cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Karakter Geokimia Organik Minyak Mentah Sumur Tua Blok Cepu, Formasi Wonocolo, Jawa Timur Awalia Wardatil Firdaus; Yulfi Zetra; R. Y. Perry Burhan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57419

Abstract

Telah dilakukan kajian geokimia organik melalui analisa biomarka terhadap sampel minyak pada sumur tua Blok Cepu, Formasi Wonocolo, Jawa Timur untuk mengetahui lingkungan pengendapan kuno minyak tersebut. Analisa biomarka dilakukan dengan metode ekstraksi, fraksinasi, dan identifikasi struktur menggunakan instrumen Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM). Hasil identifikasi biomarka menunjukkan adanya biomarka pristana (Pr) dan fitana (Ph) dengan rasio Pr/Ph 3.25 mengindikasikan lingkungan pengendapan oksidatif. Keberadaan senyawa 1,2,7- dan 1,2,5-TMN, senyawa 4,4,8,8,9-pentametil decalin dan 4,4,8,9,9-pentametil decalin, biomarka 4-metildibenzofuran, serta biomarka triterpenoid pentasiklik dengan rasio Ts/Tm+Ts sebesar 0.34 juga mendukung indikator lingkungan pengendapan minyak mentah sumur tua Blok Cepu, Formasi Wonocolo yang bersifat oksidatif. Analisa biomarka yang telah dilakukan menunjukkan sampel minyak Blok Cepu, Formasi Wonocolo memiliki asal usul lingkungan pengendapan oksik.
Biomarka sebagai Indikator Sumber Asal Usul Senyawa Organik Minyak Mentah Blok Cepu, Formasi Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur Aufa Fadhliah; Yulfi Zetra; Agus Wahyudi; R.Y. Perry Burhan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58293

Abstract

Telah dilakukan kajian geokimia organik pada sampel minyak mentah Blok Cepu untuk mengetahui sumber asal-usul senyawa organiknya sebagai data pendukung proses reaktivasi sumur tua kawasan tersebut. Kajian geokimia organik dilakukan melalui analisa biomarka dengan metode ekstraksi, fraksinasi dan identifikasi struktur menggunakan instrumen Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM). Hasil identifikasi menunjukkan adanya distribusi bimodal pada n-alkana yang mengindikasikan senyawa organik pada sampel minyak Cepu tidak hanya berasal dari satu sumber. Hal tersebut didukung dengan keberadaan kelompok biomarka seskuiterpana (4β(H)-eudesmana, drimana), sterana (trans-trans-trans-bikadinana, 5α(H)-22-kolestena), hopanoid, derivat naftalena (1,2,5-TMN; 1,2,5,6-TeMN; 1,3,6,7-TeMN) serta aromatik triterpenoid pentasiklik sebagai indikator senyawa organik pada minyak Cepu berasal dari tumbuhan tingkat tinggi, bakteri, alga dan fitoplankton.
Pengaruh Bibit Asal, Umur, dan Ukuran terhadap Kadar Glukomanan dan Kadar Oksalat dalam Umbi Porang Ismail Azizi; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58571

Abstract

Pengaruh bibit asal, umur, dan ukuran umbi terhadap kadar glukomannan dan kadar oksalat pada umbi porang (Amorphophallus onchophyllus) telah dilakukan. Analisa kadar glukomannan dilakukan dengan metode gravimetri. Bibit asal berpengaruh secara signifikan terhadap kadar glukomannan dan kadar oksalat dalam umbi porang. Umbi porang dengan bibit kathak memiliki kandungan glukomannan lebih tinggi dari bibit spora dengan kadar glukomannan sebesar 51,40–54,41% sedangkan bibit spora memiliki kadar glukomannan sebesar 43,86–45,84%. Umur dan ukuran umbi porang tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kandungan glukomannan. Analisa kadar oksalat dilakukan dengan metode titrasi permanganometri. Kadar oksalat pada bibit kathak lebih tinggi dari konsentrasi asam oksalat pada umbi spora. Umbi porang dengan bibit kathak memiliki kadar oksalat sebesar 524,16-1039,5ppm. umbi porang dengan bibit spora memiliki kadar oksalat sebesar 483,84-635,04ppm. Bibit asal, umur, dan ukuran porang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar oksalat dalam umbi porang.
Pengaruh Pengupasan dan Waktu Perendaman pada Umbi Porang terhadap Kadar Glukomanan dan Kadar Senyawa Oksalat Febri Hadi; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58580

Abstract

Pengaruh pengupasan dan waktu perendaman pada umbi porang terhadap kadar glukomanan dan kadar senyawa oksalat telah dipelajari. Umbi porang tanpa dan dengan pengupasan dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian direndam dalam air dengan variasi waktu 0, 60, 120 dan 180 menit. Umbi porang yang telah direndam kemudian dikeringkan dan diolah menjadi tepung porang. Kadar glukomanan pada umbi porang dianalisa menggunakan metode gravimetri, sedangkan kadar senyawa oksalat menggunakan metode titrasi permanganometri. Umbi porang yang dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar glukomanan sebesar 36,51%; 40,45%; 44,01%; dan 48,39%. Umbi porang yang tidak dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar glukomanan sebesar 34,86%; 22,55%; 22,37%; dan 21,70%. Hasil analisa rata-rata kadar senyawa oksalat pada umbi porang yang dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut adalah 185,22 ppm; 127,60 ppm; 98,78 ppm; dan 86,44 ppm. Umbi porang yang tidak dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar senyawa oksalat sebesar 251,08 ppm; 214,03 ppm; 209,92 ppm; dan 197,57 ppm.
Preparasi Membran Zeolit-X/α-Al2O3 Menggunakan Metode Secondary Growth dengan Variasi Vacuum Seeding Novia Dwi Permata; Triyanda Gunawan; Hamzah Fansuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58741

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan preparasi membran Zeolit-X/α-Al2O3 menggunakan metode secondary growth dengan teknik vacuum seeding. Pada proses seeding dilakukan sebanyak satu (M1), dua (M2), dan tiga kali (M3) dengan satu kali waktu seeding adalah 90 detik. Membran Alumina, seed Zeolit-X, dan membran Zeolit-X/α-Al2O3 dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction), PSA (Particle Size Analyzer), SEM (Scanning Electron Microscopy), dan FTIR (Fourier Transform Infrared). Permeabilitas N2 dan O2 pada membran Zeolit-X/α-Al2O3 hasil preparasi adalah 1,52×10-6 dan 8,76×10-10 mol.m-2.s-1.Pa-1. Hasil uji permeasi gas N2 dan O2 menunjukkan bahwa membran M2 adalah yang memiliki kinerja terbaik.
Struktur Komunitas Plankton di Pesisir Utara Kabupaten Tuban Faizah Nur Shabrina; Dian Saptarini; Edwin Setiawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.55150

Abstract

Kabupaten Tuban yang terletak di pesisir utara Jawa Timur memiliki panjang wilayah pantai ± 65 km. Permasalahan yang banyak ditemui di wilayah pesisir adalah terjadinya pencemaran yang mengakibatkan menurunnya daya dukung lingkungan bagi sumberdaya hayati yang berada di dalamnya. Sifat plankton yang peka terhadap perubahan lingkungan membuat plankton dapat digunakan sebagai penanda kualitas lingkungan yang baik. Pengamatan terhadap struktur komunitas plankton dan keberadaan jenis-jenis plankton dilakukan di 11 lokasi di pesisir Tuban. Hasil identifikasi terdapat 27 genus fitoplankton dan 12 genus zooplankton dengan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 206 – 2038 ind/L dan zooplankton berkisar antara 93 – 612 ind/L. Indeks keanekaragaman secara keseluruhan menunjukkan struktur komunitas yang cukup hingga lebih stabil dengan kategori kondisi lingkungan buruk sampai baik (0,93 – 2,30). Indeks kemerataan cenderung berkisar 0,47 – 0,99 yang mengindikasikan sebaran jumlah individu tiap spesies cenderung merata. Indeks dominansi plankton berkisar 0,15 – 0,36 yang menunjukkan cenderung tidak adanya spesies yang mendominasi. Terdapat dominansi dua spesies yaitu Gyrosigma sp. di lokasi Jenu1 dan Pleurosigma sp. di lokasi Jenu2.
Studi Literatur Potensi Bakteri Endogenik Lahan Gambut Sebagai Biofertilizer untuk Memperbaiki Nutrisi Lahan Hilda El Yasa Alam; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.55624

Abstract

Lahan gambut merupakan lahan dengan kesuburan rendah sehingga kurang layak digunakan sebagai lahan pertanian. Rekayasa lahan gambut untuk meningkatkan kesuburan dapat dilakukan dengan bioaugmentasi bakteri endogenik yang bersifat lignoselulolitik, memiliki potensi sebagai biofertilizer dan menghasilkan hormon auksin. Uji sinergisme dilakukan pada Bacillus D1, D2, D3, U2, U4 dan Pseudomonas U3 menggunakan metode streak plate. Hasilnya tidak menunjukkan zona hambat pada persinggungan antar isolat. Beberapa bakteri yang diisolasi dari lahan gambut seperti genus Bacillus dan Pseudomonas mampu memproduksi enzim lignoselulolitik. Genus yang lain juga memiliki kemampuan menyediakan nitrat, melarutkan fosfat dan kalium serta memproduksi hormon Indole-3-Acetic Acid (IAA), sehingga berpotensi digunakan sebagai biofertilizer untuk memperbaiki nutrisi lahan gambut.
Perancangan Environment Bertema Dunia Fantasi Burung Indonesia sebagai Pendukung Serial Animasi 3D “Little Bird” untuk Pasar Global Ahmad Ahmad; Sayatman Sayatman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.52093

Abstract

Perkembangan industri animasi terutama terciptanya konten lokal tidak menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Hal tersebut ditandai dengan belum banyak animasi lokal yang mampu go-internasional. Konten lokal yang kurang inovatif dan stereotipe terutama pada environment sebagai elemen penting pembentuk animasi menyebabkan animasi lokal selalu kalah saing dengan animasi impor. Hal tersebut mendorong penulis untuk mengembangkan environment dengan tema yang populer yaitu fantasi, dari dunia burung dalam serial animasi 3D “Little Bird” dengan mengadaptasi alam dan budaya lokal untuk pasar internasional. Perancangan ini menggunakan metode observasi untuk mendapatkan variabel dan kriteria dalam konsep desain. Metode wawancara dan kuesioner untuk mendapatkan gambaran khusus bagaimana tren dan keinginan pasar animasi internasional. Studi literatur sebagai acuan dasar dalam teknik pembuatan, isi konten dan gaya visual. Kemudian seluruh hasil penelitian dianalisis untuk mendapatkan landasan dalam pembuatan konsep desain environment yang sesuai untuk serial animasi “Little Bird”. Hasil dari perancangan Environment berupa konsep desain yang menerapkan gaya visual stylized, dari tahap sketsa alternative hingga jadi objek 3D yang dilayout secara komprehensif agar tercipta Environment yang sesuai dengan genre dan konten animasi yang dibuat.
Pengembangan Pegboard Sebagai Media Pembelajaran Braille dan Melatih Perkembangan Sensomotorik Anak Multiple Disabilities with Visual Impairment (MDVI) Nur Rohmatul Hidayah; Primaditya Primaditya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.50511

Abstract

Jumlah penderita tuna ganda menempati urutan pertama dibandingkan jumlah penderita disabilitas lain di Indonesia. Salah satu jenis tuna ganda adalah Multiple Disabilites with Visual Impairments (MDVI). Selain gangguan penglihatan, seorang anak juga mungkin mengalami keterbatasan yang lain seperti keterbatasan kognitif, perkembangan, pendengaran, dan mobilitas. Dengan adanya keterbatasan ganda tersebut, menyebabkan penderita MDVI pada masa tumbuh kembangnya mengalami gangguan dan membutuhkan perhatian lebih. Pengembangan media pembelajaran yang dipadukan dengan terapi yang berfokus pada perkembangan sensomotorik sebagai intervensi dini mampu menjadi media belajar yang efektif. Pengembangan perlu dilakukan terhadap fitur dan nilai – nilai pembelajaran yang tertanam pada mainan edukatif. Analisis dimulai dari observasi kegiatan dan kebutuhan belajar anak MDVI untuk mendapatkan gameplay yang tepat, dengan konsep simple and intuitive, flexibility in use, dan effective and efficient.
Penerapan Sistem Modular Untuk Konsep Grow dan Personalized pada Makeup Organizer Portable Olivia Yolanda Simarmata; Djoko Kuswanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.51971

Abstract

Modular merupakan sistem yang dibangun dari modular-modular yang dapat dibuat secara independen, mudah dikonfigurasi dan dapat dikonfigurasi ulang dalam sistem yang berbeda. Penerapan modular terhadap makeup organizer portable yang ditujukan untuk juru rias pemula, dimaksudkan untuk mempermudah seorang juru rias pemula untuk tetap menggunakan organizer yang sama hingga ia menjadi seorang juru rias professional. Makeup organizer portable yang biasanya dipasarkan di Indonesia merupakan makeup organizer case yang memiliki fitur banyak pada produknya, namun memiliki penyimpanan yang kurang. Akibatnya, juru rias sering mengganti makeup organizer yang ia punya dan mencoba mengganti/menambahkan organizer yang ia punya. Maka dari itu, penggunaan sistem modular pada makeup organizer portable akan menjadi alternatif baru untuk seorang juru rias pemula yang ada di Indonesia.