cover
Contact Name
DIRJA NUR ILHAM
Contact Email
dirja.poltas@gmail.com
Phone
+6285261233288
Journal Mail Official
dirja.poltas@gmail.com
Editorial Address
Kampus Politeknik Aceh Selatan Jl. Merdeka Komplek Reklamasi Pantai
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 30645905     EISSN : 30645905     DOI : https://doi.org/10.62671/dcs.v1i2.26
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat yang didedikasikan kepada Pengabdian Masyarakat dalam multidisiplin ilmu. Jurnal DCS terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk mempromosikan hasil pengabdian semua bidang ilmu yang berfokus pada penerbitan makalah berkualitas. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan direview oleh reviewer. Artikel yang dikirim ke jurnal DCS tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Naskah harus mengikuti pedoman penulis yang disediakan oleh DCS dan harus ditinjau dan diedit.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Workshop Pengembangan Projek Kreatif dan Kewirausahaan di SMK Negeri 1 Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2025 Ben, Hasbaini; Maulina, Dian; Rusnanda, Resky; Amri, Asbahrul; Saputra, Devi Satria; Afdhal, Afdhal; Mislina, Mislina; Izzah , Cut Indah Nurul
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2 Nomor 2, Desember 2025
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v2i2.134

Abstract

kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan tujuan meningkatkan kompetensi siswa SMK Negeri 1 Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan dalam mengembangkan projek kreatif dan kewirausahaan melalui validasi ide produk dan jasa berbasis prototipe awal. Dalam konteks pendidikan vokasi, kemampuan merancang produk inovatif dan menguji kelayakannya merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha mandiri. Workshop ini menghadirkan narasumber Hasbaini, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pemahaman mengenai tahapan pengembangan ide, teknik pembuatan prototipe awal, serta strategi validasi ide berdasarkan kebutuhan pasar. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, serta praktik langsung penyusunan prototipe sederhana oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam menganalisis peluang usaha, mengembangkan ide kreatif, serta mempresentasikan prototipe awal secara lebih terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam merancang produk yang memiliki nilai guna dan potensi komersial. Secara keseluruhan, workshop ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kompetensi kewirausahaan siswa SMK serta mendukung implementasi pembelajaran berbasis projek secara lebih efektif.
Psikoedukasi Terkait Kanker Pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh Prodi Keperawatan Kabupaten Aceh Selatan Rahmi, Cut; Irwan, Syam; Satifa, Oriza; Yasni, Hilma; Lizam, T. Cut; Julissasman, Julissasman
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2 Nomor 2, Desember 2025
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v2i2.137

Abstract

Kanker adalah penyakit kronis yang dapat mempengaruhi keadaan emosi dan perubahan aktivitas sehari-hari sehingga menimbulkan masalah fisiologis dan psikologis yang semuanya mempengaruhi kualitas hidup. Kanker menjadi peringkat tiga besar penyebab kematian di dunia. Estimasi dari IARC (International Agency of Cancer Research) pada tahun 2040 angka kasus kanker baru dapat mencapai 30,2 juta kasus dengan angka kematian mencapai 16,3 juta kasus. Melihat data tersebut, penting untuk memberikan informasi yang tepat melalui edukasi pada mahasiswa guna deteksi dini dan pencegahan kanker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu psikoedukasi tentang kanker pada mahasiswa/I Poltekkes Kemenkes Aceh Prodi Keperawatan Kabupaten Aceh Selatan. Masalah yang dihadapi oleh mitra diantaranya masih sangat kurangnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam deteksi dini kanker. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan deteksi dini kanker. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam  pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang kanker dan memberikan pendampingan kepada mahasiswa/I cara deteksi dini kanker agar mereka mampu melakukan pencegahan yang tepat terkait dengan penyakit yang dialaminya.
Optimalisasi Fungsi TPS 3R dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat: Studi Society Action Research di Desa Leranwetan, Kecamatan Palang M. Wildan Ittaqillah; Abdul Ghoni; M. Yudi Hermawan; M. Rofiudin; Ahsana Fawaid; M. Ainul Fawaid; M. Asroful Anam; Muslimin Muslimin
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.156

Abstract

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) merupakan strategi penting dalam mengurangi timbulan sampah dari sumber. Namun, dalam praktiknya, banyak TPS 3R di tingkat desa belum berfungsi optimal akibat rendahnya partisipasi masyarakat dan lemahnya penguatan sosial serta kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi fungsi TPS 3R dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan Society Action Research (SAR) di Desa Leranwetan, Kecamatan Palang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan aksi, implementasi, observasi, dan refleksi bersama masyarakat serta pengelola TPS 3R. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, dokumentasi, dan diskusi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi TPS 3R di Desa Leranwetan masih didominasi oleh aktivitas pengumpulan sampah, sementara pemilahan dan pengolahan sampah belum berjalan optimal. Faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat meliputi rendahnya kesadaran lingkungan, kuatnya kebiasaan lama, keterbatasan kelembagaan partisipatif, serta minimnya dukungan teknis dan insentif. Penerapan pendekatan SAR terbukti mampu meningkatkan kesadaran, mendorong perubahan perilaku, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan TPS 3R. Optimalisasi fungsi TPS 3R memberikan dampak positif terhadap pengurangan timbulan sampah, penguatan kapasitas masyarakat, dan keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis desa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan partisipatif berkelanjutan sebagai strategi utama dalam pengelolaan TPS 3R di wilayah perdesaan.
Pelestarian Kerajinan Gerabah Gendok Sebagai Identitas Budaya Dan Sumber Ekonomi Kreatif Masyarakat Tuban Dwi Indah Vidia Fatma Wati; Lathifatun Nisa’; Anggie Eka Cahyani; Luluk Iddah Masrufah; Siti Nur Aini; Rifa’atin Aditya Cahyani; Warosatun Ni’mah; Muslimin Muslimin
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.227

Abstract

Kerajinan gerabah gendok merupakan salah satu wujud nyata pelestarian budaya lokal di Tuban yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat kreatif. Penelitian ini menyajikan gambaran produksi gerabah gendok berdasarkan wawancara langsung dengan perajin di Tuban, mencakup bahan baku, proses produksi, pemasaran, kendala, serta nilai ekonomi dan budaya yang melekat. Dengan pendekatan studi kasus, artikel ini memaparkan bagaimana kerajinan gerabah gendok tetap eksis meskipun menghadapi tantangan seperti cuaca serta kebutuhan akan pelestarian keterampilan tradisional. Gerabah gendok juga diposisikan sebagai simbol identitas budaya sekaligus sumber pendapatan masyarakat setempat, yang selaras dengan eksistensi kerajinan gerabah sebagai warisan budaya di berbagai daerah Indonesia. Referensi akademik dan sumber berita turut digunakan untuk memperkuat analisis aspek budaya dan ekonomi kreatif kerajinan gerabah.
Pembuatan Spray Serai Wangi Untuk Pencegahan Gigitan Nyamuk Dilingkungan Sondakan Rt2 Rw11 Surakarta Ardi Setyawan; Ricard Nixon Holo; Sharone Debora Rengkuan; Yokebet Yokebet; Nurul Syazwani
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.257

Abstract

Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Surakarta dengan Case Fatality Rate mencapai 1,67% pada tahun 2025 menuntut adanya pengendalian vektor penyakit yang jauh lebih aman untuk digunakan oleh masyarakat apabila dibandingkan dengan insektisida kimia yang berbahan dasar DEET. Penggunaan tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L.) yang memiliki kandungan senyawa sitronelal dan geraniol menawarkan potensi yang sangat besar sebagai repelan alami yang terbukti efektif dan memiliki risiko kesehatan yang minim. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Sondakan melalui sebuah pelatihan pembuatan spray anti nyamuk dengan menerapkan metode Participatory Action Research (PAR). Realisasi dari kegiatan ini memiliki fokus utama pada alih teknologi sederhana yang mencakup tahapan penakaran bahan-bahan, proses pencampuran bahan baku, hingga tahap akhir berupa pengemasan produk yang kemudian dievaluasi secara langsung melalui uji keterampilan dan uji organoleptis terhadap produk yang dihasilkan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa para peserta pelatihan telah mampu memproduksi sediaan repelan yang homogen dan sangat sesuai dengan standar yang ditetapkan melalui penerapan metode demonstrasi. Sebagai kesimpulannya, peningkatan keterampilan warga melalui program ini diharapkan dapat menjadi sebuah solusi preventif mandiri yang bersifat ekonomis dan juga berkelanjutan guna menekan secara maksimal laju penyebaran penyakit DBD di lingkungan pemukiman masyarakat.
Strategi Diversifikasi Pendapatan Petani Untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Septina Louisa Siahaya; Chrestiana Aponno; Maria Juneferstina; Diar Muzna tangke; Angel Merlyn Pattimahu; Hasmawati Hasmawati; Shella Kriekhoff
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.271

Abstract

Peran sektor pertanian sangat penting dalam perekonomian namun petani sebagai pelaku utama mendapatkan penghasilan atau pendapatan yang tidak menentu diakibatkan oleh fluktuasi harga pasar, perubahan cuaca, serta risiko gagal panen akibat serangan hama dan penyakit tanaman. maka diperlukan diversifikasi pendapatan sehingga sumber pendapatan petani bukan saja dari hasil pertanian yang harganya cenderung rendah. Wayari Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu lokasi pertanian dengan subsektor hortikultura berupa sayuran dengan sumber pendapatan petani hanya dari hasil pertanian saja. Kegiatan sosialisasi ini diperuntukan kepada petani dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pentingnya diversifikasi pendapatan petani sehingga diharapkan petani dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara maksimal dan menambah nilai tambah. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perwakilan petani dengan diawali dengan pemaparanmateri dan diskusi secara intensif. Diversifikasi pendapatan yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat produk turunan dari hasil panen, diversifikasi usaha non pertanian (perdagangan kecil, kerajinan tangan, ataupun bidang jasa transportasi), dan perluasan akses pasar menggunakan platform digital. Untuk melakukan diversifikasi pendapatan, petani di Wayari Desa Suli masih memiliki kendala diantaranya kurangnya permodalan, pengetahuan dan keterampilan petani masih kurang, akses pasar terbatas, risiko usaha yang lebih tinggi dan faktor sosial dan budaya petani.
Eco-Character School: Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Murid Sekolah Dasar Yulsy Marselina Nitte; Kristina E Noya Nahak; Chintia Marini Putri Ati; Hingrida Hendrik; Kevin Leba; Elisabet Ndeli; Karoline Kutiom; Ester Leltakaeb; Louisa Bureni
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.287

Abstract

Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menjadi tantangan global yang memerlukan upaya edukatif sejak usia dini. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan rendah karbon yang berfokus pada pembentukan karakter peduli lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan memperkuat karakter peduli lingkungan murid melalui program Eco-Character School di SD GMIT Oepura Kota Kupang. Kegiatan ini melibatkan 78 murid kelas III dan V, didampingi guru dan kepala sekolah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif melalui penyampaian materi, media visual, diskusi interaktif, dan evaluasi berupa kuis berbantuan aplikasi Kahoot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa murid memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mampu mengaitkan aktivitas sehari-hari dengan upaya pengurangan emisi karbon. Perubahan perilaku juga mulai terlihat melalui kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta membawa tumbler dari rumah. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman murid mencapai 79,01% jawaban benar dengan rata-rata 26 jawaban benar dari 30 soal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan rendah karbon yang kontekstual dan aplikatif efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan membentuk karakter peduli lingkungan pada murid sekolah dasar.

Page 3 of 3 | Total Record : 27