cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Analisis Kepuasan dan Keputusan Penggunaan Kembali Jasa Ojek Online Mahasiswa ITS dengan Metode Structural Equation Modeling Dian Vitiana Ningrum; Setiawan Setiawan; Mohamad Atok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.252 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46559

Abstract

Mahasiswa ITS dengan karakteristik tingkat mobilitas tinggi. memberikan peluang untuk menggunakan aplikasi ojek online. Adanya pemanfaatan ojek online memberikan kesan terhadap pelayanan, kemudahan akses aplikasi dan berbagai bentuk pelayanan lainnya yang dapat dikategorikan sebagai bentuk kepuasan konsumen/pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kepuasan dan keputusan penggunaan kembali jasa ojek online. Dalam penelitian ini digunakan data primer dan dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil analisis SEM menunjukkan variabel Sustainability berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, dan kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh terhadap keputusan penggunaan kembali jasa ojek online. Variabel Sustainability mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap keputusan penggunaan kembali jasa ojek online mahasiswa ITS.
Penentuan Variabel Prioritas Pengembangan Industri Komoditas Unggulan Sub Sektor Tanaman Pangan di Tulungagung Muhammad Agus Dewantoro; Sardjito Sardjito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.607 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46739

Abstract

Kabupaten Tulungagung memiliki keunggulan ekonomi pada sektor pertanian. Pada sektor pertanian terdapat sub sektor tanaman pangan yang merupakan penyumbang terbesar dari sektor pertanian sebesar 1.376.773,06 juta rupiah atau sebesar 38% dari seluruh nilai pada sektor pertanian. Pada sub sektor tananman pangan terdapat komoditas unggulan yaitu komoditas jagung dan ubi kayu. Dengan kelimpahan jumlah produksi tanaman pangan tersebut pemerintah Kabupaten Tulungagung perlu mengoptimalkan dengan baik. Dalam hal upaya mengoptimalkan kelimpahan tersebut perlu adanya diversifikasi produk yang dapat menambah nilai jual (added value) produk terutama pada hasil produksi komoditas unggulan dalam sub sektor tanaman pangan melalui pengembangan agroindustri. Dalam pengembangan agroindustri terdapat variabel-variabel yang mempengaruhinya. Variabel yang mempengaruhi pengembangan industri komoditas unggulan didapatkan dari pendapat stakeholder yang mengerti akan pengembangan industri. Variabel tersebut memiliki tingkatan berbeda pada masing-masing industri komoditas unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabel prioritas pengembangan industri komoditas unggulan pada sub sektor tanaman pangan di Kabupaten Tulungagung. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 13 variabel prioritas dalam pengembangan industri pada masing-masing industri komoditas unggulan di Kabupaten Tulungagung.
Perancangan Model Bisnis pada Industri Permesinan Biodiesel B20 Caesaratna Bunga Dwi Agusti; Arman Hakim Nasution; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48197

Abstract

Biofuel merupakan energi alternatif bahan bakar minyak fosil. Indonesia memiliki kelapa sawit sebagai komoditas utama yang dapat menghasilkan biofuel, khususnya biodiesel. Indonesia telah mengimplementasikan B20, 20% biodiesel dan solar. Pada 1 September 2018, Indonesia telah melakukan mandatori B20 untuk mengurangi impor minyak fosil. Untuk meningkatkan pemanfaatan B20 diperlukan dukungan mesin diesel yang kompatibel dengan bahan bakar B20. Pada penelitian terdahulu menyatakan peningkatan pemanfaatan biofuel diikuti penjualan mesin dengan modifikasi mesin. Sehingga industri permesinan biodiesel B20 memiliki peluang pasar. Dalam menghadapi peluang pasar, industri permesinan biodiesel B20 perlu merancang model bisnis. Penelitian ini dilakukan untuk merancang model bisnis berdasarkan kombinasi BMC dan FSSD untuk merancang model bisnis berkelanjutan. Perancangan BMC diperoleh value proposition dengan menawarkan mesin bahan bakar biodiesel B20  rendah emisi untuk mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan energi dengan memanfaatkan B20. Pada bagian pelanggan diperoleh industri permesinan berupaya untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan meningkatkan kualitas mesin biodiesel B20. Pada bagian infrastruktur, industri permesinan berupaya untuk berfokus pada karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Implikasi manajerial ditujukan kepada perusahaan industri permesinan biodiesel B20 yang kemudian dapat digunakan untuk mencapai pasar.
Analisis Karakteristik Tingkat Kesejahteraan di Kota Surabaya Menggunakan Metode Pohon Klasifikasi Zikrariza Kurnia Malta; Sutikno Sutikno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46867

Abstract

Terdapat beberapa upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, salah satunya melalui kerjasama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang mengeluarkan data rumah tangga dengan tingkat pendapatan rendah di Surabaya yang didapatkan melalui metode Proxy Means Testing (PMT). Namun, dari hasil tersebut tidak dijelaskan apa saja karakteristik setiap tingkat kesejahteraan. Karakteristik yang terdapat pada setiap desil dapat diketahui dengan melakukan pengklasifikasian. Salah satu metode statistika yang dapat digunakan yaitu pohon klasifikasi. Variabel respon yang digunakan yaitu tingkat kesejahteraan. Data yang digunakan yaitu 149.186 data rumah tangga dan 35 variabel indikator kesejahteraan. Selanjutnya dilakukan metode test sample dengan testing 5%-30% menggunakan Indeks Gini dan Indeks Twoing. Metode terbaik yang digunakan yaitu metode test sample dengan testing 30% menggunakan Indeks Gini. Hasil yang didapatkan yaitu pohon klasifikasi optimal dengan 391 simpul dan 191 simpul terminal. Karakteristik setiap desil didapatkan dari persentase tertinggi pada simpul terminal setiap tingkat kesejahteraan. Lima variabel terpenting dalam pemilahan pohon klasifikasi yaitu jumlah anggota rumah tangga, jenis lantai terluas dengan bahan marmer/granit, keramik, parket/vinil/permadani, kepemilikan kulkas, tipe toilet pribadi dengan jenis kloset leher angsa, dan kepemilikan sepeda motor. Pohon klasifikasi tersebut merupakan pohon klasifikasi dengan right estimated dengan tingkat keakuratan klasifikasi sebesar 64.1%
Analisis Perbedaan dan Preferensi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Food Souvenir Noriko Agnita Masroeri; Berto Mulia Wibawa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2039.737 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46901

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, industri pariwisata merupakan salah satu industri yang sedang berkembang di Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi perusahaan yang bergerak dibidang penyedia produk oleh-oleh. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji perbedaan dan preferensi konsumen terhadap atribut dalam pemilihan produk food souvenir. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode konklusif deskriptif dengan pengambilan sampel multiple cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner secara online dengan metode selfadministered kepada 321 responden yang memiliki kriteria pernah membeli produk oleh-oleh di Surabaya dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Chi Square (X2) dan Conjoint. Temuan utama dari penelitian ini bahwa pada analisis Conjoint memperlihatkan bahwa responden lebih menyukai produk makanan ringan yang dijual di toko sendiri dengan harga di bawah IDR 50.000
Pemodelan Ketahanan Pangan di Jawa Timur Menggunakan Metode Geographically Weighted Ordinal Logistic Regression (GWOLR) Vida Faiza Rochmah; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.054 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47021

Abstract

Ketahanan pangan adalah suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai perseorangan, yang tercermin dari ketersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kabupaten/kota paling banyak di Indonesia merupakan provinsi dengan prestasi sebagai lumbung padi nasional tahun 2018. Namun berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Nasional Tahun 2018 terdapat 15 kabupaten/kota di Jawa Timur yang masih masuk dalam kelompok dengan status prioritas ketahanan pangan sedang hingga rendah. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan pemodelan ketahanan pangan kabupaten/kota di Jawa Timur menggunakan Geographically Weighted Ordinal Logistic Regression (GWOLR) dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dan faktor geografis. Sumber data digunakan dari badan Ketahanan Pangan Nasional dengan menggunakan 8 variabel prediktor dan satu variabel respon yang merupakan katagori ketahanan pangan di Jawa Timur. Hasil analisis didapatkan model GWOLR terbaik terdiri X4, X5, X6, X7 dan X8 dengan ketepatan kalsifikasi pemetaan wilayah sebesar 94,7%
Penentuan Jenis Komoditas Unggulan Sub Sektor Perikanan Budidaya di Kabupaten Lamongan Dini Rizki Rokhmawati; Sardjito Sardjito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.295 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47284

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi perikanan budidaya. Terlihat dari kontribusi nilai produk yang tinggi dan peningkatan produksi disetiap tahunnya, yaitu sebesar 2.1% dari tahun 2016 ke tahun 2017. Perikanan budidaya di Kabupaten Lamongan memiliki berbagai macam jenis komoditas dengan produksi yang beragam yang tentunya berdampak pada perekonomian di Kabupaten Lamongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis komoditas unggulan sub-sektor perikanan budidaya di Kabupaten Lamongan. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui jenis komoditas unggulan adalah Location Quotient dan Shift Share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis komoditas unggulan  yang tersebar ke beberapa kecamatan di Kabupaten Lamongan. Delapan jenis komoditas unggulan tersebut adalah ikan mas, bandeng, tawes, lele, kerapu, udang vanname, udang lainnya, dan nila.
Analisis Deskriptif dan Perilaku Konsumen Bar Chocolate di Yogyakarta Iman Sabarisman; Anjar Kistia Purwaditya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.956 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49946

Abstract

Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara Asia penghasil kakao terbesar. Namun, dalam hal konsumsi cokelat, Indonesia memiliki tingkat konsumsi yang masih rendah. Produsen cokelat perlu memahami karakteristik konsumen agar diperoleh penjualan yang tepat sasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik demografi dan psikrografi dari konsumen cokelat batang yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode Crosstabs Analysis dan Chi Square Test. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner online oleh responden. Responden diperoleh dengan metode non probability sampling. Hasil penelitian ini adalah karakteristik demografi meliputi jenis kelamin (72,5% perempuan), usia (82,6% berusia 16-25 tahun), pendidikan terakhir (66,1% SMA/sederajat), dan penghasilan/uang saku per bulan (55,05% di bawah Rp 1.000.000,00). Sedangkan karakteristik psikografi dan perilaku konsumen meliputi frekuensi konsumsi (65,1% jarang mengkonsumsi cokelat), jenis cokelat batang yang disukai (37,6% milk chocolate), dan bentuk cokelat batang yang diinginkan (54,1% cokelat batang berbentuk blok).
Hubungan Job-related Factors, Work-life Balance dan Kepuasan Kerja pada Pekerja Generasi Milenial Zeni Rahmawati; Janti Gunawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47782

Abstract

Studi menemukan bahwa pekerja generasi milenial, yaitu seseorang yang lahir pada rentang tahun 1981 dan 2000, memiliki kebutuhan dan preferensi pekerjaan unik yang berkaitan dengan kepuasan kerja yang mereka rasakan. Gaya hidup mereka dengan kebutuhan penggunaan internet yang tinggi serta kebutuhan akan pengakuan, bisa saja terkait dengan perilaku kerja dan kepuasan kerja tersebut. Penelitian ini menguji hubungan antara job-related factors, yang meliputi waktu kerja, pendapatan, status jabatan, masa kerja, dukungan atasan, dukungan organisasi, dan nilai pekerjaan; dan work-life balance terhadap kepuasan kerja pada pekerja milenial. Hal ini didukung kondisi bahwa di Indonesia, saat ini lapangan kerja didominasi oleh generasi milenial, yang diyakini sebagai generasi yang lebih menghargai work-life balance dibandingkan generasi lainnya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif-konklusif. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner secara online untuk mempelajari 203 orang pekerja dalam rentang usia 20-38 tahun, dan telah bekerja sekurang-kurangnya selama 1 tahun di berbagai sektor pekerjaan di Indonesia. Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk mengolah data dan menguji hipotesis yang diajukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa job-related factors berhubungan dengan work-life balance dan kepuasan kerja, meskipun beberapa lainnya tidak. Seperti yang diperkirakan, work-life balance juga memengaruhi kepuasan kerja pada pekerja generasi milenial. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi penerapan kebijakan agar mampu meningkatkan work-life balance dan kepuasan kerja pada generasi milenial.
Evaluasi Kepuasan Mahasiswa terhadap Kinerja Layanan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dona Adityas; Irhamah Irhamah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.287 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49894

Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai salah satu institusi pendidikan selalu berusaha meningkatkan kualitas layanan. Kualitas pelayanan terhadap pelanggan merupakan suatu indikator yang sangat penting untuk industri jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa sebagai salah satu stakeholder ITS, terhadap layanan ITS. Pengukuran kualitas layanan menggunakan konsep kriteria penentu kualitas pelayanan, yaitu: keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty), dan bukti langsung (tangibles). Metode yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA), untuk menganalisis tingkat kepentingan atribut dengan mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki atau dipertahankan. Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan ITS berdasarkan Customer Satisfication Index (CSI) adalah sebesar 79,99%, sedangkan rata-rata ringkat kepuasan mahasiswa ITS secara keseluruhan untuk semua unit adalah 3,9 yang berada pada zona kepuasan tinggi. Unit yang mempunyai indeks kepuasan tertinggi adalah Unit Perpustakaan dengan nilai 3,995 dan terendah adalah Direktorat Akademik dengan nilai 3,968.

Page 55 of 228 | Total Record : 2279