cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2020)" : 84 Documents clear
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAMIPEMBELAJARAN PEWARNAAN RAMBUT SINGLE APPLICATION NABILA MAGHFIRANI, INTAN; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33402

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuanJuntuk mendeskripsikan modelJpembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan saintifik dalam pembelajaran pewarnaan rambut single application khususnya pada SMKIdi jurusan kecantikan rambut dan kulit. Metode yang digunakan yakni studi kepustakaan dengan merujuk pada buku atau artikel jurnal nasional yang berkaitan dengan model pembelajaran kooperatif, pendekatan saintifik, dan juga pewarnaan rambut. Hasil dari penelitian berupa penjelasan tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan saintifik dapat diterapkan dan menjadi acuan guru pewarnaan rambut sehingga dapat memaksimalkan belajar mengajar dikelas serta meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Pendekatan Saintifik Abstract The study aims is for describe the type of cooperative learning jigsaw mode through a scientific approach in the learning of single application hair coloring in vocational schools, especially in hair and skin beauty majors. The method is the study of literature by referring to books or articles of national journals relating to cooperative learning models, scientific approaches, and also hair coloring. The results of study are in the form of an explanation of the application of the Jigsaw cooperative learning model through a scientific approach can be applied and areference for teacher about hair coloring, to maximize teaching and learning in the classroom and improve student learning outcomes Keywords: Cooperative LearningIModel Type Jigsaw, Scientific Approach
PERBANDINGAN PROPORSI UMBI RUMPUT TEKI SEBAGAI SABUN PADAT DITINJAU DARI SIFAT FISIK (ORGANOLEPTIK) ERLY SANDI, BERLINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33403

Abstract

Abstrak Umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) dapat digunakan sebagai sabun padat karena terdapat kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan proporsi umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) pada hasil jadi sabun padat yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan daya buih. 2) Untuk mengetahui uji organoleptik dari hasil jadi sabun padat umbi rumput teki. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah bubuk umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, dan 1,5%. Variabel terikat penelitian ini yaitu sifat fisik sabun padat yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya buih dan kesukaan panelis. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui uji organoleptik oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk umbi rumput teki berpengaruh terhadap warna, aroma, tekstur, daya buih, dan kesukaan panelis. Uji Duncan juga menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil sabun padat terbaik yaitu pada produk sabun padat X3 dengan proporsi penambahan bubuk umbi rumput teki 1,5%. Kata Kunci: Sabun padat, umbi rumput teki, organoleptik. Abstract Nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) can be used as a opaque soap because inside there is a flavonoids content that serves as antibacterial and antioxidant. This research aims at 1) To determine the influence of the proportion of nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) in the result of a opaque soap that include color, aroma, texture, and froth power. 2) To know the organoleptic test of the result opaque soap nutgrass tuber. This type of research is experimental. The independent variable research are nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, and 1,5%. This dependent variable research of opaque soap that include color, aroma,texture, forth, and favorite panelist. Data collection using observation method through organoleptic test by 30 panelist. Data analysis using SPSS 16 program. The result the addition of nutgrass tuber powder is influential in the color, aroma, texture, froth, and favorite panelist. The Duncan test also showed significant result. The result of the best opaque soap that is the solid X3 soap with a proportion of the addition of nutgrass powder 1,5%. Keywords: Opaque soap, nutgrass tuber, organoleptic.
PERBANDINGAN PROPORSI UMBI RUMPUT TEKI SEBAGAI SABUN PADAT DITINJAU DARI SIFAT FISIK (ORGANOLEPTIK) ERLY SANDI, BERLINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33404

Abstract

Abstrak Umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) dapat digunakan sebagai sabun padat karena terdapat kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan proporsi umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) pada hasil jadi sabun padat yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan daya buih. 2) Untuk mengetahui uji organoleptik dari hasil jadi sabun padat umbi rumput teki. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah bubuk umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, dan 1,5%. Variabel terikat penelitian ini yaitu sifat fisik sabun padat yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya buih dan kesukaan panelis. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui uji organoleptik oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk umbi rumput teki berpengaruh terhadap warna, aroma, tekstur, daya buih, dan kesukaan panelis. Uji Duncan juga menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil sabun padat terbaik yaitu pada produk sabun padat X3 dengan proporsi penambahan bubuk umbi rumput teki 1,5%. Kata Kunci: Sabun padat, umbi rumput teki, organoleptik. Abstract Nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) can be used as a opaque soap because inside there is a flavonoids content that serves as antibacterial and antioxidant. This research aims at 1) To determine the influence of the proportion of nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) in the result of a opaque soap that include color, aroma, texture, and froth power. 2) To know the organoleptic test of the result opaque soap nutgrass tuber. This type of research is experimental. The independent variable research are nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, and 1,5%. This dependent variable research of opaque soap that include color, aroma,texture, forth, and favorite panelist. Data collection using observation method through organoleptic test by 30 panelist. Data analysis using SPSS 16 program. The result the addition of nutgrass tuber powder is influential in the color, aroma, texture, froth, and favorite panelist. The Duncan test also showed significant result. The result of the best opaque soap that is the solid X3 soap with a proportion of the addition of nutgrass powder 1,5%. Keywords: Opaque soap, nutgrass tuber, organoleptic.
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33469

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33470

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33471

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33472

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33473

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN TATA RIAS TARI GANDRUNG BANYUWANGI AGE SELINTA, FABE; Kecvara Pritasari, Octaverina
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33474

Abstract

AbstrakTari gandrung merupakan tarian khas kota Banyuwangi yang dijadikan sebagai ikon kota, tari gandrung digunakan sebagai cikal bakal seni tari yang berkembang di Banyuwangi. Tari gandrung ada sejak zaman penjajahan Belanda sebagai bukti pembelaan masyarakat Banyuwangi terhadap penjajah. Kesenian tari gandrung semakin berkembang dan mengalami pembaharuan khususnya tata rias yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perkembangan tata rias tari gandrung sejak tahun 1960 hingga 2019 dan 2) mengetahui aksesoris serta busana yang digunakan pada tari gandrung Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi struktur, observasi tersamar, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1) pada tahun 1960 hingga 1970 menggunakan kosmetik sederhana dan berbahan alami, alas bedak atal berwarna kuning langsat, alis dari arang dan lipstik berwarna merah dari kertas kelobot. 2) tahun 1970 hingga 1980 adanya foundation merk Kelly, bedak tabur merk Viva, eyeliner dan eyeshadow terbuat dari endapan lampu minyak tanah. 3) tahun 1980 hingga 1990 eyeliner dan alis berbentuk pensil, adanya blushon warna merah merk Ratu Ayu dan Sariayu. 4) tahun 1990 hingga 2000 penggunaan eyeshadow warna merah, hitam, putih, dan emas sesuai warna khas Banyuwangi. Adanya teknik untuk mempertegas warna eyeshadow. 5) tahun 2005 hingga 2010 penggunaan bedak padat, warna eyeshadow menyesuaikan busana dan adanya bulu mata palsu. 6) tahun 2015 hingga 2019 adanya teknik conturing, teknik cut crease pada aplikasi eyeshadow dan penggunaan shimer, 3) aksesoris yang digunakan bernama omprog terbuat dari kulit berwarna emas dan memiliki ciri khas tokoh wayang Ontoseno, 4) komponen busana tari gandrung Banyuwangi terdiri dari ilat-ilat atas, otok, kelat bahu, ebok, samir, sabuk, selendang atau sampur, kipas, dan kaos kaki. Kata Kunci: Perkembangan Tari Gandrung, Gandrung BanyuwangiAbstractGandrung Dance is a typical dance city Banyuwangi as the icon of the city, Gandrung dance is used as the forerunner of the flourishing dance art in Banyuwangi. Gandrung Dance existed since the Dutch colonial era as evidence of the defence of Banyuwangi community against colonizers. Gandrung Dance Art is growing and undergoing renewal, especially the makeup used. The research aims to find out: 1) The development of the Gandrung dance makeup since the years 1960 to 2019, and 2)know accessories and clothing used in the dance Gandrung Banyuwangi. This type of research is a qualitative descriptive. Data collection techniques include semi-structural interviews, sketchy observations, and documentation. The results of the study can be described as follows: 1) from 1960 to 1970 using simple and natural-made cosmetics, a black-coloured, atal-yellow eyebrow, charcoal and red-colored lipstick from the paper Kelobot. 2) years 1970 to 1980 the existence of the foundation brand Kelly, powder brand Viva, eyeliner and eyeshadow made from the deposition of kerosene lamps. 3) years 1980 to 1990 eyeliner and eyebrow is made of pencil, there is a red color of the brand queen Ayu and Sariayu. 4) Year 1990 to 2000 use of eyeshadow color red, black, white, and gold according to the distinctive color of Banyuwangi. There is a technique to emphasize the color of eyeshadow. 5) years 2005 to 2010 use of solid powder, eyeshadow color adjusting the clothing and the presence of false eyelashes. 6) year 2015 to 2019 of the technique of conturing, cut return technique on eyeshadow application and the use of Shimer, 3) used accessories named Omprog is made of gold-colored leather and has the characteristic of a puppet character Ontoseno, 4) Banyuwangi Gandrung fashion components consist of the above Ilat-ylates, Otok, shoulder kelat, Ebok, Samir, belts, scarves or sampurs, fan and socks.Keywords: Progression of Gandrung Dance, Gandrung Banyuwangi
KAJIAN TATA RIAS TARI GANDRUNG BANYUWANGI AGE SELINTA, FABE; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33475

Abstract

AbstrakTari gandrung merupakan tarian khas kota Banyuwangi yang dijadikan sebagai ikon kota, tari gandrung digunakan sebagai cikal bakal seni tari yang berkembang di Banyuwangi. Tari gandrung ada sejak zaman penjajahan Belanda sebagai bukti pembelaan masyarakat Banyuwangi terhadap penjajah. Kesenian tari gandrung semakin berkembang dan mengalami pembaharuan khususnya tata rias yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perkembangan tata rias tari gandrung sejak tahun 1960 hingga 2019 dan 2) mengetahui aksesoris serta busana yang digunakan pada tari gandrung Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi struktur, observasi tersamar, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1) pada tahun 1960 hingga 1970 menggunakan kosmetik sederhana dan berbahan alami, alas bedak atal berwarna kuning langsat, alis dari arang dan lipstik berwarna merah dari kertas kelobot. 2) tahun 1970 hingga 1980 adanya foundation merk Kelly, bedak tabur merk Viva, eyeliner dan eyeshadow terbuat dari endapan lampu minyak tanah. 3) tahun 1980 hingga 1990 eyeliner dan alis berbentuk pensil, adanya blushon warna merah merk Ratu Ayu dan Sariayu. 4) tahun 1990 hingga 2000 penggunaan eyeshadow warna merah, hitam, putih, dan emas sesuai warna khas Banyuwangi. Adanya teknik untuk mempertegas warna eyeshadow. 5) tahun 2005 hingga 2010 penggunaan bedak padat, warna eyeshadow menyesuaikan busana dan adanya bulu mata palsu. 6) tahun 2015 hingga 2019 adanya teknik conturing, teknik cut crease pada aplikasi eyeshadow dan penggunaan shimer, 3) aksesoris yang digunakan bernama omprog terbuat dari kulit berwarna emas dan memiliki ciri khas tokoh wayang Ontoseno, 4) komponen busana tari gandrung Banyuwangi terdiri dari ilat-ilat atas, otok, kelat bahu, ebok, samir, sabuk, selendang atau sampur, kipas, dan kaos kaki. Kata Kunci: Perkembangan Tari Gandrung, Gandrung BanyuwangiAbstractGandrung Dance is a typical dance city Banyuwangi as the icon of the city, Gandrung dance is used as the forerunner of the flourishing dance art in Banyuwangi. Gandrung Dance existed since the Dutch colonial era as evidence of the defence of Banyuwangi community against colonizers. Gandrung Dance Art is growing and undergoing renewal, especially the makeup used. The research aims to find out: 1) The development of the Gandrung dance makeup since the years 1960 to 2019, and 2)know accessories and clothing used in the dance Gandrung Banyuwangi. This type of research is a qualitative descriptive. Data collection techniques include semi-structural interviews, sketchy observations, and documentation. The results of the study can be described as follows: 1) from 1960 to 1970 using simple and natural-made cosmetics, a black-coloured, atal-yellow eyebrow, charcoal and red-colored lipstick from the paper Kelobot. 2) years 1970 to 1980 the existence of the foundation brand Kelly, powder brand Viva, eyeliner and eyeshadow made from the deposition of kerosene lamps. 3) years 1980 to 1990 eyeliner and eyebrow is made of pencil, there is a red color of the brand queen Ayu and Sariayu. 4) Year 1990 to 2000 use of eyeshadow color red, black, white, and gold according to the distinctive color of Banyuwangi. There is a technique to emphasize the color of eyeshadow. 5) years 2005 to 2010 use of solid powder, eyeshadow color adjusting the clothing and the presence of false eyelashes. 6) year 2015 to 2019 of the technique of conturing, cut return technique on eyeshadow application and the use of Shimer, 3) used accessories named Omprog is made of gold-colored leather and has the characteristic of a puppet character Ontoseno, 4) Banyuwangi Gandrung fashion components consist of the above Ilat-ylates, Otok, shoulder kelat, Ebok, Samir, belts, scarves or sampurs, fan and socks.Keywords: Progression of Gandrung Dance, Gandrung Banyuwangi

Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue