cover
Contact Name
Lalu Ibrohim Burhan
Contact Email
ejournaldinamika@gmail.com
Phone
+6287783233577
Journal Mail Official
ejournaldinamika@gmail.com
Editorial Address
kp Bahagia desa Lendang Nangka kec Masbagik kab Lombok Timur Nusa Tenggara Barat 83661
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dinamika
Published by PT Lalu Ibrohim Burhan
ISSN : -     EISSN : 31091040     DOI : https://doi.org/10.63982/8gr89j07
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus, dan pengembangan teknologi dalam bidang teknik sipil dan teknik lingkungan. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah akademik yang mendorong kolaborasi multidisiplin, inovasi berkelanjutan, serta penerapan ilmu rekayasa untuk mendukung pembangunan yang tangguh dan ramah lingkungan.
Articles 10 Documents
KOROSI PADA BESI BAJA Aryani, Fedya Diajeng
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/zmkcrx10

Abstract

Besi baja merupakan bahan yg sering di gunakan dalam konstruksi jembatan, kapal, bendungan dan lain sebagainya. Namun disamping itu besi baja memiliki permasalahan yang umum yaitu korosi. Sehingga diperlukan lapisan pelindung seperti coating untuk memperkecil resiko terjadinya korosi. Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya korosi pada besi baja, seperti air dan kelembapan udara, erektrolit, permukaan logam yang tidak rata, dan terbentunya sel elektrokimia. Korosi adalah proses pengrusakan logam akibat reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungannya.
Penggunaan Batu Pecah Lokal dalam Konstruksi Srihayati, Baiq Virgia; Burhan, Lalu Ibrohim
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/15dx8h49

Abstract

Penggunaan batu pecah dalam konstruksi merupakan topik yang penting dalam bidang teknik sipil, karena batu pecah merupakan salah satu material utama dalam pembuatan beton dan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan kelayakan penggunaan batu pecah lokal dalam konstruksi, dengan fokus pada karakteristik fisik, mekanik, dan geologisnya. Metodologi penelitian melibatkan pengambilan sampel batu pecah dari berbagai lokasi penambangan, dilanjutkan dengan pengujian laboratorium untuk mengidentifikasi distribusi ukuran partikel, kekuatan tekan, ketahanan abrasi, komposisi mineralogi, dan reaktivitas alkali-silika. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan variasi yang signifikan dalam sifat fisik dan mekanik batu pecah dari berbagai sumber lokal. Analisis gradasi agregat, kepadatan bulk, kekuatan tekan, ketahanan abrasi, komposisi mineralogi, dan reaktivitas alkali-silika memberikan pemahaman yang mendalam tentang kualitas material. Korelasi antara karakteristik geologi dan sifat mekanik dan fisik batu pecah menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek geologi dalam pemilihan material konstruksi. Evaluasi kelayakan batu pecah lokal menghasilkan rekomendasi penggunaan berdasarkan standar kualitas dan karakteristik geologi. Batu pecah dari sumber yang memenuhi standar direkomendasikan untuk digunakan dalam aplikasi konstruksi, sementara yang tidak memenuhi standar memerlukan perhatian lebih lanjut. Panduan praktis yang disusun memberikan pedoman yang berguna bagi praktisi konstruksi dalam pemilihan dan penggunaan batu pecah lokal, memastikan bahwa material yang dipilih sesuai dengan kondisi geologi setempat dan memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan. Validasi lapangan memperkuat hasil penelitian dengan menunjukkan bahwa batu pecah yang memenuhi standar laboratorium juga menunjukkan performa yang baik di lapangan. Observasi dan umpan balik dari proyek konstruksi nyata memberikan pemahaman tambahan tentang kinerja material dalam situasi praktis. Berdasarkan hasil validasi lapangan, panduan pemilihan dan penggunaan batu pecah diperbarui untuk meningkatkan relevansi dan efektivitasnya dalam aplikasi lapangan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman tentang penggunaan batu pecah lokal dalam konstruksi dan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Identifikasi Karakteristik Fisik Agregat Halus dan Korelasinya pada Sifat Beton Segar Hidayatunnisa, Nadia Adawi
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/0g5ype50

Abstract

Salah satu bahan penyusun utama beton adalah agregat halus atau pasir. Sebagai bahan pengisi, maka karakteristik dari pasir berpengaruh pada sifat beton baik pada saat cair maupun padat. Tujuan riset untuk mengidentifikasi karakteristik dari berbagai tipe pasir dan mengkorelasikannya dengan sifat beton yang dihasilkan.      Tipe pasir yang digunakan dalam eksperimen adalah pasir yang sering digunakan dalam konstruksi diantaranya pasir galian, pasir sungai, dan pasir pantai, serta pasir daur ulang dari limbah beton. Pengujian karakteristik berupa tinjauan visualisasi dengan mikroskop digital, berat jenis, penyerapan, modulus halus, dan kandungan lumpur. Karakteristik ini dibandingkan dengan nilai slump, berat volume beton, dan kuat tekan beton.    Pasir galian mempunyai partikel yang lebih padat dan tekstur cukup kasar, sedangkan pasir daur ulang memiliki partikel yang paling halus, berongga, ringan dan warna lebih terang daripada pasir lainnya. Ditinjau dari sifat beton segar, pasir galian menghasilkan nilai slump terendah sedangkan pasir daur ulang memiliki nilai slump tertinggi. Korelasi positif berupa y = 1,55x + C didapatkan dari hubungan berat jenis pasir (x) terhadap kuat tekan beton
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton MARZUANDI, LALU
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/qtv6ss10

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebersihan agregat terhadap kualitas dan kekuatan beton, dengan fokus khusus pada berbagai sifat mekanik dan fisik beton yang menggunakan agregat dengan tingkat kebersihan yang berbeda. Agregat yang digunakan dalam pembuatan beton harus bersih dari kontaminan seperti lumpur, tanah liat, dan bahan organik untuk memastikan kekuatan dan durabilitas yang optimal. Penelitian ini melibatkan pengambilan sampel agregat dari beberapa lokasi penambangan yang berbeda, kemudian menguji kebersihan agregat tersebut menggunakan metode standar ASTM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat yang bersih secara signifikan meningkatkan kekuatan tekan beton. Pada hari ke-28, beton yang menggunakan agregat bersih menunjukkan kekuatan tekan rata-rata sebesar 35 MPa, dibandingkan dengan hanya 28 MPa untuk beton dengan agregat kotor. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan kontaminan dalam agregat mengurangi efisiensi ikatan antara pasta semen dan agregat, yang berdampak negatif pada kekuatan mekanis beton. Selain itu, beton yang menggunakan agregat bersih juga menunjukkan durabilitas yang lebih baik terhadap siklus pembekuan-pencairan dan serangan kimia. Penyerapan air beton juga dipengaruhi oleh kebersihan agregat. Beton yang menggunakan agregat kotor memiliki tingkat penyerapan air yang lebih tinggi, yaitu 7%, dibandingkan dengan 4% untuk beton yang menggunakan agregat bersih. Penyerapan air yang tinggi meningkatkan porositas beton, yang dapat mempercepat kerusakan struktural akibat penetrasi air dan siklus pembekuan-pencairan. Analisis statistik menunjukkan korelasi yang signifikan antara kadar kontaminan dalam agregat dengan penurunan kekuatan tekan dan peningkatan penyerapan air. Validasi lapangan dilakukan dengan mengaplikasikan hasil penelitian dalam proyek konstruksi nyata. Pengamatan di lapangan mengkonfirmasi bahwa beton dengan agregat bersih memiliki performa yang lebih baik, menunjukkan lebih sedikit retakan dan penurunan selama masa pemantauan. Umpan balik dari kontraktor dan insinyur lapangan juga mendukung temuan laboratorium, menekankan pentingnya kebersihan agregat dalam praktik konstruksi.
Penggunaan Pasir dalam Material Komposit menjadi Solusi Berkelanjutan untuk Industri Konstruksi Burhan, Lalu Ibrohim; Hidayatunnisa, Nadia Adawi
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/8gr89j07

Abstract

Pasir, sebagai salah satu bahan konstruksi yang paling melimpah di dunia, telah lama menjadi fondasi penting dalam pembangunan infrastruktur global. Namun, penggunaannya yang tidak terkendali dan tidak berkelanjutan telah menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan ketersediaan pasir yang semakin berkurang. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pasir dalam material komposit sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk industri konstruksi. Melalui pendekatan eksperimental dan analisis data yang komprehensif, penelitian ini mengevaluasi sifat mekanis, termal, dan keberlanjutan dari komposit pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit pasir menawarkan berbagai keunggulan yang signifikan. Komposit ini tidak hanya menampilkan kekuatan mekanis yang memadai untuk aplikasi struktural, tetapi juga memiliki kemampuan isolasi termal yang baik, yang penting untuk efisiensi energi dalam bangunan. Selain itu, analisis keberlanjutan menunjukkan bahwa penggunaan komposit pasir dapat mengurangi dampak lingkungan secara signifikan, termasuk pengurangan emisi karbon dan penggunaan sumber daya alam yang lebih sedikit. Namun, tantangan seperti variasi dalam komposisi pasir dari berbagai sumber dan standarisasi proses produksi perlu diatasi untuk memastikan kualitas dan konsistensi komposit yang dihasilkan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pasir memiliki potensi besar sebagai bahan dalam material komposit untuk industri konstruksi yang lebih berkelanjutan. Namun, untuk mewujudkan potensi ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengembangkan standar yang jelas, meningkatkan kesadaran dan pemahaman, serta menciptakan lingkungan kebijakan yang mendukung. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa implementasi konsep ini dapat mempercepat perubahan menuju industri konstruksi yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan
Analisis Bishop terkalibrasi lapangan terhadap kestabilan lereng akibat hujan di Lombok Timur Burhan, Lalu Ibrohim
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.cbjvek19

Abstract

Kejadian longsor di lereng tropis menimbulkan tantangan besar karena infiltrasi hujan yang cepat menyebabkan kejenuhan transien dan penurunan tegangan efektif, sementara studi sebelumnya jarang menggabungkan pengukuran tekanan pori lapangan dengan pemodelan kestabilan terkalibrasi; akibatnya, pilihan mitigasi teknis kurang berbasis bukti kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng di daerah longsor Lombok Timur menggunakan metode Bishop (SLOPE/W, GeoStudio) yang dikalibrasi dengan data lapangan dan untuk membandingkan efektivitas serta implikasi biaya antara perkuatan geotekstil dan sistem drainase. Studi dilakukan pada tiga profil representatif di Lombok Timur; data lapangan, sampel tanah laboratorium, pembacaan piezometer, serta data curah hujan historis dikumpulkan; simulasi infiltrasi transien (SEEP/W) dan analisis kestabilan (SLOPE/W - Bishop) kemudian dijalankan dan dikalibrasi terhadap pengukuran piezometer. Hasil menunjukkan bahwa tekanan pori mencapai 60–80% dari kondisi jenuh pada skenario hujan 100-tahun dan FoS menurun dari 1.42 (kering) menjadi 1.12 (jenuh transien); drainase sub-permukaan meningkatkan FoS menjadi ≈ 1.35 dengan estimasi biaya ≈ Rp 280.000/m², sedangkan geotekstil meningkatkan FoS menjadi ≈ 1.31 dengan biaya ≈ Rp 420.000/m². Kesimpulannya, mitigasi yang menurunkan tekanan pori prioritas untuk konteks Lombok Timur dan rekomendasi teknis harus memasukkan kalibrasi lapangan–numerik; studi ini menyediakan kerangka metodologis replikasi yang mengintegrasikan teori tegangan efektif, aliran seepage, dan Limit Equilibrium untuk kebijakan mitigasi berbasis bukti. Landslides on tropical slopes pose substantial challenges because rapid rainfall infiltration induces transient saturation and a consequent reduction in effective stress. However, previous studies have rarely combined field-measured pore-pressure data with calibrated stability modeling; as a result, technical mitigation choices have often lacked a firm quantitative basis. This study aimed to assess slope stability in East Lombok landslide areas using the Bishop method (SLOPE/W, GeoStudio) calibrated with field data, and to compare the effectiveness and cost implications of geotextile reinforcement versus drainage systems. The investigation was conducted on three representative profiles in East Lombok, where field surveys, laboratory soil testing, piezometer monitoring, and historical rainfall records were collected. Transient infiltration was simulated using SEEP/W, and slope stability was evaluated using SLOPE/W (Bishop), with model outputs calibrated against piezometer measurements. Results showed pore pressures reaching 60–80% of full saturation under a 100-year rainfall scenario and a reduction in factor of safety (FoS) from 1.42 (dry) to 1.12 (transient saturation); subsurface drainage increased FoS to ≈1.35 with an estimated cost of ≈Rp 280,000/m², whereas geotextile reinforcement raised FoS to ≈1.31 at ≈Rp 420,000/m². Consequently, interventions that reduce pore pressure should be prioritized in the East Lombok context, and technical recommendations should incorporate field–numerical calibration. This study provides a replicable methodological framework that integrates practical stress theory, seepage flow, and Limit Equilibrium to support evidence-based mitigation policy.
Optimasi Ikatan Antar Fase Beton Beragregat Plastik melalui Kajian Eksperimental Multimetode Perlakuan Permukaan Berbasis Teori ITZ Hidayatunnisa, Nadia Adawi
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.jr1jj422

Abstract

Pemanfaatan limbah plastik sebagai agregat alternatif dalam beton non-struktural menawarkan potensi besar bagi pembangunan berkelanjutan, namun tantangan utama terletak pada lemahnya kekuatan ikatan antar muka akibat sifat hidrofobik dan permukaan halus plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai metode surface treatment terhadap peningkatan interfacial bond strength dan perilaku mikrostruktur zona transisi antar fase (ITZ) pada beton beragregat plastik. Rancangan eksperimen faktorial 4×4 melibatkan empat jenis perlakuan permukaan (kontrol, mekanis, kimia, termal) dan empat rasio substitusi agregat plastik (0%, 10%, 20%, 30%) dengan pengujian meliputi kekasaran permukaan, sudut kontak, pull-out bond, dan kuat tekan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kimia NaOH 5% meningkatkan kekasaran permukaan hingga +220%, menurunkan sudut kontak sebesar 30%, dan meningkatkan bond strength hingga 78% dibanding kontrol pada substitusi 10% (p < 0.001, R² = 0.68). Analisis mediasi bootstrap mengonfirmasi bahwa peningkatan adhesi dimediasi sebagian oleh perubahan mikro-topografi dan energi permukaan, sedangkan efek moderasi menunjukkan efektivitas menurun pada substitusi di atas 20%. Temuan ini menegaskan validitas teori ITZ dalam menjelaskan mekanisme peningkatan ikatan melalui modifikasi permukaan plastik. Secara teoretis, penelitian ini memperluas konsep ITZ untuk sistem semen–polimer, sementara secara praktis, hasilnya merekomendasikan protokol NaOH 5% pada substitusi 10–20% untuk aplikasi beton non-struktural ramah lingkungan. The utilization of plastic waste as an alternative aggregate in non-structural concrete offers promising potential for sustainable construction; however, weak interfacial bond strength remains a major challenge due to the hydrophobic and smooth nature of plastics. This study aimed to investigate the effect of various surface treatments on improving interfacial bond strength and microstructural behavior within the Interfacial Transition Zone (ITZ) of plastic aggregate concrete. A 4×4 factorial experimental design was employed, combining four surface treatments (control, mechanical, chemical, and thermal) and four substitution ratios (0%, 10%, 20%, 30%), with tests including surface roughness, contact angle, pull-out bond, and compressive strength. Results showed that 5% NaOH treatment increased surface roughness by +220%, reduced the contact angle by 30%, and enhanced bond strength by up to 78% compared with the control at 10% substitution (p < 0.001, R² = 0.68). Bootstrap mediation confirmed partial mediation through changes in micro-topography and surface energy, while moderation analysis revealed diminishing effectiveness at higher substitution levels. These findings validate ITZ theory in explaining interfacial strengthening via surface modification of plastics. Theoretically, this study extends ITZ understanding to cement–polymer composites; practically, it recommends the 5% NaOH protocol for 10–20% substitution levels to produce environmentally sustainable non-structural concrete.
Kinerja dan Kerentanan Drainase Permukiman Kota Mataram pada Skenario RCP: Pendekatan SWMM–GIS Srihayati, Baiq Virgia; Burhan, Lalu Ibrohim
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.tf8ja323

Abstract

Perubahan iklim yang meningkatkan intensitas dan variabilitas curah hujan menimbulkan tantangan serius bagi kapasitas drainase perkotaan; studi terdahulu jarang mengaitkan kapasitas saluran eksisting dengan proyeksi iklim berbasis skenario RCP sehingga prediksi kinerja jangka panjang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi (to assess) kapasitas sistem drainase permukiman eksisting di Kota Mataram terhadap curah hujan aktual dan proyeksi iklim (RCP4.5, RCP8.5). Studi dilakukan di tiga kecamatan rentan (Ampenan, Cakranegara, Selaparang); data historis (2000–2020) dan proyeksi CMIP6 dikumpulkan dan didownscale, survei 120 segmen saluran dilakukan, serta pemodelan hidrologi–hidraulika dilakukan menggunakan SWMM dan analisis spasial di ArcGIS. Simulasi memperlihatkan intensitas puncak 1-jam median 42 mm·jam⁻¹ (10-tahun) dengan kenaikan ≈+12% (RCP4.5, 2030s) dan ≈+28% (RCP8.5, 2050s), yang mendorong Q_runoff naik ≈+14% (RCP4.5) dan ≈+33% (RCP8.5). Kapasitas median saluran Q_saluran = 1.12 m³·s⁻¹, exceedance segmen meningkat dari 24% (historis) menjadi 48% (RCP4.5) dan 72% (RCP8.5); kedalaman genangan median naik 0.18 → 0.38–0.62 m, luas terdampak 3.6% → 7.9–14.2%, dan durasi median 6 → 12–28 jam. Model divalidasi (NSE kedalaman 0.68; NSE debit 0.75; R² = 0.73; RMSE = 0.14 m). Penelitian ini shows that integrating downscaled RCP scenarios with SWMM–GIS provides robust, quantitative evidence for revising design standards, prioritizing retrofit (35–65% segmen) dan nature-based solutions (reduksi puncak 12–22%), serta memperkuat kerangka teoretis Hydrologic Continuity, Open-Channel Hydraulics, dan Resilience untuk perencanaan adaptif drainase perkotaan. Climate change–driven increases in rainfall intensity and variability pose critical risks to urban drainage capacity; prior studies seldom link existing channel capacity with downscaled RCP projections, limiting long-term performance forecasts. This study aimed to assess the capacity of existing residential drainage systems in Mataram (Indonesia) against observed and projected rainfall (RCP4.5, RCP8.5). The analysis was conducted in three high-risk districts (Ampenan, Cakranegara, Selaparang); historical (2000–2020) and CMIP6 projection data were downscaled, 120 channel segments were surveyed, and hydrologic–hydraulic modelling was performed using SWMM with GIS spatial analysis. Simulations showed a 1-hour design median intensity of 42 mm·h⁻¹ (10-yr) and projected increases of ≈+12% (RCP4.5, 2030s) and ≈+28% (RCP8.5, 2050s), yielding Q_runoff rises of ≈+14% and ≈+33% respectively. Median channel capacity Q_saluran = 1.12 m³·s⁻¹; segment exceedance rose from 24% (historical) to 48% (RCP4.5) and 72% (RCP8.5); median ponding depth increased 0.18 → 0.38–0.62 m, affected area 3.6% → 7.9–14.2%, and median duration 6 → 12–28 h. Model validation produced NSE(depth)=0.68, NSE(peak)=0.75, R²=0.73, RMSE=0.14 m. The study concludes that integrating downscaled RCP scenarios with SWMM–GIS yields actionable, quantitative evidence for updating design return periods, prioritizing phased retrofits and nature-based measures (peak reduction 12–22%), and advances theoretical understanding by operationalizing Hydrologic Continuity, Open-Channel Hydraulics and Resilience Theory for climate-adaptive urban drainage planning.
Evaluasi Empiris dan Pemodelan Prediktif Durabilitas Warm Mix Asphalt terhadap Siklus Beku - Cair pada Iklim Dataran Tinggi Amri, Hidayatul; Burhan, Lalu Ibrohim
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.yt6yw443

Abstract

Isu durabilitas perkerasan jalan pada kondisi iklim ekstrem menjadi krusial seiring meningkatnya frekuensi siklus beku–cair di dataran tinggi, sementara bukti empirik mengenai respons Warm Mix Asphalt (WMA) terhadap fenomena tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh siklus beku–cair terhadap durabilitas WMA dan membandingkannya dengan Hot Mix Asphalt (HMA). Studi ini dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen laboratorium yang divalidasi data lapangan pada 1–2 lokasi dataran tinggi; sampel lab (n=40; WMA=20, HMA=20) dan core lapangan (n=24) were prepared and tested for physical and mechanical properties (VTM/VMA, ITS, Marshall, dynamic modulus, rutting, fatigue), and predictive models were developed using regression and Random Forest. Hasil menunjukkan bahwa setelah 50 siklus WMA mengalami peningkatan porositas +12.0% (CI95%: 9.1–14.9%) dan VTM +34% (3.8→5.1%), sedangkan HMA masing-masing +6.0% dan +20%; ITS WMA turun 28.0% (600→432 kPa) versus HMA 18.0% (640→525 kPa) (mixed-ANOVA: siklus F(3,32)=45.6, p<0.001; interaksi p=0.009). Laju degradasi ITS per 10 siklus adalah β=−0.056 (WMA) dan β=−0.036 (HMA); median cycles-to-failure 42 (WMA) vs 58 (HMA). Model Random Forest mencapai R²validasi=0.81. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan freeze–thaw secara kuantitatif mempercepat penurunan kinerja WMA dibanding HMA; implikasinya adalah perlunya penyesuaian desain mix, inspeksi lebih sering, dan kalibrasi faktor lingkungan dalam kerangka Mechanistic-Empirical untuk perencanaan perkerasan di dataran tinggi. The durability of pavement materials under extreme climatic exposure is a pressing concern; however, empirical evidence on Warm Mix Asphalt (WMA) performance under freeze–thaw cycles in highland environments is scarce. This study aims to assess quantitatively the influence of freeze–thaw cycles on WMA durability and to compare its performance with Hot Mix Asphalt (HMA). A laboratory experiment with field validation was conducted at 1–2 highland sites; laboratory samples (n=40; WMA=20, HMA=20) and field cores (n=24) were tested for physical and mechanical indicators (VTM/VMA, ITS, Marshall stability, dynamic modulus, rutting, fatigue), and predictive models (regression and Random Forest) were developed. Results showed that after 50 cycles WMA exhibited a mean porosity increase of +12.0% (95% CI: 9.1–14.9%) and VTM rise of +34% (3.8→5.1%), while HMA increased +6.0% and +20% respectively; ITS decreased 28.0% for WMA (600→432 kPa) versus 18.0% for HMA (640→525 kPa) (mixed-ANOVA: cycles F(3,32)=45.6, p<0.001; interaction p=0.009). Degradation rates per 10 cycles were β=−0.056 (WMA) and β=−0.036 (HMA); median cycles-to-failure were 42 (WMA) and 58 (HMA). The Random Forest model achieved an R² validation of 0.81. These findings indicate that freeze–thaw exposure substantially accelerates WMA degradation relative to HMA. The implications include the need for mix design adjustments, more frequent inspection regimes, and the incorporation of empirically calibrated environmental damage factors into Mechanistic-Empirical pavement design frameworks.
Model TCTO Non-linier Berbasis Genetic Algorithm untuk Mitigasi Ketidakpastian Waktu–Biaya pada Proyek Jalan MARZUANDI, LALU
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.rt2jxv18

Abstract

Penelitian ini dikembangkan untuk menginvestigasi model optimasi adaptif Time–Cost Trade-Off (TCTO) yang mengintegrasikan Genetic Algorithm (GA) untuk merepresentasikan non-linearitas dan ketidakpastian hubungan waktu–biaya pada proyek jalan. Metode kuantitatif diterapkan pada enam proyek jalan nyata di Indonesia dengan 1.842 catatan aktivitas; data durasi, biaya, sumber daya, dan variabel eksternal dikumpulkan, diverifikasi, dinormalisasi, dan dianalisis dengan model matematis non-linier serta simulasi GA yang dijalankan menggunakan MATLAB/Python/R. Hasil menunjukkan bahwa model non-linier TCTO–GA memuat kecocokan data yang jauh lebih baik (median R² = 0,89 vs 0,62 untuk model linier), menurunkan error prediksi (MAPE 6,2% vs 13,7%; RMSE 0,081 vs 0,174; paired t-test p < 0,01), serta menghasilkan pengurangan durasi rata-rata 15,4% (±2,1) dengan kenaikan biaya percepatan hanya +2,6% (±0,9), dibandingkan crashing linier (durasi −7,8%; biaya +5,9%). Model mempertahankan stabilitas antar replikasi (SD fitness = 0,9%) dan ketahanan pada skenario gangguan (+20% hari hujan, +15% delay), serta validasi menunjukkan MAPE pasca-optimasi 7,1% (4/6 proyek ±5%) dan penilaian pakar median 4,2. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi TCTO–GA secara simultan menutup celah representasi non-linearitas dan ketidakpastian, sehingga memberikan kontribusi teoretis pada optimasi stokastik dan alat bantu praktis bagi manajer proyek untuk perencanaan yang lebih adaptif dan tahan gangguan. This study was developed to investigate an adaptive Time–Cost Trade-Off (TCTO) optimization model that integrates a Genetic Algorithm (GA) to represent non-linearity and uncertainty in explicit time–cost relationships for road construction projects. A quantitative approach was applied to six real road projects in Indonesia, comprising 1,842 activity records. Duration, cost, resource, and external variability data were collected, verified, normalized, and analyzed via nonlinear mathematical modeling and GA simulations implemented in MATLAB/Python/R. Results showed that the nonlinear TCTO–GA achieved substantially better data fit (median R² = 0.89 vs 0.62 for linear models), reduced predictive error (MAPE 6.2% vs 13.7%; RMSE 0.081 vs 0.174; paired t-test p < 0.01), and produced an average duration reduction of 15.4% (±2.1) with only a +2.6% (±0.9) acceleration cost—relative to crashing linear approaches which yielded −7.8% duration and +5.9% cost. The model demonstrated replication stability (SD fitness = 0.9%), resilience under disturbance scenarios (+20% rainy days, +15% material delay), post-optimization MAPE = 7.1% (4/6 projects within ±5% of realized outcomes), and a median expert usability score of 4.2. The study indicates that TCTO–GA fills the methodological gap by jointly addressing non-linearity and uncertainty, contributing to optimization theory and providing a practical, adaptive decision-support tool for more resilient road project planning.

Page 1 of 1 | Total Record : 10