cover
Contact Name
Desti Verani, S.Pd
Contact Email
desti@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
CHI JOURNAL OF Community Health Issues
ISSN : 28092511     EISSN : 28092724     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan komunitas meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok. Penelitian sesuai tren terbaru dalam kesehatan komunitas ditinjau dari berbagai aspek pada budaya masyarakat yang tinggal di benua Asia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025" : 5 Documents clear
Hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir Kristianingsih, Riska; Suryani, Suryani; Salmiyati, Suri
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1453

Abstract

Background: Learning concentration is an individual’s focus in the learning process, which includes abilities, application, and evaluation of knowledge and skills. The negative impact of a lack of learning concentration is a suboptimal learning process. This may result in wasted time, energy, and cost. In addition, it can lead to poor understanding of the learning material, inattention to the delivered content, and neglect of assigned tasks. According to the American Psychiatric Association, the prevalence of learning concentration disorders, with or without hyperactivity, ranges from 1–20%. Furthermore, concentration disorders are more commonly found in men than in women. Purpose: To determine the correlation between sleep quality and learning concentration among final- year nursing student. Method: This study employed a quantitative non-experimental design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 232 nursing students from the 2021 cohort at ‘Aisyiyah University Yogyakarta. Using purposive sampling, a total of 70 respondents were obtained. The instrument used to measure sleep quality was the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), while learning concentration was assessed using the Student Learning Concentration Questionnaire – Indonesia (SLCQ-I). Data were analyzed using the non-parametric Spearman Rank correlation test. Results: The statistical test using Spearman’s Rank correlation indicated a significant correlation between sleep quality and learning concentration (p = 0.015), with a weak negative correlation (r = – 0.290). Conclusion: There is a significant but weak correlation between sleep quality and learning concentration among final-year nursing students at ‘Aisyiyah University Yogyakarta.   Keywords: sleep quality; academic concentration; nursing students   Pendahuluan: Konsentrasi belajar merupakan fokus individu dalam proses pembelajaran yang mencakup kemampuan, penerapan, dan evaluasi pengetahuan serta keterampilan. Dampak negatif dari kurangnya konsentrasi belajar adalah terjadinya proses pembelajaran yang tidak optimal. Hal ini akan mengakibatkan pemborosan waktu, tenaga, dan biaya. Selain itu, dapat menyebabkan pemahaman yang kurang terhadap pembelajaran, ketidakperhatian terhadap materi yang disampaikan, serta pengabaian terhadap tugas yang diberikan. Menurut American Psychiatric Association prevalensi gangguan konsentrasi belajar, baik dengan maupun tanpa hiperaktivitas, berkisar antara 1-20%. Selain itu, masalah gangguan konsentrasi ini lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2021 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang berjumlah 232 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan 70 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas tidur adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangakan untuk mengukur konsentrasi belajar, digunakan kuesioner Student Learning Concentration Questionnaire – Indonesia (SLCQ-I). Uji analisis data menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank. Hasil: Hasil uji statistic menggunakan Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan konsentrasi belajar (p = 0,015) dengan keeratan hubungan lemah dan arah negatif (r = -0,290). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan lemah antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.   Kata Kunci: Kualitas Tidur; Konsentrasi Belajar; Mahasiswa Keperawatan.
Meningkatkan pengetahuan tentang kebersihan diri saat menstruasi melalui edukasi berbasis pondok pesantren Lestari, Juwita; Aryastuti, Nurul
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1296

Abstract

Background: Menstrual hygiene can increase the risk of sexually transmitted infections and reduce the quality of life of adolescent girls in Islamic boarding schools. Purpose: To increase awareness of personal hygiene during menstruation. Method: A knowledge questionnaire was completed to assess female students' knowledge of personal hygiene during menstruation. It was revealed that some students still lacked understanding of proper menstrual hygiene. Education was conducted using posters and interactive discussions on how to maintain hygiene during menstruation and how to properly dispose of sanitary napkins. Results: After the education, students' knowledge began to improve, as evidenced by their increased knowledge and understanding during lengthy discussions. Conclusion: Islamic boarding school-based education is an effective way to increase knowledge about menstruation while preserving the environment and culture of Islamic boarding schools.   Keywords: Islamic Boarding School; Knowledge; Menstruation; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Kebersihan menstruasi dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual dan menurunkan kualitas hidup remaja putri di pesantren. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan diri saat menstruasi. Metode: Diawali dengan pengisian kuesioner pengetahuan untuk melihat pengetahuan santriwati tentang kebersihan diri saat menstruasi, terlihat bahwa masih ada yang belum memahami tentang cara merawat kebersihan diri saat menstruasi yang baik.​ Edukasi dilakukan dengan menggunakan media poster dan diskusi interaktif tentang cara menjaga kebersihan saat menstruasi dan cara membuang sampah pembalut yang baik. Hasil: Setelah dilakukan edukasi Hasil menunjukkan pengetahuan siswa mulai mengalami peningkatan, terlihat dari rasa tahu dan pemahaman siswa saat berdiskusi cukup lama. Simpulan: Edukasi berbasis pondok pesantren merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstruasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya pesantren.   Kata Kunci: Kebersihan Diri; Menstruasi; Pengetahuan; Pondok Pesantren.
Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok Fadila, Enggar; Wardiyah, Aryanti; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1352

Abstract

Background: Every year, approximately 225,700 people in Indonesia die due to smoking or other tobacco-related diseases. Smoking leads to a decrease in antibodies and causes lung cancer. Cigarettes pose major threats to various organs in the body, including the brain, mouth, throat, heart, chest, lungs, liver, stomach, kidneys, and bladder. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents regarding the dangers of smoking at SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Method: This research uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study consists of 8th-grade students, with a sample of 193 respondents, using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: Based on the frequency distribution of knowledge, 56.5% of respondents had good knowledge, while 43.5% had poor knowledge. Based on the frequency distribution of attitudes, 52.3% of respondents had a positive attitude, and 47.7% had a negative attitude. A p-value of 0.001 was obtained with an Odds Ratio of 116.67. Conclusion: There is a relationship between knowledge and adolescents' attitudes toward the dangers of smoking. Keywords: Adolescents; Attitude; Cigarettes; Knowledge. Pendahuluan: Setiap tahun, sekitar 225,700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit lain yang terkait dengan tembakau. Merokok menyebabkan antibodi menurun, penyakit kanker paru-paru, ancaman utama rokok terhadap berbagai organ tubuh diantaranya adalah otak, mulut, tenggorokan, jantung, dada, paru-paru, hati, perut, ginjal dan kantung kemih. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8. Sampel 193 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariat dengan Uji Chi- Square. Hasil: Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan, 56.5% responden memiliki pengetahuan baik dan 43.5% responden memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan distribusi frekuensi sikap, 52.3% responden memiliki sikap positif dan 47.7% responden memiliki sikap negatif. Didapatkan p value 0.001 dengan Odds Ratio (OR) 116.67. Simpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Kata Kunci: Pengetahuan; Remaja; Rokok; Sikap.      
Pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus Salsabilla, Schatzi Fiore; Salmiyati, Suri; Rahmawati, Agustina
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1499

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease of carbohydrate, protein and fat metabolism disorders that can be characterized by increased blood glucose or blood sugar levels. Diabetes mellitus can cause peripheral neuropathy such as diabetic ulcers. Diabetic ulcers can attack the lower extremities (feet) of patients. Purpose: To determine the effect of foot care education on knowledge of how to care for feet in clients with diabetes mellitus. Method: This study was quantitative with an design (pre-experimental) one group pretest -posttest. The sample in this study consisted of 35 diabetes mellitus patients who were selected using random sampling techniques in prolanis activities at Puskesmas 1 Sentolo. Data were collected using a questionnaire on knowledge of how to care for feet. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: The study showed the effect of foot care education on knowledge of how to care for the feet of clients with diabetes mellitus, with a p-value of 0.000 (p <0.05). Conclusion: Foot care education can broaden the knowledge of clients with diabetes mellitus after receiving foot care education. It is hoped that clients with diabetes mellitus will practice foot care to prevent potential complications of diabetic ulcers. Keywords: Diabetes Mellitus; Foot Care; Ulcers. Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak yang dapat ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah atau gula darah. Penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan neuropati perifer seperti ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum dapat menyerang pada ekstremitas bawah (kaki) pasien Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki pada klien diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest -posttest. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 35 pasien diabetes melitus yang terpilih menggunakan teknik random sampling dalam kegiatan prolanis di Puskesmas 1 Sentolo. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan cara merawat kaki. Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Adanya pengaruh edukasi perawatan kaki dengan pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus, dengan nilai p-value 0.000 ( p < 0.05). Simpulan: edukasi perawatan kaki dapat menambah luas wawasan pengetahuan klien diabetes melitus setelah diberikan edukasi perawatan kaki. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Perawatan Kaki; Ulkus.      
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada klien diabetes melitus Ghifaudin, Yosahara Ashrivia; Rahmawati, Agustina; Rahmat, Ibrahim
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.2184

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces. DM is often called a silent killer because it affects most of the patient's organs, causing several symptoms and complications that impact quality of life. Purpose: To determine the relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus. Method: Quantitative research using correlational analytic research methods and cross-sectional data collection techniques. Results: Most DM patients with good family support had a good quality of life (22 people), while most DM patients with adequate family support had a fair quality of life (11 people). Most DM patients with inadequate family support had a poor quality of life (8 people). Conclusion: There is a significant relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus (DM) at the Srandakan Bantul Community Health Center. Good family support leads to a good quality of life.   Keywords: Family support; Diabetes Mellitus Clients; Quality of Life.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. DM sering disebut pembunuh diam-diam karena penyakit ini menyerang sebagian besar organ tubuh penderita yang dapat menyebabkan beberapa gejala dan komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada klien diabetes melitus Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik korelasional dan teknik pengambilan data cross sectional. Hasil: Penderita DM dengan dukungan keluarga baik sebagian besar memiliki kualitas hidup baik sebanyak 22 orang, penderita DM dengan dukungan keluarga cukup sebagian besar memiliki kualitas hidup cukup sebanyak 11 orang. Penderita DM dengan dukungan keluarga kurang sebagian besar memiliki kualitas hidup kurang sebanyak 8 orang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus (DM) di Puskesmas Srandakan Bantul. Terdapat dukungan keluarga yang baik maka kualitas hidupnya baik.   Kata Kunci: Dukungan keluarga; Klien Diabetes Melitus; Kualitas Hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 5