cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Perancangan Cerita, Boneka Karakter dan Environment untuk Serial Teater Boneka “Tangkupet” dengan Mengangkat Unsur Identitas Lokal InodonesiaPerancangan Cerita, Boneka Karakter dan Environment untuk Serial Teater Boneka “Tangkupet” dengan Mengangkat Unsur Muhammad Alhaq; Senja Aprela Agustin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.51985

Abstract

Teater boneka merupakan salah satu budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dan perlu terus dilestarikan. Pelestarian budaya tersebut bisa diwacanakan dengan menciptakan variasi konsep pertunjukan yang disesuaikan dengan masa sekarang, sehingga bentuk kesenian tersebut mampu bertahan di era teknologi dan memiliki daya jual di pasar seni yang terus berkembang. Saat ini mulai muncul kebutuhan teater boneka yang diciptakan kusus untuk audiens anak-anak Sekolah Dasar, namun pertunjukan tersebut masih jarang ditemui di Indonesia. Perancangan ini bertujuan untuk membuat Serial Teater Boneka “Tangkupet” untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada Proses penciptaan teater boneka baru perlu mengangkat unsur identitas lokal Indenesia untuk diterapkan sebagai ide utama dalam pembuatan cerita, boneka karakter dan environment pertunjukannya. Penggunaan unsur kelokalan tersebut dapat dijadikan sebagai fitur pembeda dengan bentuk budaya negara lainnya. Perancangan ini dilakukan melalui beberapa metode yaitu studi literature, studi eksisting, interview, studi eksperimental, depth interview, expert review, prototyping, dan forum group discussion. Dari hasil riset tersebut, teater boneka Tangkupet sudah mampu memberikan sajian pertunjukan yang sesuai dengan anak-anak. Selain itu, teater boneka ini dinilai sudah dapat menampilkan unsur-unsur identitas lokal Indonesia melalui cerita serial yang mengangkat pesan tentang nilai-nilai pendidikan karakter, desain boneka karakter yang mengadaptasi hewan endemik langka Indonesia, desain environment yang menampilkan bentuk bangunan rumah perkampungan lokal, dan beberapa unsur kelokalan lainnya sebagai tambahan.
Evaluasi dan Rancangan Perbaikan Kepuasan Kerja Tenaga Pengajar pada Perguruan Tinggi (Studi Kasus: Universitas X Kabupaten Jombang) Barbarossa Muhammad Farros; Syarifa Hanoum; Prahardika Prihananto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.54780

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kapasitas pendidikan terbesar di dunia. Namun indeks Pendidikan di indonesia cukup rendah dengan menempati peringkat 113 dari 187 negara. Salah satu cara untuk memperbaiki indeks pendidikan dari sudut pandang sumber daya manusia yaitu dengan mengoptimalkan potensi dari tenaga pengajar dengan memaksimalkan kepuasan karyawan melalui perencanaan yang tepat sehingga dapat menghasilkan proses belajar mengajar yang baik. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Universitas X. Selama 5 tahun terakhir Universitas X memiliki tingkat turnover tenaga pengajar yang cukup tinggi sehingga tujuan penelitian ini memaksimalkan kepuasan karyawan dengan harapan dapat mengurangi tingkat turnover. penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi atribut kepuasan karyawan dalam teori dimensi kebutuhan Maslow.  Atribut- tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Importance Satisfaction Analysis (ISA) dilanjutkan menggunakan metode House of Quality (HOQ). Hingga langkah terakhir dilakukan pengukuran efisiensi menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil dari penelitian ini didapatkan 21 atribut kepuasan karyawan dimana dari hasil ISA diketahui 13 atribut kepuasan karyawan perlu untuk diperbaiki. Hasil HOQ menunjukan terdapat 11 langkah perbaikan dengan prioritas utama hingga akhir. Disisi lain hasil DEA menunjukan Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ilmu Pendidikan telah mencapai efisiensi. Prioritas ulang berdasarkan hasil HOQ dan DEA menunjukan tidak ada perubahan yang signifikan karena perubahan hanya terjadi pada prioritas terakhir.
Pengukuran Efisiensi dan Pemodelan Proses Bisnis Usaha Subsektor Fashion di Industri Kreatif (Studi Kasus: Kota Surabaya) Christanti Angelia Elizabeth; Syarifa Hanoum; Reny Nadlifatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.54836

Abstract

Industri kreatif telah menjadi alternatif untuk dijadikan sebagai tulang punggung perekonomian negara karena memiliki sumber daya yang terbarukan berdasarkan kreativitas, kemampuan intelektual ide dan talenta. Oleh karena itu, Indonesia mulai mengembangkan ekonomi kreatif sejak tahun 2009 sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi model proses bisnis untuk usaha subsektor fashion di kota Surabaya. Tujuan ini diangkat karena sesuai dengan arah pengembangan ekonomi kreatif yang telah dibuat oleh BEKRAF. Penelitian ini berawal dari pencarian usaha yang efisien untuk dapat dijadikan contoh dalam pembuatan model proses bisnis, pembuatan model proses bisnis, analisis model proses bisnis dan perancangan ulang. Dalam keseluruhan proses diketahui bahwa ada enam UMKM yang didapati efisien. Permasalahan yang sering terjadi pada UMKM terpilih ialah permasalahan mengenai persediaan dan pengiriman pesanan kepada pelanggan sebelum pelanggan membayar menjadi aktivitas krusial disetiap UMKM. Oleh karena itu, rekomendasi proses model bisnis diberikan, baik untuk masing-masing UMKM maupun untuk seluruh UMKM fashion. Rekomendasi model proses bisnis yang diberikan lebih berfokus pada dimensi waktu dan biaya dari dimensi kinerja the devil’s quadrangle untuk dapat mengatasi aktivitas krusial dan permasalahan yang sering terjadi.
Redesain SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo dengan Nuansa Modern yang Menjunjung Unsur Kemuhammadiyahan Zahri Tsaniyal Baqy; Mahendra Wardhana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.55682

Abstract

Sekolah menengah pertama merupakan suatu tingkatan media pembelajaran yang wajib ditempuh oleh anak Indonesia sebagai tempat pembelajaran dan pendidikan anak menuju usia remaja yang baik. Pendidikan saat ini tidak hanya mengenai pendidikan akademik, namun juga pendidikan karakter dan agama anak. Oleh sebab itu, sarana pendidikan akademik yang memiliki basis pendidikan agama juga sangat penting. Salah satu sarana pendidikan berbasis agama adalah SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Dalam pengoperasiannya ditemukan permasalahan antara lain fungsi ruang serta penataan furnitur di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo yang belum, serta kurangnya mengangkat isu kemuhammadiyahan serta visi dan misi dalam konsep desain interior sekolah. Tugas akhir dengan judul “Redesain SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo dengan Nuansa Modern yang Menjunjung Unsur Kemuhammadiyahan” merubah beberapa konsep ruangan yang penting sesuai dengan kebutuhan sekolah yang optimal. Konsep modern ditunjukkan dengan penggunaan material alam, serta bentuk furnitur geometris. Untuk memunculkan unsur Muhammadiyah, diaplikasikan dalam berbagai unsur interior baik dari segi warna maupun transformasi bentuk. Contoh pengaplikasian dari keduanya adalah adanya wall of fame di beberapa titik strategis di sekolah sehingga memacu semangat peserta didik untuk belajar. Warna dindng yang netral, serta penggabungan beberapa material. Selain itu beberapa transformasi bentuk dari logo Muhammadiyah menjadi elemen estetis seperti sekat ruang.
Metode Perancangan dan Proses Produksi: Prototype Gitar Akustik-Elektrik dengan Konsep Modular Vicky Khoirul Aslam; Bambang Tristiyono; MY Alief Samboro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56299

Abstract

Bagi sebagian besar musisi, membawa alat musik terutama gitar utuh dalam perjalanan bisa jadi hal yang sangat merepotkan. Pasalnya, ada batasan yang boleh dibawa oleh seseorang, misalnya ketika menaiki pesawat, gitar memiliki ukuran yang cukup besar saat kondisi utuh. Gitar dengan konsep modular akan sangat membantu konsumen dalam keringkasan dalam perjalanan saat membawa gitar karena modul pada gitar terpisah dan dimensi gitar akan lebih kecil saat dibawa. Tujuan dari riset ini adalah memberikan inovasi pengembangan produk gitar pada sistem modular dan teknik kuncian sambungan antar modul menggunakan rel reverse t-slot sehingga dapat membantu mempermudah konsumen saat menggunakan gitar. Sebagai langkah awal dilakukan observasi dan deep interview kepada 10 musisi indie label Indonesia dan 1 musisi indie label Singapura untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan gitaris saat di atas panggung maupun di studio. Analisis sistem modular dilakukan berdasarkan permasalahan dan kebutuhan konsumen. Setelah semua studi literatur dan analisis terpenuhi, maka langkah selanjutnya yang dilakukan penulis yaitu mencari konsep desain. Penulis juga ingin menyampaikan sebuah makna yang dituangkan ke dalam konsep desain dan dilanjutkan proses produksi untuk mendapatkan trial and error agar prototype yang dihasilkan baik. Penelitian ini, menghasilkan produk gitar modular yang terdiri dari 3 modul (1 modul utama / primary modul dan 2 modul tambahan / auxulary modul) dan sambungan antar modul menggunakan struktur sambungan reverse t-slot dapat menjadi solusi agar struktur gitar dapat lebih kuat agar tidak mudah lepas saat digunakan.
Re-Desain Interior Restoran Grand Javanilla Berkonsep Casual Tropical dengan Sentuhan Ikon Tuban Regita Putri Cahyani; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56253

Abstract

Pada zaman modern seperti sekarang ini, restoran-restoran semakin menjamur dan persaingan antar restoran menjadi semakin ketat. Banyak restoran berlomba-lomba menciptakan restoran dengan desain unik dan berbeda dari restoran lainnya. Dahulu restoran sekadar dipergunakan masyarakat sebagai tempat makan, namun sekarang lebih dari itu. Beberapa wisatawan yang berkunjung ke Tuban memutuskan untuk singgah di restoran. Dengan kesempatan ini, wisatawan dapat menjadi tujuan untuk memperkenalkan ikon-ikon kota Tuban agar lebih dikenal oleh masyarakat luar dan tetap lestari. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembaharuan desain restoran Grand Javanilla agar dapat bersaing dengan restoran lainnya. Metode analisa yang digunakan adalah metode analisa deskriptif, induktif, komparasi, statistik, dan semiotika. Proses desain dimulai dengan melakukan identifikasi awal objek yang berupa latar belakang, rumusan masalah, tujuan desain, dan ruang lingkup desain. Dilanjutkan dengan pengumpulan data primer dan sekunder yang berasal dari wawancara, observasi, dan studi literatur. Untuk memperkuat pengumpulan data, juga dilakukan pemuatan kuesioner kepada masyarakat dan studi banding dengan objek lain. Konsep yang diterapkan pada restoran ini adalah casual tropical dengan sentuhan ikon Tuban. Penerapan konsep tersebut merupakan hasil dari tujuan restoran untuk memperkenalkan ikon kota Tuban dan untuk mewujudkan nuansa wisata keluarga yang nyaman dan menenangkan.
Perancangan Buku Visual Bangunan Cagar Budaya Kota Semarang sebagai Salah Satu Bentuk Pelestarian Safira Dwisiwi; Senja Aprela Agustin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56892

Abstract

Kota Semarang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar kota pusaka dunia versi UNESCO 2020. keberagaman bangunan cagar budaya kota Semarang menjadi daya tarik utama wisatawan, namun sayangnya masih banyak yang belum mengetahui bahwa bangunan cagar budaya yang ada tidak hanya terdapat di kota lama saja. Maka dirancanglah sebuah buku visual yang memberikan informasi melalui gambar ilustrasi dengan tujuan untuk menyampaikan kepada pembaca mengenai keberagaman bangunan cagar budaya kota Semarang. Perancangan ini menggunakan metode kuantiatif dan kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah dengan menyebar kuesioner berisi pertanyaan perihal kebutuhan pembaca dari buku yang dimaksud, sedangkan metode kualitatif yaitu dengan melakukan observasi langsung ke objek yang akan disampaikan kepada pembaca. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah buku visual yang berisi gambar ilustrasi dari bangunan cagar budaya dan kondisi lingkungan yang memengaruhinya. Dengan adanya buku visual ini mampu menyampaikan informasi kepada pembaca mengenai keberagaman akan bangunan cagar budaya dari sisi sejarah dan kebudayaan yang ada di kota Semarang.
Desain Interior Gloria Textile Berkonsep Modern Komunikatif untuk Meningkatkan Efektifitas Kegiatan Pengguna Mycell Pamudji Amalia; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56880

Abstract

Beragam bidang industri berkembang dengan pesat. Salah satunya industri fashion dengan kain sebagai bahan utama. Namun kegiatan berbelanja kain belum menjadi kegiatan yang menyenangkan. PT. Gloria Textile Abadi merupakan sebuah perusahaan dengan visi memberikan pelayanan dan penyediaan barang terbaik untuk pelanggan serta meningkatkan efisiensi perusahaan. Namun berdasarkan pengamatan lapangan terdapat masalah terkait keefektifan kegiatan baik bagi karyawan maupun pelanggan. Hal tersebut menjadi budaya dan belum ditemukan solusi yang tepat. Dengan menerapkan konsep Modern Komunikatif pada interior toko kain Gloria Textile, maka akan meningkatkan keefektifitasan serta kenyamanan beraktivitas. Konsep modern diwujudkan dari penerapan sistem one stop shopping dengan penambahan fasilitas yang dibutuhkan seperti area perlengkapan jahit, area konsultan desainer fashion, area kantin dan area bermain anak. Konsep komunikatif diwujudkan dengan elemen pada interior yang memanfaatkan permainan aksentuasi warna tertentu yang eye-catching pada tiap area, dan juga seni tipografi sebagai signage. Kedua hal tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dan fokus pengguna sehingga informasi dapat tersampaikan dan dipahami dengan mudah dalam waktu yang singkat. Tidak hanya itu, konsep modern komunikatif juga akan ditunjang dengan perencanaan layout ruangan hingga desain furnitur storage dan display kain khusus agar aktivitas pengguna ruangan menjadi lebih efektif.
Desain Area Bermain untuk Kereta Semi Cepat Indonesia Rima Permata Sari Hidayat; Agus Windharto Windharto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56633

Abstract

Proyek kereta semi cepat Surabaya-Jakarta merupakan salah satu rencana proyek riil yang akan memajukan transportasi umum Indonesia. Dengan melihat beberapa kereta cepat yang telah ada di dunia, pastinya menjadi pedoman tentang hal-hal apa saja yang seharusnya ada untuk mencapai tingkat yang setara dengan kereta cepat yang telah mendahului. Di beberapa negara maju, kereta api telah memiliki area bermain khusus anak-anak. Hal ini penting untuk membuat penumpang anak-anak tetap merasa nyaman selama perjalanan. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak cenderung lebih aktif dan mudah sekali merasa bosan. Dan ketika mereka merasa bosan dan merasa dibatasi mereka akan menjadi tidak suka bahkan membenci apabila harus melakukan perjalanan panjang lagi. Sehingga area bermain khusus untuk anak-anak di dalam kereta merupakan jawaban dari permasalahan ini. Dalam proses pendesainan area bermain ini perlu diperhatikan seberapa luas area bermain, dimakah letak area bermain serta konsep apa yang paling menarik untuk dijadikan area bermain didalam kereta. Metode riset yang digunakan dalam mendesain area bermain antara lain : product planning , basic design, conceptual design, preliminary design, dan final design. Dengan berfokus kepada experience anak selama dikereta, penelitian ini diharapkan dapat diterapkan di Indonesia sehingga memberikan kenyamanan lebih kepada seluruh penumpang dan memajukan industry perkereta apian Indonesia.
Studi Ukuran Universal Lavatory Module untuk Medium Speed Train (MST) Indonesia Desak Komang Audia Sharashita Wirawan; Agus Windharto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56796

Abstract

Perkembangan kereta di Indonesia saat ini berkembang pesat, sebagai contoh dalam pengembangan teknologi adalah perencanaan Medium Speed Train Indonesia. Selain itu, pengembangan kualitas fasilitas umum kereta juga dilakukan menuju transportasi umum ramah disabilitas. Beberapa fasilitas seperti disediakan kursi roda di beberapa stasiun dan kamar mandi pada stasiun yang ramah disabilitas, tetapi belum adanya fasilitas kamar kecil (lavatory) ramah disabilitas (universal lavatory module) di kereta Indonesia. Universal lavatory module yang selama ini digunakan beberapa Negara diterapkan pada High Speed Train, dimana memiliki ukuran yang berbeda dengan Medium Speed Train Indonesia (ukuran lebar HST dan MST yang berbeda 300 mm) dan terdapat perbedaan budaya dalam penggunaan lavatory oleh penumpang kereta Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkannya analisis ukuran lavatory ramah disabilitas (universal lavatory) yang disesuaikan dengan dimensi ruang yang tersedia pada Medium Speed Train Indonesia. Selain itu, analisis kebutuhan penumpang kereta yang disesuaikan dengan aktivitas dengan hasil analisis diuji coba dengan metode role play sehingga mendapatkan konsep lavatory yang sesuai dengan kebutuhan penumpang kereta Indonesia. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rekomendasi ukuran universal lavatory dan peletakkan fasilitasnya pada Medium Speed Train (MST) Indonesia.