cover
Contact Name
Saqjuddin
Contact Email
jurnalsultra088@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsultra088@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Piere Tandean Kota Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
INTELEKTUAL: JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN MAHASISWA DAN AKADEMISI
ISSN : -     EISSN : 30909449     DOI : 10.64690
FOKUS AND SCOPE Intelektual: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi merupakan jurnal ilmiah yang memfasilitasi publikasi karya akademik mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal ini fokus pada pengembangan pengetahuan lintas bidang melalui publikasi artikel ilmiah yang berkualitas, baik berupa hasil penelitian empiris, studi literatur sistematis, maupun kajian konseptual. Ruang lingkup (scope) jurnal ini mencakup, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan dan Pembelajaran: kurikulum, strategi pembelajaran, pendidikan karakter, teknologi pendidikan, dan evaluasi. Sosial dan Humaniora: sosiologi, antropologi, komunikasi, budaya, sejarah, dan filsafat. Ekonomi dan Bisnis: manajemen, akuntansi, kewirausahaan, ekonomi pembangunan, dan digital marketing. Ilmu Sains dan Teknologi: matematika, fisika, kimia, biologi, teknik, informatika, dan inovasi digital. Kesehatan dan Lingkungan: kesehatan masyarakat, keperawatan, gizi, dan isu-isu ekologi. Hukum dan Pemerintahan: hukum tata negara, administrasi publik, kebijakan publik, dan demokrasi. Kajian Multidisiplin dan Interdisipliner: perpaduan dua atau lebih bidang ilmu untuk memecahkan permasalahan nyata di masyarakat. Jurnal ini mendorong kontribusi dari mahasiswa sarjana, pascasarjana, dan akademisi yang ingin menyebarluaskan hasil penelitiannya secara terbuka, kritis, dan bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "vol. 1 no. 2 (2025)" : 14 Documents clear
Menumbuhkan Pemahaman Konsep Energi Intelektual Pada Siswa Sekolah Dasar Dengan Metode Gamifikasi Dewa Ayu Artini
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.70

Abstract

Pemahaman tentang energi alternatif merupakan aspek penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar. Sayangnya, topik ini kerap dianggap abstrak oleh siswa karena minimnya keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas gamifikasi sebagai pendekatan inovatif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep energi alternatif. Melalui metode studi literatur, berbagai sumber ilmiah dianalisis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi—dengan elemen seperti poin, tantangan, dan level—dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman konsep secara signifikan. Selain itu, gamifikasi juga memperkuat literasi energi dan menumbuhkan sikap peduli lingkungan sejak dini. Namun, keberhasilan pendekatan ini sangat bergantung pada peran guru, ketersediaan media pendukung, serta dukungan kebijakan kurikulum. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan diperlukan agar gamifikasi dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan dalam pembelajaran IPA.
Peran Media Sosial Dalam Membentuk Kesadaran Sosial Generasi Z Fiki Safitri
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.71

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok usia yang sangat akrab dengan teknologi digital dan media sosial. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran sosial generasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial memengaruhi cara Generasi Z memahami dan merespons isu-isu sosial di sekitarnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi aktivitas media sosial pada sejumlah remaja dan pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang diskusi, edukasi, dan mobilisasi sosial, yang memungkinkan Generasi Z membangun empati dan keterlibatan aktif dalam isu sosial. media sosial juga membentuk identitas sosial melalui interaksi digital dan komunitas daring. Namun, penggunaan media sosial juga menghadirkan tantangan seperti disinformasi, polarisasi, dan aktivisme semu (slacktivism). Selain itu, kemampuan mereka dalam memanfaatkan fitur-fitur digital memperkuat peran media sosial sebagai alat penyadaran kolektif. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan media sosial secara positif untuk mendukung pendidikan karakter dan literasi sosial sejak usia dini dan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian media dan pendidikan karakter di era digital.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Rizky Aditya
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.97

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk perkembangan kepribadian siswa secara menyeluruh sejak usia dini di sekolah dasar. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memberikan kesempatan yang sangat strategis dan praktis untuk mengintegrasikan nilai-nilai moral dan sosial secara kontekstual dalam proses pembelajaran, sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru memegang peranan penting dan strategis sebagai fasilitator sekaligus teladan yang perilakunya dapat mempengaruhi pembentukan karakter peserta didik secara signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur yang komprehensif untuk mengkaji peran guru dalam menanamkan pendidikan karakter melalui pembelajaran IPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh kreativitas dan dedikasi guru, adanya lingkungan sekolah yang mendukung dan kondusif, serta kolaborasi yang erat antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat sekitar. Meskipun terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan sarana dan perbedaan latar belakang peserta didik, peluang untuk memperkuat pendidikan karakter tetap terbuka lebar. Hal ini dapat diwujudkan melalui inovasi metode pembelajaran yang efektif serta kebijakan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter sebagai tujuan utama. Pada akhirnya, pendidikan karakter melalui IPS bukan hanya menjadi tanggung jawab, melainkan investasi penting bagi masa depan generasi penerus bangsa  
Dampak Media Sosial Terhadap Perilaku Belajar Di Sekolah Dasar Mardiansyah Mardiansyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.118

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian integral dalam kehidupan anak-anak usia sekolah dasar di era digital. Artikel ini membahas secara mendalam dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial terhadap perilaku belajar siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan studi literatur terhadap berbagai jurnal dan publikasi ilmiah tahun 2020–2024, ditemukan bahwa media sosial dapat menjadi sarana pembelajaran interaktif yang meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga dapat menurunkan konsentrasi, menimbulkan kecanduan digital, dan mengganggu tanggung jawab akademik. Dalam konteks ini, peran guru dan orang tua menjadi krusial dalam membimbing siswa agar mampu menggunakan media sosial secara bijak dan produktif. Diperlukan pendekatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk meningkatkan literasi digital serta membentuk perilaku belajar yang positif. Artikel ini merekomendasikan pentingnya pendidikan digital yang terstruktur di sekolah dasar sebagai langkah strategis menghadapi tantangan zaman. Dengan pemanfaatan media sosial yang tepat, potensi siswa dalam belajar dapat dikembangkan secara optimal tanpa mengorbankan nilai-nilai pendidikan karakter dan disiplin belajar.
Penanaman Nilai Demokrasi Melalui Pembelajaran IPS Celia Celia
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS disekolah dasar. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai demokrasi, cara penanaman nilai-nilai demokrasi, faktor pendorong dan penghambat nilai-nilai demokrasi, serta mengintegrasikan strategi nilai-nilai demokrasi dalam sistem pendidikan, terutama pada aspek pembelajaran di sekolah dasar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode study kasus. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi telah ditanamkan dengan baik dalam pembelajaran IPS. Nilai-nilai demokrasi yang dikembangkan dengan baik diantaranya nilai toleransi, nilai kebebasan berkelompok, nilai kebebasan berpendapat, kerjasama dengan sesama, percaya diri. Cara penanaman nilai-nilai demokrasi dengan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, ceramah, di luar kelas dan demonstrasi. Faktor pendorong penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS adalah pendidik, sarana prasarana, dan budaya di sekolah. Faktor penghambat dalam penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS adalah alokasi waktu dan kurangnya motivasi dalam diri siswa.
Membangun Karakter Ilmiah Anak Sejak Dini Melalui Pembelajaran IPA Selfi Ardana
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.133

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter ilmiah pada anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pembelajaran IPA dalam membentuk karakter ilmiah siswa SD melalui pendekatan kontekstual dan eksperimen sederhana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA yang dirancang dengan pendekatan inkuiri dan berbasis masalah mampu menumbuhkan karakter ilmiah seperti rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan jujur. Kesimpulannya, pembelajaran IPA yang tepat dapat menjadi sarana efektif dalam membangun karakter ilmiah anak sejak dini.            
Inovasi Pembelajaran IPA Melalui Game Based Learning Bagi Siswa Sekolah Dasar Ni Nyoman Sutri Armini
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.144

Abstract

Inovasi pembelajaran melalui game edukatif berbasis teknologi semakin mendapatkan perhatian dalam dunia pendidikan, khususnya pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Game edukatif tidak hanya menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga efektif dalam memfasilitasi pemahaman konsep-konsep sains yang abstrak. Dengan pendekatan yang interaktif dan praktis, game ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dunia sains secara langsung, mengembangkan keterampilan kognitif, serta memperkuat keterampilan sosial seperti kolaborasi dan komunikasi. Selain itu, game edukatif juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, menjadikannya lebih tertarik dan aktif dalam proses belajar. Meski tantangan dalam implementasinya masih ada, penggunaan game edukatif membuka peluang besar untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan efektif di masa depan.  
Belajar IPA Dari Alam: Strategi Observasi Lingkungan Untuk Menumbuhkan Kepedulian Siswa Muhammad Candra
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.146

Abstract

Kepedulian terhadap lingkungan hidup menjadi salah satu karakter penting yang perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dasar. Artikel ini mengangkat strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis observasi lingkungan sebagai pendekatan yang tidak hanya mengajarkan konsep ilmiah, tetapi juga membentuk  karakter peduli dan tanggung jawab ekologis pada peserta didik. Dengan mengamati langsung fenomena alam yang ada di sekitar sekolah, siswa dilatih untuk lebih peka, kritis, dan terlibat aktif dalam proses belajar yang kontekstual dan aplikatif. Observasi lingkungan tidak sekadar menjadi aktivitas luar kelas, melainkan menjadi sarana penguatan keterampilan ilmiah siswa melalui proses mengamati, mencatat, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan emosional siswa, memperkaya pengalaman belajar, dan memperkuat pemahaman terhadap materi IPA yang sebelumnya dianggap abstrak. Di tengah keterbatasan fasilitas laboratorium di banyak sekolah dasar, lingkungan sekitar menjadi laboratorium terbuka yang kaya dan potensial untuk dimanfaatkan. Melalui studi literatur terhadap berbagai penelitian dan praktik pembelajaran IPA terkini, artikel ini menunjukkan bahwa observasi lingkungan selaras dengan semangat pendidikan abad ke- 21 yang menekankan kolaborasi, literasi sains, dan pembelajaran bermakna. Guru berperan penting dalam merancang kegiatan observasi yang terarah, reflektif, dan terintegrasi dengan nilai-nilai karakter. Dengan demikian, strategi ini dapat menjadi fondasi pembelajaran holistik yang tidak hanya menanamkan ilmu, tetapi juga membentuk generasi yang cinta alam dan bertanggungjawab sosial.
Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar IPA Di Sekolah Dasar: Strategi Membangun Karakter Dan Logika Anak Enjelia Gerin Ayudia S.
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.192

Abstract

Belajar IPA tidak harus selalu terjadi di dalam kelas dengan buku dan papan tulis. Ketika siswa diajak keluar, mengamati tanaman yang tumbuh di taman sekolah, melihat siklus air saat hujan, atau memilah sampah di lingkungan sekitar, mereka sesungguhnya sedang belajar sains secara nyata. Pembelajaran seperti ini membuat konsep-konsep IPA menjadi lebih mudah dipahami karena langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.Lebih dari sekadar memahami materi, pendekatan ini juga menumbuhkan karakter siswa. Mereka belajar untuk peduli terhadap lingkungan, bekerja sama dengan teman, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Hal-hal sederhana seperti merawat tanaman atau menjaga kebersihan bukan hanya menjadi aktivitas, tapi juga media untuk membentuk sikap positif dalam diri anak. Memang ada tantangan, seperti cuaca yang tidak menentu atau keterbatasan fasilitas. Namun, dengan kreativitas guru, dukungan orang tua, serta pemanfaatan teknologi yang tepat, semua itu bisa diatasi. Bahkan, tantangan bisa menjadi peluang untuk menciptakan.pembelajaran yang lebih menarik dan berkesan. Pada akhirnya, pembelajaran IPA berbasis lingkungan menjadikan sains terasa dekat, nyata, dan menyenangkan. Lingkungan sekitar berubah menjadi ruang belajar yang hidup, tempat siswa bisa berpikir kritis, berperilaku bijak, dan tumbuh menjadi individu yang peduli pada sekitarnya.
Strategi Inovatif Pembelajaran IPS untuk Membangun Keterampilan Sosial Siswa di Sekolah Dasar Hendra Hendra
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.196

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk keterampilan sosial siswa sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang demokratis dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi-strategi inovatif dalam pembelajaran IPS yang efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa melalui pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi seperti pembelajaran kooperatif, berbasis proyek, dan kontekstual mampu meningkatkan interaksi sosial, empati, kerja sama, serta tanggung jawab sosial siswa secara signifikan. Peran guru sebagai fasilitator pembelajaran partisipatif menjadi kunci utama dalam membentuk ruang belajar yang demokratis dan kolaboratif. Temuan lainnya menekankan bahwa media pembelajaran berbasis digital dan naratif sosial dapat menjadi pemantik empati yang kuat jika diintegrasikan secara reflektif dalam proses belajar. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada isu sosial lokal mendorong keterlibatan aktif siswa dalam komunitasnya dan memperkuat kesadaran akan tanggung jawab kolektif. Meskipun demikian, implementasi strategi ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu, kurangnya literasi pedagogis guru, dan minimnya dukungan ekosistem sekolah. Oleh karena itu, strategi inovatif dalam pembelajaran IPS harus didukung oleh kurikulum yang fleksibel serta kolaborasi antara guru, siswa, dan lingkungan sosial.

Page 1 of 2 | Total Record : 14