasarkan tingkat kesiapterapan teknologinya. Penggunaan metode Probabilistic Latent Semantic Analysis (PLSA) dapat digunakan sebagai alternatif untuk menentukan reputasi akademik perguruan tinggi dengan survei manual, dengan ground truth 80,00%, perbedaan gap yaitu 10, dan toleransi perbedaan peringkat yaitu 88,88%.
Aplikasi Pendeteksi Serangan pada HTTP Menggunakan N-Gram Reinhard Ruben Rumare; Henning Titi Ciptaningtyas
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.215 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24230

Abstract

Serangan digital saat ini jenisnya sangat banyak. Tiap hari jumlahnya juga selalu meningkat. Untuk mendeteksinya, ada banyak aplikasi yang menggunakan berbagai jenis metode untuk mendeteksi serangan – serangan yang ada. Riset – riset sebelumnya sudah menunjukkan bahwa analisis berlevel bite dari lalu lintas jaringan dapat digunakan untuk mendeteksi serangan dan analisis lalu lintas jaringan. Pada paper ini, penulis menggunakan 5 jenis teknik n-gram untuk mendeteksi serangan HTTP. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah pertahanan pertama untuk serangan HTTP. Teknik – teknik n-gram ini dianalisa berdasarkan tingkat akurasi dan performanya. Hasil dari tes – tes yang dilakukan membuktikan bahwa teknik yang digunakan memiliki tingkat akurasi dan performa yang memuaskan.
Platform e-Learning untuk Pembelajaran Pemrograman Web Menggunakan Konsep Progressive Web Apps Laurensius Adi; Rizky Januar Akbar; Wijayanti Nurul Khotimah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.522 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24291

Abstract

Platform e-Learning bisa menjadi alat bantu proses belajar yang efektif, karena peserta didik bisa belajar dengan sendiri dan dari tempat yang tidak terbatas, selama masih ada koneksi internet. Yang sering menjadi kendala adalah ketersediaan platform e-Learning yang stabil dalam koneksi internet yang minim atau kondisi offline. Progressive Web Apps (PWA) adalah konsep pengembangan aplikasi berbasis web yang mencakup penerapan teknologi terbaru dari browser seperti service workers dan app manifest. Konsep PWA dapat memberikan pengalaman terbaik dalam menggunakan suatu aplikasi web walaupun dalam koneksi internet yang minim atau offline sekalipun dengan menggunakan service worker. Service worker sebagai pengatur request dan response pada sebuah aplikasi web dapat dirancang sesuai kebutuhan. Pada tugas akhir ini, pada service worker digunakan strategi caching network first, cache fallback dengan tambahan cache only pada berkas-berkas statis. Strategi ini dipilih untuk menghindari eror token pada kerangka kerja Laravel dan tetap mendapat respons yang cepat ketika sebuah halaman web dibuka. Penerapan konsep PWA khususnya service worker meningkatkan performa platform e-Learning terutama waktu memuat halaman menjadi lebih cepat dan dapat berjalan secara offline.
Analisa Morfologi Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Penguat Komposit Absorpsi Suara Muthia Egi Rahmasita; Moh. Farid; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.477 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24332

Abstract

Seiring dengan adanya berbagai inovasi yang dilakukan dalam bidang material, serat alam kembali dikembangkan. Hal ini dikarenakan serat alam memiliki kelebihan yaitu memiliki sifat fisik yang bagus, kandungannya melimpah di alam, ramah lingkungan, dan biaya produksi yang lebih rendah. Indonesia sebagai Negara dengan keanekaragaman hayati yang luas memiliki peluang yang besar untuk mengeksplorasi pemanfaatan bahan serat alam. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi dengan produktivitas terbesar di Indonesia. Berdasarkan data dari kementrian pertanian, pada tahun 2015 tercatat produksi kelapa sawit sebesar 31,284,306.00 ton, dengan produktivitas sebesar 3,679.00 Kg/Ha. Sehingga pemanfaatan serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dalam pengembangan berbagai inovasi material dapat mengurangi limbah kelapa sawit. Sumber kebisingan tertinggi pada kehidupan manusia adalah kendaraan bermotor. Untuk mengurangi kebisingan dari luar kendaraan bermotor tersebut, digunakan material penyerap suara. Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan sebuah alternatif material penyerap suara yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa morfologi serat TKKS sebagai bahan absorpsi suara menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Analisa SEM menunjukkan permukaan serat yang kasar dengan diameter serat 343 – 365 µm, serta terdapat pori yang memudahkan mekanisme penyerapan suara.
Visualisasi Sistem Informasi Pendaftaran Kadaster 3D Studi Kasus: Rumah Susun Grudo, Surabaya Isna Dwi Lestari; Yanto Budisusanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.699 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24355

Abstract

Saat ini kebutuhan ruang sangat tinggi, sehingga dirasakan konsep ruang secara horizontal menjadi kurang efisien. Untuk mengatasi kebutuhan tersebut diperkenalkan konsep hunian secara vertikal. Salah satu contohnya Rumah Susun. Untuk bangunan rumah susun penerapan sistem kadaster 2D kurang tepat, karena tidak dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Keterbatasan persil 2D ini mendorong lahirnya konsep kadaster 3D yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi kepemilikan atas bagian properti rumah susun.Pada pembuatan sistem informasi kadaster 3D, perlu dilakukan pembuatan model 3D dan basis datanya. Pembuatan model 3D dilakukan dengan menggunakan software SketchUp Make, sedangkan untuk basis datanya menggunakan software PostgreSQL. Setelah kedua komponen tersebut terbentuk, kemudian komponen tersebut dihubungkan dan divisualisasikan pada website. Dalam pembuatan website dilakukan dengan bahasa pemrograman HTML, CSS dan PHP.Pada penelitian ini berhasil dilakukan pembuatan model 3D dari Rumah Susun Grudo Surabaya dengan tingkat ketelitian didasarkan pada LOD1, dan pembuatan sistem basis data kadaster 3D. Selain itu, model 3D tersebut berhasil divisualisasikan pada website Sistem Informasi Pendaftaran Kadaster 3D. Website tersebut dapat diakses secara online melalui www.tridisun-grudo.com. Dari website yang telah dibuat dilakukan uji kebergunaan. Berdasarkan hasil rekapitulasi uji kebergunaan terdapat 94 responden dengan presentase hasil sebesar 84,56%, sehingga website dikategorikan sangat layak.
Interpretasi Filter Fraser dan Karous-Hjelt Pada Data VLF-EM Untuk Mengidentifikasi Air Lindi di Area TPA Ngipik Khairul Yadi; Dwa Desa Warnana; Juan Pandu G.N.R.; Nila Sutra; Ria Asih A. Soemitro
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.964 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24356

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeteksi keberadaan air lindi dengan metode VLF  dimana pengolahan data yang dilakukan menggunakan Filter Fraser dan Karous-Hjlet. Hasil filter Fraser menghasilkan perpotongan grafik Inphase dan Quadrature yang mana anomali dapat dilihat jika grafik tersebut berpotongan pada saat Inphase negatif dan Quadrature positif sedangkan hasil Filter Karous-Hjelt menghasilkan penampang 2 dimensi dengan parameter rapat arus. Dari hasil penelitian diperoleh keberadaan air lindi  ditunjukkan oleh adanya anomali konduktif pada lintasan 1 berada pada posisi 75-125m, 140-160m dan 210-230m, untuk Lintasan 2 berada pada posisi 20-25 m dan 75-135 m, sedangkan  Lintasan 3 berada pada posisi 20-50m, 75-170 m dan 210-250 m. Hasil Filter Fraser dan Karous-Hjelt bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan air lindi yang diinterpretasi secara kualitatif dengan adanya  anomali yang bersifat konduktif, namun hanya bisa melihat anomali secara lateral (horizontal)
Rancang Bangun Pixel Art Converter Menggunakan Segmentasi berbasis K-means Clustering Yuna Sugianela; Nanik Suciati; Maulidan Bagus A.R
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.885 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24409

Abstract

Pixel art merupakan jenis aset grafis yang digunakan pada game. Untuk mengefisiensi pekerjaan pada industri game, diperlukan sebuah converter citra raster biasa menjadi pixel art. Tahapan dalam membangun aplikasi pixel art converter adalah mengubah warna menjadi aturan yang berlaku pada pixel art, lalu membuat tepi gambar menjadi jaggy yang merupakan ciri khas grafis pixel art. Algoritma segmentasi yang digunakan merupakan segmentasi berbasis k-means clustering. Segmentasi ini berguna untuk mengubah warna citra menjadi lebih sederhana. Citra hasil dari segmentasi k-means kemudian diolah menjadi citra yang memiliki tepian bergerigi atau jaggy yang merupakan ciri khas utama dari pixel art. Aplikasi dinyatakan telah memenuhi kebutuhan Tim Desain Maulidan Games. Kualitas citra hasil pixel art converter dipengaruhi oleh ukuran citra input, parameter nilai K untuk k-means clustering serta skala grid untuk membuat tepian jaggy. Nilai optimal yang digunakan untuk membuat pixel art yang baik yaitu, untuk citra gradient color nilai optimal nilai K untuk K-means adalah 25, sedangkan untuk citra flat color menggunakan nilai K 16, nilai skala grid untuk membuat tepian adalah 80, ukuran citra optimal adalah 100 x 100 piksel.
Ekstraksi Minyak Nilam dengan Menggunakan Metode Microwave Hydrodistillation dan Soxlet Extraction Mahmud Erfandi Syahputra; Defina Parasandi; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.616 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24555

Abstract

Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman menghasil minyak atsiri yang cukup penting sebagai komoditi ekspor Indonesia dan menyumbang devisa sekitar 60% dari total ekspor minyak atsiri nasional. Indonesia merupakan pemasok minyak nilam terbesar dunia dengan kontribusi 90%. Meskipun Indonesia merupakan penghasil minyak nilam terbesar, namun kualitasnya masih fluktuasi bahkan cenderung rendah. Hal ini terjadi karena kualitas bahan baku yang kurang bagus atau penggunaan alat ekstraksi dan teknologi proses yang kurang optimal. Dalam memperoleh minyak nilam metode soxhlet extraction menghasilkan yield yang tinggi, namun membutuhkan waktu lama dan pelarut n-Hexane. Oleh karena itu dikembangkan metode microwave hydrodistillation dengan kelebihan yaitu waktu ekstraksi yang singkat dan tidak menggunakan pelarut n-Hexane. Pada metode soxhlet ini digunakan variabel daun nilam kering cacah dengan pelarut n-Hexane. Sedangkan pada metode MHD digunakan variabel bahan daun nilam kering cacah daya 450 W dan pelarut air. Berdasarkan hasil penelitian diperolah yield minyak nilam dari metode soxhlet extraction mencapai 7,4741% dengan waktu ekstraksi 8 jam, sedangkan dengan metode microwave hydrodistillation diperoleh yield 5,8252% dengan waktu ekstraksi selama 3 jam. Selain itu, diketahui recovery dari metode microwave hydrodistillation sebesar 77,64%.

Page 57 of 398 | Total Record : 3978