cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BANGUNAN (Jurnal Berkala Jurusan Teknik Sipil UM)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal BANGUNAN diterbitkan sejak tahun 1994 oleh segenap civitas akademika Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang dengan judul BANGUNAN. Dengan No. ISSN 0852-2480, Jurnal Bangunan terbit minimal 1 (satu) kali setahun berisi gagasan konseptual, kajian teori, praktik, penelitian, dan pengajaran dalam bidang Teknik Bangunan.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
ANALISIS MANAJEMEN PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG PERGURUAN TINGGI NEGERI DI KOTA MALANG Angga Suharsono Apif M. Hajji N. Bambang Revantoro
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di Kota Malang terdapat beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), diantaranya: Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang), dan Potiteknik Negeri Malang (POLINEMA). Pemeliharaan bangunan gedung PTN di Kota Malang umumnya meliputi pemeliharaan struktur, arsitektur, dan utilitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mengetahui frekuensi pemeliharaan; 2) mengetahui biaya pemeliharaan; 3) mengetahui prioritas pemeliharaan bangunan gedung; dan 4) korelasi antara frekuensi dengan biaya pemeliharaan bangunan gedung dan prioritas dengan biaya pemeliharaan gedung PTN di Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif. Data yang digunakan didapatkan dari hasil kuesioner yang diberikan pada masing-masing PTN untuk selanjutnya dianalisis untuk menjawab beberapa rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu UM, UIN Malang, dan POLINEMA sering mengalami pemeliharaan untuk komponen utilitas. Biaya pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu: 1) pemeliharaan dinding dan cat dinding, pemeliharaan penutup atap dan instalasi listrik, dan pemeliharaan jaringan telepon dan internet berturut-turut untuk UM, UIN Malang, dan POLINEMA. Prioritas pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu: 1) UM memprioritaskan pemeliharaan pada komponen utilitas, 2) UIN Malang memprioritaskan pemeliharaan pada komponen utilitas dan struktur, dan 3) POLINEMA memprioritaskan pemeliharaan pada komponen utilitas dan struktur. Korelasi periode dengan biaya pemeliharaan bangunan gedung dan prioritas dengan biaya pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu: 1) UM mempunyai hubungan yang cukup, 2) UIN Malang mempunyai hubungan yang rendah, dan 3) POLINEMA mempunyai hubungan yang cukup.Kata-kata kunci: pemeliharaan Bangunan gedung, perguruan tinggi negeri, KotaMalangAbstract: In Malang, there are several state universities (PTN), including: University Negeri Malang (UM), Negeri Malang Islamic University (UIN Malang), and Potiteknik Negeri Malang (Polinema). Maintenance of buildings Universities in Malang generally include maintenance of the structure, the architecture, and utilities. This research was conducted in order to: 1) determine the frequency of maintenance; 2) know the maintenance costs; 3) identifies priorities for the maintenance of buildings; and 4) the correlation between the frequency of the maintenance costs of buildings and maintenance costs are a priority with State building in the city of Malang. The method used in this research is descriptive analysis method. The data used is obtained from questionnaires given in each State to further analyzed to answer some formulation of the problem. The results showed that the frequency of maintenance of buildings of each public university namely UM, UIN Malang, and Polinema frequent maintenance for utility components. Building maintenance costs of each public university namely: 1) maintenance of the wall and paint the walls, roofing and maintenance of electrical installations, and maintenance of the telephone network and the Internet in a row for UM, UIN Malang, and Polinema. Priority maintenance of buildings of each public university namely: 1) UM prioritize maintenance on utility component, 2) UIN Malang prioritize maintenance on utility components and structures, and 3) Polinema prioritize maintenance on utility components and structures. Correlation period with maintenance costs of buildings and maintenance costs are a priority to the building of each public university namely: 1) MW has enough relationship, 2) UIN Malang has a low correlation, and 3) Polinema have enough relationship.Key words: maintenance of buildings, universities, Malang
Peningkatan Kualitas Konstruksi Sambungan Paku pada Bangunan Kayu Hadi Wasito
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknik konstruksi kayu telah menuntut pengembangan alat sambung yang lebih baik dengan skala pemakaian yang lebih luas. Salah satu alat sambung yang telah dikembangkan adalah alat sambung paku, namun pada kenyataannya penerapan alat sambung paku banyak mengalami kemunduran oleh adanya pengaruh faktor luar. Untuk meningkatkan kualitas sambungan paku beberapa faktor luar yang berpengaruh tersebut harus dapat dicegah atau dihindari secara maksimal. Dengan penerapan sistem sambungan yang memperhitungkan adanya pengaruh faktor luar diharapkan akan dapat dihasilkan suatu konstruksi sambungan paku dengan kekuatan yang maksimal.
Analisis Terhadap Sistem Kesehatan Hunian (Rumah) Pada Perkampungan Padat (Studi Kasus Pada Perkampungan Nelayan Di Kota Pasuruan Dan Perkampungan Padat Di Kota Malang) Sudomo Sudomo
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas sistem kesehatan hunian (rumah di perkampungan padat Kota Malang dan perkampungan nelayan di pesisir pantai Kota Pasuruan serta hubungannya dengan sick building syndrome. Metode penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu (l) tahap identifikasi permasalahan, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengumpulan data, (4) tahap analisis data, dan (5) tahap penutup. Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) secara keseluruhan kualitas penataan ruang rumah, penataan ruang lingkungan, pencahayaan mata hari dan sanitasi lingkungan  termasuk kualitas kurang baik, (2). gambaran  antara penataan rumah/lingkungan secara keseluruhan dengan sick building syndrome dapat disimpulkan bahwa ada kecenderungan semakin baik sistem penataan rumah./lingkungan akan semakin rendah prosentase penghuni yang menderita sick building syndrome, dan (3) tidak terdapat perbedaan kualitas  pengaturan  ruang  lingkunganan ruang  rumah, pengaturan sirkulasi udara,  pengaturan pencahayaan alami serta penataan sanitasi  lingkungan  terhadap  tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan.
KAPASITAS KOLOM BETON RINGAN DARI ABU AMPAS TEBU TERHADAP BEBAN AKSIAL EKSENTRIS Rahmad Satrio Widodo Sutrisno Nindyawati
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini mendiskripsikan: (1) kuat tekan beton ringan (br) biasa dan beton ringan abu ampas tebu. (2) pola retak pada kolom beton ringan (kbr) abu ampas tebu akibat beban aksial eksentris. (3) nilai simpangan pada (kbr) abu ampas tebu dan (kbr) biasa akibat beban aksial eksentris. (4) perbedaan kuat tekan (kbr)biasa dan (kbr)abu ampas tebu akibat beban aksial eksentris. (5) perbedaan simpangan (kbr) biasa dan (kbr) abu ampas tebu akibat beban aksial eksentris. Penelitian eksperimen ini dengan 5 sampel silinder dan 3 sampel (kbr) biasa dan 5 sampel silinder dan 3 sampel (kbr) abu ampas tebu. Teknik analisis deskriptif dan non-parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian: beton ringan biasa dan beton ringan abu ampas tebu memenuhi ketentuan beton ringan kategori struktural di atas 17,24 MPa pada kuat tekan dan berat volume < 1850 kg/m3. Simpangan (kbr) biasa mendapatkan rata-rata beban 30,43 kN dan simpangan 5,02 mm, sedangkan pada (kbr) abu ampas tebu mendapat rata-rata beban 23,53 kN dan simpangan 5,78 mm. Kolom beton ringan biasa terjadi penurunan kuat tekan 14% dari kuat tekan rencana 35,21 kN, sedangkan (kbr) abu ampas tebu terjadi penurunan kuat tekan 33% dari kuat tekan rencana 35,21 kN. Pola retak akibat lentur terjadi pada semua sampel kolom. Kolom beton ringan biasa lebih baik menahan beban aksial eksentris daripada (kbr) abu ampas tebu.Kata-kata kunci: abu ampas tebu, beton ringan, uji simpangan kolom.Abstract: The purpose of this study is to describe: (1) normal lightweight concrete press (br) and lightweight asphalt concrete ash. (2) cracked pattern on lightweight concrete columns (kbr) ash of bagasse as a result of eccentric axial load. (3) the value of drift on the ash bagasse and (kbr) ash due to the eccentric axial load. (4) the difference between the compressive strength (kbr) and (kbr) ash of bagasse as a result of the eccentric axial load. (5) the difference of standard deviation (kbr) and (kbr) ash of bagasse as a result of eccentric axial load. This experimental study was conducted with 5 cylindrical samples and 3 regular samples (kbr) and 5 cylinder samples and 3 samples (kbr) of bagasse ash. Mann-Whitney’s descriptive and non-parametric analysis techniques. Results: Ordinary lightweight concrete and lightweight asphalt concrete concrete meet the requirements of lightweight structural concrete above 17.24 MPa in compressive strength and volume weight of <1850 kg / m3. Simpang (kbr) gets average load 30.43 kN and 5.02 mm, while in (bag) bagasse ash gets average load 23,53 kN and 5,78 mm deviation. The light concrete columns usually decrease the compressive strength 14% from the compressive strength of the plan 35,21 kN, whereas (ash) bagasse ash is 33% decrease of compressive strength of plan 35,21 kN. Fracture patterns due to bending occur in all sample columns. Ordinary light concrete columns prefer to withstand anxial axial loads than (kbr) dregs of bagasse.Key Words: Ash bagasse, lightweight concrete, test column deviation..

Page 10 of 10 | Total Record : 94


Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue