cover
Contact Name
Rahma Oktavia
Contact Email
rahma@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
TMI JOURNAL OF Tropical Medicine Issues
ISSN : 28089227     EISSN : 28088727     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal kedokteran hasil penelitian di daerah iklim tropis meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Penelitian yang diutamakan kejadian yang sedang tren di dunia kedokteran. Begitupun pengobatan alternatif dari sumber alam yang mudah didapatkan didaerah tropis. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 29 Documents
Karakteristik penderita epilepsi di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Panji Setyawan, Panji; Fitriyani, Fitriyani; Sudiadnyan, Ni Putu Sudiadnyan
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1408

Abstract

Background: Epilepsy is a chronic neurological disorder affecting the brain, characterized by seizures that may occur partially or generally, often accompanied by loss of consciousness and disruption of other bodily functions. According to the World Health Organization (WHO), approximately 50 million people worldwide suffer from epilepsy, with around 80% living in low- and middle-income countries. Purpose: To determine the characteristics of epilepsy patients at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital. Method: A descriptive quantitative design with secondary data obtained from medical records. The sampling technique used was total sampling, including all epilepsy patients recorded within the study period. Results: The majority of patients had generalized epilepsy (58.3%), most were in the children age group (42.8%), and the dominant gender was male (59.4%). Most patients had primary education (85.6%) and were unemployed (84.5%). The most common treatment duration was three years (55.1%), with generalized seizures being the most frequent type (57.8%). Conclusion: Combination drug therapy was the most widely used, and the majority of epilepsy cases were controlled. Keywords: Epilepsy; Patient Characteristics; Seizure.   Pendahuluan: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis pada otak yang ditandai dengan kejang, baik parsial maupun umum, serta dapat disertai hilangnya kesadaran dan gangguan fungsi tubuh lainnya. Berdasarkan data WHO, sekitar 50 juta orang di dunia menderita epilepsi, dengan 80% di antaranya berada di negara berpendapatan rendah dan menengah. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medik, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Hasil: Sebagian besar pasien mengalami epilepsi jenis umum (58.3%), usia terbanyak adalah anak-anak (42.8%), dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (59.4%). Tingkat pendidikan terbanyak adalah pendidikan dasar (85.6%) dengan status pekerjaan sebagian besar tidak bekerja (84.5%). Durasi pengobatan terbanyak adalah 3 tahun (55.1%), jenis bangkitan terbanyak adalah bangkitan umum (57.8%), serta terapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi obat (75.9%). Simpulan: Terapi obat kombinasi adalah yang paling banyak digunakan, dan mayoritas kasus epilepsi terkontrol. Kata Kunci: Epilepsi; Karakteristik Pasien; Kejang.
Pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan Ramadhani, Gita; Keswara, Umi Romayati; Rianty, Dian Asih
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1852

Abstract

Background: Fishermen must be prepared to provide Basic Life Support to reduce the number of deaths from drowning. Community empowerment is crucial in emergency situations, providing training and simulations to prepare them for emergencies. Purpose: To determine the effect of basic life support health education on the knowledge of fishermen. Method: A quantitative analytical design with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population in this study was 57 fishermen from Surung Batang Hamlet, with a sample of 32 respondents. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. Data analysis used a dependent test (paired t-test). Results: Based on the results, the average knowledge score before health education was 7.84 and the average score after health education was 18.94. The paired t-test results obtained a significance value of 0.000 or P < 0.005. Conclusion: Health education significantly impacted the knowledge of fishermen, with a P-value of 0.000 < 0.005. Keywords: Basic Life Support; Fishermen; Health Education; Knowledge.   Pendahuluan: Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan harus memiliki kesiapan dalam melakukan basic life support untuk menurunkan angka kematian akibat tengelam. Pemberdayaan Masyarakat sangat penting dalam situasi gawat darurat untuk dapat memberikan pelatihan dan simulasi agar mereka siap menghadapi situasi darurat. Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Dusun Surung Batang yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 57 orang dengan sampel 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Berdasarkan hasil nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 7.84 dan nilai rata-rata setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 18.94. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.000 atau P < 0.005. Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan nelayan dengan nilai P Value 0.000 < 0.005. Kata Kunci: Basic Life Support; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Nelayan.
Pengaruh edukasi pencegahan risiko jatuh pada lansia terhadap pengetahuan keluarga Aprilia Putri, Hanisa; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Gunawan, M. Ricko
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1853

Abstract

 Background: The impact of falls on the elderly is very serious, and can lead to injuries such as bone fractures, head injuries, and even death. The risk of falling refers to the possibility of a person falling due to individual and environmental factors that can cause physical injury. An estimated 646.000 fall incidents occur every year. This research aims to examine the extent to which education can increase family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Purpose: To determine the effect of education on increasing family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Method: A quantitative analytic design with a quasi-experimental approach through a one group pretest-posttest design. The population in this study is families who have elderly members in Gedong Meneng Baru village, with a sample size of 30 families. Sampling was done using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using a dependent (paired) t-test. Results: The average family knowledge score before education was 9.67, and after education, it increased to 15.27. The results of the paired t-test showed a significant value of 0.0001 or P < 0.005. Conclusion: Education on fall risk prevention influences the increase in knowledge of elderly families. Keywords: Education; Elderly; Fall Risk; Knowledge.   Pendahuluan: Dampak dari jatuh pada lansia sangat serius, dapat menyebabkan cedera seperti patah tulang, cedera kepala, bahkan kematian. Risiko jatuh merujuk pada kemungkinan seseorang mengalami jatuh akibat faktor individu maupun lingkungan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Diperkirakan 646.000 insiden jatuh terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana edukasi dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini penting sebagai dasar penyusunan intervensi yang tepat di tingkat komunitas untuk meningkatkan keselamatan lansia dan kualitas hidup keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia di Kelurahan Gedong Meneng Baru. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai lansia di kelurahan gedong meneng baru, dengan jumlah sampel 30 keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi adalah 9.67, dan sesudah edukasi meningkat menjadi 15.27. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.0001 atau P < 0.005. Simpulan: Edukasi pencegahan risiko jatuh berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia. Kata Kunci: Edukasi; Lansia; Pengetahuan; Risiko Jatuh.
Edukasi kesehatan tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat Hikma, Okva; Khairunnisa , Liyana; Ramadhani, Gita; Julianti, Fitri; Aprilia, Hanisa; Ariyansyah , Ariyansyah; Nurfadila, Nima; Yuhono, Tuwi; Crista, Angga; Wardiyah, Aryanti; Warzati, Linda
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1928

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health burden in Indonesia, with cases increasing annually. Various factors, such as environmental conditions, hygienic living practices, and lack of public knowledge, contribute to the high incidence of DHF. Health education activities play a crucial role in increasing public understanding regarding the prevention of this disease. Purpose: To describe the implementation of health education regarding the dangers of DHF and its prevention efforts in the community. Method: The education included lectures, discussions, Q&A sessions, and the use of leaflets. Results: Most residents understood dengue fever and how to prevent it. Conclusion: The education provided to the community increased public understanding regarding minimizing the breeding of the Aedes aegypti mosquito to prevent dengue fever transmission. Keywords: Community; Dengue Fever; Education.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tren peningkatan kasus setiap tahun. Berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, perilaku hidup bersih, serta kurangnya pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Kegiatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyakit ini. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai bahaya DBD dan upaya pencegahannya pada masyarakat. Metode: Edukasi yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media leaflet. Hasil: Sebagian besar warga sudah paham tentang penyakit demam berdarah dan cara pencegahannya. Simpulan: Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam hal meminimalisir perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty untuk mencegah penularan demam berdarah. Kata Kunci: DBD; Edukasi; Masyarakat.
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus Muhammad Nur Maghribi Sembiring; Leny Suarni; Ichfad Ananda; Desi Lianti Sari Hasibuan; Atikah Marhamah Sembiring; Muhammad Simba Sembiring; Thoyibah Pohan
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 2 (2026): Edition April 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i2.2440

Abstract

Background: Diabetes mellitus significantly impacts the physical, emotional, and social well-being of individuals, which in turn leads to a decline in quality of life. One of the most important factors influencing quality of life is family support. This support encompasses emotional aspects, information provision, practical assistance, and recognition. The family plays a crucial role as the primary support system, impacting lifestyle, treatment adherence, and well-being. Purpose: To analyze the relationship between family support and quality of life in people with diabetes mellitus. Method: A descriptive correlational design using a cross-sectional approach. The sample used total sampling, representing the total population of 157 patients with type 1 and type 2 diabetes mellitus in Bandar Labuhan Bawah Village, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Data analysis used the Chi-Square test. Results: The majority of diabetes mellitus patients (88 respondents) had positive family support, and 81 respondents (51.5%) had a high quality of life. The results of statistical analysis using the chi-square test obtained a P - Value of 0.01. Conclusion: There is a significant relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus; Family Support; Patients; Quality of Life.   Pendahuluan: Diabetes Melitus memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keadaan fisik, emosional, dan sosial individu yang mengalaminya, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan kualitas hidup. Salah satu hal yang terpenting berperan dalam kualitas hidup yaitu dukungan dari keluarga. Dukungan ini meliputi aspek emosional, penyediaan informasi, bantuan praktis, serta pengakuan. Keluarga memiliki peran penting sebagai sistem dukungan utama yang dapat berdampak terhadap pola hidup, kepatuhan menjalani pengobatan dan kesejahteraan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi malalui pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan Total Sampling yaitu total keseluruhan dari jumlah populasi, sebanyak 157 pasien yang menderita DM Tipe 1 dan DM Tipe 2 di Desa Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Chi Square.   Hasil: Mayoritas pasien Diabetes Melitus memiliki dukungan keluarga yang positif sebanyak 88 Responden (56%), dan kualitas hidup yang tinggi sebanyak 81 Responden (51.5%). hasil analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai P - Value = 0.01.   Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien  Diabetes Melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Dukungan Keluarga; Kualitas Hidup; Pasien.
Faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotensi pada pasien dengan pasca spinal anestesi Sunarsih Sunarsih; Yuspita Dewi Utari
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 2 (2026): Edition April 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i2.2579

Abstract

Background: Post-spinal anesthesia hypotension is a common complication that has a serious impact on patients' hemodynamic stability. At RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, the incidence of hypotension is reported to reach 20–25% of all patients undergoing spinal anesthesia procedures. This condition may worsen the prognosis, especially in patients with certain risk factors such as abnormal body mass index, poor hydration status, or intraoperative bleeding. Purpose: To determine the factors related to the incidence of hypotension in patients after spinal anesthesia in the operating room. Method: A quantitative method with a cross sectional design. The research sample was 50 patients who underwent spinal anesthesia and were taken using purposive sampling techniques. The variables studied were age, BMI, preloading fluid, vasopressor administration, amount of bleeding, and height of blockade. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the chi-square. Results: The results showed that there was a significant relationship between BMI (p=0.004), preloading fluid (p=0.002), administration of vasopressor (p=0.006), and amount of bleeding (p=0.021). Meanwhile, the age factor (p=0.378) and the height of the anesthesia blockade (p=0.776) did not show a significant relationship. Conclusion: There is a relationship between BMI, preloading fluid, vasopressor administration and the amount of bleeding with the incidence of hypotension in patients with spinal anesthesia. Keywords: BMI; Hemodynamic Status; Hypotension; Preloading; Spinal Anesthesia.   Pendahuluan: Hipotensi pasca spinal anestesi merupakan komplikasi yang sering terjadi dan berdampak serius terhadap kestabilan hemodinamik pasien. Di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, insiden hipotensi dilaporkan mencapai 20–25% dari total pasien yang menjalani tindakan spinal anestesi. Kondisi ini dapat memperburuk prognosis, terutama pada pasien dengan faktor risiko tertentu seperti indeks massa tubuh tidak ideal, status hidrasi buruk, atau perdarahan intraoperatif. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotensi pada pasien pasca spinal anestesi di ruang bedah. Metode: Metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 pasien yang menjalani spinal anestesi dan diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah usia, IMT, cairan preloading, pemberian vasopressor, jumlah perdarahan, dan ketinggian blokade. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT (p=0.004), cairan preloading (p=0.002), pemberian vasopressor (p=0.006), jumlah perdarahan (p=0.021). Sedangkan faktor usia (p=0.378) dan ketinggian blokade anestesi (p=0.776) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Simpulan: Terdapat hubungan antara faktor IMT, pemberian cairan preloading, pemberian vasopressor dan jumlah perdarahan dengan kejadian hipotensi pada pasien dengan spinal anestesi. Kata Kunci: Hipotensi; IMT; Preloading; Spinal Anestesi; Status Hemodinamik.
Hubungan praktik sanitasi air, higiene personal, dan sanitasi makanan dengan kejadiani diare pada balita di puskesmas La Ode Liaumin Azim
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 2 (2026): Edition April 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i2.2675

Abstract

Background: Diarrhea in toddlers is a serious public health problem and can be caused by various factors, including drinking water sanitation, personal hygiene, and food sanitation. The Lepo-Lepo Community Health Center in Kendari City has recorded a high incidence of diarrhea in toddlers, which indicates the importance of research related to the factors that influence this incidence. Objective: To analyze the relationship between drinking water sanitation (boiled drinking water, clean water containers), personal hygiene (hand washing before feeding toddlers, clean baby nails), and food sanitation with the incidence of diarrhea in toddlers in the working area. Method: A cross-sectional design with simple random sampling technique. The sample consisted of 74 toddlers who had experienced diarrhea in the last 3 months. Data were collected through questionnaires, structured interviews, and direct observation of the sanitation habits of parents or caregivers. The research data were analyzed using the chi-square test with SPSS version 25.0 with a 95% confidence level. Results: The results of the analysis showed that consumption of boiled water (p=0.005), cleanliness of drinking water containers (p=0.000), mothers' hand washing habits (p=0.004), cleanliness of toddlers' nails (p=0.001), and food sanitation (p=0.001) were significant factors. Conclusion: Drinking water sanitation, personal hygiene, and food sanitation are important factors that influence the incidence of diarrhea in toddlers. Education and intervention in improving good sanitation habits are expected to reduce the incidence of diarrhea. Keywords: Community Health Center; Diarrhea; Drinking Water Sanitation; Drinking Water Sources; Infants; Food Sanitation; Personal Hygiene. Pendahuluan: Diare pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sanitasi air minum, kebersihan pribadi, dan sanitasi makanan. Puskesmas Lepo-Lepo di Kota Kendari mencatatkan angka kejadian diare yang cukup tinggi pada balita, yang menunjukkan pentingnya penelitian terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tersebut. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara sanitasi air minum (air minum dimasak, kebersihan wadah air), kebersihan pribadi (mencuci tangan sebelum memberi makan balita, kebersihan kuku bayi), dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas. Metode: Desain cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Sampel terdiri dari 74 balita yang mengalami diare dalam 3 bulan terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, dan observasi langsung terhadap kebiasaan sanitasi orang tua atau pengasuh. data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ichi-square dengan aplikasi spss versi 25.0 dengan tingkat kepercayaan 95% Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi air yang dimasak (p=0.005), kebersihan wadah air minum (p=0.000), kebiasaan mencuci tangan ibu (p=0.004), kebersihan kuku balita (p=0.001), dan sanitasi makanan (p=0,001). Simpulan: Sanitasi air minum, kebersihan pribadi, dan sanitasi makanan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kejadian diare pada balita. Edukasi dan intervensi dalam meningkatkan kebiasaan sanitasi yang baik diharapkan dapat menurunkan angka kejadian diare di wilayah Puskesmas. Kata Kunci: Balita; Diare; Kebersihan Pribadi; Sanitasi Air Minum; Sanitasi Makanan; Tempat Air Minum; Puskesmas.
Pengaruh kombinasi mobilisasi dini dan mengunyah permen karet terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien post operasi laparatomi dengan general anestesi suyanto, suyanto; Kasanah, Efrina
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 2 (2026): Edition April 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i2.2699

Abstract

Background: Impaired bowel peristalsis is a common postoperative complication in patients undergoing laparotomy with general anesthesia due to reduced gastrointestinal motility. Non-pharmacological interventions such as early mobilization and chewing gum are known to stimulate parasympathetic activity, thereby accelerating the return of normal peristaltic function. Purpose: To determine the effect of combining early mobilization and chewing gum on the recovery of bowel peristalsis in post-laparotomy patients. Method: A quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach was implemented involving 60 respondents. Bowel peristalsis was assessed using an observation sheet measuring bowel sound frequency per minute. Results: The Wilcoxon test in both intervention groups showed significant differences with a p-value of 0.001 (p < 0.05). The Mann-Whitney U test also demonstrated a significant difference between the two groups, with a p-value of 0.001 (p < 0.05). Conclusion: The combination of early mobilization and chewing gum has a significant effect on accelerating bowel peristalsis recovery in post-laparotomy patients under general anesthesia. Keywords: Bowel Peristalsis; Chewing Gum; Early Mobilization; Laparotomy.   Pendahuluan: Gangguan peristaltik usus merupakan komplikasi yang sering muncul pada pasien pasca operasi laparatomi dengan general anestesi akibat hambatan motilitas gastrointestinal. Intervensi nonfarmakologis seperti mobilisasi dini dan mengunyah permen karet diketahui dapat merangsang aktivitas parasimpatis sehingga mempercepat pemulihan peristaltik. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kombinasi mobilisasi dini dan mengunyah permen karet terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien post operasi laparatomi. Metode: Desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest, dengan melibatkan 60 responden. Pengukuran menggunakan lembar observasi peristaltik usus berdasarkan frekuensi bising usus per menit. Hasil: Hasil uji wilcoxon pada kedua kelompok intervensi didapatkan 0.001 (p value < 0.05). Hasil uji mann whitney u menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari kedua kelompok dengan nilai 0.001 (p value < 0.05). Simpulan: Kombinasi mobilisasi dini dan mengunyah permen karet berpengaruh signifikan dalam mempercepat pemulihan peristaltik usus pada pasien post operasi laparatomi dengan general anestesi. Kata kunci: Laparatomi; Mengunyah Permen Karet; Mobilisasi Dini; Peristaltik Usus.
Hubungan dukungan suami dengan tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I Mustari, Rohani; Herlianty, Herlianty; Battung , Junika
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 2 (2026): Edition April 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i2.2702

Abstract

Background: Childbirth is a physiological process often accompanied by severe pain, especially during the first stage of labor. The level of pain experienced by mothers is influenced by various factors, one of which is their husband's support. The presence and involvement of a husband during labor is believed to help reduce pain perception and increase maternal comfort. Purpose: To determine the relationship between husband's support and the level of labor pain among mothers giving birth. Method: A cross-sectional design with a sample size of 45 respondents selected using purposive sampling. The instruments used were a 7-item Husband's Support Questionnaire and a Visual Analog Scale (VAS) to measure labor pain levels. Data were analyzed using a chi-square test with a significance level of p <0.005. Results: The majority of respondents received low levels of husband's support (62.2%), while 37.8% received high levels of support. The majority of respondents experienced moderate levels of labor pain (57.8%), followed by mild pain (26.7%), and severe pain (15.6%). Correlation: Statistical results indicate a significant relationship between husband's support and labor pain levels. High levels of husband's support play a significant role in helping mothers reduce their perception of pain during labor. Keywords: First Stage of Labor; Husband's Support; Labor Pain.   Pendahuluan: Persalinan merupakan proses fisiologi yang sering disertai dengan neyri hebat, terutama pada kala I persalinan. Tingkat nyeri yang dialami ibu dipengaruhi oleh berbagai factor, salah satunya adalah dukungan suami. Kehadiran dan keterlibatan suami selama persalian diyakini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin. Metode: Desing Cross Sectional Dengan Jumlah sampel 45 responden yang dipilih secara purposive sampling, instrument berupa kueisioner Dukungan suami 7 item dan visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur Tingkat nyeri persalinan. Data dianalisis dengan menggunakan ujia chi-square dengan Tingkat signifikansi p <0.005. Hasil: Sebagian besar responden memperoleh dukungan suami rendah (62.2%), sedangkan yang memperoleh Dungan tinggi sebesar 37.8%. Tingkat nyeri persalinan yang dialami responden Sebagian besar berada pada kategori sedang 57.8%, diikuti nyeri ringan 26.7%, dan nyeri berat 15.6%. Simpulan: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan tingkat nyeri persalinan. Dukungan suami yang tinggi berperan penting dalam membanti ibu mengurangi persepsi nyeri selama proses persalinan. Kata Kunci: Dukungan Suami; Kala I Persalinan; Nyeri Persalinan.

Page 3 of 3 | Total Record : 29