Articles
134 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2014)"
:
134 Documents
clear
Eksplorasi Tema Sebagai Upaya Memunculkan Landmark Kabupaten dalam Desain Stasiun Komuter
Majora Nuansa Al-Ghin;
Happy Ratna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7146.146 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6722
Dalam sebuah daerah dengan karakter kebudayaan yang tinggi seperti Kabupaten Ponorogo, akan sangat penting sebuah penanda atau landmark yang mampu mewakili identitas utama Kabupaten Ponorogo. Berkaitan dengan hal di atas, tema sangat berperan dalam memunculkan identitas tersebut. Objek rancang pada kasus ini adalah sebuah stasiun kereta api komuter di Kabupaten Ponorogo, dimana stasiun ini berjenis stasiun terminus yang artinya adalah stasiun akhiran di Kabupaten Ponorogo. Di dalam area lahan terdapat beberapa fasilitas pendukung diantaranya adalah pasar, pertokoan, minimarket, hingga rumah makan dan cafe. Tema yang dipilih adalah “Reog”. Merupakan ikon dari Kabupaten Ponorogo berupa tarian yang namanya sudah terkenal hingga luar negeri. Pendekatan tema desain stasiun adalah secara analogik yaitu menganalogikan bentuk reog (dadak merak) ke dalam desain bangunan stasiun, mulai dari unsur ketegasan, hingga unsur lekuk gemulai dari tari reog.
Pendekatan Rancang Metafora dalam Perancangan Kafe dan Karaoke
Nadia Arrumaisa;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2705.506 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6724
Dalam melakukan pendekatan rancang banyak cara yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan sudut pandang metafora. Objek yang akan dirancang dengan menggunakan metode ini adalah Kafe dan Karaoke Tunjungan. Kafe dan Karaoke Tunjungan adalah tempat yang berfungsi sebagai tempat hiburan keluarga yang berlokasi di tengah Kota Surabaya. Adanya tema rancang layang-layang, merupakan pendekatan yang berasal dari setiap isu yang ada, sehingga tujuan utama dari perancangan kafe dan karaoke ini adalah sebagai sebuah fasilitas hiburan keluarga. Penerapan dari tema rancang layang-layang ini terlihat pada eksterior, interior, dan fasad bangunan.
Penerapan Tema “Piring” dalam Perancangan Objek Wisata Kuliner
Atikah Atikah;
Bambang Soemardiono;
Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4626.242 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6726
Didalam merancang terdapat berbagai cara untuk melakukan pendekatan objek rancang, salah satunya dengan tema, adapun tema yang di pilih ialah Piring, dan objek rancang yang menggunakan pendekatan tersebut ialah Pusat Wisata Kuliner Khas Sidoarjo. Wisata Kuliner ialah suatu tempat yang menampung berbagai macam jenis kegiatan kuliner serta menampung para PKL yang ada di Sidoarjo di dalam satu kawasan kuliner. Pendekatan tema rancangan yang di terapkan pada objek tersebut menggunakan pendekatan Metafora, yaitu combine metaphor. Isu yang di pilih berdasarkan dari tema piring akan diwujudkan melalui bentuk dan penataan ruang luar. Hasil rancangan berupa bangunan yang mengambil karakter dari susunan vertikal piring yang fleksibel, sedangkan bagian ruang luar menggunakan karakter piring sebagai tempat sajian, ruang luar akan di rancang sebagai tempat yang menyajikan tempat kuliner yang menarik.
Konsep Perancangan Menara Surabaya Sebagai Landmark dalam Fenomena ‘Iconisation’
Angga Dwi Susilohadi;
Bambang Soemardiono;
Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2647.461 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6739
Keunikan dan keistimewaan adalah hal yang penting yang harus dimiliki untuk mendapatkan perhatian. Citra yang dihasilkan dari keunikan inilah yang akan membentuk suatu keistimewaan yang akan menjadi pembeda akan suatu hal lainnya. Arsitektur merupakan cara dalam pembentukan citra pada lingkup kota, salah satunya adalah dengan menghadirkan Titik Orientasi Visual (Landmark). Ikonisasi Menara Surabaya hendaknya memiliki tolak ukur untuk menentukan keberhasilan dari kehadirannya. Dengan dirumuskan terlebih dahulu mengenai kriteria yang tepat, maka dihasilkan konsep perancangan Menara Surabaya
Arsitektur Nokturnal: Menghadirkan Ruang Gelap dalam Terang
Theodorus Mulyanandrio Wicaksono;
I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.273 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6740
Permasalahan intensitas cahaya lingkungan pada stasiun pengamatan antariksa menjadi isu yang sering dijumpai pada fasilitas penelitian ini. Penataan tata ruang yang tidak baik, semakin mendukung permasalahan tersebut. Selain itu, kebiasaan peneliti yang bekerja secara aktif di malam hari dan beristirahat di siang hari (nokturnal), menjadi satu pokok masalah yang unik untuk diangkat dalam penyelesaian desain. Terhadap permasalahan tersebut pendekatan tematik dengan metode metafora dipilih untuk menjawab permasalahan tersebut. Hasilnya ialah konsep desain yang kontradiktif dengan menghadirkan ruang gelap dalam terang. Konsep ini diwujudkan dengan pemanfaatan teknologi yang dapat mengatur kuantitas cahaya.
Penerapan Tema “Airways” dalam Perancangan Bandara Blimbingsari
Mohammad Firmansyah;
Ispurwono Soemarno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7955.534 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6741
Dewasa ini semakin meningkatnya pengguna modal transportasi udara yang berimbas dengan semakin banyaknya peredaran pesawat di udara Indonesia yang mengakibatkan semakin penuh sesaknya bandara-bandara, terutama yang berada di kota besar. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pengembangan bandara-bandara itu sendiri. Bandara Blimbingsari adalah salah satu bandara yang memiliki potensi untuk di kembangkan karena selain memiliki lahan yang terbulang cukup potensi yang ada di Banyuwangi sendiri tempat bandara ini berada juga sangat mendukung untuk adanya bandara yang lebih layak. Tema yang di gunakan dalam merancang Bandara Blimbingsari ini adalah Airways. Dimana yang menjadi inti dari airways ini adalah pergerakannya yang tidak memiliki jalur yang baku (abstrak) akan tetapi memiliki titik penting yang menjadi awalan maupun akhirnya.Maka konsep yang akan di terapkan dari tema ini adalah bagaimana menghadirkan suatu bandara yang dapat menciptakan emosi antara bandara dengan Banyuwangi.
Pendekatan Tema Ramah Lingkungan pada Rancangan Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup
Nur Maghfirotun Nisa;
Sri Nastiti Ekasiwi;
Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3064.042 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6752
Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup (PPLH) merupakan tempat kegiatan untuk memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan sumber daya alam lingkungan sekitarnya. PPLH dirancang untuk mengembangkan kawasan Gresik ke depannya sebagai kawasan berwawasan lingkungan. Dengan pendekatan tema ekologi arsitektur, rancangan pusat pelatihan ini mampu menjadi sebuah tempat yang dapat memenuhi wawasan edukasi dan pengolahan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Dari memahami potensi sumber daya alam dan permasalahannya, PPLH di rancang dengan memanfaatkan potensi lingkungan eksisting (jenis tanah, kontur lahan dan material). Sehingga Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup dapat mewadahi semua kegiatan pelatihan dan memberikan pengaruh positif di daerah Gresik dalam menciptakan daerah yang berwawasan lingkungan.
Pendekatan Tema Ekspresi Pada Objek Rancangan Pusat Kesenian Tari Probolinggo
Aprilia Fitriani;
Endrotomo Endrotomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2437.619 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6753
Landmark merupakan salah satu unsur pembentuk karakter kawasan yang dapat diartikan sebagai penanda. Keberadaan landmark berfungsi sebagai orientasi bagi pengunjung. Dalam menentukan orientasi agar mudah dikenal oleh pengunjung, maka desain landmark menggunakan pendekatan tema ekspresi. Pendekatan tersebut dapat direpresentasikan melalui aspek fungsi dan estetika baik pada ruang, bentuk, dan struktur bangunan. Dengan perpaduan kedua aspek yaitu fungsi dan estetika tersebut mampu memberikan kesan ekspresif pada bangunan. Selain disesuaikan dengan kesatuan lingkungan sekitar juga potensi-potensi yang terdapat disekitar kawasan objek rancangan. Bentukan ekspresif tidak hanya ditonjolkan pada interior untuk menunjukkan level dan kesan ruang, namun juga pada eksterior bangunan untuk menegaskan kembali identitas kota atau kawasan
Pendekatan Tema Jelajah dalam Konsep dan Rancangan Perpustakaan sebagai Ruang Publik
Rahma Sakinah;
Murni Rachmawati;
Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5800.051 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6800
Tema merupakan salah satu pendekatan perancangan yang umum dilakukan. Tema merupakan panduan, pedoman, dan arahan yang dapat menuntun perancang untuk membuat konsep yang dapat memecahkan permasalah dalam suatu obyek rancangan. Tema untuk obyek rancang perpustakaan dipilih dengan mempertimbangkan permasalahan utama obyek, yaitu belum mampunya perpustakaan menjadi ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kesan perpustakaan di mata masyarakat yang cenderung kaku dan tidak ramah. Tema “Jelajah” memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan kaku. Pendekatan tema pada obyek rancang dilakukan secara metafora dengan mengaplikasikan karakteristik-karakteristik “Jelajah” pada berbagai macam aspek rancang. Dengan pendekatan tema “Jelajah” tersebut dihasilkan rancangan perpustakaan yang menarik dan jauh dari kesan kaku dan tidak ramah
Pendekatan Tema Koneksi pada Rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta
Adiar Ersti Mardisiwi;
Murni Rachmawati;
Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5212.442 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6804
Kota Yogyakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mencanangkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau “Perpustakaan Masyarakat” berbasis Rukun Warga (RW). Sejak tahun 2007, kini 237 TBM telah berdiri diantara 615 RW. Kebijakan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Namun, desain perpustakaan dewasa ini cenderung menjenuhkan. Perpustakaan Kota Yogyakarta yang sudah ada pun belum mencerminkan budaya Yogyakarta. Kapasitas Perpustakaan Kota Yogyakarta juga masih terlalu kecil untuk disebut perpustakaan kota. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah taman baca yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Yogyakarta, mencerminkan budaya lokal, serta dapat menjadi ruang publik yang menyenangkan. Tema ‘koneksi’ diaplikasikan pada rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta dengan metode studi kasus, survei lapangan, serta pembagian acak kuesioner preferensi pengujung Perpustakaan Kota Yogyakarta. Lokasi terpilih ialah di bantaran Kali Code karena atmosfernya yang tenang dan memenuhi kriteria untuk didirikan taman baca. Rancangan ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai fungsi perpustakaan umum sehingga dapat berperan sebagai ruang publik untuk menggali informasi melalui media apapun, tanpa batas waktu dan batas apapun