cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2012)" : 12 Documents clear
ANALISIS PERUBAHAN LUAS HUTAN DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT TERRA MODIS ANTARA TAHUN 2007 – 2011 Basori , Basori; Sukojo , Bangun Muljo
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1355

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan yang luas. Luas hutan tersebut mengalami penurunan akibat penebangan secara illegal ataupun karena kebakaran hutan. Salah satu propinsi yang memiliki hutan yang luas adalah Jawa Timur. laju kerusakan hutan di Jawa Timur mengalami peningkatan dikarenakan human error dalam pengelolaan hutan.Dalam penelitian ini, pemetaan hutan dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan data citra satelit Terra MODIS dengan menggunakan algoritma NDVI dan EVI. Identifikasi hutan dilakukan dengan memanfaatkan nilai indek vegetasi yang dihasilkan dari algoritma NDVI dan EVI.Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indek vegetasi dengan menggunakan algoritma NDVI lebih stabil jika dibandingkan dengan algoritma EVI. Luas area hutan pada musim hujan lebih besar dibandingkan luas area hutan pada musim kemarau karena pada musim kemarau terdapat jenis vegetasi yang menggugurkan daunnya. Perubahan hutan tiap tahun hasil dari pengolahan citra memiliki sifat yang tidak stabil dikarenakan tiap citra memiliki nilai spektral yang berbeda akibat dari perbedaan posisi satelit saat pengambilan data dan kondisi atmosfer saat pengambilan data. Hasil pengolahan citra menggunakan algoritma EVI memiliki tingkat keakuratan paling baik yaitu sebesar 86,4% pada musim hujan. Sedangkan hasil pengolahan citra menggunakan algoritma NDVI memiliki tingkat keakuratan sangat rendah karena memiliki selisih sangat tinggi ketika dibandingkan dengan data dari Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur.
EVALUASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MUTITEMPORAL TAHUN 2009-2011 (STUDI KASUS : MUARA KALI PORONG) Hidayah, Nurul; Cahyono , Agung Budi
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1356

Abstract

Kali Porong merupakan area pembuangan lumpur Sidoarjo untuk mencegah jebolnya tanggul akibat pertambahan volume lumpur secara terus menerus. Kebijakan membuang lumpur ke Kali Porong menimbulkan dampak bagi lingkungan di sekitar Kali Porong. Material lumpur ini tidak hanya mengendap pada sepanjang aliran sungai tetapi juga di daerah muara Kali Porong. Sedimen inilah yang menyebabkan terjadinya pertambahan daratan (reklamasi) hingga terjadi perubahan tutupan lahan di sekitar muara Kali Porong. Area terdampak lumpur yang semakin meluas juga menyebabkan perubahan tutupan lahan.Metode yang digunakan untuk mengevaluasi perubahan tutupan lahan adalah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh yang dapat mencakup wilayah yang luas dengan cepat dan efesien. Data yang digunakan adalah citra satelit ALOS AVNIR-2 tahun 2009 dan 2010 serta SPOT-4 tahun 2011. Metode klasifikasi terbimbing dengan algoritma maximum likehood digunakan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan yang terjadi di muara Kali Porong.Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan perubahan luasan tutupan lahan antara tahun 2009 hingga 2011. Pada tahun 2009 hingga 2010, kelas yang mengalami pertambahan luas adalah jalan, lumpur, semak, dan tambak/empang. Sedangkan kelas yang mengalami penurunan luas adalah lahan hutan basah, pemukiman, pertanian, dan sungai. Pada tahun 2010 hingga 2011, kelas yang mengalami pertambahan luas adalah jalan, lahan hutan basah, lumpur, pertanian, semak dan sungai. Sedangkan kelas yang mengalami penurunan luas adalah pemukiman dan tambak/empang. Diantara perubahan luasan tutupan lahan yang terjadi, kelas pemukiman mengalami penurunan tiap tahunnya, dimana sejak tahun 2009 hingga 2010 luasan pemukiman berkurang 364,46 ha dan pada tahun 2010 hingga 2011 luasan pemukiman berkurang 117,49 ha. Sedangkan luas lumpur bertambah sejak tahun 2009 hingga 2010 sebesar 221,66 ha dan 41,91 ha pada tahun 2010 hingga 2011. Penyebab perubahan luas tutupan lahan ini antara lain, meluasnya area lumpur Sidoarjo yang menyebabkan tergenangnya kawasan pemukiman serta persawahan, dampak lingkungan akibat pembuangan lumpur seperti rusaknya tambak karena lumpur yang terus mengalir hingga ke saluran tambak, dan kondisi psikologis masyarakat sekitar semburan yang khawatir untuk tetap tinggal atau bermukim di sekitar lokasi akibat perkembangan semburan lumpur.
PENGEMBANGAN WEBSIG OBYEK WISATA DAN BUDAYA DI KABUPATEN MOJOKERTO Taufik, Muhammad; Wandini, Ayuarisa Ika
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1357

Abstract

Kabupaten Mojokerto terletak di daerah dataran rendah di bagian Sungai Brantas hingga dataran tinggi di lereng Pegunungan Penanggungan dan Welirang. Secara historis Kabupaten Mojokerto dipercaya merupakan wilayah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Kahuripan. Peninggalan sejarah dari masa Kerajaan Majapahit banyak ditemukan hampir di seluruh wilayah di Mojokerto dan peninggalan masa Airlangga (Kerajaan Kahuripan) di seputar lereng gunung Penanggungan. Penggunaan SIG dalam inventarisasi pariwisata dan kebudayan diharapkan mampu memberi petunjuk dan kemudahan bagi para wisatawan untuk memperoleh informasi mengenai pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Mojokerto.Pada penelitian ini dilakukan pembuatan sistem informasi geografis berbasis Web menggunakan peta Rupa Bumi Indonesia skala 1:25.000 serta data tabular dari Dinas Pariwisata maupun hasil penelitian dilapangan.Pengolahan data spasial menggunakan ArcView 3.2, dan untuk menampilkan peta di web menggunakan Mapserver.Hasil yang diperoleh dalam pembuatan sistem informasi ini adalah suatu aplikasi interaktif berbasis web yang dapat menunjukkan 59 obyek wisata, 5 kesenian, 8 budaya/ritual,dan 3 satuan kawasan wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto.
INVENTARISASI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTITEMPORAL Pribadi , Wisnu; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1360

Abstract

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Propinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti industri pertanian dan perdagangan, pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah. Kabupaten Sidoarjo memiliki luas daerah 71,424.3 km2 dengan luas sawah 23,566 dimana sektor pertanian selalu menjadi komoditas yang diunggulkan. Penelitian dilakukan secara multitemporal dengan menggunakan kemampuan sensor pada citra untuk melakukan pengambilan data pada daerah yang sama pada tempo yang telah ditetapkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah aplikasi penginderaan jauh dengan pengolahan citra untuk memperoleh luas lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat ETM 7 dan ALOS AVNIR-2. Proses pengolahan citra menggunakan metode klasifikasi terbimbing dengan alghoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas tutupan lahan pertanian tahun 2000 sebesar 15.858 ha dan tahun 2005 sebesar 15850,44 ha. Sehingga terjadi penyusutan luas tutupan lahan pertanian sebesar 7,56 ha. Sedangkan luas tutupan lahan pertanian tahun 2010 sebesar 11.337,55 ha. Dibandingkan dengan luas tutupan lahan tahun 2005, telah terjadi penyusutan luas sebesar 4512.89 ha pada tahun 2010.
ANALISA SEBARAN TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT AQUA MODIS TAHUN 2005-1011 (Studi Kasus: Pesisir Pantai Surabaya-Sidoarjo) Krisna, Trismono Candra; Cahyono, Agung Budi; Khomsin, Khomsin
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1361

Abstract

Pembuangan lumpur dan material terlarut dalam jumlah besar dan secara terus-menerus ke Kali Porong mengakibatkan terjadinya sedimentasi di Kali Porong dan sedimentasi juga timbul di muara Kali Porong dan Pantai Surabaya – Sidoarjo yang diakibatkan oleh transport sedimen dari Kali Porong ke muara dan ke sepanjang pantai. Oleh karena itu, perlu adanya suatu penelitian mengenai nilai dan sebaran TSS (Total Suspended Solid) yang akan digunakan untuk analisa sebaran sedimentasi pantai Surabaya – Sidoarjo dengan menggunakan teknologi citra satelit. Citra satelit yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Aqua MODIS MYD021KM hasil perekaman secara multi temporal dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2011 sehingga dapat diketahui nilai dan persebaran TSS (Total Suspended Solid). Algoritma yang digunakan adalah algoritma Guzman & Santaella (2009) untuk menentukan nilai TSS pada daerah penelitian, dengan waktu penelitian pada musim timur yang dilakukan pada bulan Juli. Daerah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah daerah pesisir pantai Surabaya – Sidoarjo. Dari hasil pengolahan data dan analisa didapatkan nilai TSS dari tahun 2005 – 2011 bervariasi antara 0.112 mg/l - 138.233 mg/l. Uji validasi yang dilakukan bernilai 76,40%, yang menunjukkan TSS hasil pengolahan citra merepresentasikan kondisi sesungguhnya. Daerah yang mengalami dampak sebaran TSS tinggi adalah muara Kali Porong, selatan Kali Porong, Pantai Pasuruan, muara Kali Alo, dan daerah pantai utara Kali Alo. Nilai dan sebaran TSS dipengaruhi oleh pasang surut, arus arus, angin, dan gelombang. Hasil pengolahan data dan analisis ini dapat dijadikan bahan referensi dalam penelian selanjutnya.
APLIKASI SISTEM INFORMASI PERTANAHAN BERDASARKAN JENIS-JENIS HAK ATAS TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA II (STUDI KASUS KELURAHAN GENTENG, KECAMATAN GENTENG, SURABAYA) Baary , Ery Abdul; Yuwono, Yuwono; Doyo, Budi
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1363

Abstract

Di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, sistem informasi pertanahan belum diterapkan, jadi untuk melaksanakan tugasnya hanya menggunakan sebatas peta digital, maka dari itu perlu adanya sistem informasi pertanahan yang terpadu dan mutakhir untuk mendukung dan mengoptimalkan pengelolaan sistem informasi pertanahan di Kota Surabaya II.Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan sistem informasi pertanahan berdasarkan jenis hak atas tanah dengan menggunakan peta digital Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya skala 1:1000, citra Quickbird 2010, database mengenai bidang tanah dan data hasil survey. Pengolahan data menggunakan software utama Autodesk Land Dekstop 2009, ArcGIS 9.3. Pembuatan program aplikasi menggunakan software Visual Basic 6.0 yang dilengkapi dengan software tambahan MapObject 2.2.Dari hasil pembuatan Sistem informasi pertanahan di Kelurahan Genteng, Program ini mampu mengidentifikasi informasi bidang tanah mengenai jenis hak atas tanah yang meliputi 224 bidang tanah yang terdiri dari 132 bidang tanah atas hak guna bangunan, 89 bidang tanah atas hak milik, dan 3 bidang tanah atas hak pakai, serta dilengkapi dengan buku panduan sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan kebijakan dalam rencana pelaksanaan program inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.
ALGORITMA ESTIMASI KANDUNGAN KLOROFIL TANAMAN PADI DENGAN DATA AIRBORNE HYPERSPECTRAL Sukmono , Abdi; Handayani , Hepi Hapsari; Wibow, Agus
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1364

Abstract

Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya  memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hyperspectral dibutuhkan algoritma khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model algoritma   estimasi kandungan klorofil tanaman padi untuk airborne hyperspectral.  Dalam penelitian ini beberapa indeks vegetasi seperti normalized difference vegetation index (NDVI), modified simple ratio (MSR)  , modified/transformed chlorophyll absorption ratio index (MCARI, TCARI) dan bentuk integrasi (MCARI/OSAVI and TCARI/OSAVI) digunakan untuk membentuk model estimasi dengan metode regresi linear. Selain itu juga digunakan  Blue/Green/Yellow/Red Edge Absorption Clhorophyll Index. Dari proses regresi di dapatkan tiga ground model yang mempunyai korelasi kuat (R2>=0.5) terhadap klorofil tanaman padi. Ketiga model tersebut yaitu MSR (705,750) dengan R2 sebesar 0.51, TCARI/OSAVI (705, 750) dengan R2 sebesar 0.52 dan REACL 2 dengan R2 sebesar 0.57. Dari ketiga tersebut dipilih groun model terbaik REACL 2 untuk di upscalling ke model algoritma airborne hyperspectral.  Pembentukan algoritma dengan data airborne hyperspectral sensor Hymap dan REACL 2 menghasilkan model algoritma ( Klorofil (SPAD unit) = 3.031((B22-B18)/(B18-B13)) + 31.596) dengan R2 sebesar 0.78
STUDI PASANG SURUT DI PERAIRAN INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI JASON-1 Raharjanto, Lukman; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1365

Abstract

Hampir 70% wilayah Indonesia adalah wilayah perairan. Indonesia menyimpan potensi kekayaan sumber daya kelautan yang masih belum dieksplorasi dan dieksploitasi secara optimal, bahkan sebagian belum diketahui potensi yang sebenarnya. Hal ini mendasari akan pentingnya informasi spasial di wilayah perairan Indonesia. Fenomena naik atau turunnya permukaan laut atau SLA (Sea Level Anomaly) merupakan hal yang sering mengemuka dengan perubahan gerak relatif dari materi suatu planet, bintang, dan benda-benda angkasa lainnya yang diakibatkan aksi tarik menarik atau yang sering disebut dengan pasang surut. Saat ini telah dikembangkan sistem satelit altimetri Jason-1 yang mempunyai obyek penelitian mengamati pasang surut. Pengolahan data biner dari satelit altimetri Jason-1 dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan, yaitu : konversi data, pembentukan grid, dan pemodelan serta analisa trend pasang surut. Pemantauan SLA beserta trend dan analisa pasang surut dilakukan setiap cycle dalam kurun waktu empat tahun (2008-2011).Hasil pemantauan SLA (Sea Level Anomaly) dengan menggunakan data satelit altimetri Jason-1 mulai dari tahun 2008 sampai 2011 diperoleh terjadinya trend pasang tertinggi dan surut terendah di wilayah perairan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pasang tertinggi pada tahun 2008 terjadi pada cycle 236 yaitu sebesar 1,9982 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 236 yaitu sebesar -3,6954 m di Laut Arafuru. Nilai pasang tertinggi pada tahun 2009 terjadi pada cycle 290 sebesar 1,9325 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 258 sebesar -3,309 m di Laut Arafuru. Nilai pasang tertinggi pada tahun 2010 terjadi pada cycle 308 sebesar 2,1511 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 297 sebesar -2,8303 m. Nilai pasang tertinggi pada tahun 2011 terjadi pada cycle 345 sebesar 1,8402 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 348 sebesar -3,57 m. Dalam waktu empat tahun, wilayah perairan Indonesia yang mengalami nilai pasang tertinggi dan surut terendah yaitu di Laut Arafuru.
ANALISA PERBANDINGAN KONSENTRASI KLOROFIL ANTARA CITRA SATELIT TERRA DAN AQUA/MODIS DITINJAU DARI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI (STUDI KASUS : PERAIRAN SELAT MADURA DAN SEKITARNYA) Wardani , Risdina Trisna; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1366

Abstract

Penentuan daerah tangkapan ikan memerlukan pengamatan persebaran konsentrasi klorofil di permukaan laut untuk menentukan tempat berkumpulnya ikan. Pada umumnya untuk mengekstrak informasi mengenai persebaran klorofil metode yang banyak digunakan adalah metode penginderaan jauh.Pemantauan hasil yang terbaik diperlukan dalam melakukan analisa untuk pengamatan daerah tangkapan ikan dari keberadaan klorofil. Analisa tersebut menggunakan citra satelit Terra dan Aqua MODIS. Algoritma menggunakan algoritma Algorithm Theoretical Basic Document Modis  (ATBD) 19 Modis dan O’Reilly (1998) untuk menentukan konsentrasi klorofil pada daerah penelitian, dengan waktu penelitian pada musim timur yang dilakukan pada bulan Juli 2011. Daerah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilayah perairan Selat Madura dan sekitarnya.Dari hasil pengolahan data dan analisa didapatkan citra yang mempunyai hasil yang baik adalah citra Aqua MODIS, dengan rata-rata klorofil tahun 2011 sebesar 0,01692 mg/m3 dengan nilai SPL dan MPT sebesar 31,5 C dan 98,87 mg/l. Uji validasi yang dilakukan bernilai 77,57%, yang menunjukkan klorofil pengolahan citra mempresentasikan kondisi sesungguhnya. Data hasil analisis dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya.
ANALISA POTENSI SUMUR-SUMUR TUA MIGAS UNTUK KEGIATAN PRODUKSI ULANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : LAPANGAN KAWENGAN, BOJONEGORO) Fitryana, Rina; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1367

Abstract

Lapangan Kawengan merupakan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan keberadaannya karena dinilai tidak ekonomis. Namun ternyata lapangan merupakan Lapangan yang ternyata termasuk lapangan yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan (Lemigas,2007). Lapangan Kawengan merupakan lapangan migas tua yang memiliki titik sumur terbanyak. Semakin menipisnya cadangan migas dan langkanya penemuan lapangan migas baru, membuka peluang untuk revitalisasi beberapa lapangan tua.Analisa potensi sumur tua migas di Lapangan Kawengan Bojonegoro ini menggunakan data yang diperoleh dari Dinas ESDM Prov. Jatim berupa peta dijital adiministrasi dan peta tematik dengan skala 1:25000, serta data tabular pendukung lainnya. Untuk menganalisa potensi produksi, diperlukan beberapa parameter, diantaranya aksesibilitas jalan, kondisi tutupan lahan, dan volume sisa cadangan minyak. Setelah dilakukan analisa parameter, lalu melakukan pembagian kelas kesesuaian berdasarkan nilai jarak terdekat.Hasil yang diperoleh dari analisa potensi migas ini adalah bahwa sumur yang memiliki aksesibilitas jalan yang paling terjangkau yaitu KW-50 yang terletak di kawasan Blok-4 dengan nilai 0,520m dengan kawasan terdiri dari pemukiman dan tanah ladang. Namun, dari segi volume sisa cadangan minyak, blok 4 memiliki volume sisa dengan kriteria sedang, yaitu 14131,25 MSTB dengan produksi rata-rata harian sebesar 99,86 BPOD.

Page 1 of 2 | Total Record : 12