cover
Contact Name
Citra Puspa Juwita
Contact Email
helfinjurnal@gmail.com
Phone
+62881010177227
Journal Mail Official
helfinjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Vokasi Gedung AB Kampus Cawang - Jl. Mayjen Sutoyo No.2 Cawang, Jakarta Timur 13630, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
HelFin Journal
ISSN : -     EISSN : 30267374     DOI : https://doi.org/10.33541/helfin.v2i2.6920
HelFin (Health and Financial Journal) is a journal contains appropriate and applied research in the fields of health and finance, which is published twice a year (January and July). This journal is published by the Vocational Faculty of the Indonesian Christian University, which has the aim of producing good and quality publications, carrying out valid and trustworthy journal management and collaborating with national journal associations. The scope/focus of issues covered in the Journal are neuroscience, musculoskeletal, cardiovascular pulmonary, pediatrics, sports health, and exercise therapy, elderly health, medical surgery, maternity, community, mental, critical, emergency, and family, management, accounting, analysis finance and banking, and marketing, tax management, tax litigation, logistics tax, and export & import tax.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
PENERAPAN TERAPI ASERTIF PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSKD DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR: IMPLEMENTATION OF ASSERTIVE THERAPY IN PATIENTS WITH A RISK OF VIOLENT BEHAVIOR AT DUREN SAWIT DRUG CENTER, EAST JAKARTA Risha, Elizabeth
HelFin Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i2.7182

Abstract

Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai diri sendiri maupun orang lain. Strategi preventif untuk mencegah risiko perilaku kekerasan mencakup meningkatkan kemampuan perawat, melatih penderita berkomunikasi dan mengungkapkan kemarahan, serta Terapi Asertif untuk meningkatkan interpersonal dalam berbagai situasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan jiwa dan penerapan terapi asertif pada pasien risiko perilaku kekerasan dalam meningkatkan periaku yang asertif supaya dapat memutuskan beperilaku sesuai keinginan dan mampu mengekspresikan diri dengan nyaman. Metode yang digunakan adalah deskriptif berupa studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi keperawatan.Studi kasus ini diberikan pada dua pasien dimulai dari pre-test menggunakan scooring RUFA, diikuti dengan pemberian strategi pelaksanaan (SP) 1-5 antara lain secara fisik dengan tarik nafas dalam dan memukul bantal/kasur; secara sosial/verbal dengan meminta, menolak, dan mengungkapkan perasaan dengan sopan dan baik; secara spiritual dengan dzikir/berdoa, meditasi berdasarkan agama yang dianut; psikomarkologi dengan rutin minum obat, tidak putus obat, mampu mengenali obat, pemberian terapi asertif, dan diakhiri dengan post-test menggunakan scooring RUFA. Hasil studi kasus pada kedua pasien menunjukkan perbedaan hasil scooring RUFA dan perbedaan reaksi ketika dilakukan pendekatan dan strategi pelaksanaan. Memberikan asuhan keperawatan jiwa harus membangun hubungan saling percaya antara pasien dengan perawat supaya dapat meningkatkan rasa percaya diri pasien karena membuat situasi pasien lebih tenang dan suasana hati yang baik akan mengurangi risiko perilaku kekerasan.
TERAPI MUSIK KLASIK MOZART MENGONTROL INTENSITAS HALUSINASI PENDENGARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN AUDITORY HALLUCINATION RATING SCALE: MOZART'S CLASSICAL MUSIC THERAPY CONTROLS AUDITORY HALLUCINATION INTENSITY USING THE AUDITORY HALLUCINATION RATING SCALE APPROACH Balbina Antonelda Marled Wawo
HelFin Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i2.7186

Abstract

Halusinasi merupakan gejala perubahan persepsi sensorik sehingga individu merasakan sensasi yang tidak nyata. Halusinasi jika tidak ditangani intensif, dapat menyebabkan kehilangan kontrol diri, pasien panik dan sulit dikendalikan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan manajemen fungsi persepsi sensori terapi musik klasik dalam mengontrol halusinasi pendengaran di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur. Metode studi kasus ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan rancangan asuhan keperawatan sesuai tahapan proses keperawatan. Partisipan studi kasus berjumlah dua orang pasien dengan kriteria inklusi pasien yang mengalami manifestasi klinis halusinasi auditori, pasien dewasa, pasien yang mendapatkan persetujuan oleh perawat penanggung jawab sebagai partisipan, pasien yang suka dan bersedia mendengar musik klasik mozart. Studi kasus ini dilakukan selama enam hari dengan penerapan terapi musik klasik 1 kali setiap hari selama 15 menit di sore hari. Pengumpulan data menggunakan instrument Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) dan dianalisis skor pre dan postnya. Hasil studi kasus skor AHRS pre dan post pasien satu dari 33 menjadi 14 sedangkan skor AHRS pre dan post pasien dua dari 29 menjadi 11, hasil evaluasi berdasarkan AHRS terlihat gejala yang kuat dari halusinasi pendengaran yaitu masih mendengar suara dengan intensitas rendah durasi lima sampai 1 menit. Rekomendasi terapi musik klasik efektif menurunkan intensitas dan durasi halusinasi pendengaran.
MONITORING GULA DARAH SEWAKTU DAN PEMBERIAN TERAPI INSULIN UNTUK MENGATASI KEGAWATDARURATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI IGD RSUD BUDHI ASIH JAKARTA: MONITORING BLOOD SUGAR LEVELS AND PROVISION OF INSULIN THERAPY TO OVERCOME EMERGENCIES IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN THE EMERGENCY ED OF BUDHI ASIH HOSPITAL, JAKARTA Mahendra, Donny
HelFin Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i2.7195

Abstract

Hiperglikemia berat pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan metabolik yang sering ditemukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dapat berujung pada penurunan kesadaran hingga syok hipovolemik apabila tidak segera ditangani. Tujuan penelitian untuk menggambarkan proses monitoring gula darah sewaktu dan intervensi pemberian insulin pada pasien dengan kegawatdaruratan DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan kegawatdaruratan, pengumpulan data dengan lembar pengkajian (anamnesa) dengan melibatkan sebanyak 2 pasien. Penelitian ini dilakukan di IGD RSUD Budhi Asih Jakarta, pada tanggal 20 April 2024 sampai 05 Mei 2024.  Hasil monitoring dan pemberian terapi insulin secara berkelanjutan efektif menurunkan kadar gula darah pada kedua pasien. P1 membutuhkan waktu selama kurang lebih 7 jam  dan P2 membutuhkan waktu 5 jam untuk mencapai perbaikan kadar gula darah secara bertahap untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat atau hilangnya kesadaran. Intervensi keperawatan kolaboratif, pemberian insulin dan monitoring gula darah secara berkala  secara signifikan terbukti dapat mengatasi kegawatdaruratan pasien DM tipe 2 dengan hiperglikemia berat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PANGADEGAN KABUPATEN SUMEDANG: FACTORS RELATED TO THE INCIDENT OF STUNTING IN TODDLERS IN PANGADEGAN VILLAGE, SUMEDANG REGENCY Andriyani Risma Sanggul; Angreni, Frisca
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.6421

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang terjadi akibat interaksi berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting pada balita yang berdomisili di Desa Pangadegan. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan dilaksanakan pada bulan Mei 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh responden serta pemeriksaan antropometri pada balita, yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel sebanyak 170 orang. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa kualitas air minum (p = 0,002), ketersediaan fasilitas limbah (p = 0,003), kadar hemoglobin ibu saat hamil (p = 0,002), asupan nutrisi ibu selama kehamilan (p = 0,005), riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) (p = 0,0001), pemberian ASI eksklusif (p = 0,0001), serta penyakit infeksi (p = 0,0001) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Faktor-faktor tersebut berpotensi menjadi determinan penting dalam upaya pencegahan stunting pada anak.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PADA KONDISI HEMIPARESE PASCA STROKE: THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF MANAGEMENT AND THE LEVEL OF INDEPENDENCE IN POST STROKE HEMIPARESE CONDITIONS Manik, James; Rahmansyah, Beriman; Saud, Cory Apolena Amelia
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7137

Abstract

Latar Belakang: Stroke termasuk satu dari beberapa pemicu utama kematian dan kecacatan di dunia, yang berdampak besar pada kemandirian dan kualitas hidup para penderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengkaji hubungan antara kemampuan pengelolaan diri atau self management dan tingkat kemandirian pada pasien yang mengalami hemiparesis pasca stroke. Metode: Metode yang dipergunakan pada penelitian ini yaitu metode korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, data dikumpulkan dari 30 pasien pasca stroke yang mendapatkan pelayanan fisioterapis di Klinik Mandiri Center pusat dan cabang Jakarta. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Southampton Stroke Self-Management Questionnaire (SSSMQ) dan Functional Independence Measurement (FIM) melalui penggunaan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian self management dan tingkat kemandirian sebesar r= 0,564, dengan nilai signifikan p= 0,001 berarti adanya hubungan positif yang signifikan antara self management dengan tingkat kemandirian, yang berarti kemampuan self management yang lebih baik berkaitan dengan kemandirian yang lebih tinggi dalam aktivitas sehari-hari setelah stroke. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan self management untuk mendukung hasil yang lebih baik terhadap kemandirian pada pasien pasca stroke.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTHER'S PARENTING PATTERNS AND THE INCIDENCE OF STUNTING IN TODDLERS Febriyani, Bunga Rizki; Yulia Susanti; Dona Yanuar Agus Santoso; Lestari Eko Darwati
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7607

Abstract

Gizi tetap menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling signifikan di banyak negara berkembang, terutama di antara balita, anak-anak, dan wanita usia subur. Salah satu masalah gizi yang telah mendapat perhatian besar adalah stunting pada anak. Faktor tidak langsung yang terkait dengan stunting adalah praktik pemberian makan oleh ibu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hanya satu jenis pendekatan pemberian makan yang dianggap paling seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara praktik pemberian makan oleh ibu dan kejadian stunting. Studi ini dilakukan di Desa Kebonharjo, Patebon, Kendal, menggunakan desain korelasional deskriptif pendekatan cross-sectional dengan populasi sebanyak 413 ibu balita dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin didapatkan sebanyak 203 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitiannya, dan penilaian stunting dilakukan berdasarkan standar WHO perhitungan Z-score TB/U atau PB/U. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Rank Spearman. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerapkan gaya pemberian makan secara demokratis 74 responden (36,5%), mayoritas balita tidak mengalami stunting 130 responden (64%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pemberian makan ibu dengan stunting pada balita. Ibu yang anaknya mengalami stunting dianjurkan untuk mengadopsi pendekatan pemberian makan secara demokratis, seperti menyiapkan makanan untuk anak mereka, menawarkan makanan yang disukai anak, dan memperkenalkan makanan baru untuk membantu anak mengembangkan pengalaman makan yang positif, sehingga kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi.
CURRENT RATIO DAN CASH RATIO SEBAGAI DETERMINAN EFFECTIVE TAX RATE: BUKTI DARI INDUSTRI PROPERTI DAN REAL ESTATE: CURRENT RATIO AND CASH RATIO AS DETERMINANT OF EFFECTIVE TAX RATE: EVIDENCE FROM INDONESIAN PROPERTY AND REAL ESTATE INDUSTRI Akwila N.P. Silalahi; Luis V. Kararbo; Nadia I. Pratiwi; Rasma S. Pasaribu; Beayato Febri
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7725

Abstract

Menganalisis pengaruh likuiditas yang diimpresikan  melalui current ratio dan cash ratio atas effective tax rate  perusahaan sektor properti dan real estate yang  tercantum di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 sampai 2021 merupakan tujuan dari penelitian ini, karena  sektor ini memiliki karakteristik intensitas modal tinggi dan ketergantungan pada stabilitas arus kas, sehingga kondisi likuiditas secara teoretis berpotensi memengaruhi kebijakan perpajakan perusahaan. Pemilihan periode penelitian untuk merepresentasikan kondisi ekonomi yang bergejolak akibat pandemi COVID-19, yang menekan kinerja keuangan perusahaan secara signifikan. Pendekatan kuantitatif asosiatif  dipilih dalam penelitian ini dengan memanfaatkan data sekunder yakni laporan keuangan yang teraudit. Populasi penelitian mencakup 29 perusahaan dengan data observasi sejumlah 87. Regresi linier berganda dengan asistensi SPSS, serta didahului oleh pengujian asumsi klasik guna memastikan validitas model estimasi digunakan dalam analisis data penelitian ini, hasil  memperlihatkan bahwa current ratio dan cash ratio tak berdampak signifikan atas effective tax rate. Selain itu, pengujian simultan juga mengindikasikan kedua variabel likuiditas tersebut secara bersama-sama tak berdampak signifikan terhadap effective tax rate. Nilai koefisien determinasi yang rendah sebesar 0,6 persen menunjukkan bahwa effective tax rate  dipengaruhi oleh variabel di luar  yang digunakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam kondisi krisis ekonomi, likuiditas perusahaan tidak menjadi determinan utama dalam penentuan beban pajak efektif, sehingga peran faktor struktural dan kebijakan fiskal menjadi lebih dominan.
STATUS KESEHATAN PADA IBU HAMIL DAN BALITA DI DESA CIBUNAR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT: HEALTH STATUS OF PREGNANT WOMEN AND TODDLERS IN CIBUNAR VILLAGE, SUMEDANG REGENCY, WEST JAVA Gorga I.V.W Udjung; Simarmata, Vidi Posdo A.
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.6422

Abstract

Stunting merupakan kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak balita akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, sehingga tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya. Anak dengan tinggi badan di bawah standar usianya dikategorikan sebagai stunted atau severely stunted apabila panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) berdasarkan umur berada di bawah standar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan ibu hamil dan balita di Desa Cibunar, Kabupaten Sumedang, pada periode Mei 2023. Penelitian dilakukan dengan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan data primer dan pengukuran antropometri pada anak usia 0-59 bulan di desa Cibunar kabupaten Sumedang. Gambaran balita di desa Cibunar paling banyak laki-laki (57.8%), usia 2-<5 tahun (53.0%), BB/U bergizi baik (73.3%), TB/U normal (48.9%), IMT/U normal (91.1%), BB/TB (88.9%). Gambaran ibu hamil di desa Cibunar paling banyak berusia antara 20-35 tahun (73.3%), pekerjaan ibu rumah tangga (80.0%), pendidikan SMP (40.0%), dengan kehamilan trimester 3 (46.7%), dengan status paritas gestasi paling banyak 5 (33.3%), partus 0 dan 1 (40.0%) dan abortus 0 (86,7%), sebanyak 8 ibu hamil memiliki komplikasi yang berbeda-beda (53.3%), tinggi badan >150cm (73.3%), hasil pengukuran LILA paling banyak gizi baik (80.0%), IMT normal (60.0%). Lebih banyak laki-laki yang mengalami stunting. Menurut BB/U laki-laki lebih banyak yang memiliki gizi baik. Menurut IMT/U laki-laki lebih banyak yang memiliki IMT normal.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEKUATAN OTOT PADA DEWASA MUDA: THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND BODY MASS INDEX WITH MUSCLE STRENGTH IN YOUNG ADULTS Iskandar Putra; Firmawaty, Yolanda; Juwita, Citra Puspa
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7732

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik yang rendah dan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan masalah kesehatan global yang dapat memengaruhi kekuatan otot seseorang. Kekuatan otot merupakan indikator penting kesehatan fungsional pada dewasa muda. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot dengan aktivitas fisik dan IMT pada dewasa muda. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini menyasar mahasiswa Program Studi Fisioterapi Univesitas Kristen Indonesia berusia 18-25 sebanyak 66 sampel. Kekuatan otot diukur menggunakan handgrip dynamometer dengan protocol ASHT, tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan modified Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan status IMT yang dihitung berdasarkan tinggi dan berat badan. Analisis data menggunakan uji koreasi Spearman-rho. Hasil: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kekuatan otot dan aktivitas fisik (p-value 0,020 dan koefisien korelasi 0,286). Sedangkan, hubungan tidak signifikan ditemukan pada hubungan antara kekuatan otot dan IMT (p-value 0,259 dan koefisien korelasi 0,141). Kesimpulan: Aktifitas fisik memiliki korelasi yang lebih kuat terhadap kekuatan otot dibandingkn IMT pada dewasa muda.
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN BANK MANDIRI FINANCE AREA PAMEKASAN: PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN BANK MANDIRI FINANCE AREA PAMEKASAN Shofi, Fadhoilus; Safa'atin, Haya Nur; Saskia Putri, Rismaya Nikmatul Hida
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7735

Abstract

Meningkatnya intensitas persaingan dalam lanskap bisnis di Indonesia, terutama dalam industri perbankan, menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi organisasi untuk memprioritaskan manajemen sumber daya manusia. Aspek krusial dalam hal ini adalah sistem kompensasi. Studi ini berupaya untuk mengevaluasi signifikansi pengaruh kompensasi, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial, terhadap kinerja karyawan di Bank Mandiri Finance. Sebanyak 100 responden karyawan berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang terstruktur dan selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Temuan utama dari analisis tersebut mengindikasikan bahwa kompensasi finansial memiliki korelasi positif yang signifikan dengan prestasi kerja karyawan. Implikasinya, peningkatan kompensasi finansial umumnya berkorelasi dengan kenaikan motivasi serta performa karyawan. Selain itu, kompensasi non-finansial juga telah demonstratif memberikan dampak substansial terhadap capaian kerja. Elemen-elemen seperti pengakuan, prospek pertumbuhan karier, dan suasana kerja yang kondusif turut berkontribusi dalam menumbuhkan kepuasan kerja dan meningkatkan hasil kerja. Secara agregat, gabungan antara kompensasi finansial dan non-finansial dapat memaparkan sebagian besar keragaman dalam performa kerja individu, yang mengindikasikan bahwa strategi yang memperhitungkan kedua dimensi ini lebih berdaya guna. Dari perspektif aplikasi, hasil ini memotivasi Bank Mandiri untuk senantiasa menyempurnakan dan mengintegrasikan sistem kompensasi yang berlaku guna mengoptimalkan performa kerja karyawan. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai referensi dalam merumuskan kebijakan kompensasi yang lebih efektif untuk memacu peningkatan kinerja karyawan.