cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2012)" : 12 Documents clear
MODEL ESTIMASI UPLIFT DAN SUBSIDENCE DARI HASIL UKURAN GPS MENGGUNAKAN METODE POLINOMIAL DI AREA LUMPUR SIDOARJO Bukhori , Imam Yuli; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1342

Abstract

Pada penelitian terdahulu oleh Abidin,dkk (2010) dijelaskan bahwa letusan gunung lumpur Sidoarjo telah memicu pergerakan tanah baik vertikal maupun horisontal, sehingga diadakan penelitian dengan menggunakan GPS untuk meneliti pergerakan tanah tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi subsidence sebesar 0,4 cm/hari hingga 4 cm/hari. Pada penelitian ini, dilakukan dengan menggunakan metode polinomial untuk menggambarkan bentuk uplift dan subsidence. Data yang digunakan adalah data pengamatan. Dalam penelitian ini dilakukan analisa data setiap kala dengan menggunakan analisa regresi linier dan polinomial orde dua dan tiga. Dari hasil analisa tersebut didapatkan nilai penurunan tanah terbesar adalah sebesar -0,018 m yang berada di titik BT03 dan nilai kenaikan tanah terbesar adalah sebesar 0,012 m di titik 1304. Sedangkan nilai rata-rata penurunan tanah sebesar -0,012 m dan kenaikan tanah sebesar 0,006 m. Dengan menggunakan analisa korelasi dan determinasi, didapatkan rata-rata terbesar nilai korelasi dan determinasi terbesar pada regresi polinomial ordo 3 yaitu dengan nilai korelasi rata-rata sebesar 0,893 dan nilai determinasi sebesar 0,810. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa polinomial ordo 3 merupakan bentuk regresi yang paling sesuai untuk menggambarkan model estimasi uplift maupun subsidence.
PERHITUNGAN VOLUME SEMBURAN DAN SEBARAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN CITRA IKONOS BULAN JUNI, AGUSTUS, OKTOBER 2011 Akbari , Aulia Mustika; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1343

Abstract

Banjir lumpur panas Sidoarjo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renoenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak 29 Mei 2006. Sudah lima tahun sejak terjadinya kerusakan alam lumpur Lapindo di kabupaten Sidoarjo, tetapi luapan lumpur belum juga dapat dihentikan. Genangan Lumpur terus bertambah terutama di sekitar pusat semburan Lumpur. Sehingga tanggul penahan lumpur sudah beberapa kali jebol akibat luapan lumpur yang tidak dapat lagi dibendung. Pengamatan volume dan arah semburan lumpur diharapkan dapat membantu memprediksi penanggulangan lumpur Sidoarjo. Dalam penelitian ini citra satelit Ikonos yang memiliki resolusi tinggi dan ditunjang dengan data pengukuran tinggi volume semburan dengan metode trigonometris maka akan dihasilkan perhitungan langsung volume semburan lumpur Sidoarjo. Dengan citra satelit Ikonos bulan Juni, Agustus, dan Oktober 2011 selanjutnya dilakukan analisa perubahan dan sebaran lumpur Sidoarjo untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi tutupan dan sebaran lumpur Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi volume lumpur hasil dari pengamatan langsung sebesar 63.813,053 meter kubik per hari dan hasil volume lumpur pengamatan tak langsung sebesar 51.143,585 meter kubik per hari dengan arah sebaran lumpur dominan mengarah kearah barat dan selatan tanggul. Kondisi tutupan lumpur sampai dengan bulan oktober 2011 di dominasi oleh lumpur mengering.
Evaluasi Sedimentasi Pesisir Surabaya Sidoarjo Akibat Pembuangan Lumpur Sidoarjo Menggunakan Citra Satelit ALOS/AVNIR-2 Dan SPOT-4 Diyah, Chali Matussa; Cahyono, Agung Budi
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1344

Abstract

Sedimentasi merupakan proses pembentukan atau pengendapan sedimen. Proses sedimentasi umumnya terjadi pada daerah pantai yang mengalami erosi karena material pembentuk pantai terbawa arus ke tempat lain dan tidak kembali ke lokasi semula, sehingga terjadilah sedimentasi. Pembuangan material lumpur Lapindo dalam jumlah yang besar dan terus menerus mengakibatkan terjadinya sedimentasi di Kali Porong, tidak menutup kemungkinan bahwa adanya aliran lumpur Lapindo mengakibatkan material lumpur tidak banyak mengendap di sepanjang kali, tetapi mengendap di daerah muara Kali Porong. Beberapa metode dapat digunakan untuk memantau perubahan tingkat sedimentasi di wilayah pesisir, salah satunya menggunakan teknologi penginderaan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit ALOS/AVNIR-2 tahun 2009 dan 2010 serta citra satelit SPOT-4 tahun 2009 dan 2011. Untuk mengetahui tingkat sedimentasi di daerah penelitian, digunakan pendekatan nilai TSS (Total Suspended Solid) sebagai indikator tingkat sedimentasi di wilayah tersebut. Dalam pengolahannya, algoritma yang digunakan adalah algoritma Hendrawan dan Asai. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai TSS yang mendominasi daerah penelitian adalah 0 – 125 mg/L, sedangkan menurut Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) kandungan Total Suspended Solid yang normal lebih kecil dari 70 m/L, sedangkan menurut PP Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendallian Pencemaran air untuk air kelas I dan II kadar TSSnya kurang dari 50 mg/L, hal itu berarti perairan Surabaya – Sidoarjo memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi.
STUDI KAWASAN KERENTANAN LONGSOR DANAU MANINJAU, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT Martia, Nur; Taufik , Muhammad
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1345

Abstract

Perpindahan atau pergerakan batuan, massa, tanah secara menurun menuju bagian bawah suatu lereng disebut longsor. Tanah longsor dapat terjadi pada material tanah, batuan, atau campuran dari keduanya. Gerakan massa adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak, miring, atau mendatar dari kedudukan semula yang diakibatkan oleh gangguan keseimbangan massa pada saat itu yang bergerak ke arah bawah melalui bidang gelincir dan material pembentuk lereng. Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Danau Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Bencana tanah longsor sering terjadi di Indonesia, sejak rangkaian bencana gempa bumi yang terjadi di Sumatra Barat, menyebabkan pergerakan tanah yang menyebabkan longsor. Hal ini membuat masyarakat sekitar Danau Maninjau yang dikelilingi bukit harus mencari tempat tinggal baru akibat longsor karena gempa bumi tahun 2009 lalu dan waspada akan bencana longsor yang akan menimpa kembali daerah Danau Maninjau. Penelitian ini menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan meng-overlay peta tematik dan metode scoring. Data yang digunakan yaitu Peta RBI Padang skala 1:50.000, Peta Geologi Padang skala 1:250.000 Tahun 1996, Data Curah Hujan Harian Danau Maninjau tahun 2000, dan Peta Satuan Lahan dan Tanah lembar Padang skala 1:250.000 tahun 1990. Hasil dari penelitian ini didapatkan, bahwa telah terjadi longsor dengan tingkat status bencana yang berbeda-beda (tingkat rendah, sedang, dan tinggi). Dari penelitian ini didapatkan informasi tingkat kerawanan longsor yaitu tingkat kerawanan sedang seluas 38.588.113,04 m2, kerawanan tinggi seluas 15.043.912, 34m2, dan daerah tingkat sangat rawan seluas 78.759.878,88 m2
LEAST SQUARE MATCHING 1 TO COMBINE THE TWO IMAGES OF NCU AREA Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1346

Abstract

Least square matching technique is included in area-based digital matching method. Conceptually, least square matching is closely related to the correlation method, with the added advantage of being able to obtain the match location to a fraction of a pixel. Least square matching (LS1)1 has merit to minimize the sum of squares for grayscale differences, so the result will be more accurate. The images covering the National Central University (Taiwan) area are aerial images taken from digital camera with sensor ultracam-D. Interior orientation parameter consist of focal length in 101.400000mm, principal point offset (0.000000e+000, 0.000000e+000)mm, and principal point symmetry (-2.110000e-001, 0.000000e+000)mm. The experimental result shows that the best accuracy of x direction is reached when the rotation angle is 9 degree, then those of y direction is reached when the rotation angle is 3 degree. The accuracy of both directions are getting worse when the scale of image is less than 0.8. The success rate 100% is reached in all of window size except 51 and 101. Then, the best accuracy of x direction is showed in 3x3 window size, those of y direction is employed when the work used the window size 11x11. Based on the experimental result, it can be concluded that using different rotation and scale can get the different result that it will be worse or better. Thus, to get the better result in matching image and better accuracy, the work should use the orthorectified image as base image to do rotation scheme and use small window size to minimize the number iteration, but it will be not significant with RMSe.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK INVENTARISASI DATA AIR TANAH DAN PERTAMBANGAN UMUM DI JAWA TIMUR Grafitasari , Adelia; Hariyanto , Teguh
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1347

Abstract

Potensi Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur membutuhkan pengelolaan yang berkesinambungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu menampilkan data spasial dan menampilkan atribut yang ada didalamnya. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi data Air Tanah dan Pertambangan Umum di daerah Jawa Timur secara praktis dan sistematis. Sistem informasi ini dapat mempermudah dan dapat memberikan masukan kepada instansi yang terkait terutama pemerintah khususnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menginventarisasi data Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur. Pengembangan SIG sekarang telah mengarah ke dunia maya yaitu Web SIG. Dengan mengggunakan metode penyusunan database dan pembuatan WEB SIG serta menggunakan data Air Tanah dan Pertambangan Umum menggunakan aplikasi untuk membuat website SIG akan memberikan informasi dan menginventarisasikan data tersebut kepada masyarakat secara luas. Hasil dari Inventarisasi Data Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur adalah terdapat Potensi Bahan Galian yang hampir sama di 18 Kabupaten di Jawa Timur, dimana Potensi Bahan Galian terbanyak terdapat di Kabupaten Pacitan yang memiliki 13 Jenis Potensi bahan galian, Kabupaten Blitar yang memiliki 12 Jenis Potensi bahan galian, dan Kabupaten Malang yang memiliki 11 Jenis Potensi bahan galian. Sedangkan Kabupaten yang paling sedikit memiliki Potensi bahan galian terdapat di Kabupaten Madiun, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang yang hanya memiliki 1 sampai 3 Potensi Bahan Galian. Potensi Cekungan Air Tanah (CAT) terdapat di 17 Kabupaten di Jawa Timur. Kabupaten tersebut memiliki jumlah potensi CAT yang hampir sama yaitu sekitar 2 sampai 3 Potensi CAT. Dari 17 Kabupaten tersebut hanya satu Kabupaten yang hanya memiliki 1 Potensi CAT yaitu Kabupaten Pasuruan.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DINAS ENERGI SUMBER DAYA MINERAL (ESDM) JAWA TIMUR BERBASIS WEB G. , Ricko Andrew F.; Jaelani , L. M.
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1348

Abstract

Potensi energi Sumber Daya Mineral di Jawa Timur memerlukan pengelolaan yang berkesinambungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu menampilkan data spasial dan menampilkan atribut yang ada didalamnya. Sistem ini dirancang untuk menginformasikan data Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di daerah Jawa Timur. Sistem informasi ini dapat mempermudah instansi terutama pemerintah khususnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menginventarisasi data energi sumber daya mineral. Pengembangan informasi sekarang sudah mengarah ke dunia maya yaitu Web SIG. Dengan menggunakan data Dinas ESDM dan menggunakan aplikasi untuk membuat website SIG akan memberikan informasi dan menginventarisasikan data yang ada di ESDM Jawa Timur. Hasil dari penelitian tersebut bahwa aplikasi website SIG untuk menampilkan data spasial dan data tabular ESDM dapat dijalankan pada website SIG dengan baik. Dengan tampilan website SIG yang sesuai pada penyusunan dan konfigurasi peta berserta halaman web yang dilengkapi dengan informasi mengenai berita ESDM.
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA BERBASIS WEB DAN ANALISA POTENSI PARIWISATA DI KABUPATEN PACITAN Satoto , Gilang; Taufik , Muhammad
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1349

Abstract

Pacitan mempunyai peluang yang cukup prospektif untuk dikembangkan menjadi industri pariwisata yang mampu bersaing dengan pariwisata di daerah lain. Potensi pariwisata tersebut meliputi wisata pantai, wisata goa, wisata budaya/religius, wisata rekreasi dan wisata industri. Salah satu publikasi dan promosi wisata Kabupaten Pacitan dilakukan melalui internet, namun informasi yang ada dalam web tersebut belum maksimal karena kurangnya penyajian Sistem Informasi Geografis (SIG) mengenai potensi wisata di Kabupaten Pacitan. Oleh karena itu perlu dilakukan pembuatan SIG potensi wisata di Kabupaten Pacitan berbasis web, agar pariwisata Kabupaten Pacitan dapat dikenal luas dan banyak dikunjungi oleh wisatawan Indonesia dan juga wisatawan mancanegara. Dalam penelitian ini, data spasial yang digunakan adalah peta RBI Kabupaten Pacitan tahun 1999 skala 1:25.000 sebanyak 17 sheet, citra satelit Kabupaten Pacitan yang diperoleh dari Google Earth, dan data non spasial berupa data tabular tentang objek wisata Kabupaten Pacitan, data kunjungan wisatawan, serta data kondisi jalan Kabupaten Pacitan. Dari data terebut akan diolah menjadi SIG yang akan diintegrasikan ke web, kemudian dilakukan analisa potensi wisata di Kabupaten Pacitan menggunakan metode SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi SIG potensi wisata kabupaten pacitan berbasis web GIS yang sudah diintegrasikan dengan baik. Selain itu, dari hasil analisa SWOT dapat diketahui tingkat daya tarik dan potensial wisata tersebut berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga diharapkan mampu menjadi model dasar bagi pemerintah Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan sarana prasarana serta infrastruktur dalam pengembangan obyek wisata tersebut.
Penggunaan SIG Untuk Pengembangan Potensi Perkeretaapian (Studi Kasus Stasiun Pasar Turi Menuju Stasiun Bojonegoro) Prasetyo, Firman; Cahyono , Agung Budi
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1350

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan jasa angkutan kereta api pada saat ini sangat pesat. Seharusnya hal ini diikuti dengan persiapan oleh PT. Kereta Api Indonesia (persero), dengan perbaikan teknologi informasi tentang prasarana Kereta Api yang telah ada dalam rangka peningkatan sistem manajemen sarana prasarana perkeretaapian. Sejauh ini pengelolaan potensi perkeretaapian masih dikelola secara manual dalam bentuk diagram tabular. Dan belum mempunyai peta digital jalur rel kereta api, peta digital ini dapat digunakan dalam penyajian dan penyediaan data dan proses tampilan geografis yang terintegrasi dengan database sarana dan prasarana kereta api secara kompleks, untuk memenuhi kebutuhan PT. Kereta Api Indonesia (persero) terhadap fasilitas pada stasiun, jalur stasiun Pasar Turi sampai Stasiun Bojonegoro, jadwal kereta yang melewati jalur Stasiun Pasar Turi menuju Bojonegoro, jenis Kereta Api yang melewati jalur tersebut. Dengan menggunakan sistem informasi geografis, dapat mempermudah melakukan input data, menampilkan data, mengelola data, menganalisis data, dan membuat peta serta laporan yang berkaitan dengan data spasial bereferensi geografis tentang potensi perkeretaapian yang meliputi sarana dan prasarana tentang kereta api yang berasal dari peta digital. Dari hasil SIG akan dihasilkan aplikasi interaktif, yang menginformasikan kondisi sarana prasarana pada stasiun, informasi, jadwal kereta api yang ada pada jalur Stasiun Pasar Turi menuju Stasiun Bojonegoro. Yang nantinya dapat digunakan PT. Kereta Api Indonesia (persero) untuk berbagai keperluan.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK EVALUASI KEPADATAN LALU LINTAS JALAN ARTERI PRIMER DAN ARTERI SEKUNDER DI KOTA SURABAYA Rubiyanti , Arhiyah; Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1351

Abstract

Aktifitas kehidupan kota Surabaya yang semakin meningkat, ketidakseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan penyediaan jasa, menimbulkan kepadataan lalu lintas yang puncaknya terjadi pada jam sibuk. Jam sibuk adalah jam dalam satu periode sibuk pagi hari dan sore hari waktu setempat. Kepadatan lalu lintas tersebut sering dijumpai pada jalan arteri primer dan arteri sekunder kota. Pada kondisi tersebut, kecepatan perjalanan rendah sehingga tingkat pelayanan kualitas jalan perjalanan menjadi buruk. Mengingat keterbatasan dana untuk pembangunan sarana/prasarana jalan dan kendala fisik geologis lahan di jalan arteri, maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu alternatif teknologi, yaitu sistem informasi berbasiskan komputer. Sistem informasi berbasiskan komputer ini berupa Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menyajikan gambaran mengenai kepadatan lalu lintas dengan memperhatikan Derajat Kejenuhan (DS). Dalam penelitian ini, data spasial yang digunakan adalah peta RBI Kota Surabaya tahun 1999 skala 1:25.000 dan data non spasial yang meliputi data tabular kapasitas jalan serta volume kendaraan pada jalan arteri primer dan sekunder Kota Surabaya. Jam sibuk yang digunakan mulai pukul 06.00-09.00 pada pagi hari dan 16.00-19.00 pada sore hari karena pada buku panduan Survey Kinerja Lalu Lintas Kota Surabaya 2010 yang didapat dari Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan bahwa jam tersebut memiliki volume lalu lintas tertinggi diantara jam 05.00-21.00 BBWI. DS dihitung dari hasil bagi antara volume total kendaraan tiap jam (Q) dengan kapasitas jalan (C). Dari hasil nilai DS akan dikelompokkan menjadi tiga tingkat kepadatan, yang pertama nilai DS 0-0,5 adalah tidak padat, nilai DS 0,51-1 adalah padat, dan nilai DS>1 adalah sangat padat. SIG digunakan untuk memvisualisasikan hasil dari jalur alternatif yang mungkin bisa dilewati oleh kendaraan pada jam sibuk tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada jam 07.00-08.00 BBWI di jalan Wonokromo dengan derajat kejenuhan 1,775 sedangkan derajat kejenuhan terendah terjadi pada jam 06.00-07.00 BBWI di jalan Tanjung Perak dengan derajat kejenuhan 0,154. Dari aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan waktu yang telah ditentukan sesuai jam sibuk ini didapatkan jalur normal dimana tidak menghiraukan hambatan kepadatan lalu lintas, jalur terhambat dikarenakan derajat kejenuhan pada jalan tersebut tinggi , dan jalur alternatif dimana pada jalur ini akan ditunjukkan jalur bebas hambatan untuk menghindari kemacetan lalu lintas pada saat derajat kejenuhan jalur tersebut tinggi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12