cover
Contact Name
Rahma Oktavia
Contact Email
rahma@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
TMI JOURNAL OF Tropical Medicine Issues
ISSN : 28089227     EISSN : 28088727     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal kedokteran hasil penelitian di daerah iklim tropis meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Penelitian yang diutamakan kejadian yang sedang tren di dunia kedokteran. Begitupun pengobatan alternatif dari sumber alam yang mudah didapatkan didaerah tropis. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 25 Documents
Hubungan kadar asam urat dengan gagal ginjal kronik Rafsandjani, Muhamad Hatami; Detty, Ade Utia; Ladyani M, Festy; Sjahriani, Tessa Sjahriani
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1407

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a condition characterized by a progressive decline in kidney function over a certain period of time. The prevalence of CKD is relatively high and become the 12th leading cause of death worldwide. One of the factors suspected to be associated with CKD progression is elevated uric acid levels (hyperurecemia). Purpose: To analyze the correlation between uric acid levels and the stages of CKD in patients. Method: An observational design with a cross-sectional approach. Data were collected from medical records of 49 CKD patients at Bintang Amin Hospital in 2025 and statistically analyzed by using the Pearson Chi-Square test. Results: 38 patients (79.6%) had high uric acid levels, and 33 of them (67.35%) were in advanced stage of CKD (stage 4-5). The patients were predominantly male (53.1%) and aged 46-65 y.o (55.1%). Correlation: A statistically significant correlation was found between uric acid levels and CKD stage, with p-value of 0.019 (p<0.05) and an odds ratio (OR) of 2.7 (95% CI; 1.31-5.65).   Keywords: Chronic Kidney Disease; Hyperurecemia; Uric Acid.   Pendahuluan: Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi menurunnya fungsi ginjal secara progresif selama kurun waktu tertentu. Prevalensi penyakit GGK ini cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian terbanyak ke-12 di seluruh dunia. Salah satu faktor yang diduga berkaitan erat dengan progresivitas GGK ialah kadar asam urat yang tinggi (hiperuresemia). Tujuan: Untuk menganalisis adanya hubungan kadar asam urat dengan gagal ginjal kronis pada pasien gagal ginjal kronis. Metode: Desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis 49 pasien GGK di RS Bintang Amin Tahun 2025 dan dianalisis secara statistik menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil: Pasien didominasi oleh laki-laki sebanyak 26 orang (53.1%) dan pasien dengan kelompok usia 45-65 tahun sebanyak 27 orang (55.1%). Selain itu, sebanyak 38 pasien (79.6%) memiliki kadar asam urat tinggi dan 33 orang (67,35%) dari jumlah tersebut berada pada stadium berat GGK (stadium 4-5). Simpulan: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar asam urat dengan stadium GGK, dengan nilai p=0,019 (p<0,05) dan nilai odds ratio (OR) sebesar 2,7 (CI 95%; 1,31-5,65).   Kata Kunci: Asam Urat; Gagal Ginjal Kronis; Hiperuresemia.
Karakteristik penderita epilepsi di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Panji Setyawan, Panji; Fitriyani, Fitriyani; Sudiadnyan, Ni Putu Sudiadnyan
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1408

Abstract

Background: Epilepsy is a chronic neurological disorder affecting the brain, characterized by seizures that may occur partially or generally, often accompanied by loss of consciousness and disruption of other bodily functions. According to the World Health Organization (WHO), approximately 50 million people worldwide suffer from epilepsy, with around 80% living in low- and middle-income countries. Purpose: To determine the characteristics of epilepsy patients at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital. Method: A descriptive quantitative design with secondary data obtained from medical records. The sampling technique used was total sampling, including all epilepsy patients recorded within the study period. Results: The majority of patients had generalized epilepsy (58.3%), most were in the children age group (42.8%), and the dominant gender was male (59.4%). Most patients had primary education (85.6%) and were unemployed (84.5%). The most common treatment duration was three years (55.1%), with generalized seizures being the most frequent type (57.8%). Conclusion: Combination drug therapy was the most widely used, and the majority of epilepsy cases were controlled. Keywords: Epilepsy; Patient Characteristics; Seizure.   Pendahuluan: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis pada otak yang ditandai dengan kejang, baik parsial maupun umum, serta dapat disertai hilangnya kesadaran dan gangguan fungsi tubuh lainnya. Berdasarkan data WHO, sekitar 50 juta orang di dunia menderita epilepsi, dengan 80% di antaranya berada di negara berpendapatan rendah dan menengah. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medik, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Hasil: Sebagian besar pasien mengalami epilepsi jenis umum (58.3%), usia terbanyak adalah anak-anak (42.8%), dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (59.4%). Tingkat pendidikan terbanyak adalah pendidikan dasar (85.6%) dengan status pekerjaan sebagian besar tidak bekerja (84.5%). Durasi pengobatan terbanyak adalah 3 tahun (55.1%), jenis bangkitan terbanyak adalah bangkitan umum (57.8%), serta terapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi obat (75.9%). Simpulan: Terapi obat kombinasi adalah yang paling banyak digunakan, dan mayoritas kasus epilepsi terkontrol. Kata Kunci: Epilepsi; Karakteristik Pasien; Kejang.
Pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan Ramadhani, Gita; Keswara, Umi Romayati; Rianty, Dian Asih
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1852

Abstract

Background: Fishermen must be prepared to provide Basic Life Support to reduce the number of deaths from drowning. Community empowerment is crucial in emergency situations, providing training and simulations to prepare them for emergencies. Purpose: To determine the effect of basic life support health education on the knowledge of fishermen. Method: A quantitative analytical design with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population in this study was 57 fishermen from Surung Batang Hamlet, with a sample of 32 respondents. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. Data analysis used a dependent test (paired t-test). Results: Based on the results, the average knowledge score before health education was 7.84 and the average score after health education was 18.94. The paired t-test results obtained a significance value of 0.000 or P < 0.005. Conclusion: Health education significantly impacted the knowledge of fishermen, with a P-value of 0.000 < 0.005. Keywords: Basic Life Support; Fishermen; Health Education; Knowledge.   Pendahuluan: Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan harus memiliki kesiapan dalam melakukan basic life support untuk menurunkan angka kematian akibat tengelam. Pemberdayaan Masyarakat sangat penting dalam situasi gawat darurat untuk dapat memberikan pelatihan dan simulasi agar mereka siap menghadapi situasi darurat. Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Dusun Surung Batang yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 57 orang dengan sampel 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Berdasarkan hasil nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 7.84 dan nilai rata-rata setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 18.94. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.000 atau P < 0.005. Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan nelayan dengan nilai P Value 0.000 < 0.005. Kata Kunci: Basic Life Support; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Nelayan.
Pengaruh edukasi pencegahan risiko jatuh pada lansia terhadap pengetahuan keluarga Aprilia Putri, Hanisa; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Gunawan, M. Ricko
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1853

Abstract

 Background: The impact of falls on the elderly is very serious, and can lead to injuries such as bone fractures, head injuries, and even death. The risk of falling refers to the possibility of a person falling due to individual and environmental factors that can cause physical injury. An estimated 646.000 fall incidents occur every year. This research aims to examine the extent to which education can increase family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Purpose: To determine the effect of education on increasing family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Method: A quantitative analytic design with a quasi-experimental approach through a one group pretest-posttest design. The population in this study is families who have elderly members in Gedong Meneng Baru village, with a sample size of 30 families. Sampling was done using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using a dependent (paired) t-test. Results: The average family knowledge score before education was 9.67, and after education, it increased to 15.27. The results of the paired t-test showed a significant value of 0.0001 or P < 0.005. Conclusion: Education on fall risk prevention influences the increase in knowledge of elderly families. Keywords: Education; Elderly; Fall Risk; Knowledge.   Pendahuluan: Dampak dari jatuh pada lansia sangat serius, dapat menyebabkan cedera seperti patah tulang, cedera kepala, bahkan kematian. Risiko jatuh merujuk pada kemungkinan seseorang mengalami jatuh akibat faktor individu maupun lingkungan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Diperkirakan 646.000 insiden jatuh terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana edukasi dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini penting sebagai dasar penyusunan intervensi yang tepat di tingkat komunitas untuk meningkatkan keselamatan lansia dan kualitas hidup keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia di Kelurahan Gedong Meneng Baru. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai lansia di kelurahan gedong meneng baru, dengan jumlah sampel 30 keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi adalah 9.67, dan sesudah edukasi meningkat menjadi 15.27. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.0001 atau P < 0.005. Simpulan: Edukasi pencegahan risiko jatuh berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia. Kata Kunci: Edukasi; Lansia; Pengetahuan; Risiko Jatuh.
Edukasi kesehatan tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat Hikma, Okva; Khairunnisa , Liyana; Ramadhani, Gita; Julianti, Fitri; Aprilia, Hanisa; Ariyansyah , Ariyansyah; Nurfadila, Nima; Yuhono, Tuwi; Crista, Angga; Wardiyah, Aryanti; Warzati, Linda
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1928

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health burden in Indonesia, with cases increasing annually. Various factors, such as environmental conditions, hygienic living practices, and lack of public knowledge, contribute to the high incidence of DHF. Health education activities play a crucial role in increasing public understanding regarding the prevention of this disease. Purpose: To describe the implementation of health education regarding the dangers of DHF and its prevention efforts in the community. Method: The education included lectures, discussions, Q&A sessions, and the use of leaflets. Results: Most residents understood dengue fever and how to prevent it. Conclusion: The education provided to the community increased public understanding regarding minimizing the breeding of the Aedes aegypti mosquito to prevent dengue fever transmission. Keywords: Community; Dengue Fever; Education.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tren peningkatan kasus setiap tahun. Berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, perilaku hidup bersih, serta kurangnya pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Kegiatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyakit ini. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai bahaya DBD dan upaya pencegahannya pada masyarakat. Metode: Edukasi yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media leaflet. Hasil: Sebagian besar warga sudah paham tentang penyakit demam berdarah dan cara pencegahannya. Simpulan: Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam hal meminimalisir perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty untuk mencegah penularan demam berdarah. Kata Kunci: DBD; Edukasi; Masyarakat.

Page 3 of 3 | Total Record : 25