cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Sistem Pendeteksi Kepatahan Mata Bor pada Mesin Cetak PCB Berdasarkan Analisa Getaran Spindle Menggunakan Teensy Board Putra Trimardian Asri; Muhammad Rivai; Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.527 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28496

Abstract

Pemanfaatan Computer Numerical Control (CNC) adalah salah satu bentuk penerapan teknologi industri yang membuat hasil produksi lebih presisi dan akurat. CNC juga dapat diterapkan pada proses pencetakan Printed Circuit Board (PCB) menggantikan proses pelarutan secara kimiawi yang tidak ramah lingkungan. Akan tetapi penggunaan pencetak PCB berbasis CNC memiliki risiko yakni patahnya mata bor. Pada penelitian ini telah dibuat suatu sistem pendeteksian kepatahan mata bor berdasarkan analisa getaran. Sensor yang digunakan untuk dapat mendeteksi getaran adalah MEMS accelerometer yang mempunyai kemampuan pengukuran sampai 3,6g. Untuk dapat mengenali kepatahan mata bor, perlu dilakukan pengolahan sinyal dengan menggunakan Fast Fourier Transform. Lebar spektrum frekuensi yang digunakan adalah 0-1000Hz. Pola spektrum frekuensi tersebut digunakan sebagai input Artificial Neural Network untuk dapat mengenali kepatahan mata bor. Pemrosesan Fast Fourier Transform dan Artificial Neural Network dilakukan pada Teensy 3.2 development board. Hasil eksperimen dengan kecepatan putaran spindle 30000 RPM menunjukkan bahwa Artificial Neural Network dapat mendeteksi kepatahan mata bor dengan tingkat keberhasilan 80%. Penggunaan jenis PCB yang lebih keras dapat meningkatkan keberhasilan menjadi 91.67%. Sistim ini diharapkan dapat diterapkan pada CNC sebagai pencetak PCB sehingga dapat lebih efisien pada konsumsi daya dan waktu.
Sistem Kontrol Tingkat Kekeruhan pada Aquarium Menggunakan Arduino Uno Muhammad Syaif Ramadhan; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.03 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28499

Abstract

Ikan berisiko terkena dampak buruk apabila menetap pada air keruh yang terekspos partikel halus. Peningkatan kekeruhan dapat berdampak pada penurunan tingkat harapan hidup embrio telur ikan. Pada penelitian ini telah dibuat suatu sistem yang dapat mengatur kekeruhan aquarium dengan memanfaatkan Turbidity Sensor. Sensor ini mempunyai ukuran kecil, dan praktis, serta kompatibel dengan mikrokontroler Arduino Uno. Output data analog dari sensor dikonversi oleh Analog to Digital Converter pada Arduino Uno menjadi data digital yang merepresentasikan tingkat kekeruhan. Kekeruhan akan dikendalikan oleh sistem dengan metode kontrol proporsional. Ketika kekeruhan diatas nilai yang dikehendaki, maka motor pompa akan mendapatkan perubahan Pulse Width Modulation (PWM) untuk mempercepat proses penyaringan. Pada pengujian yang dilakukan di aquarium menunjukkan bahwa pompa memiliki rentang debit antara 96,48 dan 120,96 mL/sec saat sensor menerima tingkat kekeruhan antara 0 dan 25 %. Hasil pengujian sistem keseluruhan menunjukkan bahwa adanya penurunan kekeruhan dari 5,76 % menjadi 2,14 % dalam waktu 15 jam.
Implementasi Struktur Data Rope pada Permasalahan SPOJ Alphabetic Rope Desy Nurbaiti Rahmi; Rully Soelaiman; Abdul Munif
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29312

Abstract

Permasalahan alphabetic rope merupakan sebuah permasalahan yang melibatkan sebuah rentang pencarian/query. Tipe query secara umum dibagi menjadi dua yaitu, operasi pencarian dan perubahan. Operasi perubahan pada suatu rentang akan menyebabkan perubahan hasil pencarian selanjutnya. Untuk menangani berbagai permasalahan pada operasi alphabetic rope yang harus dilakukan, dibutuhkan struktur data yang mampu mendukung operasi-operasi tersebut dengan efisien. Pada penelitian ini dirancang penyelesaian permasalahan alphabetic rope antara lain operasi pencarian karakter pada indeks ke-y pada konfigurasi rope saat ini, operasi memotong segmen rope pada indeks ke-x sampai y dan menggabungkan pada bagian depan rope, dan operasi memotong segmen rope pada indeks ke-x sampai y dan menggabungkan pada bagian belakang rope. Struktur data klasik yang biasa digunakan dalam penyelesaian permasalahan ini adalah stuktur data String. Namun penggunaan algoritma String masih kurang efisien dalam hal kecepatan dan kebutuhan memori. Pada penelitian ini digunakan struktur data Rope untuk menyelesaikan tipe-tipe operasi yang diberikan. Algoritma yang dirancang dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan benar dan memiliki pertumbuhan waktu secara logaritmik dengan kompleksitas waktu sebesar O(log N ) per query.
Sistem Pengamanan Gudang Senjata Menggunakan RFID dan Sidik Jari Candra Yudianto; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.699 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28505

Abstract

Pengamanan gudang senjata menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pembinaan materiil dalam pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara. Keamanan penyimpanan senjata diperlukan untuk mencegah terjadinya akses masuk ilegal, pencurian dan kehilangan senjata. Saat ini mekanisme pengambilan dan pengembalian senjata dilakukan dengan pencatatan secara manual. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun sistem pengamanan gudang senjata yang menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) dan pengenalan sidik jari. Selanjutnya pemindai sidik jari digunakan sebagai pengidentifikasi personil dalam mengakses pintu gudang senjata. Identitas pemilik sidik jari yang terdaftar akan tertampil di LCD. Mikrokontroller Arduino Nano digunakan untuk membaca data dari modul RFID dan sidik jari, menggerakkan solenoid dan membunyikan alarm. Hasil pengujian terhadap penggunaan RFID menunjukkan bahwa jarak maksimum pembacaan kartu RFID senjata adalah sebesar 4 cm. Sedangkan hasil pengujian terhadap pemindai sidik jari memberikan akurasi 100% dalam pengenalan sidik jari yang telah didaftarkan. Tingkat keberhasilan pengenalan sidik jari juga ditentukan oleh kondisi permukaan ujung jari. Pengujian terhadap keseluruhan sistem menunjukkan hasil bahwa sistem ini  dapat berjalan dan berfungsi dengan baik. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat dikembangkan agar dapat dimonitor secara online melalui sistem informasi pengamanan gudang senjata.
Modifikasi Route Discovery pada Ad-hoc On Demand Distance Vector (AODV) Berdasarkan Level Konektivitas One-Hop Node di VANETs Aviananda Dwirahma Juliarti; Radityo Anggoro; Supeno Djanali
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28538

Abstract

Vehicular Ad hoc Networks (VANETs) merupakan pengembangan dari Mobile Ad hoc Network (MANET) dimana node memiliki karakteristik dengan mobilitas yang sangat tinggi dan terbatas pada pola pergerakannya. Ada banyak routing protocol yang dapat diimplementasikan pada VANETs, salah satunya adalah Ad hoc On demand Distance Vector (AODV). AODV merupakan salah satu routing protocol yang termasuk dalam klasifikasi reactive routing protocol, sebuah protokol yang hanya akan membuat rute ketika node sumber membutuhkannya. AODV memiliki dua fase, yaitu route discovery dan route maintenance. Route discovery digunakan untuk meminta dan meneruskan informasi rute yang terdiri dari proses pengiriman Route Request (RREQ) dan Route Reply (RREP). Modifikasi pada Tugas Akhir ini akan dilakukan pada proses route discovery berdasarkan level konektivitas one-hop node, yaitu dengan cara mengeliminasi jumlah forwarding node yang bertugas untuk mengirim ulang (re-broadcast) RREQ. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kinerja protokol AODV untuk mencari rute yang stabil dengan cara memodifikasi beberapa bagian dari mekanisme pengiriman paket RREQ. Dari hasil uji coba, AODV yang dimodifikasi berhasil meningkatkan nilai Packet Delivery Ratio (PDR) hingga 9,19%, penurunan nilai Routing Overhead (RO) hingga 2,17%, dan penurunan nilai Forwarded Route Request (RREQ F) hingga 31,62%.
Purwarupa Jaringan Sensor Medis Nirkabel Berbasis Komputasi Awan David Puiterson; Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28548

Abstract

Teknologi Wireless Sensor Network (WSN) merupakan bidang ilmu telekomunikasi yang mengembangkan suatu jaringan yang terdiri dari sensor terdistribusi dan terhubung secara nirkabel. Penelitian ini mengimplementasikan jaringan sensor nirkabel pada bidang medis dengan tujuan mempermudah proses monitoring kondisi tubuh pada lokasi berbeda antara node sensor dan pihak yang melakukan monitoring. Parameter yang diukur sensor terdiri dari detak jantung dan suhu badan. Jaringan sensor terhubung secara nirkabel dengan protokol 802.11 (wifi) yang dirutekan oleh gateway berupa router yang tersambung dengan internet. Data sensor akan dikirim menuju server awan dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing, yaitu teknologi dimana pusat jaringan dan sistem penyimpanan berada pada lokasi berbeda (remote) dari jaringan sensor. Purwarupa penelitian ini terdiri dari NodeMCU sebagai mikrokontroler, sensor detak jantung SEN11574 dan sensor suhu badan DS18B20, ESP8266 sebagai modul wifi, router AC750 dan jaringan ubidots sebagai penyedia layanan jaringan awan yang menghasilkan sebuah jaringan sensor medis nirkabel berbasis komputasi awan yang dapat memonitoring dan menyimpan data medis apabila terhubung dengan internet.
Analisa Teknik Dua Polinomial untuk Penekanan Sidelobe Andi Yahya Lubis; Eko Setijadi; Puji Handayani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.972 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28550

Abstract

Dalam radar, antena array sering digunakan karena memiliki nilai gain yang besar dan semakin banyaknya elemen yang digunakan nilai puncak sidelobe yang dihasilkan semakin rendah. Namun jumlah sidelobe akan semakin banyak dan sistem akan semakin kompleks. Untuk membatasi jumlah elemen, diperlukan metode yang menghasilkan nilai puncak sidelobe yang rendah. Metode sidelobe suppression (SLS) dengan teknik dua polinomial merupakan metode penekanan nilai sidelobe dengan cara mengalikan dua faktor array. Dengan jumlah elemen dan null yang ditentukan, pola radiasi yang didapat pada polinomial pertama digunakan untuk mencari posisi null kanan dan kiri yang berdekatan dengan mainlobe. Daerah diluar null tersebut dimanfaatkan untuk wilayah sidelobe serta digunakan untuk mencari bobot dari polinomial kedua yang ditujukan untuk penekanan sidelobe. Dalam penelitian ini, metode dibuat berdasarkan literatur penelitian Zafar-Ullah, Aqdas dan Fahad yang berjudul “Efficient Sidelobe Suppression by Matching Beam in Two Polynomial Technique”. Hasil simulasi kemudian dibandingkan dengan pola radiasi antena array uniform linier dengan 9 elemen dan jarak antar elemennya sebesar λ /2. Berdasarkan hasil simulasi, puncak sidelobe level (PSLL) yang dihasilkan pada antena array dengan metode dua polinomial sebesar -21,07 dB dan lebih rendah dibandingkan dengan PSLL pada antena array tanpa metode yaitu sebesar -11,92 dB.
Sistem Pemetaan Suhu Permukaan Lahan Menggunakan Sensor Inframerah untuk Pendeteksi Dini Kebakaran Widya Yanuar Samsudin; Muhammad Rivai; Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.492 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28553

Abstract

Saat ini kebakaran lahan sering terjadi di Indonesia. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mendeteksi titik panas (hotspot) sebelum terjadinya kebakaran. Titik panas adalah daerah yang memiliki suhu permukaan relatif lebih tinggi dibandingkan daerah di sekitarnya. Pada penelitian ini telah dirancang suatu sistem pencegahan yang dapat memetakan suhu suatu permukaan area atau lahan. Pengukur suhu berupa sensor inframerah thermopile akan mengukur intensitas cahaya inframerah yang terpancar dari suatu titik atau objek tanpa kontak. Intensitas cahaya inframerah ini proporsional terhadap suhu objek tersebut. Tegangan keluaran dari sensor thermopile dikuatkan oleh rangkaian pengondisi sinyal dan kemudian dibaca Analog to Digital Converter pada mikrokontroler Arduino Nano. Sistem pemindai yang menggunakan motor servo dan motor stepper digunakan untuk mengubah arah titik pengukuran suhu beberapa titik dalam area lahan sehingga suhu suatu area di sekitar sistem dapat dipetakan. Data-data suhu pada area tersebut kemudian divisualisasikan pada perangkat lunak pemetaan komputer yang dirancang menggunakan IDE Microsoft Visual Studio. Sistem pengukur suhu berdasarkan sensor inframerah thermopile dapat mengukur suhu tanpa kontak dengan rerata kesalahan sebesar 6,4% pada rentang pengukuran suhu 37 ºC s.d. 170 ºC.
Analisa Kalibrasi Kamera Sony Exmor pada Nilai Orientasi Parameter Interior untuk Keperluan Pemetaan (FUFK) Mohammad Avicenna; Agung Budi Cahyono; Husnul Hidayat
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.584 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28557

Abstract

Berkembangnya teknologi Rapid Mapping dengan menggunakan wahana tanpa awak (UAV) menjadi salah satu metode penting saat ini. Namun penggunaan UAV khususnya seperti drone memiliki kelemahan dalam memperoleh hasil yang baik, karena sifat dari kamera non metrik. Oleh karena itu diperlukan kalibrasi kamera untuk memperoleh nilai parameter interior pada kamera. Kalibrasi pada penelitian ini dilakukan dengan 2 metode yaitu, kalibrasi In-Field dan kalibrasi In-Flight. Pada penelitian ini dilakukan analisa kalibrasi In-Field menggunakan marker/grid dengan 12 orientasi pengambilan foto pada saat posisi kamera drone stabil dan tidak dalam keadaan terbang. Data yang dihasilkan berupa 7 parameter IOP dengan hasil RMS  0.48 pixel. Hasil parameter dari kalibrasi In-Field ini akan digunakan pada kalibrasi In-Flight sebagai perbandingan nilai IOP dengan menggunakan software australis (demo),  Nilai parameter yang dihasilkan menjadi 13 parameter dengan RMS 0,56  pixel. Kedua metode kalibrasi kamera tersebut diolah dengan menggunakan menggunakan bundle adjustment self-calibration[7].Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kamera non-metrik Sony Exmor dapat digunakan untuk melakukan pemetaan dengan skala besar dengan area yang relatif kecil (FUFK) dengan acuan akurasi horizontal pada peta dasar yang berada pada Perka BIG No.15 tahun 2014, dengan nilai RMS yang dihasilkan sebesar 0.159 m.
Pengarah Suara pada Sistem Audio Berdasarkan Beda Phasa Olly Bangon Baskhoro; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.186 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28564

Abstract

Pemberian informasi seperti pengumuman, ceramah, dan musik sering dilakukan dalam berbagai acara yang memerlukan ruangan yang luas. Supaya pemberian informasi hanya mencapai target yang dituju dan tidak mengganggu pengunjung lain maka suara harus diarahkan untuk lokasi tertentu. Pada penelitian ini telah dilakukan sebuah perancangan dan realisasi sistem deret speaker dimana intensitas sinyal suara dapat diarahkan dengan sudut kemiringan antara -90o sampai 90o. Untuk menghindari munculnya intensitas suara pada arah yang berlawanan maka jarak antar titik pusat speaker untuk frekuensi 2Khz adalah 8,6 centimeter. Pengarahan suara dilakukan dengan cara memberikan waktu tunda di setiap speaker dengan menggunakan Field Programable Gate Array ALTERA DE-2. Sinyal audio dikonversi dengan menggunakan Analog to Digital Converter 24-bit. Waktu tunda tersebut dihasilkan dengan menggunakan sub program 8-bit D flip-flop dengan clock input sebasar 1 mikro detik. Data pengujian dengan menggunakan osiloskop menunjukkan untuk waktu tunda pada beda phasa 90o sampai 90o memiliki rata-rata kesalahan 3,5%. Data hasil pengujian lobe deret speaker menunjukkan rerata kesalahan pengarahan suara sebesar 19%. Sistem dapat diterapkan pada berbagai acara komersil sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan daya dan mengurangi noise lingkungan.

Page 62 of 398 | Total Record : 3978