cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 30 Documents clear
Analisis dan Simulasi Optimasi Parameter Akustik Ruang pada Smart Classroom Departemen Fisika ITS Raditya Bagus Indra Kusuma; Suyatno Suyatno; Gontjang Prajitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.76148

Abstract

Dalam penelitian ini dibahas analisis parameter akustik ruang hasil pengukuran dan simulasi optimasi tata letak loudspeaker pada ruang smart classroom Departemen Fisika ITS. Ruang smart classroom memiliki fungsi sebagai ruang kelas atau meeting room. Dalam mengevaluasi ruang tersebut parameter akustik ruang yang perlu diukur berdasarkan ISO 3382-1 adalah persebaran SPL, RT, dan C50. Metode yang digunakan dalam penellitian ini adalah metode impulse response. Pengambilan data dilakukan dalam dua keadaan yaitu saat ruang kosong dan saat ruang telah diisi meja dan kursi. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh persebaran SPL yang merata dengan selisih titik terdekat dan titik terjauh sebesar 2 dB untuk dua keadaan. Nilai waktu dengung diperoleh sebesar 0,45 s untuk keadaan pertama dan 0,57 s untuk keadaan kedua. Nilai C50 untuk dua keadaan berada pada rentang -2 - 5 dB. Simulasi yang dilakukan adalah simulasi parameter akustik ruang pada kondisi eksisting dan perbaikan sistem tata suara. Berdasarkan hasil simulasi, nilai terbaik diperoleh dari simulasi perbaikan sistem tata suara dimana hasil persebaran SPL lebih merata dan optimal, C50 berada pada rentang 1-3 dB. Namun untuk waktu dengung masih belum memenuhi rekomendasi yaitu sebesar 0,58 ketika ruangan berisi audience. Permasalahan rendahnya waktu dengung dapat diatasi dengan perbaikan komposisi material penyusun ruang atau perbaikan pengaturan sistem tata suara.
Analisa Pengaruh Cu2+ pada Penentuan Fe dengan Pereduksi Asam Askorbat Menggunakan Metode Spektrofotometer UV-Vis Rizal Febri Ardiansyah; Djarot Sugiarso
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.71807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar konsentrasi Cu2+ mulai mengganggu analisis Fe dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Analisis tersebut dilakukan dengan menambahkan dengan sengaja ion Cu2+ ke dalam kompleks Fe(II)-fenantrolin yang telah diketahui panjang gelombang maksimumnya, kemudian diukur persen recovery, standar deviasi relatif (RSD), dan koefisien variasi (CV). Sugiarso dkk. (2019) melakukan penelitian yang membuktikan bahwa asam askorbat baik dalam mereduksi karena memiliki pH optimum 4,5; waktu optimum 15 menit dalam konsentrasi 5 ppm; memiliki persen recovery sebesar 98,068%, tetapi asam askorbat tidak dilakukan uji gangguan oleh ion Cu2+. Hasil penelitian diperoleh bahwa panjang gelombang maksimum kompleks Fe(II)-fenantrolin 510 nm, standar deviasi relatif didapat sebesar 4,13 ppt, sedangkan CV sebesar 0,413% di mana harga tersebut berada dalam kategori baik, serta konsentrasi ion Cu2+ mulai mengganggu pada 0,8 ppm dengan persen recovery sebesar 94,53%.
Analisis Korelasi Kelimpahan Ikan Gelodok (Mudskipper) dengan Konsentrasi Karbon Organik Tanah pada Hutan Mangrove Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura Puput Anggie Widhiarti Sujono; Farid Kamal Muzaki
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.62507

Abstract

Hutan Mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem lahan basah yang mampu menangkap karbon dioksida (CO2) di atmosfer dan menyimpan sebagian besar karbon dibawah permukaan tanah. Ekosistem mangrove merupakan habitat ikan gelodok yang menghabiskan sebagian besar waktunya di permukaan tanah, membuat sarang berupa lubang persembunyian di sekitar naungan mangrove, dan berperan sebagai bioindikator tanah atau kesuburan tanah yang baik untuk penanaman vegetasi mangrove. Hal ini mendasari tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan ikan gelodok, konsentrasi karbon organik tanah serta korelasinya secara statistik pada vegetasi mangrove campuran di Hutan Mangrove Desa Labuhan Kecamatan Sepulu, Madura. Pengamatan kelimpahan dilakukan secara periodik sebanyak 3 kali selama 6 minggu pada 10 plot dalam hutan mangrove, pengambilan sampel tanah dilakukan pada tiap plot yang selanjutnya dilakukan uji gravimetri untuk mengetahui konsentrasi karbon organik tanah. Data parameter lingkungan juga diambil secara periodik sebagai data pendukung. Hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi karbon organik tanah di lokasi penelitian sebesar 2,217±0,555%, kelimpahan fisik rata-rata ikan gelodok (mudkipper) 8±4.881 individu/100m2 dan kelimpahan non-fisik (lubang sarang) 10±3.281 sarang/100m2. Hasil uji korelasi Pearson antara karbon organik tanah dengan kelimpahan ikan gelodok (r = 0.193) dan lubang sarang (r = 0.083) p < 0.05, dinyatakan memiliki korelasi yang lemah, begitu pula parameter lingkungan seperti pH tanah, suhu tanah dan salinitas air terhadap karbon organik tanah.
Perbandingan Kesintasan dan Laju Pertumbuhan Lamun Thalassia hemprichii yang Ditransplantasikan dengan Empat Metode Berbeda di Perairan Pesisir Desa Labuhan Sepulu-Bangkalan Dhimas Wildan Humami; Farid Kamal Muzaki
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.62582

Abstract

Lamun diketahui sebagai salah satu sumber daya laut yang penting karena menyediakan jasa ekosistem laut secara ekologis dan ekonomis. Kondisi lamun di lokasi penelitian telah mengalami penurunan sepanjang tahun 2019; namun belum pernah dilakukan upaya restorasi lamun di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan nilai kesintasan dan laju pertumbuhan lamun yang ditransplantasi dengan empat metode yang berbeda sebagai upaya restorasi padang lamun. Metode transplantasi lamun yang digunakan pada penelitian ini adalah sprig anchor, bamboo anchor, pot gerabah dan karung goni. Nilai rata-rata laju pertumbuhan lamun tertinggi didapatkan dari metode sprig anchor sebesar 0,4±0,23 cm minggu-1, sedangkan bamboo anchor, pot gerabah, dan karung goni adalah sebesar 0,1±0,16; 0,2±0,22; dan 0,1±0,06 cm minggu-1. Selanjutnya untuk nilai tingkat kesintasan tertinggi juga didapatkan dari metode sprig anchor sebesar 100%, sedangkan bamboo anchor, pot gerabah, dan karung goni mendapatkan nilai sebesar 80%, 80%, dan 50%. Berdasarkan uji One-Way Anova dan Tukey HSD’s test, data secara statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Metode sprig anchor memiliki perbedaan laju pertumbuhan panjang daun lamun yang signifikan dengan metode bamboo anchor dan karung goni, tetapi tidak dengan metode pot gerabah dan metode terbaik adalah sprig anchor.
Uji Efektivitas Formulasi Bioinsektisida Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) terhadap Larva Spodoptera litura F. Nurlaily Alviani Kristanti; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.62860

Abstract

Tumbuhan Waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, flavonoid sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formulasi bioinsektisida cair dari bahan aktif daun waru terhadap larva Spodoptera litura F. Metode yang digunakan untuk ekstraksi daun waru yang didapatkan dari kampus ITS Surabaya adalah metode maserasi dengan etanol 96%. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 pengulangan yang terdiri dari konsentrasi ekstrak 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% menggunakan metode celup daun pada uji pendahuluan, sedangkan pada uji lanjutan menggunakan metode oles daun dengan konsentrasi 0%, 35%, 40%, 45%, 50%, dan 55%. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA one way dengan uji lanjutan Duncan dan nilai LC50 dianalisis dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi bioinsektisida cair ekstrak daun waru berpengaruh terhadap serangan larva Spodoptera litura pada tanaman pakcoy dengan konsentrasi yang paling efektif adalah konsentrasi ekstrak 45%. Ciri-ciri larva mati akibat pemaparan bioinsektisida adalah tubuh larva mengeras, berwarna cokelat sampai kehitaman, dan tubuh mengkerut.
Studi Literatur Tentang Teknik Liofilisasi untuk Preservasi Bakteri Shifa Syafira Rachmat; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.62855

Abstract

Liofilisasi adalah teknik konservasi dengan proses sublimasi cepat dalam kondisi vakum yang dapat diterapkan untuk produksi biofertilizer komersial. Liofilisasi menghasilkan produk bakteri kering yang stabil secara struktur, viabilitas bakteri yang tinggi pada penyimpanan lama dan mudah ditransportasikan. Salah satu tahapan penting dalam liofilisasi adalah kultur bakteri dan agen lioprotektan yang menjaga viabilitas sel selama penyimpanan. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mencari medium pertumbuhan alternatif yang ekonomis, serta mencari agen lioprotektan terbaik. Data dari jurnal, prosiding dan laporan penelitian, disusun dan dianalisis secara deskriptif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa lentil hitam (Vigna mungo), kacang hijau (Vigna radiata), splitpea yellow (Pisum sativum), kacang tunggak (Vigna unguiculata), ubi kuning (Ipomea batatas) dan ubi ungu (Dioscorea alata) mampu menjadi medium alternatif sumber nutrisi. Jumlah pertumbuhan bakteri di medium tersebut lebih banyak daripada medium paten nutrient broth dan nutrient agar. Sedangkan agen lioprotektan terbaik adalah sukrosa 5-10% dan skim milk 10-20% untuk sel tidak terimobilisasi atau skim milk 6-10% untuk sel terimobilisasi.
Perancangan Pusat Rehabilitasi bagi Pecandu Narkotika dengan Konsep Arsitektur sebagai Terapi Muhammad Ali; Andy Mappa Jaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.72234

Abstract

Penanganan bagi pecandu narkotika di Indonesia meliputi rehabilitasi secara medis maupun sosial. Namun dalam beberapa kasus, terdapat pecandu narkotika yang telah melalui masa rehabilitasi kembali menggunakan narkotika. Peristiwa ini menjadi sebuah evaluasi apakah proses rehabilitasi yang ada tidak berhasil untuk menangani permasalahan ini. Fasilitas rehabilitasi yang dulunya dianggap sebatas wadah mencoba untuk ditingkatkan sehingga dapat memberikan dampak bagi proses rehabilitas yang sedang dijalani. Berdasarkan stimulation theory, arsitektur dapat memberikan pengaruh pada pengguna melalui stimulan-stimulan yang dihadirkan oleh pengolahan elemennya. Mengacu pada teori tersebut, rancangan arsitektur dengan konsep arsitektur sebagai terapi dibuat. Menggunakan metode Frame and Sequences, rancangan dibangun dari sudut pandang pengguna dengan harapan dapat menghasilkan suatu fasilitas yang sesuai dengan keadaan. Tekstur, suara, warna, dan bau yang dihadirkan dalam rancangan ditujukan untuk mengembalikan fungsi indra pada pengguna yang terdegradasi karena penggunaan narkotika. Integrasi dengan aktivitas di lingkungan sekitar juga dihadirkan guna mempersiapkan pengguna untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat.
Housing Based on Communal Connectivity to Enhance Resilience in Response to Rob Flood Anisya Maharani; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.69917

Abstract

Rob flood is one of flood types caused by the increasing sea level rise submerging in area with lower level than the sea surface. With the hazard occurring regularly, this will be able to threaten the community’s vulnerability in responding to rob flood which includes social, economic, and physical impacts. With the existing housing precedents that lacks in providing a multifaceted aspect between users and its built environment, this paper aims to offer design concept based on communal connectivity to increase the resilience of community in responding rob flood. Communal connectivity focuses on the concept where communities are able to adapt and mitigate either pre-disaster, during disaster, and post-disaster. The study takes place in Semarang at Jl. Ngilir Timur that regularly has rob flood each year with 2050 as the time context. The typology offered in this design is a co-housing settlement with community resilience approach, where this approach focuses on ways to increase the communities‘adaptive capacity. Using force base framework, the main concept offered is a settlement with communal connectivity concept which focuses on several aspects in formal, spatial, material, construction, landscape, and utility. The main concept of this design mainly discusses on social connectivity and supported co-housing in formal and technical explorations which will be able to enhance community resilience in social, economy, and environment aspects.
Konsep Co-Living dalam Integrasi Spasial Hunian Vertikal dan Ruang Kerja Hikma Fitriani; Sarah Cahyadini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.68671

Abstract

Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2035. Fenomena ini tidak dapat dipisahkan dari mayoritas populasi Generasi Milenial. Kebutuhan perumahan yang terjangkau dan tingkat pengangguran yang tinggi karena lingkungan kerja yang kurang nyaman menjadi hal yang krusial bagi Generasi Milenial dalam menghadapi fenomena bonus demografi. Dengan menggunakan konsep co-living, perancangan ini berusaha untuk menghadirkan suatu tipologi baru dengan mengintegrasikan fungsi hunian dan tempat kerja di dalam satu objek rancang. Pendekatan arsitektur perilaku dengan metode utama behavior mapping dalam kerangka berpikir force-based framework digunakan untuk menjawab permasalahan terkait pola dan karakteristik Generasi Milenial dalam aspek work, life, and social. Metode behavior mapping dengan teknik place centered mapping yang diterapkan pada objek Koridor Co-working Space berfungsi untuk menghasilkan kebutuhan ruang, programming, kriteria desain, dan konsep desain. Objek rancang yang dihasilkan berupa hunian vertikal dengan sistem economic sharing bagi urban middle class millenial yang bekerja pada industri kreatif prioritas. Adanya konsep berbagi ruang tinggal yang didukung dengan konsep rumah tumbuh dapat memeberikan pilihan alternatif hunian terjangkau bagi Generasi Milenial di perkotaan. Selain itu, berbagi ruang kerja dan hunian dapat menjadi wadah bagi start-up kreatif untuk mengejar produktivitas dan kolaborasi antar partner. Agar objek rancang dapat menjadi katalis interaksi antar penghuni dan menciptakan ruang publik yang aktif, maka ruang komunal memiliki hirarki dan menggunakan konsep open layout. Dengan adanya objek rancang yang berbasis generasi ini diharapkan dapat meningkatkan resiliensi dan produktivitas Generasi Milenial dalam menghadapi bonus demografi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Penerapan Konsep Adaptable dan Transformable pada Peralihanfungsi Sekolah Saat Pandemi Virgine Jocela Indiari; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.68650

Abstract

Pandemi yang terjadi saat ini menjadikan sistem pembelajaran mulai dilakukan secara daring sehingga tingkat okupansi Gedung Sekolah menurun. Penurunan tingkat okupansi Gedung Sekolah menyebabkan penurunan efisiensi yang mana pada tahap pembangunannya telah mengkonsumsi banyak energi dan material. Berdasarkan dari pendekatan yang digunakan yaitu sustainable building, yang mana berfokus pada bagaimana bangunan dapat bertahan lama, perlu untuk mempertahankan tingkat okupansi bangunan. Salah satu caranya dengan mengalihfungsikan Gedung Sekolah untuk kegiatan lain, yang mana membutuhkan peran dari fleksibilitas ruang. Jika saja sebelum pandemi Sekolah telah dirancang lebih fleksibel, maka memungkinkan untuk Sekolah dapat beralihfungsi ke program lain tanpa mengalami perombakan yang signifikan sehingga tingkat okupansi Gedung Sekolah dapat dipertahankan. Objek rancang berupa SMA swasta dengan sistem day school yang dapat beralihfungsi menjadi Temporary Community Centre saat pembelajaran dilakukan secara daring dengan menerapkan konsep fleksibilitas ruang, yaitu adaptable dan transformable. Community Centre merupakan program yang terbentuk dari kumpulan aktivitas warga di sekitar lahan Sekolah yang terjadi saat pandemi dan bersifat temporer sehingga program Community Centre akan menghilang saat pandemi berakhir. Dalam proses transformasinya, metode irisan ruang digunakan untuk menghasilkan ruang baru yang dapat memfasilitasi kedua tipologi, sehingga saat beralihfungsi masing-masing tipologi dapat berfungsi secara optimal. Dengan adanya peralihan fungsi Sekolah menjadi Community Centre, menjadikan Gedung Sekolah tetap berfungsi secara optimal pada saat pandemi berlangsung, di sisi lain juga dapat memfasilitasi aktivitas warga sekitar lahan Sekolah di saat pandemi.

Page 1 of 3 | Total Record : 30