cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2011)" : 11 Documents clear
PEMBUATAN PETA ISOHYET KAWASAN GERBANGKERTOSUSILA BERDASARKAN DATA NOAA-AVHRR Damayanti , Noer Rochma; Taufik, Muhammad; Prasetyo, Eko; Parwati, Parwati
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1308

Abstract

Gerbang kertosusila merupakan salah satu kawasan strategis nasional (KSN) terutama kawasan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian. Salah satu faktor penunjang yang dibutuhkan dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah pengetahuan tentang distribusi curah hujan. Informasi curah hujan selama ini didapat dari stasiun penakar hujan sebagai alat untuk pengukuran curah hujan secara in-situ dalam bentuk peta isohyet bulanan. Dibutuhkan suatu metode yang lebih cepat dan efisien dalam menyajikan kondisi curah hujan suatu wilayah beserta distribusinya untuk menghasilkan peta isohyet harian. Teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) memberikan peluang untuk pembuatan peta isohyet harian. Citra satelit NOAA-AVHRR sebagai satelit lingkungan maupun cuaca baik digunakan untuk memantau kondisi suatu wilayah secara temporal dua kali sehari dengan cakupan lebar pandang 2.399 km. Dalam penelitian dilakukan pemetaan curah hujan menggunakan citra NOAA-AVHRR yang dibandingkan dengan data curah hujan lapangan. Citra NOAA-AVHRR level 1B diolah menggunakan perhitungan estimasi teknik model awan. Hasil penelitian ini berupa peta isohyet harian kawasan Gerbangkertosusila. Curah hujan yang terekam oleh data penginderaan jauh adalah kumpulan titik-titik air dan kristal-kristal air yang membentuk awan sedangkan curah hujan dari stasiun penakar hujan adalah titik-titik air dari awan yang yang telah sampai di bumi sehingga terjadi perbedaan nilai curah hujan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor kondisi awan, intensitas radiasi matahari, awan yang bertumpuk-tumpuk dan pengaruh angin. Nilai curah hujan citra NOAA-AVHRR mendekati curah hujan stasiun penakar hujan dengan selisih antara 0.0 mm/hari hingga 35.6 mm/hari. Validasi data curah hujan hasil perhitungan teknik model awan dari data citra NOAA-AVHRR mempunyai nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.623 terhadap data curah hujan dari stasiun penakar hujan pada bulan basah, sedangkan untuk bulan kering mempunyai nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.0 terhadap data stasiun penakar hujan.
EVALUASI HASIL PEMANTAUAN LAND SUBSIDENCE DI AREA SEKITAR TANGGUL LUMPUR SIDOARJO DENGAN TEKNOLOGI SIG Cahyono, Amru Estu; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1309

Abstract

Semburan lumpur yang terjadi sejak 29 Mei 2006 di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sudah termasuk dalam tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Semburan lumpur panas selama beberapa tahun ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Dengan mengacu pada volume lumpur yang terus bertambah, hal ini pasti menyebabkan terjadinya pengosongan massa yang diakibatkan oleh keluarnya lumpur secara terus-menerus, dan dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya land subsidence atau penurunan tanah di Kecamatan Porong dan sekitarnya. Dengan melihat fenomena tersebut maka pemantauan secara berkala sangat diperlukan yang diharapkan dapat mengetahui arah dan besarnya penurunan permukaan tanah. Pemantauan Land subsidence dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya adalah dengan Global Positioning System (GPS). Data yang didapat dengan survei GPS selanjutnya akan diolah menjadi informasi pergeseran horisontal, pergeseran vertikal, kecepatan dan percepatan penurunan tanah. Dari informasi tersebut akan diproses dan dianalisa dengan teknologi Sistem Informasi Geografis untuk mengkaji dan menganalisa perubahan titik secara vertikal dan horisontal yang diintegrasikan dengan batas administrasi dari desa-desa setempat. Hal ini sangat bermanfaat sebagai Early warning System dalam penanganan bencana yang ditimbulkan oleh pergerakan tanah, terutama di desa sekitar tanggul lumpur Sidoarjo. Hasil dari survei GPS menunjukkan bahwa pergeseran subsidence terbesar dialami titik VK-08 (-0.632 m pada kala 6-7) dan DG-04 (-0.503 m pada kala 8-9). Sedangkan Titik yang mengalami kenaikan (uplift) antara lain Titik TTG-1304,TTG-1305, P01, VK09 dan TTG-1322 yang berkisar antara 0 cm s/d 61 cm.
STUDI TENTANG PENGUKURAN DAN PEMETAAN PADA PELAKSANAAN LANDREFORM DI INDONESIA (Studi Kasus : Desa Pangkah Kulon, Gresik) Pebriadi , Ali; Yuwono, Yuwono; Rudianto, Roedy
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1310

Abstract

Kebijakan pemerintah mengenai pembagian tanah untuk mengatasi masalah kemiskinan adalah Landreform. Pada tahun 1999 Kantor Pertanahan Gresik telah melaksanakan program Landreform di Desa Pangkah Kulon, Gresik kemudian hasilnya dibagikan kepada penerima yang berhak. Dalam program Landreform terdapat kegiatan mengenai pengukuran dan pemetaan. Studi dalam tugas akhir ini tujuannya adalah untuk mengetahui mekanisme secara teknis dalam kegiatan Landreform yaitu pengukuran, pemetaan serta evaluasinya. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah mengidentifikasi dan mengetahui mekanisme pengukuran dan pemetaan pada kegiatan Landreform di Desa Pangkah Kulon, yang dilaksanakan Kantor Pertanahan Gresik. Kemudian membuat peta bidang digital serta melakukan transformasi koordinat UTM ke TM 3 menggunakan Software Arcview Gis 3.3. Hasil studi ini berupa penjelasan pelaksanaan teknis dalam program Landreform serta membuat informasi sederhana peta dasar pendaftaran tanah mengenai pemilik tanah, luas dan nomer identifikasi bangunan ( NIB ). Kesimpulan studi tugas akhir ini, dari program Landreform tanah yang dibagikan Kantor Pertanahan Gresik kepada masyarakat petani di Desa Pangkah Kulon berupa tanah oloran dengan luas keseluruhan 73.38 Ha. Pengukuran bidang tanah menggunakan metode terrestrial secara polar dengan unsur sudut dan jarak. Serta peta pendaftaran tanah yang dijadikan sebagai keperluan pembukuan tanah.
PENGGUNAAN DATA HYPERSPECTRAL SPECTROPHOTOMETER USB 4000 UNTUK PERHITUNGAN VEGETATION WATER CONTENT (VWC) TANAMAN PADI DI PETAK PERCONTOHAN (FARMLAND) SUKAMANDI, KABUPATEN SUBANG,PROPINSI JAWA BARAT Ariani , Windi Puji; Bangun Muljo Sukojo; Wibowo, Agus
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1311

Abstract

Tanaman padi merupakan makanan pokok yang mengandung sumber karbohidrat yang dikomsumsi oleh sebagian besar penduduk Asia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan sistem pertanian dituntun untuk sesuai dengan era reformasi dan komunikasi global. Dengan dukungan teknologi penginderaan jauh Hyperspectral dapat mengetahui kondisi kandungan air pada tanaman (Vegetation Water Content) yang akurat dan mudah didapat secara rutin sangat diperlukan untuk memantau status tanaman padi. Pada penelitian ini digunakan pemrosesan regresi. Penggunaan pemrosesan regresi bertujuan untuk menghitung hubungan antara Vegetation Water Content dan reflektan tanaman padi yang di ukur dengan Spektrophotometer USB 4000 tiap tahap pertumbuhan padi. Hasil dari pemrosesan regresi diuji menggunakan metode Multiple Linear Regression (MLR) untuk membuat pustaka Spectral Vegetation Water Content (VWC).
EVALUASI TENTANG PENGUKURAN DAN PEMETAAN DALAM PROGRAM REFORMA AGRARIA DIKAITKAN DENGAN STANDARDISASI TEKNIS (Studi Kasus : Kabupaten Rembang Jawa Tengah) Ummah, Muslihatul; Supadiningsih, Chatarina Nurjati; Rudianto, Roedy
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1312

Abstract

Program reforma agraria merupakan upaya untuk menata kembali hubungan antara masyarakat dengan tanah, dengan perkataan lain, menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan. Penelitian ini tentang pelaksanaan pengukuran dan pemetaan dalam program reforma agraria dikaitkan dengan standardisasi teknis yang berlaku dengan wilayah studi di Kabupaten Rembang. Dari hasil pengolahan data dan analisa didapatkan bahwa dalam proses pengukuran dan pemetaan persil tanah dalam program reforma agraria di Kantor Pertanahan kabupaten Rembang banyak terjadi ketidaktepatan. Hal tersebut dapat dilihat dari alat yang digunakan dalam mengukur sudut dan jarak dalam poligon utama serta alat yang digunakan untuk mengukur jarak dalam pengukuran bidang tanah, cara pengukuran poligon utama, tenaga pelaksana pengukuran, spesifikasi komputer grafis yang digunakan.
ANALISIS PANJANG BASELINE UNTUK APLIKASI KINEMATIK GPS Agustan, Agustan
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1313

Abstract

Aplikasi survai penentuan posisi dengan GPS salah satunya adalah untuk menentukan posisi obyek yang bergerak atau kinematik. Penentuan posisi secara kinematik untuk keperluan navigasi benda bergerak seperti kendaraan bermotor umumnya tidak membutuhkan akurasi tinggi. Tetapi untuk keperluan geodinamika, misalnya GPS-buoy untuk keperluan peringatan dini tsunami atau untuk analisis co-seismik akibat gempa, akurasi tinggi dan realibilitas sangat dibutuhkan. Penentuan posisi secara kinematik bergantung pada beberapa faktor misalnya panjang baseline dan metode pengolahan data. Tulisan ini menganalisis penentuan posisi kinematik dengan menggunakan metode pengolahan data secara pasca-pengamatan dengan variasi panjang baseline dari yang terpendek sekitar 17 meter dan terjauh sekitar 110 kilometer.
ANALISIS DAERAH POTENSIAL PETERNAKAN SAPI DI KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Sya’roni , Ahmad Imam; Sukojo, Bangun Muljo; Chandra, Danang Surya; Siswoyo, Siswoyo
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1314

Abstract

Peternakan sapi khususnya di pulau jawa masih menggunakan sistem tradisional, dimana sapi masih dikandang dan menjadi satu dengan rumah induk. Hal ini kurang dapat menghasilkan profit yang maksimal. Untuk melakukan sistem peternakan sapi modern dengan sistem penggembalaan dibutuhkan penelitian terlebih dahulu untuk menentukan lokasi yang berpotensi untuk dijadikan peternakan sapi. Untuk itulah penelitian ini sangat dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi geografi. Untuk menentukan daerah yang berpotensi berdasarkan persediaan pakan hijauan digunakan citra Landsat tahun 2002, 2006 dan 2009 kemudian diakumulasi dan dirata-rata sehingga didapat nilai pada setiap daerah. Beberapa hal yang diperhatikan dalam penentuan lokasi peternakan sapi ini adalah pakan hijauan, ketinggian lahan, curah hujan, arah angin, fasilitas transportasi, jarak dengan pemukiman dan lahan pertanian. Hasil akhir dari penelitian ini adalah nilai potensial peternakan sapi berdasarkan persediaan pakan hijauan, curah hujan,dan ketinggian lahan masing-masing kecamatan di Kabupaten bojonegoro dan peta peternakan sapi di Kecamatan Balen sebagai kecamatan yang memiliki nilai potensial tertinggi daripada kecamatan yang lain.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMBENTUKAN PROTOTIPE PETA DASAR PENGAIRAN (STUDI KASUS : KABUPATEN SIDOARJO) Setiawati , Danar Linsa; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1315

Abstract

Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan dan pembuangan air irigasi. Potensi Kabupaten Sidoarjo untuk pertanian dan perikananannya cukup tinggi, oleh karena itu untuk mempertahankan potensinya tersebut maka diperlukan suatu pengelolaan sumber daya air permukaan, yang berfungsi sebagai evaluasi, monitoring serta operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi tersebut. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan Sistem Informasi Geografis berbasis Web (SIG Web) dalam pembentukan peta dasar pengairan dengan menggunakan peta topografi Kabupaten Sidoarjo dengan skala 1:25.000 sebagai peta dasar, peta pengairan dan data inventarisasi saluran irigasi dan saluran pembuang dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Sidoarjo. Pengolahan data menggunakan software AutoCAD Land Desktop 2004 dan ArcGIS 9.3 untuk pengolahan peta, MySQL untuk pembuatan database, Apache untuk pembuatan program web server dan MapServer untuk menampilkan peta di web. Hasil yang diperoleh dari pembuatan SIG Web peta dasar pengairan ini adalah terdapat 2 saluran primer, 38 saluran sekunder (yang memiliki ID), dan 40 saluran pembuang yang tersebar di seluruh Kabupaten Sidoarjo. Dari jaringan irigasi Delta Brantas ini dapat digunakan untuk irigasi pertanian di wilayah Kabupaten Sidoarjo seluas 22.947 Ha tanah pertanian. SIG Web Prototipe Peta Dasar Pengairan dapat dikunjungi di website dengan alamat http://www.sigpengairan-sidoarjo.web.id/.
PENGGUNAAN DATA HYPERSPECTRAL FIELDSPEC DAN AIRBORNE HYMAP UNTUK PERHITUNGAN CANOPY WATER CONTENT (CWC) TANAMAN PADI DI KABUPATEN INDRAMAYU, PROPINSI JAWA BARAT Ratnasari , Dian; Sukojo, Bangun Muljo; Wibowo, Agus
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1317

Abstract

Dalam perkembangan teknologi saat ini telah banyak sekali metode yang digunakan penerapannya untuk pengembangan potensi pertanian. Salah satunya untuk sistem informasi tentang deteksi kekeringan lahan padi, metode yang digunakan untuk menganalisa status kekeringan tersebut menggunakan FieldSPec dan Hymap. Pada penelitian ini pengukuran dilakukan pada 3 tahap pertumbuhan yaitu vegetatif, reproduktif, dan ripening dengan sensor ditempatkan pada 10 cm dan 50 cm. Untuk menentukan model terbaik maka dilakukan perhitungan regresi linier antara Normalized Difference Water Index (NDWI), Water Index (WI), dan data biomassa padi. Dimana perhitungan ini dipotong menjadi 2 bagian 70% dan 30% untuk mendapatkan R2 terbesar dan RMSE terkecil. Model yang dipilih diaplikasikan pada citra Hymap untuk mengetahui sebaran Canopy Water Content dan Vegetation Water Content. Hasil perhitungan menunjukkan ada nilai negatif yaitu di lokasi yang tanaman padinya kering. Pemetaan menggunakan NDWI lebih sesuai dengan kondisi lapangan dibandingkan dengan pemetaan menggunakan WI. Selanjutnya hasil dari penelitian ini adalah berupa peta zonasi kekeringan lahan padi dari data FieldSpec dan citra Hymap.
PERAN KADASTER LAUT DALAM PEMECAHAN KONFLIK DI PERAIRAN STUDI KASUS: KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Widiansyah, Arief; Yuwono , Yuwono
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1318

Abstract

Kabupaten Rembang memiliki panjang garis pantai 63,5 Km dengan luas wilayah pesisir 355,95 km2. Dengan wilayah perairan yang luas membuat perairan di Kabupaten Rembang rentan terjadi konflik. Di Kabupaten Rembang terdapat konflik di wilayah perairan yang disebabkan oleh penggunaan trawl dan pelanggaran jalur penangkapan ikan. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi adalah dengan menggunakan kadaster laut. Dalam penelitian ini, dilakukan kompilasi dari data lokasi konflik perairan dari DKP, Polisi air, maupun Kantor Pelabuhan Rembang, kemudian dilakukan plotting data lokasi dengan peta dasar berupa Peta LPI Rembang skala 1:50000. Setelah itu dilakukan analisa, untuk menghasilkan rekomendasi penyelesaian konflik di perairan dengan kadaster laut. Rekomendasi kadaster laut untuk pemecahan permasalahan pelanggaran trawl adalah diperlukannya hak yang diberika kepada nelayan yang mencantumkan pemilik hak, syarat penetapan hak, masa berlaku hak, jenis pengawasan dan sanksi pelanggaran hak. Sedangkan rekomendasi untuk pemecahan masalah pelanggaran jalur tangkap ikan adalah adanya penegasan batas-batas wilayah jalur tangkap ikan dengan menggunakan titik-titik koordinat acuan pada sistem navigasi kapal. Dari penelitian ini juga menghasilkan peta estimasi lokasi konflik skala 1:10000

Page 1 of 2 | Total Record : 11