cover
Contact Name
Lalu Ibrohim Burhan
Contact Email
ejournaldinamika@gmail.com
Phone
+6287783233577
Journal Mail Official
ejournaldinamika@gmail.com
Editorial Address
kp Bahagia desa Lendang Nangka kec Masbagik kab Lombok Timur Nusa Tenggara Barat 83661
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dinamika
ISSN : -     EISSN : 31091040     DOI : https://doi.org/10.63982/8gr89j07
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus, dan pengembangan teknologi dalam bidang teknik sipil dan teknik lingkungan. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah akademik yang mendorong kolaborasi multidisiplin, inovasi berkelanjutan, serta penerapan ilmu rekayasa untuk mendukung pembangunan yang tangguh dan ramah lingkungan.
Articles 15 Documents
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON NORMAL Yuniarsa Amelia
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.x37h4465

Abstract

Concrete is the most widely used construction material due to its high compressive strength, but its weaknesses lie in its low tensile strength and brittle nature. One effort that can be done to improve the mechanical properties of concrete, especially tensile strength, is by adding steel fiber to the concrete mixture. This study aims to analyze the effect of variations in steel fiber addition on the mechanical properties of normal concrete, so that it is expected to produce concrete with better structural performance and resistance to cracking. This study aims to analyze the effect of varying steel fiber addition on the mechanical properties of normal concrete, specifically on the compressive and splitting tensile strength of concrete. The variations in steel fiber content used in this study were 0%, 0.7%, and 1% of the concrete volume. Testing was conducted on cylindrical specimens with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm after curing for 14 days. The results of the study indicate that the addition of steel fibers has an effect on improving the mechanical properties of normal concrete. The slump value decreases with increasing steel fiber content, which indicates a decrease in the workability of the concrete mixture. Optimum compressive strength is obtained at the addition of 0.7% steel fiber, while optimum splitting tensile strength is achieved at the addition of 1% steel fiber. Overall, the use of steel fibers in concrete mixtures can increase crack resistance and improve the mechanical behavior of concrete, so it can be used as an alternative additive to improve the structural performance of normal concrete.
Pengaruh Penambahan Abu Serabut Kelapa Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Beton pentarina Sukran
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.6mvpep41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu serabut kelapa sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan beton. Abu serabut kelapa merupakan limbah pertanian yang mengandung senyawa pozzolan seperti silika (SiO₂) dan alumina (Al₂O₃) yang dapat memperkuat hasil hidrasi semen. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi abu serabut kelapa sebesar 0%, 1,5%, 2,5%, 3,5%, dan 4,5% dari berat semen. Benda uji berbentuk silinder berukuran 15 cm × 30 cm dengan mutu beton rencana f’c = 25 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh variasi penambahan abu serabut kelapa menghasilkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan beton normal, dengan nilai tertinggi pada kadar 4,5% sebesar 32,77 MPa. Berdasarkan SNI 2847:2019, nilai tersebut memenuhi standar kuat tekan minimum beton struktural, sehingga abu serabut kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam pembuatan beton    
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN KENDARAAN BERAT TERHADAP DERAJAT KEJENUHAN PADA SEGMEN TANJAKAN SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL PAOK MOTONG sahrudin sahrudin
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.g0ntf138

Abstract

  This study examines the impact of heavy vehicle speed on traffics aturation levels and level of service at the uphill segment of theu nsignalized four-leg intersection in Paok Motong. Regressiona nalysis reveals a coefficient of determination (R²) of 0.6597,i ndicating that 65.97% of the variation in saturation level is explainedby heavy vehicle speed, while the remaining 34.03% is influenced byr oad geometry, vehicle type, environmental conditions, and othere xternal factors. The saturation degree (DS) of 1.12 places the segmenti n Level of Service F, characterized by forced flow, low speeds, andt raffic volumes exceeding road capacity. During normal hours, thea verage speed of heavy vehicles is 38.90 km/h, whereas during peakh ours it drops to 25.22 km/h. This speed reduction contributes toi ncreased traffic volume and density, leading to higher saturation,congestion, delays, and elevated accident risk. These findings highlight the need for targeted capacity evaluation and traffic management strategies on uphill road segments frequently used by heavy vehicles.
Evaluasi Kinerja Seismik Struktur Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati Mataram Menggunakan Metode Pushover dan Respon Spektrum Berdasarkan ATC-40 IMAYATUL RA; Lalu Ibrohim Burhan; Ikroman Alhamzani
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.cjemwt28

Abstract

Indonesia memiliki potensi gempa bumi yang tinggi karena berada di dekat pertemuan tiga lempeng tektonik aktif. Pulau Lombok adalah salah satu tempat dengan tingkat kerawanan yang tinggi. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati Mataram adalah fasilitas kesehatan penting disana. Dengan kondisi ini, diperlukan evaluasi kinerja seismik untuk mengevaluasi kemampuan struktur dalam menahan beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja seismik struktur bangunan pengembangan RSIA Permata Hati Mataram dengan menggunakan dua pendekatan analisis, yaitu metode respon spektrum (analisis dinamik linier) dan metode pushover (analisis statik nonlinier), yang berpedoman pada ATC-40. Pemodelan struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000, dengan fokus pada analisis parameter gaya geser dasar (base shear), simpangan (displacement), serta pola distribusi sendi plastis. Hasil analisis metode respon spektrum menunjukkan perilaku elastis dengan simpangan maksimum sebesar 41,05 mm pada arah X dan 75,45 mm pada arah Y, serta tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO). Sementara itu, metode pushover menunjukkan perilaku nonlinier dengan simpangan maksimum 90,50 mm pada arah X dan 103 mm pada arah Y, serta tingkat kinerja antara IO hingga Damage Control (DC). Berdasarkan hasil tersebut, struktur RSIA Permata Hati Mataram dinyatakan aman terhadap beban gempa sesuai kriteria ATC-40.  
Kerangka Rapid Visual Screening Berbasis Indeks Risiko untuk Penilaian Sistematis Kerentanan Seismik Bangunan Publik Lalu Ibrohim Burhan
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.07p52q89

Abstract

Bangunan publik merupakan elemen infrastruktur vital yang berperan penting dalam keberlangsungan layanan esensial saat dan setelah bencana gempa bumi, khususnya di wilayah berkembang dengan tingkat seismisitas tinggi. Namun demikian, banyak bangunan publik belum dievaluasi secara sistematis menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis indeks risiko, sehingga prioritisasi mitigasi dan penguatan struktur sering kali tidak berbasis bukti yang terukur. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kerangka penilaian kerentanan seismik yang efisien, konsisten, dan aplikatif pada skala bangunan individual. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kerentanan seismik bangunan publik terhadap bencana gempa bumi secara kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah bangunan publik di wilayah rawan gempa menggunakan data primer hasil survei lapangan. Pendekatan Rapid Visual Screening (RVS) diterapkan untuk mengumpulkan parameter struktural utama, yang selanjutnya diintegrasikan dengan metode risk index scoring untuk menghitung indeks kerentanan seismik. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap klasifikasi risiko, perbandingan parameter struktural, serta uji konsistensi dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68% bangunan publik berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi, dengan skor kerentanan rata-rata sebesar 0,74, dan bangunan berusia lebih dari 30 tahun memiliki tingkat risiko yang secara signifikan lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi RVS dan indeks risiko mampu menyediakan penilaian kerentanan yang stabil dan terukur. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi metodologis dan empiris terhadap pengembangan penilaian risiko seismik serta mendukung pengambilan keputusan berbasis risiko dalam upaya peningkatan ketahanan infrastruktur publik Abstract Public buildings constitute critical infrastructure that ensures the continuity of essential services during and after earthquake events, particularly in developing regions characterized by high seismicity. Nevertheless, many public buildings have not been systematically evaluated using quantitative risk-based approaches, resulting in mitigation and retrofit decisions that are often insufficiently evidence-based. This gap highlights the need for an efficient, consistent, and building-level seismic vulnerability assessment framework. This study aims to quantitatively assess the seismic vulnerability of public buildings exposed to earthquake hazards. The research was conducted on a set of public buildings located in a seismically active area using primary data collected through field surveys. Rapid Visual Screening (RVS) was applied to document key structural parameters, which were subsequently integrated with a standardized risk index scoring approach to compute seismic vulnerability indices. Quantitative analyses were performed to classify risk levels, compare structural parameters, and evaluate consistency and sensitivity of the assessment results. The findings indicate that 68% of the assessed public buildings fall within moderate-to-high seismic risk categories, with an average vulnerability score of 0.74, while buildings older than 30 years exhibit substantially higher risk levels. These results demonstrate that the integrated RVS–risk index approach provides a stable and measurable representation of seismic vulnerability. Overall, this study contributes methodologically and empirically to seismic risk assessment practices and supports risk-informed decision-making for enhancing the resilience of public building infrastructure.

Page 2 of 2 | Total Record : 15