cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Imobilisasi Enzim Ligninolitik Kapang Tanah pada Bentonit Dian Dwiyanti; N. Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.116 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20793

Abstract

Limbah cair industri kertas mengandung lignin dalam konsentrasi tinggi. Polimer organik tersebut sulit didegradasi di lingkungan. Lignin dapat didegradasi oleh enzim ligninolitik yang merupakan enzim pendegradasi  lignin. Degradasi limbah cair kertas oleh enzim ligninolitik ini akan lebih efisien jika dilakukan imobilisasi terlebih dahulu terhadap enzim ligninolitik yang digunakan. Imobilisasi enzim ligninolitik dengan menggunakan bentonit  akan dilakukan pada penelitian ini untuk melihat pengaruhnya terhadap aktivitas enzim ligninolitik dari konsorsium kapang Gliomastix sp. dan Mycelia sterilia. Teknik imobilisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah adsorpsi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil aktivitas tertinggi enzim ligninolitik terimobilisasi bentonit yaitu laccase 849,54 U/ml, LiP 1227,6 U/ml dan MnP 199,72 U/ml.
Studi Keanekaragaman dan Kelimpahan Crustacea pada Area Padang Lamun Pantai Bama dan Kajang, Taman Nasional Baluran Farid Kamal Muzaki; Venora Elisa Launa Rifsanjani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.875 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.30015

Abstract

Salah satu daya tarik wisata terbesar di Taman Nasional Baluran adalah kawasan pantainya, termasuk Pantai Bama dan Kajang. Kedua pantai ini memiliki area padang lamun yang cukup luas dan diperkirakan akan terdampak oleh kegiatan wisata. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan crustacea yang berada di Pantai Baman sebagai pantai yang ramai pengunjungn dan pantai Kajang sebagai pantai yang sepi pengunjung. Variabel pengamatan adalah kelimpahan dan keanekaragaman crustacea pada ara padang lamun yang diamati dengan menggunakan metode belt transect yang dimodifikasi dengan enam kali replikasi, data tersebut kemudian dianalisis dengan analisi statistik menggunakan Uji-T dua sampel bebas. Hasil yang didapat dari penelitian ini, crustacea di kedua lokasi didominansi oleh anggota famili Diogenidae (hermit crab). Kelimpahan total crustacea di Pantai Bama (rata-rata 51.8 individu/150m2) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan Pantai Kajang (rata-rata 18.8 individu/150m2) dan tidak terdapat perbedaan kekayaan jenis antara kedua lokasi tersebut. Nilai rata-rata indeks diversitas Shnnaon-Wiener (H’) komunitas crustacea di Pantai Bama berkisar antara 1,03-1,30 sedangkan di Pantai Kajang antara 0,24-1,36.
Prevalensi dan Intensitas Ektoparasit pada Ikan Gabus (Channa striata) dari Tangkapan Alam dan Budidaya Bahruddin Salam; Dewi Hidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.896 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data jenis-jenis ektoparasit serta prevalensi (P) dan intensitas (I) ektoparasit pada ikan gabus dari tangkapan alam (TA) dan budidaya (BD). Sampel ektoparasit diambil dari ikan gabus tangkapan alam dan budidaya masing-masing 20 ekor dengan metode scraping (pengerokan) pada bagian kulit dan insang. Sampel ektoparasit ditampung pada cawan Petri dan ditambahkan buffer formalin 0,5%, lalu dipindahkan ke botol plakon berlabel. Selanjutnya diamati menggunakan mikroskop OpticLab, serta dilakukan perhitungan prevalensi dan intensitas. Hasil pengamatan ditemukan 4 jenis ektoparasit, yaitu Oodinium sp. (P TA=75%, P BD=70% ; [I TA=4.4, I BD=8.3] ind. per ikan), Trichodinasp. (P TA=30%, P BD=15%; [I TA=1.3, I BD=1] ind. per ikan), Ichthyophthirius multifiliis (P TA=65%,  P BD=15% ; [I TA=1.61, I BD=1.66] ind. per ikan), Epistylis sp. (P TA=50% ; [I TA=1.6] ind. per ikan). Prevalensi ektoparasit ikan gabus (C. striata) pada tangkapan alam lebih tinggi dibandingkan budidaya. Nilai prevalensi tersebut lebih dipengaruhi faktor abiotik berupa suhu yang menghambat perkembangan fase infektif parasit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data jenis-jenis ektoparasit serta prevalensi (P) dan intensitas (I) ektoparasit pada ikan gabus dari tangkapan alam (TA) dan budidaya (BD). Sampel ektoparasit diambil dari ikan gabus tangkapan alam dan budidaya masing-masing 20 ekor dengan metode scraping (pengerokan) pada bagian kulit dan insang. Sampel ektoparasit ditampung pada cawan Petri dan ditambahkan buffer formalin 0,5%, lalu dipindahkan ke botol plakon berlabel. Selanjutnya diamati menggunakan mikroskop OpticLab, serta dilakukan perhitungan prevalensi dan intensitas. Hasil pengamatan ditemukan 4 jenis ektoparasit, yaitu Oodinium sp. (P TA=75%, P BD=70% ; [I TA=4.4, I BD=8.3] ind. per ikan), Trichodinasp. (P TA=30%, P BD=15%; [I TA=1.3, I BD=1] ind. per ikan), Ichthyophthirius multifiliis (P TA=65%, P BD=15% ; [I TA=1.61, I BD=1.66] ind. per ikan), Epistylis sp. (P TA=50% ; [I TA=1.6] ind. per ikan). Prevalensi ektoparasit ikan gabus (C. striata) pada tangkapan alam lebih tinggi dibandingkan budidaya. Nilai prevalensi tersebut lebih dipengaruhi faktor abiotik berupa suhu yang menghambat perkembangan fase infektif parasit.
Laju Pertumbuhan Eksplan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss) Secara In vitro Muhammad Evan Nurrahmawan; Nurul Jadid
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23419

Abstract

Pada tahun 2016, kebutuhan Agar dunia mencapai 550.000 ton dan terus meningkat tiap tahunnya. Peningkatan kebutuhan tersebut harus diiringi dengan peningkatan produksi rumput laut. Gracilaria verrucosa merupakan rumput laut penghasil Agar dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Akan tetapi, produksi rumput laut G. verrucosa masih rendah disebabkan oleh laju pertumbuhan yang lambat. Selain itu, penyediaan bibit unggul juga masih sulit dilakukan. Teknik kultur in vitro melalui penambahan ZPT auksin dan sitokinin diketahui dapat meningkatkan laju pertumbuhan eksplan. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT IAA dan BAP terhadap laju pertumbuhan rumput laut G. verrucosa secara in vitro. Penelitian dilakukan dengan menumbuhkan eksplan interkalar G. verrucosa ke dalam medium PES dengan penambahan kombinasi IAA dan BAP (0; 0,1; 0,3; 0,5 mg/l) selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi IAA dan BAP berpengaruh terhadap laju pertumbuhan eksplan rumput laut G. verrucosa. Perlakuan IAA 0 mg/l dan BAP 0,5 mg/l menunjukkan pengaruh tertinggi terhadap laju pertumbuhan yakni sebesar 0,42% per hari
Pertumbuhan Kalus Jeruk JC (Japansche Citroen) pada Media Murashige and Skoog dengan Berbagai Konsentrasi NaCl Ika Dian Puspitasari; Wirdhatul Muslihatin; Dita Agisimanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.162 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23816

Abstract

Jeruk JC (Japansche Citroen) merupakan salah satu jenis jeruk yang sering digunakan sebagai stok batang bawah. Batang bawah harus mampu tumbuh dan beradaptasi pada kondisi lingkungan yang kurang baik, salah satunya terhadap cekaman salinitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media dengan konsentrasi NaCl yang berbeda terhadap pertumbuhan kalus jeruk JC (Japansche Citroen) secara in vitro. Eksplan berupa kalus jeruk JC diinokulasikan pada media MS cair dengan penambahan NaCl konsentrasi 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 150 mM. Parameter pengamatan yang digunakan yaitu berat basah kalus. Data dianalisis menggunakan ANOVA One Way dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian ini konsentrasi NaCl berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kalus jeruk JC. Pada konsentrasi 150 mM kalus jeruk JC dapat bertahan hidup terhadap kondisi salinitas tinggi. Berat basah kalus tertinggi yaitu pada perlakuan kontrol sebesar 0,876 g, sedangkan berat basah terendah yaitu sebesar 0,573 g pada perlakuan NaCl konsentrasi 150 mM.  
Pengaruh Penambahan Senyawa Berbasis Kitin Terhadap Pertumbuhan Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana. Faradiba Lazuardi Rohman; Triono Bagus Saputro; Yusmani Prayogo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.338 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23827

Abstract

Cendawan entomopatogen termasuk salah satu patogen serangga yang cukup penting karena dapat menekan populasi hama di lapangan. Beauveria bassiana merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang memiliki kelebihan dalam menginfeksi hampir seluruh ordo dan berbagai stadia serangga, sehingga cukup prospektif digunakan sebagai alternatif pengganti insektisida kimia. Variasi virulensi dapat dipengaruhi beberapa faktor, baik faktor dalam, yaitu asal isolat, maupun faktor luar seperti medium untuk perbanyakan jamur. Sehingga untuk meningkatkan virulensi cendawan dapat dilakukan dengan cara menumbuhkannya pada media yang banyak mengandung kitin dari serangga atau diinfeksikan ulang pada serangga inang. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh kitin terhadap pertumbuhan Beauveria bassiana. Metode yang digunakan dengan cara menambahkan kitin serangga (Tenebrio molitor), cangkang crustacea (Penaeus merguiensis), dan cangkang mollusca (Anadara inflata) pada media pertumbuhan cendawan. Berdasarkan hasil pengamatan, perlakuan yang paling baik ada pada P 2.2 dengan menunjukkan pertumbuhan diameter koloni lebih cepat dibandingkan lainnya yaitu mencapai 5.5 cm dalam waktu 20 hari. Serta karakter koloninya adalah wholly yang mengindikasikan pertumbuhan miselium yang lebih cepat.
Analisis Daya Perkecambahan Padi (Oryza sativa L.) Varietas Bahbutong Hasil Iradiasi Pinka Langlangdewi Nurrachmamila; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.415 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23952

Abstract

Padi merupakan salah satu komoditas pangan penting dan termasuk serealia paling banyak di tanam di dunia. Di Asia, terdapat beragam varietas padi yang memiliki pigmen unik seperti merah, ungu, hitam, coklat, kuning dan hijau yang telah banyak dibudidaya dan dikonsumsi. Padi varietas Bahbutong termasuk salah satu varietas beras merah asli Sumatera Utara yang telah dikeluarkan sejak tahun 1985 dan hanya cocok ditanam di lahan sawah saja. Saat ini belum ada penelitian yang melaporkan mengenai ketahanannya pada kondisi kering. Pada penelitian ini padi varietas Bahbutong di induksi keragaman genetiknya dengan teknik iradiasi sinar gamma dosis 0 Gy, 100 Gy, 200 Gy, dan 300 Gy selanjutnya biji di kecambahkan. Biji yang mampu berkecambah dianalisis vigor dan viabilitasnya selama 7 hari penanaman. Data yang diperoleh dari uji vigor dan viabilitas  dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap dengan uji lanjutan DMRT pada taraf  5%. Penurunan yang terjadi antar perlakuan tidak signifikan, namun perlakuan dosis iradiasi 100 Gy memberikan pengaruh baik. Secara berturut-turut, untuk parameter daya berkecambah dan keserempakan tumbuh sebesar 98.33% dan 100 %. Sedangkan parameter laju perkecambahan mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya dosis iradiasi. Perlakuan dosis iradiasi 300 Gy memiliki nilai laju perkecambahan terlama yaitu selama 2 hari 15 jam.
Pengaruh Mutagen Kimia EMS Terhadap Perkembangan Bunga Tanaman Cabai (Capsicum frutescens var. bara) Andriyani Andriyani; Wirdhatul Muslihatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.245 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24007

Abstract

Peningkatan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens var. bara) dapat  dilakukan melalui  variasi genetik menggunakan mutagen kimia EMS (Etil Metan Sulfonat). Bunga merupakan organ reproduksi angiospermae yang setelah bunga masak, akan terjadi penyerbukan dan pembuahan sehingga terbentuklah buah yang berisi biji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh EMS terhadap perkembangan bunga tanaman cabai vaietas bara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh EMS 0,5% terdahadap morfologi bunga yakni terdapat satu individu yang diduga menghasilkan bunga mutan. Bunga yang diduga mutan tidak memiliki organ bunga lengkap dan berbentuk bulat
Respon Morfologi Tanaman Jagung (Zea mays) Varietas Bisma dan Srikandi Kuning pada Kondisi Cekaman Salinitas Tinggi Rossy Angelina Latuharhary; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.766 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25194

Abstract

Abstrak—Cekaman salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik yangdapat mengakibatkan kematian tanaman. Pada penelitian ini digunakan metode seleksi secara in vivo untuk perlakuan cekaman salinitas. Pada penelitian ini digunakan pengamatan morfologi untuk mengetahui respon adaptasi dan ekspresi gen-spesifik pada jagung terhadap kondisi dengan cekaman salinitas. Varietas jagung yang digunakan pada penelitian ini adalah jagung varietas Bisma dan Srikandi Kuning. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara varietas dan konsentrasi NaCl terhadap pertumbuhan tanaman Zea mays. Metode yang digunakan yaitu pengamatan tinggi tanaman, luas daun, panjang akar, berat kering, dan berat basah. Hasil dari morfologi akibat perlakuan NaCl pada varietas Bisma dan Srikandi Kuning terendah terjadi pada konsentrasi 10.000 ppm yaitu tinggi tanaman Srikandi Kuning 7,73 cm dan Bisma 5,76 cm, luas daun 11,98 mm2 dan bisma 11,98 mm2, berat basah Srikandi Kuning 2,38 gram dan Bisma 1,91 gram, berat kering Srikandi Kuning 0,16 gram, panjang akar Srikandi Kuning 7,84 cm dan Bisma 4,53 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah memberikan informasi tentang pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) varietas Bisma dan Srikandi Kuning pada kondisi salinitas tinggi serta galur hasil seleksi dapat digunakan secara lebih lanjut dalam perakitan varietas tahan salinitas yakni sebagai tetua persilangan.
Azotobacter sebagai Agen Biofertilizer Berbentuk Granul Febriana Puji Rahayu; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.598 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25219

Abstract

Konsorsium Azotobacter A1b, A3, A6, A9, dan A10 digunakan sebagai agen pengomposan bentuk curah yang mempunyai makronutrien tersedia berbentuk nitrat, fosfat, dan kalium. Tujuan dari penelitian adalah membentuk biofertilizer curah menjadi biofertilizer granul. Untuk membentuk granul digunakan bahan perekat tepung tapioka, tanah liat, dan gum arabika masing-masing sebesar 5%. Analisis kadar air dan waktu dispersi diujikan untuk mengetahui keefektifan bahan perekat Biofertilizer berbentuk granul dengan bahan perekat tepung tapioka mempunyai waktu dispersi lebih cepat sehingga lebih efektif digunakan dibandingkan tanah liat dan gum arabika. Setelah pengeringan bahan perekat tepung tapioka mempunyai kadar air tertinggi 20,6 %.

Page 98 of 228 | Total Record : 2279