cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2019)" : 19 Documents clear
PEMETAAN POTENSI EMAS DI KABUPATEN TRENGGALEK BERDASARKAN UMUR BATUAN DAN FORMASI BATUAN Taufik, Muhammad; Permatasari, Ayu Kurnia
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1627

Abstract

Emas merupakan logam mulia yang memiliki manfaat ekonomis tinggi baik individu, kelompok maupun negara. Potensi ekonomis dilihat dari adanya kegiatan penambangan secara besar-besaran dan mencapai distribusi nasional dengan harga jual yang tinggi. Eksplorasi emas saat ini banyak dilakukan dengan metode pemetaan geologi, parit uji, geokimia tanah atau endapan sungai yang dimaksudkan untuk mengetahui kondisi geologi lokal, melokalisir penyebaran dan menafsirkan model atau tipe pembetukan emas di wilayah bersangkutan. Permasalahan yang muncul adalah pada tahap survei pemetaan lapangan, yang membutuhkan waktu panjang serta biaya yang besar. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam eksplorasi mineral memberikan banyak keuntungan baik dari waktu maupun biaya. Kemampuan menganalisa sistem menjadi karakteristik utama SIG seperti analisa statistik dan klasifikasi raster yang disebut analisis spasial. Hasil pengolahan, peta potensi emas dapat di klasifikasikan menjadi 5 kelas, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah. Hasil analisa daerah berdasarkan formasi batuan yang memiliki tingkat potensi emas sangat tinggi tersebar di beberapa kecamatan dengan luas 48%dari total luas Kabupaten Trenggalek. Hasil analisa daerah berdasarkan umur batuan yang memiliki tingkat potensi emas sangat tinggi tersebar di beberapa kecamatan dengan luas 63%dari total luas Kabupaten Trenggalek.
ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH DI KABUPATEN GRESIK TAHUN 2015 HINGGA 2017 DENGAN METODE PS-INSAR Taufik, Muhammad; Anjasmara, Ira Mutiara; Ulin, Rizki Fahrudin
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1628

Abstract

Pergerakan penurunan muka tanah sering terjadi di berbagai wilayah di seluruh dunia khususnya kota-kota besar dan daerah pesisir. Dampak negatif dari penurunan muka tanah dapat berupa kerusakan sarana prasarana suatu wilayah. Penurunan muka tanah diduga disebabkan karena pengambilan air yang berlebihan untuk keperluan industri serta struktur pembentuk tanah yang ada pada wilayah tersebut. Untuk itu diperlukan adanya suatu kajian dengan tujuan untuk mitigasi bencana. Dampak dari bencana alam dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat seiring dengan perkembangan teknologi menggunakan metode penginderaan jauh yang memiliki kemampuan mencakup area yang luas dan dalam waktu yang singkat. Pemilihan metode PS-InSAR berbasis Radar menjadi solusi tepat karena memiliki akurasi yang baik dan meminimalkan efek dekorelasi. Berdasarkan hasil pengolahan periode Mei 2015 hingga Januari 2016 dengan menggunakan metode PS-InSAR dalam analisis penurunan muka tanah pada Kabupaten Gresik, dihasilkan variasi nilai penurunan muka tanah antara -49,35 mm/tahun hingga 54,95 mm/tahun dengan nilai rata-rata kecepatan penurunan muka tanah tertinggi pada Kecamatan Bungah. Metode ini terbukti sebagai salah satu metode penginderaan jauh yang baik untuk meneliti pergerakan penurunan muka tanah.
PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR (STUDI KASUS: BANJIR PACITAN DESEMBER 2017) Taufik, Muhammad; Rahman, Irhasy Wifie
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1629

Abstract

Setiap tahun bencana alam terjadi di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Menurut Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI)-BNPB, lebih dari 78% kejadian merupakan bencana hidrometeorologi. Kejadian bencana hidrometeorologi merupakan kelompok kejadian bencana banjir, gelombang ekstrim dan cuaca esktrim. Curah hujan merupakan fenomena yang sudah biasa mengingat lokasi Indonesia yang berada di daerah tropis. Wilayah satu dengan yang lain dapat memiliki faktor penyebab banjir yang berbeda. Analisa multi-kriteria dapat digunakan untuk melihat kriteria spesifik dari penyebab banjir di suatu wilayah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Penyusunan basis data penyebab banjir yang kemudian digunakan unuk membuat Peta daerah rawan banjir kabupaten Pacitan. Peta daerah rawan banjir di hasilkan dari overlay dari parameter curah hujan, jenis tanah, kerapatan aliran,tutupan lahan, ketinggian dan kemiringan lereng yang kemudian dilakukan skoring dan pembobotan menggunakan metode CMA (Composite Mapping Analysis). Dari hasil pengolahan didapatkan peta daerah rawan banjir dengan luas daerah rawan banjir yang dibagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas tidak rawan dengan luas daerah 61.879 ha (44%), kelas rawan dengan luas daerah 67.885 ha (48%) dan kelas sangat rawan dengan luas daerah 11.144 ha (8%).
ANALISA KRONOLOGIS PERMASALAHAN BATAS WILAYAH ADMINISTRASI KABUPATEN DONGGALA DAN KABUPATEN MAMUJU UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KARTOMETRIK DAN GEOSPASIAL ., Yuwono; Budisusanto, Yanto; Firdaus, Zahratu
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1630

Abstract

Sejak implementasi otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diganti Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 dan yang paling terbaru UU No. 23 Tahun 2014, batas antar daerah menjadi perhatian yang sangat penting. Dalam era otonomi daerah, banyak sekali perkembangan daerah baik desa, kabupaten/kota maupun provinsi yang mengadakan pemekaran. Akibat dari adanya pemekaran yaitu adaya perebutan lahan atau sengketa lahan. Satu diantaranya yaitu batas wilayah antara Kabupaten Donggala dan Kabupaten Mamuju Utara. Konflik batas daerah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Mamuju Utara ini muncul sebagai akibat dari adanya kebijakan penataan batas daerah berdasarkan Kepmendagri No. 52 Tahun 1991 terutama setelah pemasangan Tugu / Patok Batas pada kawasan perbatasan antara Kabupaten Donggala dengan Kabupaten Mamuju Utara yang kurang melibatkan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa permasalahan batas wilayah yang terjadi pada Kabupaten Donggala dan Kabupaten Mamuju Utara berdasarkan data historis kedua Kabupaten tersebut serta mengimplementasikan Permendagri No. 76 Tahun 2012 tentang Penegasan Batas Daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kartometrik serta kajian literatur terkait berbagai aspek menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil analisa diketahui bahwa daerah yang diklaim atau Desa Ngovi lebih memilih untuk berada pada Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, namun jika dilihat dari segi hukum yang berlaku, daerah klaim tersebut tetap berada pada wilayah Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat. Luas wilayah yang diperebutkan sebesar 4696.469 ha, dimana wilayah tersebut terdapat penduduk dan bangunan pemerintah.
ANALISIS PERUBAHAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI TELUK LAMONG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT MULTITEMPORAL Sukojo, Bangun Muljo; Amalina, Nurul Chayah
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1631

Abstract

Reklamasi dan suplai sedimen dari sungai – sungai yang bermuara di Teluk Lamong dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya sedimentasi yang bisa berdampak pada pendangkalan alur pelayaran di Selat Madura. Karena itu diperlukan suatu teknik yang dapat memperkirakan wilayah dengan kecenderungan terjadinya sedimentasi, salah satunya dapat menggunakan analisa pola sebaran TSS/sedimen tersuspensi di Teluk Lamong. Dalam penelitian ini digunakan kombinasi metode pengamatan langsung (pengambilan data in situ) dan metode penginderaan jauh (menggunakan citra satelit Landsat – 8). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa perubahan konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) di Teluk Lamong dari tahun 2014 sampai dengan 2018 berdasarkan hasil pengukuran, menguji beberapa algoritma untuk menduga TSS di Teluk Lamong untuk mendapatkan algoritma TSS yang sesuai yang nantinya digunakan untuk mengekstraksi nilai TSS dari citra pada periode yang ditentukan dan menganalisa hasilnya dengan kondisi oseanografi (arus). Hasil dari pengolahan data dari citra satelit pada tahun 2018 dengan Algoritma Parwati, Algoritma Syarif Budiman, dan Algoritma Guzman & Santaella berbeda rentangnya dengan nilai TSS in – situ. Namun, Algoritma Syarif Budiman menunjukkan korelasi yang paling baik terhadap nilai TSS in – situ. Nilai TSS yang diperoleh dari citra satelit tiap tahunnya bersifat fluktuatif. Arus memiliki pengaruh terhadap perbedaan konsentrasi TSS yang teradi pada perairan Teluk Lamong.
UJI AKURASI PRODUK REFLEKTAN PERMUKAAN LANDSAT-8 BESERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENENTUAN KONSENTRASI SUSPENDED SOLID (STUDI KASUS:DANAU KASUMIGAURA, JEPANG) Jaelani, Lalu Muhamad; tyastiti , erika yuniar
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1632

Abstract

Koreksi atmosfer merupakan proses yang sangat penting karena efek atmosfer mampu mempengaruhi gelombang elektromagnetik dari matahari ke objek dan dari objek ke sensor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pada data citra. Salah satu metode koreksi atmosfer yang sering digunakan adalah metode 6SV (Second Simulation of the Sensor Signal in the Solar Spectrum-Vector). Landsat-8 adalah citra satelit yang sering dimanfaatkan karena kemudahan perolehan data yang gratis. Pada tahun 2014, USGS mengeluarkan produk level tinggi untuk surface reflectance (Reflectance-BOA). Dengan keluarnya produk ini, maka kendala koreksi atmosfer yang harus dilakukan menjadi berkurang. Namun, belum diketahui seberapa besar tingkat akurasi dari produk ini. Pada penelitian ini akan dilakukan uji akurasi dari produk Landsat-8 surface reflectance menggunakan data in-situ Remote sensing reflectance (Rrs ( )) dan Suspended Solid (SS) yang direkam secara langsung di 5 (lima) stasiun sepanjang Danau Kasumigaura, Jepang. Sebagai perbandingan, data tersebut akan dibandingkan dengan data Landsat-8 yang dikoreksi dari efek atmosfer menggunakan parameter koreksi dari hasil simulasi menggunakan metode 6SV. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa nilai Rrs ( )-6SV dan Rrs ( )-L memiliki nilai yang lebih tinggi dari Rrs ( )-insitu di sepuluh stasiun. Sedangkan untuk korelasinya (R2) Rrs ( )-L memiliki korelasi lebih tinggi yaitu sebesar 0,926 dibandingkan dengan Rrs ( )-6SV yang hanya 0,123. Besarnya NMAE serta RMSE yang dihasilkan Rrs ( )-6SV dan Rrs ( )-L ini secara berturut-turut adalah 140,262%; 0,012 dan 140,061%; 0,008.
ANALISIS POTENSI WILAYAH TANAH LONGSOR DI KAWASAN LERENG GUNUNG WILIS DENGAN MENGGUNAKAN DATA DEM TERRASAR-X Jaelani, Lalu Muhamad; Fahlefi , Rizha
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1633

Abstract

Tanah longsor seringkali terjadi ketika musim penghujan dengan tingkat curah hujan tinggi yang umumnya terjadi pada kelerengan tanah cukup curam. Air juga merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi terjadinya longsor. Pada bulan April 2017 lalu, terjadi peristiwa longsor di beberapa lokasi kawasan lereng gunung Wilis. Adanya peristiwa longsor tinggi dan terjadi dalam waktu bersamaan di lereng gunung Wilis, untuk itu perlu dilakukan penelitian potensi tanah longsor dengan menggunakan data DEM TERRASAR-X yang memiliki resolusi tinggi dalam menghasilkan data ketinggian tanah. Dengan menggabungkan faktor lain seperti data tutupan lahan, jenis geologi, dan jumlah curah hujan akan didapatkan informasi tingkat potensi tanah longsor di lereng gunung Wilis. Metode pengolahan dengan mempertimbangkan skor setiap kelas parameter dan pembobotan sebesar 20% tutupan lahan, 20% curah hujan, 30% jenis geologi, serta 30% kelerengan tanah akan didapatkan informasi potensi longsor dengan rentang 0,8-1,375 dikategorikan rendah, 1,375-1,95 kategori menengah, 1,95-2,525 untuk kategori tinggi dan rentang 2,525-3,1 untuk kategori sangat tinggi. Potensi longsor akan dibandingkan dengan data rekam kejadian tanah longsor di lapangan dalam rentang waktu 2-5 tahun terakhir sebelum 2017. Hasil perbandingan sebagian besar menunjukkan adanya kesesuaian terkait wilayah yang berpotensi tinggi terhadap longsor dengan peristiwa yang terjadi di lapangan.
IMPLEMENTASI KADASTER LAUT DALAM RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH (RPP) DAN RANCANGAN PERATURAN MENTERI (RAPERMEN) TENTANG IZIN LOKASI PEMANFAATAN RUANG LAUT BERBASIS WEBGIS (STUDI KASUS: PULAU MARATUA, BERAU, KALIMANTAN TIMUR) Budisusanto, Yanto; Rachmawati, Aulia
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1634

Abstract

Penerapan konsep kadaster kelautan diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang lengkap, akurat, dan seragam sehingga  data daninformasi dapat digunakan untuk saling berbagi pakai dan dirubah secara cepat (Syarif 2012). Adagium abad ketujuhbelas yang menyatakan ruang laut adalah kepunyaan bersama, tersedia untuk semua tetapi tidak untuk dimiliki. Negara mengatur penguasaannya kepada pihak lain (baik itu perseorangan atau swasta) dalam bentuk izin. Saat ini proses pendaftaran izin lokasi oleh KKP dilaksanakan secara offline. Penelitian ini akan merancang sebuah Website Sistem Informasi Geografis (SIG) pendaftaran izin lokasi pemanfaatan ruang laut. Lokasi penelitian berada pada Pulau Maratua, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yaitu pada koordinat 2 04’11,38” - 2 20’11,10”LU dan 118 31’48,93”-118 45’29,56”BT. Data spasial yang digunakan adalah peta dasar kadaster laut, rencana zonasi dan eksisting pemanfaatan ruang laut. RPP dan RAPERMEN izin lokasi digunakan untuk membangun sistem pendaftaran berbasis WebGIS. Implementasi basis data menggunakan PostgreSQL 9.0 dan Google Maps API sebagai penampil peta. Website dapat diakses secara online pada http://www.kadasterlautmaratua.com sehingga proses pendaftaran izin lokasi dapat dilaksanakan secara online. Dari hasil uji kebergunaan beerdasarkan 30 responden menunjukkan persentase 86.00 %. Berdasarkan hasil tersebut maka website termasuk kategori sangat layak sesuai dengan tabel Kategori Penilaian Usability dengan rentang nilai 81%-100%.
ANALISIS KENAIKAN MUKA AIR LAUT INDONESIA TAHUN 1993-2018 MENGGUNAKAN DATA ALTIMETRI Handoko, Eko Yuli; . , Yuwono; Ariani, Reny
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaikan muka air laut (sea level rise) merupakan konsekuensi dari perubahan iklim yang memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, serta ancaman tenggelamnya kawasan pesisir Indonesia yang ditinggali oleh 60% penduduknya. Sejak akhir abad ke-19, perubahan kedudukan air laut diamati dari stasiun pasang surut di sepanjang garis pantai. Namun, pengamatan stasiun pasang surut memiliki keterbatasan dalam jumlah, distribusi, dan jangkauannya, serta adanya pengaruh land subsidence. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis tren kenaikan muka air laut Indonesia menggunakan data pengamatan misi referensi satelit altimetri, yaitu Topex/Poseidon, Jason 1, Jason 2, dan Jason 3. Setelah dilakukan least square intercalibrated dan a-seasonal-trend decomposition procedure based on loess diketahui bahwa laju sea level rise di Indonesia +4,5 mm/tahun pada periode tahun 1993-2018. Tren linier bernilai positif ini menunjukkan bahwa ketinggian muka laut di Indonesia akan terus meningkat dengan persamaan y = 4,6x - 9133,5 mm, dimana y adalah sea level anomaly dan x adalah waktu. Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan perencanaan pra-kejadian terhadap dampak dari sea level rise yang akan mendatang.
ANALISIS DAN OPTIMASI DESAIN JARING PENGAMATAN DEFORMASI DI KOTA SURABAYA Anjasmara, Ira Mutiara; Sidharta, Yan Adrian
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1636

Abstract

Berdasarkan Provinsi Jawa Timur Dalam Angka tahun 2017, jumlah penduduk di Kota Surabaya menduduki peringkat pertama di Provinsi Jawa Timur. Dengan jumlah penduduk yang besar, dibutuhkan pembangunan kota yang sesuai. Pembangunan ini akan memberikan beban secara fisik terhadap permukaan tanah sehingga menyebabkan deformasi. Adanya deformasi dapat diketahui dengan melakukan pengamatan selama dua atau lebih periode pada beberapa titik di wilayah tersebut. Perencanaan titik pengamatan deformasi harus dibuat sebaik mungkin agar parameter deformasi dapat dihitung secara akurat. Oleh karena itu, optimasi desain jaring pengamatan dibutuhkan. Kegiatan desain dan optimasi dapat diselesaikan melalui perhitungan matematis. Dengan dasar tersebut maka dalam penelitian ini, dilakukan optimasi desain jaring pengamatan deformasi di Kota Surabaya. Hal yang dioptimasi adalah presisi. Selain itu, faktor lain seperti reliabilitas dan biaya menjadi faktor yang harus dikontrol pada proses pembuatan jaring. Dari hasil optimasi jaring, didapatkan desain III sebagai desain yang optimal dibandingkan dengan desain lainnya. Desain III memiliki presisi maksimum pada titik BM16 sebesar 0.605 mm dan presisi maksimum pada titik BM02 sebesar 1.619 mm. Kekuatan geometri jaring desain III sebesar 0.145. Desain III mampu meminimalisir biaya sebesar 44% jika dibandingkan terhadap desain jaring dengan maksimum pengamatan.

Page 1 of 2 | Total Record : 19