cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Isolasi Bakteri Karbonoklastik Dari Pegunungan Kapur Gian Rukmana; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.598 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25222

Abstract

Bakteri karbonoklastik adalah bakteri yang dapat menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3). Presipitasi CaCO3 oleh bakteri dikarenakan adanya aktifitas urease yang menghidrolisis urea menjadi amonium sehingga meningkatkan pH lingkungan dan membentuk ion karbonat, yang selanjutnya berikatan dengan ion kalsium terbentuk CaCO3. Inokulum bakteri karbonoklastik diisolasi dari pegunungan kapur di Gresik , Bangkalan dan Tuban . Isolasi menggunakan medium selektif CCP (Calcium Carbonate Precipitation). Koloni yang tumbuh dipurifikasi selanjutnya dilakukan uji konfirmasi keberadaan urease. Isolat terpilih di identifikasi dengan panduan Bergey’s Manual of Determinative Bacteria. Semua isolat yaitu SG 2, SG 3, SG 4, SG 5 (dari Gresik), JB 2 , JB 3 (dari Bangkalan), AT 2, AT 3 (dari Tuban) dapat menghasilkan urease dan membentuk kristal CaCO3. Isolat SG 3, SG 4, JB 2 , JB 3, AT 2, AT 3 teridentifikasi sebagai genus Bacillus, isolat SG 2 terindentifikasi sebagai genus Sulfidobacillus dan isolat SG 5 teridentifikasi sebagai genus Escherichia.
Pengaruh Pseudomonas PL01 dan Monosodium Glutamat terhadap Bakteri Indigenous Pasir dalam Mendegradasi Plastik Intan Prima Sari; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.141 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25256

Abstract

Peningkatan jumlah penggunaan plastik dapat menjadi polutan bagi lingkungan. Salah satu alternatif penangannya adalah melalui proses biodegradasi oleh bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Pseudomonas PL01 dan monosodium glutamat terhadap bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik pada skala lapangan dengan metode penimbunan. Plastik hitam, putih dan transparan berukuran 6 x 10 cm ditimbun pada tanah pasir dengan kedalaman 10 cm lalu ditambahkan Pseudomonas PL01 dan/atau 1 g/L MSG dalam polybag yang diletakkan di ruang terbuka, lalu diinkubasi selama 12 minggu. Setiap 3 minggu dilakukan pengukuran kepadatan sel biofilm pada permukaan plastik, visualisasi biofilm menggunkan methylene blue, velositas dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Pseudomonas PL01 dan/atau 1 g/L MSG dapat berpengaruh pada bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik. Kepadatan sel pada bakteri indigenous pasir tanpa penambahan Pseudomonas PL01 dan/atau 1 g/L MSG mencapai 1,16; 1,08 dan 0,90 AU pada plastik hitam, putih dan transparan.Velositas sebagai salah satu parameter juga menunjukkan adanya perubahan waktu apung plastik dari minggu ke-3 yaitu 18,45; 12,51 dan 10,61 detik menjadi 40,34; 37,47 dan 24,49 detik pada minggu ke-12. Hasil FTIR menunjukkan adanya penurunan % transmitan dari minggu ke-6 hingga minggu ke-12 dan perubahan gugus fungsional pada rantai hidrokarbon plastik.
Produksi Benih Sintetik Teh Camellia sinensis Alvhi Widya Calandry; Wirdhatul Muslihatin; sutini sutini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.331 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25415

Abstract

Teh (Camellia sinensis) memiliki kandungan dan manfaat yang banyak, sehimgga diperlukan alternatif untuk mendapatkan benih teh dalam waktu yang singkat dan dalam jumlah banyak. Salah satu alternatif adalah dengan melakukan perbanyakan tanaman secara vegetatif melalui pendekatan bioteknologi yaitu teknik Kultur In Vitro dan teknik enkapsulasi embriosomatik yang dapat menghasilkan benih sintetik. Tujuan dari penelitian ini untuk produksi benih sintetik dari embriosomatik guna penyediaan benih yang dapat disimpan dalam waktu yang lama. Benih sintetik Teh dengan bahan tanam embriosomatik yang dienkapsulasi menggunakan alginat 4% sehingga kapsul tidak terlalu padat dan memungkinkan benih dapat tumbuh dan berkecambah. Karakteristik benih sintetik yang dihasilkan yaitu tekstur benih sintetik padat namun tidak terlalu keras, masih rentan rusak apabila tidak hati-hati ketika memindahkan.. Benih sintetik berwarna hijau kekuningan dengan diameter 5,5 – 5,7 mm dan berat basah 260-290 mg.
Pengaruh Cekaman Salinitas Tinggi Terhadap Morfologi Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas Pulut URI dan Srikandi Putih Taruk Allo, Risvia Pakan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25441

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan serealia paling penting setelah padi dan gandum. Kebutuhan akan jagung yang semakin meningkat, tetapi produksi menurun karena berkurangnya lahan pertanian. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan lahan marginal. Pantai merupakan salah satu lahan marginal potensial, namun kendala utama lahan ini adalah kandungan garam yang tinggi sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan morfologi tanaman jagung (Zea mays L.) varietas Srikandi Putih dan Pulut URI pada kondisi cekaman salinitas tinggi. Perlakuan cekaman dilakukan pada saat fase vegetatif secara in vivo dan konsentrasi NaCl yang digunakan adalah  0, 5000, dan 10000 ppm. Pengamatan morfologi dianalisis menggunakan ANOVA faktorial dan Uji DUNCAN taraf 5%. Empat dari lima parameter yang diamati, tanaman jagung Varietas Srikandi Putih menunjukkan ketahanan terhadap cekaman salinitas dibandingkan dengan varietas Pulut URI. Pada parameter tinggi tanaman, luas daun, berat basah, dan berat kering berturut-turut, pada konsentrasi 10000 ppm Srikandi putih memiliki nilai sebesar 4.983 cm, 10.834 cm2, 1.325 gr, dan 0.205 gr. Sedangkan pada parameter panjang akar, varietas Pulut URI memiliki panjang sebesar 17.833 cm dibandingkan varietas srikandi putih yang hanya sebesar 15.5 cm di perlakuan 10000 ppm.
Respon Perkecambahan Benih Padi (Oryza sativa L.) Varietas Lokal SiGadis Hasil Iradiasi Sinar Gamma Irine Prabhandaru; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.974 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25544

Abstract

Padi Bengawan merupakan klon varietas lokal yang potensial karena memiliki wangi yang khas dan memiliki rasa yang enak, beberapa klon varietas ini memiliki ketahanan terhadap penyakit blas leher, contoh varietas padi Bengawan adalah SiGadis. Tetapi, padi varietas lokal SiGadis tidak tahan kekeringan sehingga perlu dilakukan peningkatan status ketahanan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan varietas lokal adalah melakukan induksi mutasi iradiasi sinar gamma. Dosis iradiasi sinar gamma yang diberikan pada benih padi adalah 0 Gy, 100 Gy, 200 Gy, dan 300 Gy. Klon varietas SiGadis hasil iradiasi sinar gamma dianalisis dengan Anova one way dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Iradiasi sinar gamma pada benih tanaman padi varietas SiGadis memberikan pengaruh yang tidak signifikan. Peningkatan dosis iradiasi menurunkan daya berkecambah dan keserempakan tumbuh benih. Sampel kontrol dan 100 Gy didapatkan hasil yang sama yaitu sebesar 80%, sedangkan 200 Gy dan 300 Gy terjadi penurunan secara berturut-turut sebesar 70% dan 60%. Sedangkan parameter laju perkecambahan kontrol dan perlakuan 300 Gy didapatkan hasil yang sama yaitu selama 4 hari, sedangkan pada 200 Gy selama 4 hari 20 menit dan 100 Gy didapatkan hasil yang paling lama yaitu 4 hari 30 menit. Iradiasi sinar gamma dapat memberikan informasi mengenai ketahanan varian baru dari benih padi varietas lokal SiGadis.
Produksi Benih Sintetik Tanaman Moringa oleifera Chusnul Eka Safitri Himayani; Wirdhatul Muslihatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.848 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25723

Abstract

Perbanyakan tanaman Moringa oleifera secara generatif cukup sulit dilakukan karena kemampuan perkecambahan bijinya rendah kelangsungan hidupnya rendah, pertumbuhan membutuhkan waktu yang lama dan kurangnya metode perbanyakan secara vegetatif. Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan melakukan perbanyakan tanaman secara vegetatif melalui pendekatan bioteknologi yaitu teknik kultur in Vitro dan teknik enkapsulasi yang dapat menghasilkan benih sintetik. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tahapan yang dilakukan pada proses produksi benih sintetik tanaman Moringa oleifera. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah induksi kalus embriogenik dalam medium MS + NAA 1 mg/L + Kinetin 1 mg/L. Kemudian kalus embriogenik  yang didapatkan akan dipindahkan ke medium maturasi BAP 3 mg/L. Pada tahap maturasi terjadi perkembangan kalus embriogenik menjadi embrio somatik. Embrio somatik yang didapatkan akan dienkapsulasi menggunakan Alginat dengan konsentrasi 4% dan diletakkan di CaCl2 konsentrasi 75 mM, saat benih sudah mengeras dibilas menggunakan aquades. Benih yang dhasilkan memiliki warna bening dan embrio berwarna putih kekuningan dengan diameter berkisar 5,2 – 5,7 mm dan memiliki berat basah berkisar 90 – 280 miligram.
Profil Protein Bakteri Ureolitik Idea Rahmania Machsun; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.595 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25813

Abstract

Bakteri ureolitik dapat menghasilkan Urease yang dapat menghidrolisis urea. Bakteri ureolitik dapat ditemukan pada daerah berkapur yang mempunyai pH alkali. Salah satu produk metabolit pada bakteri adalah protein. Protein profiling bertujuan untuk melihat protein yang diturunkan dari organisme untuk menghasilkan informasi tentang protein organisme secara keseluruhan Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil protein dari bakteri ureolitik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini diantaranya isolasi dan purifikasi bakteri dari pegunungan kapur di Jawa Timur. Selanjutnya dilakukan ekstraksi protein untuk analisis protein dengan menggunakan SDS PAGE. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pita protein yang terbentuk berjumlah 11 sampai 18 dengan rentang berat molekul antara 8-132 kDa. Isolat yang mempunyai pita protein paling banyak adalah isolat AT3 dengan jumlah pita protein 18 dengan rentang berat molekulnya 9-132 kDa. Sedangkan isolat yang mempunyai pita protein paling sedikit adalah SG3 dengan 11 dengan rentang berat molekulnya 9-124 kDa.
Pengaruh Bacillus PL01 dan Monosodium Glutamat terhadap Bakteri Indigenous Pasir dalam Mendegradasi Plastik Dian Yanita Rahmi; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.289 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25997

Abstract

Semakin meningkatnya sampah plastik ini akan mencemari lingkungan. Salah satu penyelesaiannya dapat dilakukan dengan proses biodegradasi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Bacillus PL01 diketahui mampu bersinergi dengan bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik di skala laboratorium dengan penambahan 1 gr/L Monosodium glutamat (MSG), sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh dari Bacillus PL01 dan MSG  terhadap bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik dengan metode penimbunan tanah dalam skala lapangan selama 12 minggu masa inkubasi. Setelah 12 minggu masa inkubasi, pertumbuhan bakteri indigenous pada permukaan plastik transparan sebesar 0,9 AU, sedangkan pada penambahan Bacillus PL01 dan 1 gr/L MSG pertumbuhannya mengalami penurunan yakni 0,3AU. Degradasi juga diamati dari kecepatan waktu apung plastik, yaitu plastik transparan sebelum didegradasi kecepatannya hanya mencapai 10.54 detik dan ketika plastik transparan telah didegradasi kecepatannya mencapai 28.71 detik, sehingga dapat disimpulkan bahwa bakteri indigenous pasir mampu mendegradasi plastik.  
Degradasi Plastik oleh Bacillus PL01 pada Medium Air Kolam dengan Penambahan Monosodium Glutamat Auliya Triasita Rizqy; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25999

Abstract

Plastik merupakan suatu komoditi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tiap tahunnya limbah yang dihasilkan juga semakin meningkat dan menyebabkan permasalahan lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan dan degradasi plastik kresek oleh isolat bakteri Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 pada medium air kolam steril dengan penambahan 1 g/L MSG. Bakteri Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 yang telah terbukti mampu melakukan degradasi plastik. Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada sedimen perairan yang memanfaatkan nutrisi dalam sedimen dan perairan baik berupa organik maupun anorganik untuk pertumbuhan selnya. Monosodium glutamat (MSG) juga terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan membantu dalam proses metabolisme sel. Hasil Penelitian ini adalah setelah minggu ke-12 masa inkubasi pertumbuhan biofilm Bacillus PL01 dengan 1 g/L MSG pada plastik, putih, dan transparan menurun menjadii 0,108; 0,093; 0,107 AU. Sedangkan Pseudomonas PL01 meningkat menjadi 0,187; 0,163; 0,163 AU pada minggu ke-12 masa inkubasi. Velositas pada plastik hitam, putih dan transparan yang telah didegradasi oleh Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 dengan/tanpa 1 g/L MSG membutuhkan waktu apung lebih lama dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.
Respon Perkecambahan Tembakau (Nicotiana tabacum) Varietas Jepon Mawar Hasil Iradiasi Sinar Gamma Khoirun Nisak; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.757 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26241

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan tanaman dengan nilai ekonomi tinggi. Saat ini tembakau banyak digunakan untuk bahan baku industri rokok, biopestisida, bioinsektisida dan lainnya. Tingkat produksi tembakau dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti iklim. Dewasa ini fenomena la nina yang mengakibatkan pergeseran iklim berdampak langsung pada tingkat produksi tembakau. Untuk itu dilakukan seleksi tembakau agar didapat tembakau yang tahan terhadap kondisi iklim yang ekstrim dengan cara mutasi iradiasi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon perkecambahan tembakau yang telah diiiradiasi. Tembakau diberi perlakuan iiradiasi dengan berbagai konsentrasi yaitu 0 Gy, 10 Gy, 25 Gy, 50 Gy, dan 100 Gy. Biji diamati selama 7 hari.  Hasilnya viabilitas dan vigoritas biji tembakau yang telah diiradiasi menunjukkan adannya penurunan perkecambahan dilihat dari daya kecambah, keserempakan tumbuh, dan laju perkecambahan seiring dengan meningkatnya dosis iradisi yang diberikan;Tembakau,  iradiasi, perkecambahan.

Page 99 of 228 | Total Record : 2279