cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 279 Documents clear
Analisis Dinamika Model Penyebaran Penyakit Menular Tipe SEIRS Berkaitan Dengan Transportasi Antar-Dua Kota Devi Yolanda; Erna Apriliani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.18 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18654

Abstract

Transportasi antar dua kota merupakan salah satu factor utama yang mempengaruhi penyebaran penyakit menular. Untuk mengetahui dampaknya, sebuah model penyebaran penyakit menular dengan tipe SEIRS diformulasikan dan dianalisis. Analisis model kestabilan secara bebas penyakit dan endemic dengan menunjukkan kestabilan asimtotik local pada keduanya. Hasilnya mengatakan bahwa hubungan transportasi dapat membuat keadaan menjadi endemic pada masing-asing wilayah sehingga orang yang terinfeksi akan seakin bertambah dengan melakukan perpindahan antar dua kota. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi untuk mencegah penyebaran lebih luas lagi.
Konstruksi Model Matematika pada Terjun Payung dengan Akrobat Perubahan Posisi Sebelum Parasut Dibuka Asmianto Asmianto; Hariyanto Hariyanto; Iis Herisman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.859 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18736

Abstract

Konstruksi model matematika dari pergerakan penerjun payung selama di udara sebelum parasut dibuka menggunakan hukum II newton yaitu . Posisi penerjun payung setelah keluar dari pesawat langsung membentangkan badannya sehingga tercipta hambatan udara yang besar. Adanya gaya hambat udara mengakibatkan pergerakan penerjun tidak langsung bergerak turun secara vertikal kebawah namun juga bergeser kearah horisontal dan membentuk lintasan parabola. Kecepatan penerjun semakin ke bawah semakin meningkat sampai pada akhirnya penerjun mencapai kecepatan terminal, yaitu posisi dimana gaya hambat udara besarnya sama dengan gaya gravitasi (gaya berat) penerjun. Pada tugas akhir ini diasumsikan penerjun payung dengan massa 91.6 kg (termasuk peralatan) melompat dari pesawat pada ketinggian 5000 meter dan penerjun mencapai ketinggian  meter pada detik ke 32. Pada detik ini merupakan batas terakhir bagi penerjun payung untuk membuka parasut, karena jika terlambat 1 detik saja bisa membahayakan keselamatan penerjun.
Aliran Fluida Magnetohidrodinamik Viskoelatis Tersuspensi yang Melewati Pelat Datar Rina Sahaya; Basuki Widodo; Chairul Imron
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.196 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19647

Abstract

Fluida viskoelastis adalah salah satu tipe dari fluida non-Newtonian yang memiliki sifat viskos(kental) dan elastis Aplikasi dari fluida viskoelastis sangat penting  terutama pada industri pertahanan, pengeboran minyak, dan industri makanan, sehingga banyak penelitian yang dilakukan tentang fluida viskoelastis. Salah satu pembahasan yang menarik untuk dikaji adalah aliran  fluida  magnetohidrodinamik  viskoelastis dengan adanya partikel suspensi didalamnya. Aliran fluida tersebut mengalir dari bawah dan melewati pelat datar yang kemudian menimbulkan lapisan batas  (boundary layer). Persamaan lapisan batas tersebut  kemudian  ditransformasikan kebentuk non-dimensional menggunakan variabel non-dimensional, selanjutnya diubah ke persamaan similaritas menggunakan fungsi alir (stream function). Persamaan similaritas tersebut kemudian  diselesaikan secara numerik menggunakan metode Keller-Box. Hasil numerik yang diperoleh kemudian disimulasikan dan dianalisis pengaruh parameter bilangan Prandtl, viskoelastik, magnetik dan nilai densitas  partikel  suspensi terhadap profil kecepatan dan profil temperatur. Dari hasil simulasi, kecepatan mengalami peningkatan ketika parameter viskoelastik ( ), variasi bilangan  Prandtl ( ), parameter magnetik( ) mengalami penurunan, dan variasi nilai densitas partikel suspensi ( ) mengalami peningkatan. Sedangkan temperatur meningkat dengan meningkatnya parameter viskoelastik ( ) dan parameter magnetik ( ), dan menurun dengan meningkatnya variasi bilangan  Prandtl ( ) dan nilai densitas partikel suspensi ( ).
Simulasi Numerik Aliran Fluida pada Permukaan Peregangan dengan Kondisi Batas Konveksi di Titik-Stagnasi Ahlan Hamami; Chairul Imron
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.174 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19743

Abstract

Simulasi numerik aliran fluida pada permukaan peregangan dengan kondisi batas konveksi di titik-stagnasi dibahas dalam Tugas Akhir ini. Persamaan pembangun yang diperoleh dalam bentuk persamaan dimensional, ditransformasikan menjadi persamaan similaritas menggunakan variabel similaritas dan stream function. Persamaan similaritas yang berbentuk persamaan diferensial biasa (PDB) kemudian diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta-Fehlberg. Berdasarkan simulasi numerik diperoleh bahwa pengaruh dari bilangan Prandtl dan parameter peregangan yang meningkat mengakibatkan menurunnya profil temperatur. Sebaliknya, semakin meningkatnya parameter konveksi mengakibatkan peningkatan juga pada profil temperatur.
Bilangan Kromatik Dominasi pada Graf-Graf Hasil Operasi Korona Muh. Alwan Hadi; Darmaji Darmaji; Suhud Wahyudi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.464 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20850

Abstract

Diberikan graf , pewarnaan kromatik dominasi ialah pewarnaaan simpul (proper coloring) graf dengan tambahan sifat setiap simpul mendominasi semua kelas warna. Warna minimum yang digunakan dalam pewarnaan kromatik dominasi graf disebut bilangan kromatik dominasi graf dinotasikan dengan . Makalah ini membahas bagaimana mendapatkan kromatik dominasi dari graf dengan adalah graf hasil operasi korona dari dua graf yakni Lintasan dan Lingkaran. Selain itu, dibahas juga graf hasil operasi korona antara Graf lengkap dengan Lintasan dan Lingkaran. Berdasarkan pengamatan didapatkan bahwa Bilangan kromatik dominasi ­ untuk , dengan graf terhubung order dan Lintasan order , dan ­ , dan | , berturut-turut untuk genap, dan gasal dengan Lingkaran order
Pengendalian Kualitas Produk Pakan Ternak di PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Gedangan Devi Novitasari; Sri Mumpuni Retnaningsih
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.618 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16148

Abstract

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Gedangan merupakan perusahaan yang menduduki peringkat kedua dalam penguasaan pangsa pasar pakan ternak di Indonesia, namun pengendalian kualitas hanya dilihat secara deskriptif dimana hal tersebut tidak selalu menunjukkan kebaikan suatu proses. Hasil produksi pada bulan Mei hingga Oktober 2015 sebanyak 7,21 persen pakan ternak tipe G 11 S Crumble tidak memenuhi spesifikasi perusahaan disebabkan oleh adanya over atau under weight yang sering diabaikan oleh operator, sehingga karakteristik kualitas yaitu kandungan calcium (Ca) dan protein keluar dari batas spesifikasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian kualitas secara statistik untuk mengetahui kebaikan proses secara menyeluruh yang dapat diukur dari kapabilitas poses. Pada penelitian ini digunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Variance (MEWMV) untuk mendeteksi perubahan variabilitas proses dan Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA) untuk mendeteksi perubahan rata-rata proses. Hasil pengendalian menggunakan diagram kendali MEWMV didapatkan nilai pembobot yang paling optimal untuk ω sebesar 0,3 dan λ sebesar 0,4 sedangkan pembobot optimal diagram kendali MEWMA adalah 0,4. Baik pada fase satu maupun fase dua, variabilitas terkendali secara statistik sedangkan rata-rata  proses tidak terkendali secara statistik karena ada data yang out of control. Kapabilitas proses menggunakan MPp dan MPpk menunjukkan proses tidak kapabel baik pada fase satu maupun fase dua. Nilai MPp fase satu bernilai 0,795 dan MPpk sebesar 0,73 sedangkan MPp fase dua bernilai 0,91 dan MPpk sebesar 0,63.
PEMODELAN PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA UTARA DENGAN PENDEKATAN EKONOMETRIKA SPASIAL DATA PANEL Ongki Novriandi Purba; Setiawan Setiawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.398 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16397

Abstract

Salah satu indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan suatu wilayah dapat dilihat dari pertumbuhan ekonominya. Dalam analisis pertumbuhan ekonomi, indikator yang menunjukkan pertumbuhan nyata ekonomi suatu wilayah adalah PDRB atas dasar harga konstan. Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah memiliki kecenderungan berkaitan dengan wilayah sekitarnya, sehingga diperlukan model ekonometrika spasial yang dapat mengakomodasi adanya keterkaitan antar wilayah tersebut. Pada penelitian ini  menggunakan pemodelan pertumbuhan ekonomi dengan model ekonometrika spasial data panel. Model spasial yang dibangun dalam penelitian ini yaitu Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) dengan melibatkan model panel pooled, fixed effects dan random effects menggunakan prosedur estimasi maximum likelihood. Terdapat dua pembobot spasial yang digunakan, yaitu pembobot queen contiguity dan customize. Pembobot queen contiguity dibentuk berdasarkan ketersinggungan sisi sudut. Pembobot customize dibentuk berdasarkan faktor lain yaitu keterkaitan infrastuktur berupa jalan nasional, jalan provinsi serta Kota Medan sebagai pusat perekonomian. Model terbaik pada pemodelan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara adalah SAR pooled dengan pembobot queen contiguity, dengan variabel signifikan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara adalah pendapatan asli daerah dengan elastisitas sebesar 0,4044, belanja modal dengan elastisitas sebesar 0,6144 dan rumah tangga pengguna listrik dengan elastisitas sebesar 0,6609.
Pemodelan Curah Hujan dengan Pendekatan Model ARIMA, Feed Forward Neural Network dan Hybrid (ARIMA-NN) di Banyuwangi Yudi Susanto; Brodjol Sutijo Suprih Ulama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.892 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16409

Abstract

Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya akan keindahan alamnya, banyak terdapat tempat wisata antara lain Pantai Bama, Watu Dodol, Rajeg Wesi, Sukomade, Pulau Merah dan Pantai Plengkung. Selain itu di Banyuwangi juga terdapat Taman Nasional Meru Betiri dan Cagar Alam Baluran. Banyuwangi juga merupakan lumbung padi terbesar di Jawa Timur. Salah satu faktor alam yang berpengaruh terhadap produksi padi adalah curah hujan. Pada data curah hujan selain terdapat pola linier diduga juga terdapat pola non linier. Pada penelitian ini akan digunakan digunakan pemodelan linier yaitu ARIMA dan non linier yaitu Feed Forward Neural Network (FFNN) dan Hybrid (ARIMA-NN). Dari hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan model ARIMA terbaik adalah ARIMA ([1,13,17],0,0) (1,0,0)12 dengan nilai RMSE sebesar in sample 0,909 dan RMSE out sample sebesar 1,351. Model FFNN terbaik yang didapatkan adalah FFNN (3,3,1) dengan variabel input lag yang signifikan pada model ARIMA yaitu zt-1, zt-12 dan zt-13 dengan nilai RMSE in sample sebesar 1,002 dan RMSE out sample sebesar 1,017 serta pada pemodelan Hybrid, model utama yang digunakan adalah ARIMA ([1,13,17],0,0)(1,0,0)12 dengan model FFNN yang terbentuk adalah FFNN (4,5,1) dengan nilai RMSE berturut-turut 0,851 dan 1,231. Dari ketiga metod tersebut pemodelan dengan FFNN (3,3,1) menghasilkan nilai RMSE out sample yang paling kecil.
Pemodelan Ketahanan Pangan di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Probit Ordinal Deby Lolita Permatasari; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.199 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16530

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap saat termasuk di Indonesia. Kebijakan tentang pangan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2012. Berdasarkan FSVA tahun 2015 yang merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan, diketahui sebesar 8% wilayah di Indonesia mengalami penurunan tingkat ketahanan pangan. Provinsi tersebut diantaranya adalah Provinsi Papua, diikuti dengan NTT, Maluku, dan Papua Barat. Papua menjadi provinsi dengan persentase tertinggi di beberapa variabel seperti persentase penduduk hidup dibawah garis kemiskinan yaitu sebesar 31,52%, persentase keluarga yang tinggal di desa dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan (>5 km) sebesar 40,65%, dan variabel persentase perempuan buta huruf sebesar 39,84%. Dikarenakan pola data prioritas ketahanan pangan yang digunakan bersifat kategori bertingkat, maka pemodelan dilakukan menggunakan regresi probit ordinal. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode backward dalam pemilihan model terbaik adalah digunakannya lima variabel prediktor yang signifikan terhadap model, dan nilai koefisien determinasi sebesar 57,5%.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline di Jawa Tengah Ni Putu Dera Yanthi; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.13 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16531

Abstract

Manusia merupakan salah satu modal dasar yang dimiliki oleh suatu bangsa. Pada tahun 1990, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan suatu ukuran standar pembangunan manusia yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). Pada tahun 2013, Jawa Tengah memiliki nilai IPM sebesar 68,02 yang termasuk dalam kategori menengah atas belum mencapai kategori tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pembangunan di provinsi Jawa Tengah belum bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Tindakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan nilai IPM adalah dengan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi IPM di Jawa Tengah. Metode statistika yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel respon dengan variabel prediktor adalah analisis regresi. Pada penelitian ini, pola data IPM dan faktor-faktor yang memengaruhi IPM di provinsi Jawa Tengah dilihat dari scatterplot memiliki pola data yang tidak diketahui bentuk polanya sehingga metode  yang dapat digunakan adalah regresi nonparametrik spline. Model terbaik didapatkan dari titik knot optimal berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) terkecil. Berdasarkan penelitian ini, model regresi nonparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi knot (3,3,2,1,2) dan lima variabel signifikan yaitu tingkat partisipasi angkatan kerja, rasio sekolah-siswa, kepadatan penduduk, angka kesakitan, dan PDRB/1juta setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah. Model tersebut memiliki R2 sebesar 93,14% dan MSE sebesar 6,45564.

Page 2 of 28 | Total Record : 279